NovelToon NovelToon
TEGA!

TEGA!

Status: sedang berlangsung
Genre:Selingkuh / Kehidupan Manis Setelah Patah Hati / Penyesalan Suami
Popularitas:33.3k
Nilai: 5
Nama Author: IAS

Tujuh tahun pernikahan, tak pernah terbayangkan dirinya akan menjumpai hal yang paling menyakitkan dalam perjalanan hidupnya.

Arimbi, ia menemukan jejak wanita lain dalam biduk rumah tangganya. Bahkan wanita tersebut telah memiliki anak yang usianya sudah lebih dari setahun.

"Kita masih merintis usaha, jadi kita jangan punya anak dulu ya."

Ucapan sang suami terngiang begitu jelas di telinganya. Arimbi yang naif menyetujui. Namun itu jadi bumerang bagi dirinya karena oleh keluarga suami Arimbi di cap mandul.

Dan yang lebih mengejutkannya lagi, nama perusahaan yang didirikan suaminya ternyata ada unsur dari nama wanita itu.

Apakah Arimbi akan terpuruk? Atau dia akan bangkit dan membalas rasa sakit hatinya dan menemukan cinta lain?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon IAS, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Senang di atas Derita 02

"Kok kamu ke sini, Mas? Apa Arimbi nggak nanyain kepergian kamu?"

"Dia udah tahu, nggak tahu gimana caranya dia tahu. Tapi dia udah tahu semuanya."

Apa?

Seorang wanita dengan pakaian tidur tipis itu awalnya hanya merasa heran, kenapa pria yang tak pernah datang saat malam di hari biasa tiba-tiba muncul. Namun ketika mendengar ucapan pria tersebut, sang wanita kini nampak benar-benar terkejut.

Bukan hanya terkejut tapi wajahnya kini menunjukkan raut penuh tanya. Pertanyaan yang sudah sangat jelaa hingga Amar pun bisa menjawabnya tanpa harus terucap dari bibir.

"Seperti yang aku bilang tadi, dia udah tahu. Tapi aku juga nggak tahu kenapa dia bisa tahu. Pas aku balik tadi, dia langsung ngomong tentang aku dan kamu. Farrah, apa mungkin kamu ngespill tentang kita?"

Farrah Ratnawati, wanita berusia 32 tahun itu menggelengkan kepalanya dengan cepat ketika mendengar pertanyaan Amar. Dia memang suka membuat konten di akun media sosialnya, akan tetapi ia sama sekali tidak pernah menunjukkan tentang hubungannya dengan Amar.

Tiga tahun mereka menjalani rumah tangga secara sembunyi-sembunyi, dan selama tiga tahun itu juga Farrah tak pernah mengungkapkan tentang hubungan pernikahannya dengan Amar.

Memang ia sering membagikan momen ketika mereka bersama, entah saat liburan, babymoon, dan juga kelahiran putri mereka, namun Farrah sama sekali tidak pernah memperlihatkan sosok Amar meski itu hany sekedar bagian tangan, kaki atau bagian lainnya.

Banyak sekali pengikut Farrah yang bertanya-tanya tentang sosok suami Farrah, namun wanita itu tak pernah menjelaskan. Ia bahkan hanya membuat keterangan dengan kata-kata yang membangun atau kata-kata yang bersifat religius. Terlebih di media sosial, sosok Farrah terkenal sebagai sosok yang alim karena pakaian yang dikenakan longgar dan jilbab pun besar.

"Aku beneran nggak pernah nunjukin apapun, Mas."

"Ya udah kalau gitu. Ayo tidur, aku ngantuk dan capek banget sayang."

Amar meraih pinggang Farrah dan menuntunnya ke kamar. Di dalam kamar, ada sebuah box bayi yang mana terdapat anak mereka berdua.

Amar melakukan ciuman lembut di kening sang putri dan membisikkan kata sayang serta cinta. Tatapan pria itu begitu lembut, terlihat sekali bahwa ia sangat mencintai putrinya.

"Anak kita itu, Mas," ucap Farrah sambil memeluk pinggang Amar dari samping.

"Iya, itu anak kita. Hasil cinta aku dan kamu. Makasih sayang karena udah ngasih aku putri yang begitu cantiknya," balas Amar.

Tatapan yang berbinar dan penuh cinta. Amar terlihat sekali sangat mencintai Farrah dan Afira, nama anak mereka. Berbeda dengan tatapan yang ia layangkan terhadap istri sahnya, Arimbi.

Ketika menatap Arimbi, mata Amar hanya dingin dan tak acuh. Seolah Arimbi hanyalah orang asing yang hidup di sisinya.

Malam penuh cinta. Amar tidak peduli sama sekali dengan rasa sakit yang ia berikan terhadap istrinya. Saat ini, dia tengah meneguk kenikmatan bersama istri rahasianya. Suara desahann dua insan yang dimabuk asmara itu mengabaikan seorang manusia yang saat ini tengah mereka zalim.

Bahkan saat ini wanita itu tengah berkutat dengan pekerjaannya. Ya disaat suaminya tengah bergelung nikmat dengan wanita lain, ia saat ini sedang pusing dengan pekerjaan yang ternyata begitu banyaknya.

"Kenapa ini bisa banyak banget yang delay pengirimannya? Kalian bisa kerja nggak sih, hah!" Pekik Arimbi. Ia tak pernah bicara seperti ini sebelumnya. Tapi kali ini kontrol emosinya lepas sehingga ia bicara demikian.

"A-anu, itu Bu. Siolnya uang jalan yang seharusnya sudah turun belum turun juga. Jadi supir juga tidak bisa segera berangkat," jawab penanggungjawab gudang yang bernama Surya.

"Kok bisa?"

Mata Arimbi memicing, keningnya berkerut dan nafasnya memburu. Amarah benar-benar menguasai seluruh hati dan pikirannya. Bak gunung berapi, lahar itu sudah ingin meluap. Namun Arimbi masih bisa menahannya sedikit lagi.

Ia langsung menghubungi pihak keuangan untuk menanyakan tentang hal tersebut. Orang yang dihubungi Arimbi nampaknya menjawab dengan sedikit ragu membuatnya berpikir bahwa ada sesuatu yang tidak beres.

"Segera kirimkan biaya operasionalnya."

"T-tapi, Bu."

"SEKARANG!!!"

Degh!

Semua yang ada di gudang terkejut mendengar teriakan Arimbi. Dan tentu saja orang yang tengah ditelpon nya juga terkejut. Mereka tak pernah tahu sekaligus tidak menyangka bahwa wanita yang begitu lembut dan tenang itu bisa berteriak seperti ini.

"B-baik, Bu."

"Bagus, besok temui aku di kantor."

"Baik."

Arimbi mengambil nafasnya dalam-dalam dan membuangnya perlahan. Dia tidak pernah menyangka ada masalah seperti ini di lapangan. Sebagai Direktur Utama, Arimbi seharusnya menerima semua laporan. Tapi mungkin ada laporan yang dikecualikan untuknya. Atau kemungkinan lain ada yang hendak 'bermain' dengannya.

"A-apa Ibu akan ada di sini?" tanya Surya dengan hati-hati. Meski tidak diucapkan, ia jelas bisa melihat bahwa saat ini suasana hati atasannya itu sedang sangat buruk.

"Ya aku akan ada di sini sampai semua barang di gudang ini bersih. Lakukan pekerjaanmu, abaikan saja aku," jawab Arimbi sambil melenggang menuju ke sebuah kursi kosong yang berada tepat di depan sebuah depan kantor kecil tempat dimana Surya mengurus segala administrasi gudang.

Surya hanya bisa pasrah, dia tak berani menginterupsi Arimbi. Wanita yang merupakan istri dari bos utama sekaligus juga pemilik dari FAE ini merupakan orang penting kedua di perusahaan. Semua tahu bahwa Arimbi memiliki kekuasaan yang absolut juga di dalam FAE.

Surya pun memilih untuk kembali bekerja. Dia mulai mengirim supir-supir ekspedisi ke lokasi masing-masing yang telah ditentukan. Namun selama bekerja, pandangan perhatian dan tatapan mata pria itu sesekali terarah kepada Arimbi. Ada sesuatu yang menurutnya janggal dari sang majikan.

"Bu Arimbi kok kayak lain ya?" gumamnya lirih. Sering bertemu meski hanya sekedar urusan pekerjaan, Surya cukup mengetahui sikap dan perangai Arimbi. Terlebih dia bekerja di FAE juga sudah empat tahun lamanya. Sehingga Surya sedikit banyak tahu tentang Arimbi.

Menurutnya Arimbi bukan orang yang gemar melamun seperti ini, ya sedar tadi dia melihat wanita itu memiliki pandangan yang kosong. Dan juga, Surya juga bisa melihat mata sang atasan yang sembab.

Bukan hal yang luar biasa untuk mengetahui apakah seseorang baru saja menangis atau tidak. Surya yang memang selalu fokus dengan lawan bicara bisa melihat dengan jelas bahwa Arimbi baru saja menangis. Wajah yang tampak kusut, mata yang sembab dan jujur penampilan Arimbi kali ini sungguh sangat berantakan.

"Ada apa sebenarnya? Aku nggak pernah lihat Ibu kayak gitu. Meski buru-buru buat ngelihat pekerjaan, Bu Arimbi pasti akan mengenakan pakaian yang rapi. Tapi kali ini dia pakai bajunya kayak asal. Dan bukannya itu piyama?"

Karena ketegangan pembicaraan tadi, Surya tidak terlalu memerhatikan pakaian yang dikenakan Arimbi. Baru setelah ketegangan berakhir, sekarang dia sadar bahwa Arimbi datang ke gudang hanya mengenakan setelan piyama dan jilbab instan saja.

TBC

1
Shee_👚
mungkin ini harusnya Farhan bertemu dengan dina ini ya kak??
Mardiana
aku mah setuju dengan sikap Arimbi....dia lebih berfikir positif dan elegan menghadapi mantan dan pelakor
☠ᵏᵋᶜᶟ Қiᷠnꙷaͣŋͥ❁︎⃞⃟ʂ⍣⃝𝑴𝒊𝒔𝒔
rata2 pelakor ya begitu apa lagi ini pelakor syar'i berlagak maha benar 🤣🤣....padahal kasian bener sama hidup nya 🤣
nunik rahyuni
huh....selalu merasa paling benar mak pelakor...
mbak mbi yg sabar ....mak lakor tu anggap j angin kentut ...bau..jd lebih baik menjauh..
dewi rofiqoh
Arimbi 👍 👍
Dew666
🍭🍭
Mariee__shiitie___🍒🍒🍒🍒
heyyy km itu playing victim bgt sih yg JD korban sebenarnya siapa sih?
I Love you,
😤😤😤😤 onono warek kalakuanya..plakorrrrrr😭😭😡😡😡
I Love you,
anah emang yg pegg nyawa anak loh Arimby?😤😡
Lee Mba Young
Arimbi diam mlh kelihatan sok iyes, hrse mlh gk usah datang lbih bagus.
datang tp di maki diam saja buat apa, ya maki balik lah. sekalian viral nya kl mbales jng setengh setengh.
Eni Istiarsi
mungkin maksudnya pemakaman bukan pernikahan
Mariee__shiitie___🍒🍒🍒🍒
hey,lu tuh ya JD orang g terima takdir padahal tanpa Arimbi ikut campur KLO anak lu dah azalnya y ada yg nolak
Nurminah
jalang menunjukkan kedok busuknya haha
mampus si amar nyesel ternyata bukan ibu peri yg didapat mak Lampir 🤭🤭🤭
Mariee__shiitie___🍒🍒🍒🍒
ka lelayu apa afira sih
Mariee__shiitie___🍒🍒🍒🍒: baru paham lelayu itu meninggal
innailaihi wainnailaihi rojiun
total 1 replies
Mariee__shiitie___🍒🍒🍒🍒
mending g usah dari pada km mlh ditolak dan merasa bahwa km menyindir
Mariee__shiitie___🍒🍒🍒🍒
sebenarnya karma tapi NNT dia blng itu kutukan sumpah berasal dari Arimbi
Lela Angraini
haahhh sungguh picik sx kamu farrah,,sungguh farrah pikiranmu
Lela Angraini
khaaaannn bner dugaanku msti di kaitkan sma arimbi.
Mariee__shiitie___🍒🍒🍒🍒
innailaihi wainnailaihi rojiun
kasian JD korban dari orang tua tapi hati hati Arimbi mnt km mlh disalahkan m orang picik
Lee Mba Young
lagian ngapain datang, trus di maki maki pelakor berani nglawan balik gk. coba kita lihat arimbi berani nglawan gk 🤣
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!