NovelToon NovelToon
Pengacara Indira, Istri Baru Papaku

Pengacara Indira, Istri Baru Papaku

Status: tamat
Genre:Perjodohan / Duda / CEO / Tamat
Popularitas:353
Nilai: 5
Nama Author: Daisy Puppy 1412

Indira berprofesi sebagai pengacara, ia dijuluki pendekar ulung karena selalu memenangkan kasus yang dia tangani. karena kesibukannya dia lupa akan statusnya sebagai kaum jomblo sejati hingga membuat mamanya turun tangan untuk mencarikannya jodoh. hingga akhirnya dia dijodohkan dengan anak temannya yang bernama Gibran (pemilik PT Murni alam) yang berstatus duda anak 3. setelah menikah Indira dihadapkan dengan konflik keluarga hingga akhirnya dia menemukan titik kebahagian nya dengan suaminya Gibran.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Daisy Puppy 1412, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

pengacara Indira, istri baru papaku

...Tamara memegang pundak Indira mengusapnya memenangkan sahabatnya itu “sudah ndi”....

...“lu juga gak bayangin reaksi nyokap lu diatas sana lihat anak gadisnya modelan begini” ucap Indira berdiri ingin pergi....

...“Masih kecil aja banyak bertingkah, anteng anteng nikmati hidup sambil ngerjain kewajiban lu jadi siswa apa susahnya sih heran gue sama nih anak” celoteh Indira....

...“Kalau lu masih disitu gue tinggal pergi “ ucap Indira melangkah pergi sambil menginjak rokok yang dihisap....

...Tamara dan sandra membantu Brilia untuk berjalan keluar dari klub....

...Sasha menghampiri Gibran yang sedang asyik menonton TV di ruang keluarga, dia duduk memeluk manja papanya “ada apa nak?” ucap Gibran sambil membelai rambut anak bungsunya....

...“Mama belum pulang pa?” ...

...“Belum, kenapa kamu kangen sama mama Indira?”...

...“Hehehe itu papa tahu”...

...“Mungkin bentar lagi mamamu pulang”...

...“Jam segini juga kakakmu Brilia belum pulang?”...

...“Gak tau juga pa, tadi pas om Teddy jemput kakak sama aku, kak brilia gak ada di sekolahnya”...

...Sasha mendengar suara mobil mamanya, dia bergegas melangkah kearah ruang tamu membukakan pintu untuk Indira. Indira masuk rumah disambut oleh pelukan anak bungsunya “mama”....

...“Kok kamu belum tidur sih?” Indira memeluk serta mencium kening Sasha....

...“Iya Sasha nungguin mama pulang sama papa, tuh papa lagi nonton TV”...

...“Kamu sudah pulang?” Gibran menghampiri Indira....

...Brilia yang berada di balik pintu muncul dengan pakaian yang masih sobek, reaksi Gibran terkejut melihat anak keduanya seperti itu langsung memeluk Brilia. Brilia hanya terdiam tanpa mengeluarkan suara, dipeluk papanya pun tangannya tak membalas pelukan papanya, matanya tak kuat lagi untuk menahan air mata yang ingin keluar....

...“Anakmu hampir saja dilecehkan oleh empat pria di penginapan club bahari”...

...“Kok bisa?” Gibran menatap tajam kearah Brilia, Brilia hanya bisa menundukkan kepala. Kedua Tangan Gibran memegang pundak Brilia....

...“Maaf pa, Brilia salah” Brilia langsung berlutut di depan papanya....

...Gibran tak kuasa menahan air matanya, dia duduk lemas tangannya memukul kepalanya berulang kali “haaaaaaaahhhh”, Gibran membanting vas bunga yang berada di atas meja hingga pecah tak beraturan....

...Sasha dengan inisiatif nya ke dapur untuk memberikan air minum kepada papanya....

...Mendengar keributan diluar Justin keluar dari kamarnya menuju ruang tamu, Justin berdiri memandangi suasana yang riuh sedangkan Brilia berulang kali minta maaf kepada papanya sambil menangis, memegang serta mencium tangan papanya. Dengan emosi yang memuncak Gibran melayangkan telapak tangannya ke pipi Brilia, tak sempat menampar tangan Gibran dipegang Justin “jangan paaa”, Gibran memukul meja hingga tangannya berdarah....

...Indira membawa Gibran masuk ke kamar, “kamu tenangin adik kamu dulu, suruh dia ganti baju” perintah Indira kepada Justin....

...Sasha membawa 2 gelas air minum ia tawarkan kepada kakaknya Brilia “kak minum dulu”, Sasha duduk disamping kakaknya mengelus punggung kakaknya yang masih terisak Isak....

...“Kamu ke kamar dulu ganti baju” Sasha menggandeng tangan Brilia membantunya untuk berganti baju....

...Justin pergi ke arah kamar Gibran, di balik pintu kamar yang setengah terbuka Gibran bersandar di pelukan Indira, Gibran menangis sejadi-jadinya “salah apa aku sampai hidupku kayak gini, begitu banyak cobaan menimpa ku. Kehilangan istri, anak ketiga dibully, anak pertama babak belur adu taruhan sekarang anak kedua hampir dilecehkan. Aku capek jujur capek banget” ucap Gibran....

1
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!