Setelah kepergian sang ayah untuk selama nya, Clarisa mendapati satu kenyataan pahit bahwa suami nya telah mendua kan diri nya. Hal yang lebih menyakitkan adalah wanita yang menjadi selingkuhan nya adalah adik tiri nya.
Sang suami lebih memilih sang adik dan hal itu di dukung oleh ibu tiri nya, Clarisa kembali ke kampung halaman ibu nya dan tinggal bersama sang nenek setelah dia memilih berpisah dari pada di madu.
Tapi ternyata takdir berkata lain, Clarisa bertemu dengan seorang pria yang ternyata adalah bos dari sang mantan suami. Pria itu jatuh cinta pada Clarisa kemudian menikahi nya.
Suami baru Clarisa membawa nya kembali ke kota tempat di mana sang mantan suami dan keluarga nya berada, kedatangan Clarisa kali ini membuat dia mengetahui rahasia di balik kecelakaan yang merenggut nyawa ibu nya puluhan tahun yang lalu.
Ikutan kisah Clarisa yang membalas perbuatan orang yang menjadi dalang di balik kecelakaan yang di alami oleh ibu hingga membuat sang ibu meregang nyawa.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Leni Anita, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
05
Setelah Risa selesai menyiap kan makan malam, Arvin dan Wulan datang ke ruang makan secara bersamaan. Tapi ada satu hal yang membuat Risa merasa kurang nyaman, Wulan memakai pakaian yang sangat terbuka padahal di sini ada kakak ipar nya.
"Wulan, ganti baju mu dengan baju yang lebih sopan!" Risa berkata pada Wulan.
"Kenapa mbak? Aku udah biasa dengan baju seperti ini!" Jawab Wulan sambil menarik salah satu kursi yang ada di dekat Arvin.
"Biarin aja sayang, senyaman nya Wulan aja!" Arvin tampak membela Wulan di hadapan Risa.
"Tapi mas,,,,!" Belum selesai Wulan bicara, tiba -tiba Mama Lia datang ke ruang makan dan langsung menyela ucapan Risa.
"Wulan udah biasa berpakaian yang seperti itu, jadi gak usah di permasalah kan!" Mama Lia seperti nya tidak suka dengan Risa yang meminta anak nya untuk ganti pakaian.
"Tapi Ma, di sini ada mas Arvin. Wulan dan Mas Arvin itu bukan mahram, tidak pantas Wulan berpakaian seperti itu di depan laki - laki lain!" Risa protes dengan Mama Lia.
"Udah lah sayang, lagian kan aku gak tertarik sama Wulan. Aku cuma punya kamu aja!" Arvin segera menghentikan perdebatan itu agar tidak berlanjut.
"Tuh, dengerin suami kamu aja gak masalah, kok kamu yang tidak suka!" Mama Lia tampak tersenyum senang karena Arvin membela anak nya.
Akhir nya Risa memilih untuk diam, berdebat dengan Mama Lia tidak akan membuat diri nya menang. Mereka ber 4 pun akhir nya makan dalam diam.
Tapi fikiran Risa tetap gaduh, pasal nya kalung yang tadi di pakai oleh Wulan begitu mengganggu nya.
"Ah, mungkin semua itu memang kebetulan saja!" Batin Risa di dalam hati.
Setelah memberes kan meja makan dengan di bantu oleh bi Ina, Risa segera naik ke atas menyusul suami nya. Tapi di dalam kamar nya dia tidak menemukan laki - laki yang menjadi suami nya tersebut.
"Di mana mas Arvin?" Tanya Risa pada diri nya sendiri.
Setelah agak lama, Arvin muncul sambil membawa segelas susu coklat hangat untuk diri nya.
"Sayang, mas bawain kamu susu coklat kesukaan kamu, mas tahu pasti kamu belum tidur!" Arvin meletakkan susu itu di atas nakas dan dia duduk di tepi tempat tidur.
"Makasih mas!" Jawab Risa sambil tersenyum.
"Di minum dong sayang, susu ini khusus buat kamu!" Arvin mengambil kembali gelas susu itu dan memberikan nya pada Risa.
"Iya mas, aku minum!" Risa terharu dengan perhatian yang di berikan oleh suami nya tersebut.
Risa meneguk susu itu hingga setengah gelas, dan Arvin tampak senang melihat Risa meminum susu buatan nya.
"Di habis kan sayang!" Arvin meminta Risa menghabis kan susu itu.
Karena tidak ingin membuat suami nya tersinggung, Risa akhir nya meminum susu itu hingga habis tak tersisa.
Tidak berselang lama, Risa merasa sangat mengantuk dan dia merebah kan tubuh nya di atas tempat tidur. Begitu pun dengan Arvin, dia ikut merebah kan tubuh nya di samping Risa.
Tidak butuh waktu lama, Risa langsung tertidur dengan nyenyak nya. Arvin tersenyum puas melihat sang istri yang tampak tidur dengan sangat nyenyak.
"Bagus sekali, tidur lah dengan nyenyak sayang agar kau tidak tahu apa yang terjadi!" Ujar Arvin sambil bangun dari tempat tidur.
Arvin melangkah kan kaki nya meninggal kan Risa yang tampak tertidur nyenyak di bawah pengaruh obat tidur. Demi bisa bersama denah Wulan, Arvin memberikan istri nya obat tidur agar kelakuan bejat nya tidak ketahuan.
"Sayang, mas kangen sama kamu!" Arvin memeluk Wulan dari belakang ketika dia tiba di kamar Wulan.
"Lama banget mas, aku udah jamuran ni nungguin mas!" Wulan merajuk pada Arvin.
"Sabar sayang, mas harus memastikan bahwa Risa menghabis kan minuman nya!" Ujar Arvin lagi sambil membenam kan kepala nya di leher Wulan.
Wulan membalikkan tubuh nya dan membalas pelukan Arvin pada diri nya, dia tidak bersalah sama sekali dengan apa yang telah dia lakukan.
"Istri kamu itu bodoh banget mas, percaya aja dia jika tinggal di sini tanpa ada mau nya!" Wulan mengejek Risa.
"Udah lah sayang, biarin aja. Mas udah kangen banget sama kamu, satu minggu loh mas gak bertemu kamu karena harus keluar kota!" Arvin mendekat kan bibir nya ke bibir Wulan.
Deru nafas Arvin terasa berat menandakan hasrat nya minta untuk di penuhi. Kedua ipar itu akhir nya beralih ke tempat tidur dan melakukan sesuatu yang tidak seharusnya di lakukan.
Baik Arvin maupun Wulan tidak ada yang merasa bersalah dengan penghianatan yang sudah mereka lakukan. Hubungan terkadang itu sudah terjadi sejak satu tahun yang lalu dan hubungan itu di dukung penuh oleh Mama Lia.
Mama Lia merasa apa pun yang menjadi milik Risa harus menjadi milik nya, termasuk suami nya. Seperti apa yang dia lakukan dulu, Mama Lia melakukan apa saja demi merebut pak Darmawan dari tangan nya bu Sekar, ibu nya Risa.
Tengah malam, Risa terbangun dan dia tidak melihat keberadaan suami nya di samping nya.
"Kemana Mas Arvin? Apakah dia masih di ruangan kerja nya?" Risa bertanya pada diri nya sendiri.
Risa berniat mencari suami nya, tapi mata nya masih terasa sangat mengantuk hingga akhir nya Risa kembali tertidur dengan lelap.
*****
Sebuah mobil yang di kendarai oleh Bu Sekar melaju dengan kecepatan tinggi, bu Sekar menginjak rem tapi tetap saja mobil tidak bisa di hentikan.
Di depan mobil mereka sebuh truk melaju dengan kecepatan tinggi, demi menghindari truk itu agar tidak terjadi tabrakan bu Sekar membanting setir mobil ke kiri dan mobil itu pun menghantam pagar pembatas jalan lalu terbalik.
"Ibu!!!" Teriak Risa kecil yang terjepit di dalam mobil.
Risa melihat ibu nya berlumuran darah di kepala nya.
"Ibu, ibu, bangun bu!" Teriak Risa berusaha membangun ibu nya yang tampak berlumuran darah.
"Ibu!!!! Bangun bu, jangan tinggalin Risa!" Teriak Risa dengan keras.
"Ibu!!! Ibu, bangun bu!" Risa berteriak dengan keras dengan keringat membasahi tubuh nya.
Arvin yang sedang tertidur di samping Risa pun terkejut dan berusaha membangun kan sang istri yang tampak sedang mimpi buruk.
"Risa sayang, bangun sayang, bangun!" Arvin menepuk pipi Risa dan berusaha membangun kan nya.
"Ibu!!!" Teriak Risa lagi dan dia pun terbangun dari tidur nya.
"Sayang, kamu mimpi lagi ya?" Tanya Arvin sambil memeluk tubuh Risa yang tampak di penuhi keringat.
"Mas, aku kembali bermimpi tentang kecelakaan itu mas!" Risa menangis di dalam pelukan suami nya.
"Sayang kamu pasti stress kan, jadi nya mimpi buruk!" Arvin menenangkan Risa yang masih menangis di dalam pelukan nya.
Akhir - akhir ini Risa sering bermimpi tentang kecelakaan yang di alami oleh diri nya dan juga Ibu nya ketika dia berusia 7 tahun. Kecelakaan yang sudah merenggut nyawa ibu nya untuk selama nya.