NovelToon NovelToon
Diusir Regu Petualang Karena Bodoh

Diusir Regu Petualang Karena Bodoh

Status: sedang berlangsung
Genre:Kebangkitan pecundang / Fantasi Isekai / Epik Petualangan
Popularitas:213
Nilai: 5
Nama Author: djase

Dunia fantasy dengan sistem yang digolongkan dari g hingga ssssr(tingkat tertinggi yang jarang ada). Guild SSAWF adalah salah satu aktivitas petualang tebesar di wilayah barat, sementara altar jiwa muda adalah tempat kelahiran Pattisiwiana Klobahrgeevinik sebuah lokasi yang dipercaya memiliki hubungan dengan sumber energi dunia namun belum pernah terungkap secara jelas.

Pattisiwiana (sering dipanggil Patti) adalah pemuda yang sejak kecil mendambakan menjadi petualang. Karna tidak memiliki bakat tempur atau sihir yang terlihat, ia hanya bisa bergabung ke regu scarlet Blades sebagai pembantu penghasil hasil buruan monster. Anggota regunya selalu merendahkannya, menyebutnya "bodoh dan tidak berguna" karena tidak mengerti taktik atau kesulitan mengikuti instruksi pada misi.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon djase, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

PERJALANAN PULANG MENJUJU PENGINAPAN

Gerbang utama Guild SSAWF menutup dengan suara klunk yang penuh makna di belakang Patti dan Gorthwainn, seperti penutup bab pertama dari sebuah buku petualangan yang baru saja dimulai. Cahaya matahari sudah mulai berpindah ke arah tengah hari, menyinari jalanan kota Valdris yang kini semakin ramai dengan aktivitas penduduk dan pedagang yang berjualan di tepi jalan. Udara pagi yang segar kini digantikan oleh aroma campuran dari berbagai makanan, rempah-rempah, dan bunga dari toko-toko yang berjajar rapi di sepanjang jalan utama.

“Hasil yang luar biasa sekali, Pattiwisiana,” ucap Gorthwainn dengan suara yang penuh dengan kagum, sambil berjalan berdampingan dengan Patti yang masih tampak sedikit terpana oleh apa yang baru saja dia alami. “Sudah bertahun-tahun sejak terakhir kali saya melihat hasil pengukuran kekuatan sebaik itu dari calon anggota baru. Seraphiniana sendiri terkejut dan kamu bisa lihat dari ekspresi wajahnya yang jarang menunjukkan kegembiraan seperti itu.”

Patti mengangguk perlahan, masih belum bisa percaya bahwa dirinya yang selama ini dianggap hanya sebagai pembawa barang ternyata memiliki potensi yang begitu besar. Dia menyentuh amplop kecil yang dia simpan dengan hati-hati di dalam kantong bajunya, merasakan tekstur kertas khusus yang digunakan untuk mencetak hasil tes. “Saya masih tidak bisa mempercayainya, Tuan Gorthwainn. Saya selalu merasa bahwa saya hanya bisa melakukan hal-hal kecil, tidak pernah menyangka bahwa saya bisa memiliki potensi seperti yang dikatakan Nyonya Seraphiniana.”

“Kekuatan sejati seringkali tersembunyi di dalam diri mereka yang tidak pernah menyombongkan diri,” jawab Gorthwainn dengan senyum hangat. “Saya sendiri pernah salah mengira banyak orang selama bertahun-tahun menjadi kepala divisi misi. Beberapa dari petualang terbaik yang pernah saya kenal adalah mereka yang datang dengan harapan sederhana namun memiliki hati yang besar dan tekad yang kuat.”

Sepanjang jalan pulang, mereka melewati berbagai sudut kota yang penuh dengan kehidupan. Di satu sisi jalan, sebuah pasar yang ramai menjajakan berbagai macam barang mulai dari senjata besi yang mengkilap, ramuan herbal dari berbagai daerah, hingga barang-barang antik yang dipercaya memiliki kekuatan magis tersendiri. Beberapa pedagang mengenali Gorthwainn dan menyapa dengan hormat, sementara beberapa yang melihat Patti berdampingan dengannya mulai mengirimkan tatapan penasaran.

“Perhatikanlah orang-orang di sekitar kita,” ucap Gorthwainn dengan suara rendah saat mereka melewati sebuah gerobak penjual makanan panas. “Setiap orang di kota ini memiliki cerita dan kekuatan mereka sendiri. Ada pedagang yang dulunya adalah penyihir hebat yang memilih untuk hidup damai, ada penjaga gerbang yang pernah menjadi petualang terkenal yang mengalami kecelakaan dalam misi, bahkan ada anak kecil yang bermain di tepi jalan yang mungkin memiliki potensi lebih besar dari yang kamu bayangkan.”

Dia kemudian menunjukkan sebuah gedung tua dengan pintu kayu yang sudah lapuk namun tetap kokoh. “Di dalam gedung itu ada seorang wanita bernama Myrthannianna Thalasariel Vendris pemilik kedai makanan yang kamu lihat aroma makanannya kemarin malam. Dulu dia adalah ahli sihir makanan terbaik di seluruh benua, yang bisa membuat makanan yang tidak hanya lezat namun juga memiliki efek magis yang luar biasa. Namun dia memilih untuk membuka kedai kecil di sini setelah melihat betapa banyak orang yang kesusahan menemukan makanan yang baik dan bergizi.”

Patti melihat gedung tua itu dengan rasa kagum. Dia tidak menyangka bahwa di tengah kota yang sibuk ini tersembunyi begitu banyak orang luar biasa dengan cerita yang menarik. “Apakah semua orang di kota ini memiliki cerita seperti itu, Tuan Gorthwainn?”

“Hampir semua,” jawabnya dengan senyum. “Kota Valdris adalah tempat berkumpulnya petualang dari berbagai penjuru dunia sebagian datang untuk mencari keberuntungan, sebagian untuk melarikan diri dari masa lalunya, dan sebagian lagi untuk menemukan tujuan hidup yang sebenarnya. Guild SSAWF ada di sini tidak hanya untuk melatih petualang, tapi juga untuk memberikan tempat bagi mereka yang merasa tidak memiliki tempat lain untuk tinggal.”

Saat mereka memasuki jalan yang lebih sepi menuju Penginapan Kristal Morthwainn, mereka mendengar suara musik akustik yang merdu datang dari sebuah taman kecil di sisi jalan. Di tengah taman itu, seorang pria muda dengan rambut pirang yang panjang sedang bermain alat musik yang tidak dikenal bentuknya seperti kombinasi antara biola dan seruling, dengan suara yang bisa membuat hati menjadi tenang dan damai. Di sekelilingnya ada beberapa orang yang duduk menikmati musiknya, termasuk beberapa anak kecil yang duduk dengan mata terpaku pada alat musiknya.

“Itu adalah Lyranthiann Faelenathyr Windwhisper,” jelas Gorthwainn sambil mengajak Patti berhenti sebentar untuk menikmati musiknya. “Dia adalah ahli sihir suara yang memiliki kemampuan untuk mengendalikan emosi dan energi melalui musiknya. Dia sering bermain di taman ini untuk membantu orang-orang yang sedang mengalami kesusahan atau stres.”

Setelah beberapa lagu dimainkan, pria muda itu berhenti dan melihat ke arah Patti dengan tatapan yang sepertinya sudah mengenalnya. Dia berdiri dan mendekat dengan langkah yang anggun, masih membawa alat musiknya di tangannya. “Maaf jika saya mengganggu perjalanan Anda, Tuan Gorthwainn,” ucapnya dengan sopan. “Namun saya tidak bisa tidak merasakan energi yang luar biasa dari orang muda ini. Apakah dia adalah calon anggota baru yang hasil pengukurannya membuat seluruh guild terkejut?”

Gorthwainn mengangguk dengan senyum. “Betul sekali, Lyranthiann. Ini adalah Pattiwisiana Klobahrgeevinik calon anggota yang akan mengikuti tes praktik besok pagi.”

Pria muda itu memberikan senyum ramah kepada Patti dan membentangkan tangannya. “Sangat senang bertemu denganmu, Pattiwisiana Klobahrgeevinik. Nama saya Lyranthiann Faelenathyr Windwhisper, seperti yang sudah dijelaskan Tuan Gorthwainn. Saya merasakan potensi yang luar biasa dari dirimu energi yang penuh dengan kebaikan dan tekad yang kuat. Saya yakin kamu akan menjadi anggota guild yang sangat berharga.”

Dia kemudian memberikan sebuah tas kecil yang terbuat dari kain sutra ke Patti. “Ini adalah hadiah kecil dari saya beberapa lembaran kertas khusus yang dicat dengan ramuan herbal dan beberapa senar kecil dari alat musik saya. Jika kamu merasa gugup atau tertekan saat menghadapi tes besok, cukup gosokkan kertas itu di wajahmu atau mainkan senar kecil itu seperti seruling lalu ia akan membantu kamu tetap tenang dan fokus pada apa yang perlu kamu lakukan.”

Patti menerima hadiah itu dengan rasa syukur yang mendalam. “Terima kasih banyak, Pak Lyranthiann. Saya akan menyimpannya dengan baik dan menggunakannya dengan bijak.”

“Semuanya memiliki kekuatan mereka sendiri, Pattiwisiana,” ucap Lyranthiann dengan tatapan yang penuh dengan kebijaksanaan. “Kekuatanmu mungkin tidak terlihat seperti kekuatan orang lain, tapi itu tidak membuatnya kurang berharga. Kadang-kadang kekuatan yang paling besar adalah kekuatan untuk membantu orang lain dan membawa kedamaian di tengah kekacauan.”

Setelah berpisah dengan Lyranthiann yang kembali bermain musiknya di taman, Patti dan Gorthwainn melanjutkan perjalanan mereka. Udara sore yang mulai datang membawa aroma bunga malam yang mulai mekar di sekitar jalanan, menciptakan suasana yang tenang dan damai. Patti merasa hati nya menjadi lebih tenang dan yakin setelah berbicara dengan orang-orang luar biasa yang dia temui hari ini.

“Kamu melihatnya sendiri, bukan?” ucap Gorthwainn saat mereka memasuki jalan yang mengarah langsung ke penginapan. “Guild SSAWF bukan hanya tentang kekuatan dan kemampuan bertarung itu tentang komunitas orang-orang yang memiliki tujuan yang sama untuk membuat dunia menjadi tempat yang lebih baik. Setiap anggota guild memiliki peran penting yang harus mereka mainkan, baik itu sebagai petualang yang menjelajahi daerah terpencil, penyihir penyembuh yang membantu orang sakit, atau bahkan ahli sihir suara yang membawa kedamaian melalui musiknya.”

Saat mereka melihat kubah kristal Penginapan Kristal Morthwainn yang bersinar dengan cahaya kebiruan di kejauhan, mereka mendengar suara langkah kaki yang cepat datang dari belakang mereka. Mereka berbalik dan melihat Aetherlynn Morvayn Kaelthasar datang dengan cepat, wajahnya menunjukkan ekspresi yang sedikit cemas namun penuh dengan kegembiraan.

“Tuan Gorthwainn! Pattiwisiana!” teriaknya saat sampai di dekat mereka. “Saya sudah mencari kamu berdua kemana-mana. Saya baru saja menerima kabar dari divisi intelijen guild ternyata mantan regu kamu, Scarlet Blades, juga akan mengikuti ekspedisi besar ke Hutan Gelap Morghast minggu depan. Mereka mendaftarkan diri sebagai tim utama dan mengklaim bahwa mereka adalah satu-satunya yang mampu menemukan Bunga Pembebas Jiwa.”

Patti merasakan getaran kecil di dalam hatinya saat mendengar nama mantan regunya, tapi kali ini tidak ada rasa sakit atau marah hanya rasa tekad yang semakin kuat. “Apakah itu benar, Nyonya Aetherlynn? Apakah mereka benar-benar akan pergi ke sana tanpa saya?”

“Ya, mereka bahkan menyatakan bahwa mereka lebih baik tanpa beban yang hanya bisa memperlambat mereka,” jawab Aetherlynn dengan nada yang sedikit marah. “Mereka tidak menyadari bahwa tanpa barang bawaan yang kamu siapkan dengan cermat, mereka akan kesusahan di tengah hutan yang penuh dengan bahaya.”

“Jangan khawatir tentang mereka sekarang, Pattiwisiana,” ucap Gorthwainn dengan suara yang menenangkan. “Kamu memiliki tugas yang lebih penting untuk diselesaikan dulu yaitu lulus tes seleksi dan buktikan bahwa kamu layak menjadi anggota guild. Setelah itu, jika kamu masih ingin pergi ke Hutan Gelap Morghast untuk menemukan Bunga Pembebas Jiwa, guild akan memberikan dukungan yang kamu butuhkan. Bahkan mungkin kamu akan mendapatkan kesempatan untuk membuktikan pada mereka bahwa kamu jauh lebih dari sekadar pembawa barang.”

Aetherlynn mengangguk dengan setuju. “Tuan Gorthwainn benar. Selain itu, saya sudah mengumpulkan informasi tentang kondisi terbaru di Hutan Gelap Morghast ada laporan tentang aktivitas makhluk gelap yang semakin meningkat dan beberapa rute yang tadinya aman kini menjadi berbahaya. Jika Scarlet Blades pergi tanpa persiapan yang cukup, mereka akan menghadapi masalah yang besar.”

“Namun itu bukan urusan kita sekarang,” lanjutnya dengan tatapan yang penuh dengan keyakinan kepada Patti. “Yang penting adalah kamu fokus pada tes besok pagi. Kita semua percaya bahwa kamu akan berhasil dan menjadi anggota guild yang baik.”

Saat mereka akhirnya tiba di depan gerbang Penginapan Kristal Morthwainn, mereka melihat Tharvonnian Grymmstone Valerius sudah menunggu di sana dengan wajah yang penuh dengan harapan. Di belakangnya, Elenarianna Faelthasyr Moonveil dan Caelthasarian Lorthwainn Thalassar juga berdiri dengan senyum ramah, seolah sudah tahu bahwa hasil tes pengukuran kekuatan Patti sangat luar biasa.

“Kita sudah mendengar kabarnya, Pattiwisiana,” ucap Tharvonnian dengan suara yang penuh dengan kebanggaan. “Seraphiniana sendiri mengirim pesan ke saya untuk memberitahu bahwa dia belum pernah melihat calon anggota baru dengan potensi sebesar kamu sejak dia mulai menjadi penguji guild. Kita semua sangat bangga denganmu.”

Elenarianna mendekat dengan cepat dan memeriksa kondisi tubuh Patti dengan tangan yang lembut. “Kamu terlihat baik-baik saja, tapi saya akan memberikan terapi tambahan malam ini untuk memastikan bahwa kamu dalam kondisi terbaik saat menghadapi tes besok pagi. Caelthasarian juga sudah menyiapkan makanan malam khusus yang bisa membantu kamu rileks dan tidur nyenyak.”

Caelthasarian tersenyum dengan bangga. “Saya sudah membuat hidangan spesial dengan menggunakan bahan-bahan terbaik yang bisa meningkatkan fokus dan ketahanan tubuh. Saya juga menambahkan sedikit ramuan khas dari kampung halaman saya yang bisa membantu kamu tetap tenang dan percaya diri.”

Patti melihat sekeliling pada wajah-wajah orang-orang yang sudah seperti keluarga baginya dalam waktu yang singkat. Dia merasa sangat bersyukur bisa bertemu dengan mereka semua orang-orang yang melihat potensi di dalam dirinya yang bahkan dia sendiri tidak menyadari keberadaannya. Dia tahu bahwa perjalanan yang akan dia tempuh masih panjang dan penuh dengan tantangan, tapi sekarang dia memiliki dukungan dan kekuatan dari orang-orang yang peduli padanya.

“Terima kasih semua,” ucapnya dengan suara yang jelas dan penuh emosi. “Tanpa bantuan dan dukungan kalian semua, saya tidak akan bisa sampai di sini. Saya berjanji bahwa saya akan melakukan yang terbaik besok dan tidak akan mengecewakan harapan kalian semua.”

“Kamu tidak perlu mengecewakan kita, anak muda,” kata Tharvonnian sambil membuka gerbang penginapan dengan lembut. “Yang kamu butuhkan adalah membuktikan pada dirimu sendiri bahwa kamu layak berada di sini. Sekarang mari kita masuk dan istirahatkan tubuhmu besok akan menjadi hari yang menentukan dalam hidupmu, dan kamu perlu berada dalam kondisi terbaik untuk menghadapinya.”

Dengan langkah yang mantap dan hati yang penuh dengan keyakinan, Patti mengikuti mereka memasuki Penginapan Kristal Morthwainn. Cahaya matahari sore yang terakhir menyinari kubah kristal penginapan, membuatnya bersinar seperti permata yang berharga sebuah simbol dari harapan dan potensi yang ada di dalam dirinya, yang kini mulai terbuka dan bersinar dengan lebih terang dari sebelumnya.

1
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!