Reina Wulandari,seorang gadis yang terpaksa harus menjual dirinya untuk memenuhi kebutuhan hidupnya dengan sang nenek. Dia anak yang pintar namun sayang kepintarannya tidak dia manfaatkan dengan baik dan justru harus terjerumus ke dalam hal yang tidak seharusnya dia lakukan. Bagaimana kisahnya mari ikuti ceritanya.
( Hanya cerita fiktif belaka jadi tolong jangan hina karyaku ya 🙏 tolong komentar dengan bijak dan ambil hal yang baik saja ).
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon KheyraPutri, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Di Siksa
Setelah mendapat balasan dari Ryan yang sudah berada di tempat biasanya Reina pun menuju ke sana. Karena jam 2 dia harus sudah ke tempat dimana dia janjian dengan Yoga.
Setelah menempuh perjalanan sekitar 15 menit Reina pun sampai karena jalanan yang masih cukup senggang.
Reina langsung memarkirkan motornya dan menuju ke home stay biasanya. Reina mengetuk pintu dan ada sahutan dari dalam Reina lalu masuk.
" Kenapa tiba-tiba berubah pikiran ?" Tanya Ryan saat Reina sampai di ambang pintu.
" Nggak papa kak besok ingin free aja nggak mau kemana-mana." Jawab Reina sambil menutup pintunya lagi.
" Ayo duduk sini,jangan berdiri terus." Suruh Ryan menepuk sofa di sebelahnya.
" I-iya kak." Ucap Reina gugup. Ya Reina selalu gugup saat bertemu dengan orang-orang yang meminta untuk di puaskan.
Dengan tangan yang meremas jaketnya dan agak ragu Reina pun duduk di sebelah Ryan yang hanya memakai celana kolor dan kaos oblong.
Saat Reina ingin mendudukkan dirinya ke sofa tiba-tiba Ryan menyeret tangan Reina dan Reina pun duduk di pangkuan Ryan.
Ryan langsung memeluk Reina dari belakang dan mencium tengkuk Reina.
" kenapa sih kamu nggak mau jadi pacarku Re ? Dari pada seperti ini aku lebih suka membahagiakan kamu Re." Ucap Ryan yang terus menciumi tengkuk Reina.
Reina yang merasakan benda keras di bawahnya pun merasakan gelayar seperti sengatan listrik karena ciuman dan sentuhan Ryan. Reina ingin menjawab pertanyaan Ryan namun mulutnya seperti kelu karena merasakan kenikmatan yang di buat Ryan jadi dia hanya mengeluarkan lenguhan-lenguhan kecil dari tangan Ryan.
" Aku sangat ingin memilikimu sepenuhnya Re." Ucap Ryan serak karena menahan gejolak yang sudah ingin meledak.
" maaf kak...mmhhh" Ucap Reina sambil terus melenguh.
Ryan yang sudah tidak tahan pun langsung menggiring Reina untuk berjalan ke ranjang dengan tidak sabaran.
Ryan yang melihat Reina sudah sampai puncaknya lalu naik ke atas tubuh Reina dan langsung membuka karet pengaman dan memakainya. Tidak menunggu waktu lama Ryan langsung mengeksekusi Reina
Setelah bergulat selama 1 jam mereka pun sama-sama terkapar di atas ranjang. Ryan lalu beranjak dari ranjang tapi sebelum itu dia menutup tubuh Reina yang polos dengan selimut lalu menuju kamar mandi untuk membersihkan diri.
Sekitar 10 menit Ryan keluar dari kamar mandi mengenakan bath robe. Ia melihat Reina yang masih di bawah selimut sepertinya kelelahan,Ryan menghampiri Reina dan mengecup puncak kepalanya dengan lembut.
" Semoga kelak aku bisa memilikimu sepenuhnya." Ucap Ryan dalam hati lalu beranjak mencari baju ganti di lemari.
Ponsel Reina berdering sudah beberapa kali dan begitu panggilan ke 3 Reina pun mencari keberadaan ponselnya yang ada di dalam tas di sofa. Dia menghampiri dengan menutup tubuh polosnya menggunakan selimut.
' Iya kak aku kesana sekarang' Ucap Reina yang begitu takut dengan kemarahan yoga. Ya Yoga sudah menunggunya. Reina pun buru-buru memungut bajunya dan masuk ke kamar mandi untuk membersihkan dirinya yang lengket karena peluh dan cairan miliknya.
15 menit dia telah selesai dan keluar dari kamar mandi sudah rapi mengenakan baju dan menyisir rambutnya juga sudah memakai lipglose kembali. Ryan yang kembali dari luar membawa 2 minuman pun heran dengan reina yang sepertinya sedang terburu-buru.
" Aku kira kamu masih tidur,mau kemana ?" Tanya Ryan saat Reina sudah membereskan barang-barangnya.
" Aku ada janji kak tadi jm 2, sekarang sudah lebih 15 menit. Pasti orangnya marah." Ucap Reina sambil mengikat rambutnya.
" Minum dulu ,jangan memaksakan diri Re. Aku ingin kamu berhenti dari pekerjaan kamu" Ucap Ryan lembut.
" Tapi dia mengancam ku kak kalau aku tidak mau datang...aku takut." Ucap Reina menunduk sambil meremas tangannya.
Ryan hanya menghela nafas karena begitu kasian dengan Reina.
" Aku pergi dulu kak,makasih minumannya." Reina berlalu sambil mengambil 1 cup jus alpukat.
Reina langsung melajukan motornya meninggalkan pantai. Dia pun menuju ke tempat yoga berada. Begitu sampai di tempat yoga dia pun langsung mengetuk pintu dan masuk begitu saja.
Terlihat yoga menatapnya dengan tatapan tajam.Reina pun sangat ciut nyalinya pasti sebentar lagi dia akan di siksa habis-habisan oleh yoga.
" Kenapa telat ?" Tanya yoga dingin.
" Ma- maaf kak tadi aku ketiduran." Jawab Reina gugup dia menunduk takut.
" Cepat ke sini..." Ucap Yoga menyuruh Reina mendekat. Setelah Reina sampai di dekat yoga, Reina pun berhenti dan masih berdiri.
" Duduk di bawah" Suruh Yoga yang masih dingin.
Reina pun duduk di bawah di samping kaki yoga. Yoga pun langsung menyeret rambut Reina untuk mendekat ke tengah-tengah kedua kakinya. Mendongakkan kepala Reina ke atas hingga bekas kiss mark yang Ryan tinggalkan tadi terlihat membuat Yoga semakin keras menjambak rambut Reina hingga dia kesakitan.
" Akkhhhh !!! Sakit kak." Keluh Reina di mana dia mulai menangis dengan perbuatan Yoga yang sangat kasar.
" Sudah ku katakan. Jangan pernah berhubungan dengan laki-laki lain jika mau bertemu denganku !!" Bentak Yoga menggertakkan rahangnya.
Tangan yoga langsung membuka seleting celananya dan mengarahkan ke depan muka Reina.
" Ayo lakukan !!" Bentak Yoga merasa kesal dengan apa yang dia temukan. Ya Reina di suruh mengulum pusaka milik Yoga.
Reina yang sudah tau pun memegang pusaka yoga dengan menangis karena merasa kesakitan rambutnya yang di jambak terasa seperti ingin copot dari kepalanya.Yoga yang tidak sabar pun menjambak rambut reina dan memasukkan pusakanya ke mulut Reina dengan paksa sampai Reina tersedak.
" uhuk uhuk" Reina terbatuk karena saking dalamnya yoga mendorong kepala Reina.
Yang memaju mundurkan kepala Reina yoga dengan terus menjambak rambut Reina . Dia yang menangis karena merasa perih di kepalanya juga karena perlakuan Yoga tidak bisa membendung air matanya yang terus saja mengalir.
" Nggak usah nangis !! Aku panggil kamu itu buat muasin aku bukan cuma nangis !!" Bentak Yoga menatap tajam Reina.
Reina terus memaju mundurkan kepalanya dengan terus meneteskan air matanya karena Yoga yang selalu bersikap kasar saat ingin di puaskan. Yoga yang tidak sabar pun mengangkat tubuh Reina dan menidurkan Reina di sofa.
Yoga langsung merobek baju Reina dengan paksa lalu membuka celana Reina. Reina hanya bisa menangis dengan perlakuan yoga. Yoga pun langsung memasukan pusakanya dengan paksa ke milik Reina.
" aw sakit kak !!" Pekik Reina dengan meneteskan air matanya.
Yoga tidak menghiraukan ucapan Reina atau keluhan Reina yang dia cari saat ini hanyalah kepuasan dirinya sendiri bukan pasangannya.
Reina mengepalkan tangannya saat lagi-lagi dia harus mendapatkan pukulan di badannya." Sakit kak,aku mohon jangan pukul saya." lirih Reina dengan wajah penuh permohonan
--->>>