Note: Ini cuma sekedar novel santai aja, kemungkinan besar dari kalian akan bosan membacanya. karena alurnya yang lambat, jadi jangan tanya author masalah debeh, aksi gelut gelut dan semacamnya yaa...😀
Xiao Yan bereinkarnasi ke dunia kultivasi modern sebagai bayi dengan status dan keahlian maksimal menyentuh angka 9999. Di tengah tragedi serangan monster yang merenggut nyawa ayahnya dan mengancam ibunya, dia tanpa sengaja melepaskan satu tembakan energi mematikan yang menghapus sang monster beserta daratan sejauh tiga kilometer dalam sekejap. Demi kehidupan yang damai dan tenang, Xiao Yan memutuskan untuk menyembunyikan identitasnya, meski takdir dan sistem di kepalanya seolah terus memaksanya untuk bertindak.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon ex, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Bab 31
Xiao Yan tidak melempar batu kecil seperti janjinya. Dia menunduk dan meletakkan telapak tangan kanannya menyentuh permukaan tanah lereng.
"Rute pengalihan dimulai," batin Xiao Yan.
Dia mengalirkan satu persen saja dari energi Qi miliknya masuk ke dalam tanah. Energi itu dia bentuk seperti jarum yang sangat panjang, memanjang lurus di bawah lapisan tanah berbatu menuruni lereng, mengarah tepat ke tengah formasi cahaya merah di lembah.
"Target Titik pusat simpul formasi penghisap darah. Tujuannya Beban berlebih."
Xiao Yan menyuntikkan energi murni itu langsung ke dalam inti formasi sihir milik sekte tersebut.
"Bzzzzzt!"
Di bawah sana, lingkaran cahaya merah tiba-tiba berkedip hebat. Urat-urat cahaya yang menyedot darah Su Xue berbalik arah.
Pria bertopeng hitam langsung tersentak kaget.
"Hah?! Apa yang terjadi dengan formasinya?!" teriak pria bertopeng itu. Dia mundur selangkah.
Tepat pada detik itu, Xiao Yan mengangkat kepalanya dan mengangguk ke arah Lin Fan.
Lin Fan mengira itu adalah aba-aba. Dia berdiri tegak di atas tebing, menarik Pedang Angin Puyuh miliknya dan menunjuk lurus ke arah pria bertopeng di bawah sana.
"Hiaaaa! Rasakan kemarahan Pahlawan Kelas Biasa!" teriak Lin Fan dengan suara yang bergema di seluruh lembah.
Seluruh anggota Sekte Bayangan Darah langsung menoleh ke arah atas tebing. Mereka melihat seorang remaja laki-laki berdiri menantang mereka dengan pose heroik.
"Ugh! Ada murid lain di atas sana! Bunuh dia!" perintah pria bertopeng hitam.
Delapan anggota sekte berlari ke arah lereng tempat Lin Fan berdiri.
Perhatian mereka sepenuhnya teralihkan. Chen Ping dan Song Jia yang bersembunyi di semak-semak dekat Su Xue tidak menyia-nyiakan kesempatan itu.
"Ayo lari!" teriak Chen Ping. Dia dan Song Jia melompat keluar dari semak-semak. Chen Ping menarik lengan Su Xue dengan paksa, sementara Song Jia membantu menarik siswa lainnya hingga mereka keluar dari batas garis merah formasi.
"Ugh... Kalian... Siapa kalian?" tanya Su Xue lemah saat dia diseret oleh Chen Ping menjauh dari formasi.
"Jangan banyak bicara! Lari saja!" jawab Chen Ping panik.
Di tengah lembah, pria bertopeng hitam menyadari ada yang salah. Dia menoleh kembali ke arah formasi. Tumbalnya sudah ditarik keluar.
"Sialan! Mereka membagi tugas!" teriak pria bertopeng. "Kejar mereka yang membawa tumbal!"
Namun, pria bertopeng itu terlambat.
Energi murni yang disuntikkan oleh Xiao Yan ke dalam tanah tadi sudah mencapai titik kritis di dalam simpul formasi darah tersebut. Formasi yang dirancang untuk menyedot energi manusia biasa kini kelebihan muatan karena disuntik oleh energi level 9999.
"Simpul formasi meledak dalam tiga, dua, satu," batin Xiao Yan datar.
"BLLLLLAAAARRRR!"
Ledakan energi berwarna biru terang meledak dari dalam tanah tepat di bawah kaki pria bertopeng hitam.
Suara ledakannya sangat dahsyat, mengalahkan suara petir. Tanah di tengah lembah terlempar ke udara. Pria bertopeng hitam dan beberapa anggota sekte yang berdiri di dekatnya langsung terlempar puluhan meter ke udara.
Gelombang kejut dari ledakan itu menyapu seluruh lembah. Delapan anggota sekte yang sedang berlari menuju Lin Fan terhempas ke belakang oleh angin kencang dan kehilangan kesadaran seketika karena tekanan udara.
Lin Fan yang berdiri di atas batu tebing terpaksa tiarap menutupi kepalanya.
"Uwaaa!"
Chen Ping, Song Jia, Su Xue, dan siswa unggulan lainnya juga terhempas ke tanah oleh sisa dorongan angin tersebut.
Setelah lima detik, suara gemuruh ledakan itu mereda. Asap tebal bercampur debu tanah memenuhi dasar lembah.
Xiao Yan masih berdiri di tempatnya dengan santai. Debu-debu yang mengarah kepadanya otomatis terbelah akibat medan energi pasif tubuhnya, tidak ada setitik debu pun yang menempel di bajunya.
"Hah... Ledakannya sedikit lebih besar dari perhitunganku. Tanahnya agak rapuh," ucap Xiao Yan pelan. Dia menarik napas dan membersihkan sisa debu dari tangannya. "Tapi hasilnya sesuai target. Formasi hancur, pemimpinnya mati karena terlempar, anggotanya pingsan, dan pusaka akademi tetap tertanam aman di bawah tanah."
Xiao Yan berjalan menuruni lereng dengan santai menuju teman-temannya.
Di dasar lembah, Lin Fan merangkak bangun. Dia terbatuk-batuk menelan debu.
"Uhuk! Uhuk! Ugh... A-Apa yang baru saja terjadi?!" Lin Fan melihat ke sekeliling. Lembah itu kini memiliki lubang kawah besar di tengahnya. Semua anggota sekte terkapar tak berdaya.
Chen Ping membantu Song Jia berdiri. Su Xue juga memaksakan dirinya untuk duduk, matanya membelalak melihat kehancuran di sekitarnya.
Su Xue menatap Lin Fan yang baru turun dari tebing berbatu.
"Ledakan barusan... Apakah kau yang melakukannya?" tanya Su Xue dengan napas terengah-engah. Nada suaranya penuh rasa hormat yang tidak pernah dia tunjukkan sebelumnya kepada siswa Kelas Biasa.
Lin Fan membeku. Dia menatap kawah besar itu. Dia tidak tahu sihir apa pun yang bisa meledakkan tanah. Dia hanya berteriak.
"Hah? Ugh... Aku..." Lin Fan melirik ke arah Chen Ping dan Song Jia, yang juga menatapnya dengan tatapan penuh kekaguman.
Xiao Yan berjalan mendekat, menyela kebingungan Lin Fan dengan suara datarnya.
"Lin Fan mengalirkan semua energi pedangnya ke dalam tanah saat dia berteriak tadi. Gelombang energinya menghancurkan formasi mereka dari bawah," bohong Xiao Yan dengan ekspresi yang sangat meyakinkan. "Aku melihatnya dari atas tebing."
Chen Ping mengangguk cepat. "B-Benar! Hanya Lin Fan yang memiliki kekuatan destruktif seperti itu di sini!"
Lin Fan menelan ludah. Jika Xiao Yan sudah mengatakan itu, maka dia tidak punya pilihan selain mengangguk.
"Hah... Ya, benar," ucap Lin Fan sambil mengusap tengkuknya dengan canggung. "Itu adalah jurus rahasiaku. Aku tidak ingin pamer, tapi aku terpaksa melakukannya untuk menyelamatkan kalian."
Su Xue mencoba berdiri. Dia menundukkan kepalanya dalam-dalam ke arah Lin Fan.
"Keluarga Su sangat berutang budi padamu, Lin Fan," kata Su Xue dengan tulus. "Jika bukan karena strategi dan kekuatanmu, kami semua pasti sudah mati hari ini."
"Ugh... Tidak perlu berterima kasih. Itu sudah menjadi tugasku," jawab Lin Fan, mencoba menahan senyum bangganya yang mulai mekar lagi.
Di belakang mereka, Xiao Yan memasukkan tangannya ke dalam saku celana.
"Masalah utama selesai. Sekarang, kita hanya perlu kembali ke area perkemahan dan melanjutkan tidur sampai ujian ini dihentikan oleh guru," batin Xiao Yan dengan sangat damai.
Namun, Xiao Yan menyadari bahwa mempertahankan kebohongannya akan semakin sulit jika Lin Fan terus mendapatkan musuh yang lebih kuat dari sekte-sekte gelap lainnya. Tapi itu adalah masalah untuk besok. Hari ini, dia telah berhasil menyelamatkan sekolahnya tanpa ada yang tahu siapa pahlawan yang sebenarnya.