NovelToon NovelToon
Terjebak Satu Malam Dengan Mafia Kejam

Terjebak Satu Malam Dengan Mafia Kejam

Status: sedang berlangsung
Genre:Action / Perperangan / Mafia
Popularitas:4.2k
Nilai: 5
Nama Author: Dini Andreina

Lyra Aldebaran hanya ingin melupakan pengkhianatan yang menghancurkan pertunangannya. Namun satu malam di klub hotel mewah mempertemukannya dengan pria yang tidak seharusnya ia kenal.

Darius Baskara, Pria dingin dan berbahaya yang menguasai dunia gelap kota. Sebuah kejadian membuat mereka terjebak bersama sepanjang malam. Lyra mengira semuanya akan berakhir saat pagi datang. Ia salah,Karena bagi seorang mafia seperti Darius Baskara, sekali ia menginginkan sesuatu, ia tidak akan pernah melepaskannya

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Dini Andreina, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Perang

Langit kota terlihat kelabu pagi itu. Di luar rumah sakit, mobil-mobil hitam berjajar di sepanjang jalan. Para pengawal berdiri berjaga dengan wajah serius.

Semua orang di jaringan Darius tahu satu hal, Perang telah dimulai. Di ruang ICU, Lyra masih terbaring tidak bergerak. Mesin monitor terus berbunyi pelan.

Bip… bip… bip...

Darius berdiri di samping tempat tidur, menatap wajah Lyra lama sekali, Tangannya menggenggam tangan wanita itu, "Aku harus pergi."

Tidak ada jawaban, Ia menghela napas perlahan.

"Kau selalu bilang aku terlalu keras kepala."

Tangannya menyentuh rambut Lyra dengan sangat lembut "Tapi kali ini aku tidak punya pilihan."

Pintu ICU terbuka pelan, Seorang wanita masuk.

Wanita itu elegan meskipun usianya sudah tidak muda lagi, Ibu Elena Aldebaran. Wanita yang teramat penting untuk Lyra, Tatapannya langsung melembut ketika melihat Lyra.

"Anak itu…"

Darius menoleh, "Ibu."

Elena mendekat ke tempat tidur Lyra, Tangannya mengusap pelan rambut Lyra seperti seorang ibu.

"Dia masih sangat muda."

Darius berdiri di sampingnya "Ibu… ada sesuatu yang harus Ibu tahu."

Elena menoleh "Apa?"

Darius berkata pelan "Lyra sedang hamil."

Elena terdiam, Matanya langsung melebar "Hamil?"

Darius mengangguk "Lima minggu."

Elena menatap Lyra lagi, Namun kali ini ekspresinya berubah, Lebih dalam, Lebih emosional "Anak ini…"

Ia menghela napas pelan "...membawa kehidupan baru."

Namun dokter yang masuk beberapa detik kemudian memotong suasana itu, Dokter berkata serius.

"Ada sesuatu yang perlu Anda semua pahami."

Darius menoleh "Apa?"

Dokter menatap mereka satu per satu "Kondisi koma membuat tubuh Nona Lyra sangat rapuh." Ia berhenti sejenak sebelum melanjutkan. "Kehamilan di kondisi seperti ini sangat berisiko."

Elena langsung menegang "Apa maksud Anda?"

Dokter menjawab jujur "Setiap saat…"

Ia menatap Darius. "...bayi itu bisa keguguran."

Ruangan menjadi sangat sunyi, Mesin monitor tetap berbunyi. Namun kata-kata dokter terasa jauh lebih keras, Darius tidak bergerak Tangannya masih memegang tangan Lyra, Dokter melanjutkan.

"Kami akan melakukan semua yang kami bisa."

"Tapi sekarang… semuanya bergantung pada tubuhnya."

Beberapa detik tidak ada yang berbicara, Kemudian Darius berkata pelan "Ibu."

Elena menoleh "Apa?"

"Aku harus pergi."

Elena mengerti maksudnya."Perang dengan Viktor.

Ia mengangguk pelan "Aku akan menjaga Lyra."

Darius menatapnya."Jangan biarkan siapa pun mendekatinya."

Elena tersenyum tipis "Kau lupa siapa aku?"

Tatapannya berubah tajam, "Tak ada yang akan menyentuh anak ini."

Darius mengangguk sedikit, Ia menatap Lyra sekali lagi sebelum pergi. Tangannya menyentuh kening Lyra dengan lembut "Bangunlah." Suaranya sangat pelan. "Aku ingin kau memarahiku karena memulai perang ini."

Ia berdiri, Kemudian berjalan keluar dari ruangan.

Di luar rumah sakit Leon sudah menunggu bersama beberapa pria bersenjata.

"Tuan."

Darius masuk ke mobil, Matanya dingin "Mulai."

Leon mengangguk "Semua keluarga sudah siap."

Di seluruh kota Gudang milik Viktor terbakar. Beberapa jalur perdagangan ilegalnya diserang. Anak buahnya ditangkap atau ditembak. Sebuah perang mafia besar mulai mengguncang kota. Di markas Viktor Seorang anak buah berlari masuk.

"Tuan!"

Viktor menoleh "Apa lagi?"

"Orang-orang Darius menyerang tiga gudang kita sekaligus!"

Viktor tersenyum "Bagus."

Ia berdiri "Akhirnya dia bergerak." Ia mengambil pistol dari meja, Tatapannya dingin "Kalau begitu…"

Ia menatap anak buahnya "...kita juga mulai."

Namun jauh di rumah sakit Lyra masih terbaring diam, Mesin monitor berbunyi pelan.

Bip… bip… bip…

Elena duduk di kursi di samping tempat tidur, Tangannya menggenggam tangan Lyra "Anak kecil…"

Ia menghela napas pelan "Kau harus bertahan."

Tangannya menyentuh perut Lyra dengan lembut "Karena sekarang…" Matanya sedikit berkaca.

"...kau tidak sendirian."

Di luar sana perang sedang dimulai, Dan tanpa sadarDi dalam tubuh Lyra kecil kehidupan baru sedang berjuang untuk bertahan.

*****

Malam turun dengan berat di kota itu. Lampu-lampu jalan memantul di aspal yang basah setelah hujan tipis. Namun bagi dunia bawah tanah kota ini, malam itu bukan sekadar malam biasa. Itu adalah malam ketika perang benar-benar pecah, Di dalam mobil hitam yang melaju cepat, Darius duduk diam di kursi belakang, Leon di depan, Ponsel terus berdering.

"Laporan dari tim pelabuhan, Tuan. Dua gudang Viktor sudah kita ambil alih."

"Laporan kedua, kasino milik Viktor terbakar."

"Laporan ketiga..."

Darius memotongnya "Di mana Viktor?"

Leon menjawab singkat "Kami sedang melacaknya."

Darius menatap keluar jendela, Tatapannya kosong.

Namun orang-orang yang mengenalnya tahu satu hal.

Ketika Darius setenang ini Itu berarti seseorang akan mati malam ini, Markas Viktor Sebuah bangunan tua di pinggir kota menjadi pusat operasi Viktor. Pria itu berdiri di balkon lantai dua, melihat kota yang berkilau di kejauhan. Seorang anak buahnya datang dengan wajah tegang.

"Tuan…"

"Apa?"

"Darius menyerang hampir semua jalur bisnis kita."

Viktor tertawa kecil, "Dia benar-benar marah." Ia menyalakan rokoknya "Bagaimana rumah sakit?"

Anak buah itu menjawab, "Masih dijaga ketat."

Viktor menghembuskan asap "Baik."

Matanya menyipit, "Karena target kita bukan gudang."

Ia tersenyum tipis "Target kita… Lyra."

Rumah Sakit, Sementara itu di ruang ICU, semuanya masih sunyi. Lyra masih terbaring tidak bergerak.

Elena duduk di samping tempat tidur, Ia sedang membaca buku kecil ketika mesin monitor tiba-tiba berubah ritmenya.

BIP… BIP… BIP…

Ia langsung menoleh, Perawat berlari masuk.

"Apa yang terjadi?"

Dokter yang memantau Lyra berkata cepat,

"Ada aktivitas saraf meningkat." Elena berdiri.

"Apa itu berarti dia akan bangun?"

Dokter tidak langsung menjawab.

"Kami belum tahu."

Namun satu hal jelas, Tubuh Lyra menunjukkan reaksi.Seolah ada sesuatu yang mencoba menariknya kembali dari kegelapan, Dokter menatap hasil monitor.

"Janinnya juga stabil."

Elena menghela napas lega, Ia menggenggam tangan Lyra "Kau dengar itu?" Suaranya lembut. "Kau tidak sendirian."

Serangan Darius, Sementara itu Di pinggir kota Sebuah gudang besar meledak dalam suara tembakan.

DOR! DOR! DOR!

Anak buah Viktor berjatuhan, Leon memimpin tim dari sisi kanan "Masuk!"

Pintu besi dihancurkan, Namun seseorang berjalan lebih dulu masuk ke dalam gudang, Darius.

Langkahnya tenang, Di tangannya pistol hitam berkilau. Seorang pria mencoba menembaknya.

DOR!

Darius lebih cepat, Pria itu jatuh ke lantai. Darius berjalan melewati tubuh-tubuh yang tergeletak.

Matanya dingin, Seorang anak buah Viktor tersisa berlutut ketakutan "Tunggu! Aku bisa bicara!"

Darius berhenti di depannya "Di mana Viktor?"

Pria itu gemetar, "A-aku tidak tahu.."

DOR.

Darius menembaknya tanpa ragu, Leon menatap sebentar.

"Tuan…"

Darius berkata pelan.

"Terus cari."

Rumah Sakit Malam yang Sama, Namun perang itu belum selesai. Di luar rumah sakit, sebuah mobil gelap berhenti. Empat pria keluar, Salah satunya berkata pelan, "Pastikan gadis itu hidup." Mereka mengeluarkan senjata, Target mereka jelas.

Lyra.

Namun mereka belum tahu Di dalam rumah sakit, Elena berdiri di depan jendela ICU. Matanya tiba-tiba menyipit, Ia melihat sesuatu. Gerakan mencurigakan di luar gedung. Ia langsung menekan tombol panggilan, Beberapa detik kemudian pengawal Darius berlari masuk.

"Ada apa, Nyonya Elena?"

Elena berkata tajam "Musuh datang."

Saat yang Sama Ponsel Leon berdering, Leon menjawab, Namun wajahnya langsung berubah.

"Tuan…"

Darius menoleh "Apa?"

Leon berkata cepat "Ada serangan di rumah sakit."

Beberapa detik suasana menjadi sunyi, Namun kemudian sesuatu berubah di wajah Darius. Amarah yang jauh lebih dingin.

"Kita kembali sekarang."

Mobil langsung melaju. Sementara itu di rumah sakit Para pria Viktor mulai masuk ke gedung, Senjata mereka terangkat. Namun mereka tidak tahu Malam ini mereka baru saja memicu sesuatu yang jauh lebih berbahaya. Karena seorang pria sedang kembali ke rumah sakit, Pria yang kehilangan kesabaran. Pria yang hampir kehilangan wanita yang ia cintai, Dan pria itu, Darius.

1
Dini Andreina
sabar ya ka hari ini langsung banyak
Tanece Alu Bunga
update lama.kali thor
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!