NovelToon NovelToon
Gadis Kecilku, Istri Masa Depanku

Gadis Kecilku, Istri Masa Depanku

Status: tamat
Genre:Romantis / Cintapertama / Perjodohan / CEO / Kisah cinta masa kecil / Rumah Tangga-Anak Genius
Popularitas:0
Nilai: 5
Nama Author: Ciarabella

"Pria Utama: Huo Chengming (36 tahun)
Wanita Utama: Ye Caoling (21 tahun)
Sejak lahir, Ye Caoling sudah berada dalam pelukan Huo Chengming. Di gendongan yang lembut, terdapat sebuah janji perjodohan antara dua keluarga—takdir gadis kecil ini telah ditetapkan.
Di usia enam tahun, orang tuanya meninggal dalam sebuah kecelakaan, Caoling menjadi ""anak angkat"" keluarga Huo.
Namun bagi Chengming, dia tak pernah sekadar adik perempuan...
Dia adalah orang yang rela ia tunggu seumur hidup.
Dari bocah polos hingga gadis dewasa, dari gejolak cinta pertama hingga badai perasaan, akhirnya semua bermuara pada sebuah pernyataan tegas:
""Dia bukan anak angkat. Dia adalah istriku.""
Sebuah kisah cinta dengan perbedaan usia yang jauh, manis sampai membuat pusing! Apakah kamu mau mencobanya?"

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Ciarabella, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Episode 27

Hari pertama di perusahaan, semua mata tertuju pada Cao Ling.

"Lihat, dibawa langsung oleh Presiden Huo."

"Pasti koneksi dari keluarga mana."

Suara-suara diskusi datang dan pergi. Dia bekerja keras, tetapi canggung, sering salah mengetik data atau lupa menyimpan file. Seseorang mencibir:

"Tidak masalah, ada ketua yang mendukungnya, kesalahan kecil pasti bisa dimaafkan."

Dia menggigit bibirnya, matanya basah, tetapi masih berusaha tetap diam.

Sore itu.

Mendengar laporan sekretaris, Chengming masuk ke ruangan, nadanya rendah dan dingin:

"Siapa yang baru saja mengucapkan kalimat ini?"

Ruangan itu sunyi senyap. Tatapannya menyapu setiap orang, momentumnya memaksa, semua orang menundukkan kepala dan tidak berani bernapas.

"Aku tidak membutuhkan siapa pun untuk menggunakan koneksi untuk membela kemampuan mereka sendiri. Cao Ling diatur olehku untuk bekerja, itu berarti dia memiliki kualifikasi ini. Siapa pun yang memiliki diskusi yang tidak masuk akal lagi, bisa menulis surat pengunduran diri sendiri."

Setelah selesai berbicara, dia berbalik ke arahnya, nada suaranya melunak:

"Apakah kamu baik-baik saja?"

Dia menggigit bibirnya, mengangguk ringan:

"Tidak apa-apa... tetapi kamu tidak perlu melindungiku seperti ini di depan mereka."

Dia menatapnya, sudut mulutnya sedikit terangkat:

"Bukan karena aku ingin melindungimu, tetapi karena aku tidak mengizinkan siapa pun menyakitimu."

Jantungnya tiba-tiba berdebar kencang, dan wajahnya juga memerah. Saat itu, dia baru menyadari—dia di dalam hatinya... mungkin lebih dari sekadar "orang yang dilindungi".

……********************……

Di hari-hari berikutnya, hari-hari Cao Ling tidak mudah. Bahkan jika seseorang membimbingnya, dia masih akan membuat beberapa kesalahan kecil: salah file, salah mencetak formulir, atau terlihat sangat canggung saat berkomunikasi dengan pelanggan. Dia tahu bahwa orang-orang di kantor masih berbisik secara diam-diam, tetapi dia masih berusaha tersenyum, mengatakan pada dirinya sendiri bahwa dia harus membuktikan dirinya.

Suatu sore.

Departemen administrasi sudah mematikan lampu, hanya sudut mejanya yang masih menyala dengan cahaya kuning redup.

Cao Ling membungkuk, dengan hati-hati mengatur file yang baru saja dikirimkan Chengming. File menumpuk seperti gunung, dia hampir tenggelam dalam bau tinta.

"Formulir ini... ada beberapa digit yang kurang dalam satu kolom," gumamnya pada dirinya sendiri, mengerutkan kening, dan membenamkan dirinya untuk mengubahnya.

Tiba-tiba, suara yang familiar datang dari belakang:

"Belum pulang?"

Dia mengangkat kepalanya dan terkejut.

Chengming bersandar di pintu, lengan baju kemejanya digulung, dasinya terlepas, matanya membawa teguran dan juga senyuman.

"Kamu masih di perusahaan?" tanyanya, kaget dan gelisah.

"Aku awalnya berencana untuk pergi, tetapi melihat lampu di kantor ini masih menyala. Siapa yang menyuruhmu untuk tinggal begitu lama?" Dia mendekat, melihat tumpukan file di depannya, suaranya rendah.

"Aku hanya ingin menyelesaikannya lebih awal, agar kamu tidak harus mendesakku lagi besok," suaranya sekecil nyamuk, tetapi dia masih berusaha tenang.

Dia terdiam sesaat, lalu menghela nafas ringan, membungkuk dan membantunya merapikan file.

"Tidak perlu bekerja begitu keras. Tidak ada yang memaksamu untuk harus mencapai kesempurnaan di sini."

"Tetapi aku ingin mendapatkan pengakuanmu, bukan 'dilindungi'," katanya dengan cepat, menundukkan kepalanya, telinganya memerah.

Dia terkejut. Kalimat ini seolah menyentuh sesuatu yang ada di lubuk hatinya. Dia menatapnya lama—gadis yang dulunya hanya tahu bersembunyi di belakangnya dan menangis, sekarang telah dewasa, mengerti berpikir, mengerti memberontak, dan juga mengerti untuk berdiri sendiri.

Dia tersenyum tipis, nadanya lembut:

"Kamu benar-benar sudah dewasa, Cao Ling!"

"Kalau begitu, perlakukan aku sebagai orang dewasa mulai sekarang," jawabnya, masih tidak berani mengangkat kepala.

Tatapan matanya menjadi lembut, dengan sedikit gerakan yang tak dapat disembunyikan. Dia menutup file di tangannya, dan berkata dengan lembut:

"Ayo pergi, aku akan mengantarmu pulang. Agar besok aku tidak harus mengirim orang untuk mencarimu lagi."

"Kenapa kamu selalu menyebutkan masalah ini?" Dia cemberut.

"Karena aku benar-benar takut," jawabnya pelan, sebuah kalimat sederhana namun membuat jantungnya berdebar tak terkendali.

Dalam perjalanan pulang, mobil perlahan melaju di jalan yang diterangi cahaya. Cao Ling bersandar di jendela mobil, tersenyum ringan:

"Itu..."

"Hmm?"

"Jika aku bisa membuat prestasi di Huo Corporation di kemudian hari, maukah kamu membiarkanku mengelola proyek secara terpisah?"

Chengming memiringkan kepalanya, sudut mulutnya sedikit terangkat:

"Tergantung pada apakah kamu memiliki keberanian untuk menanggung tekanan."

"Aku bisa menanggungnya. Bahkan jika aku lelah, selama kamu mempercayaiku."

Dia terdiam, tangan yang memegang kemudi semakin erat, lalu dengan lembut menjawab:

"Aku selalu mempercayaimu!"

Kalimat ini lembut dan tegas, tetapi membuat jantungnya bergetar lagi dan lagi. Pada saat ini, melalui jendela mobil, cahaya keemasan menerangi sosok dua orang—seorang gadis yang sedang tumbuh, dan seorang pria yang masih diam-diam menjaganya, menggunakan semua kelembutannya.

……********************……

Huo Corporation masih sibuk seperti biasa. Di lantai tertinggi, kantor ketua dipenuhi dengan cahaya putih di malam hari. Di tengah tumpukan file yang menumpuk, Chengming dengan lembut mengusap dahinya, matanya tertuju pada sebuah foto kecil yang diletakkan di sudut meja—itu adalah foto senyum cerah Cao Ling di pesta ulang tahun yang baru saja berlalu.

Entah kenapa, akhir-akhir ini selama dia melihat senyum itu, hatinya seperti ada benang tak kasat mata yang mengencang dengan lembut.

Perasaan itu... sangat aneh.

Dulu, Cao Ling hanyalah gadis kecil yang pernah dia peluk di dalam pelukannya, yang dia jaga dengan hati-hati. Dan sekarang, dia adalah gadis berusia delapan belas tahun, dengan mata cerah, suara selembut angin, dan cara dia memandangnya—jernih dan transparan, tetapi membuatnya sulit bernapas.

1
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!