NovelToon NovelToon
Dewa Pedang Mad Terbaik

Dewa Pedang Mad Terbaik

Status: sedang berlangsung
Genre:Fantasi / Time Travel / Epik Petualangan
Popularitas:4.3k
Nilai: 5
Nama Author: jenih

Di dunia yang dipenuhi para ahli bela diri dan kultivator kuat, Goo Yoon hanyalah seorang pemuda biasa yang bahkan tidak mampu mengalahkan murid terlemah di sekte.
Namun Goo Yoon memiliki satu hal yang tidak dimiliki orang lain—tekad yang tidak pernah patah.
Setelah terus dipermalukan dan diremehkan, suatu hari ia menemukan sebuah seni bela diri kuno yang telah lama hilang. Seni tersebut dikenal sebagai Teknik Pedang Dewa Gila, sebuah kekuatan yang bahkan para master legendaris tak mampu kuasai.
Dengan latihan yang penuh darah, rasa sakit, dan kegagalan, Goo Yoon perlahan berubah.
Dari seorang pemuda lemah…
Menjadi legenda yang ditakuti seluruh dunia.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon jenih, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

BAB 32: Membaca Aura Lawan

Pagi hari menyelimuti pegunungan dengan cahaya lembut. Kabut tipis masih menggantung di antara pepohonan tinggi, dan suara burung hutan terdengar bersahutan di kejauhan. Goo Yoon berdiri di depan gua latihan sambil menggenggam pedangnya, mengingat kembali latihan malam yang baru saja ia jalani bersama Han Seol.

Tubuhnya masih terasa ringan, seolah energi di dalam dirinya kini bergerak lebih teratur daripada sebelumnya.

Han Seol keluar dari dalam gua dengan langkah tenang. Wajahnya tetap dingin seperti biasa, namun matanya tampak puas melihat perkembangan muridnya.

“Hari ini kita melanjutkan latihan berikutnya,” kata Han Seol.

Goo Yoon menatap gurunya dengan penuh perhatian. “Latihan apa hari ini, Guru?”

Han Seol berjalan menuju lapangan kecil yang dikelilingi pepohonan di dekat gua. Tempat itu cukup luas untuk latihan pedang.

“Jika kemarin kau belajar merasakan energi di dalam tubuhmu,” kata Han Seol, “hari ini kau akan belajar merasakan energi orang lain.”

Goo Yoon sedikit mengernyit.

“Energi orang lain?”

Han Seol mengangguk.

“Setiap pendekar memiliki aura. Aura itu adalah jejak dari energi dalam yang mereka miliki. Bahkan jika seseorang mencoba menyembunyikan dirinya, auranya tidak akan pernah bisa benar-benar hilang.”

Goo Yoon mulai memahami maksud gurunya.

“Jadi… jika aku bisa membaca aura lawan, aku bisa mengetahui keberadaan mereka?”

“Bukan hanya itu,” jawab Han Seol. “Kau juga bisa menebak kekuatan mereka, niat mereka, bahkan arah serangan mereka.”

Goo Yoon terdiam sejenak. Ia menyadari betapa pentingnya kemampuan itu bagi seorang pendekar.

Han Seol menunjuk ke tengah lapangan.

“Duduklah.”

Goo Yoon duduk bersila di tanah. Ia meletakkan pedangnya di samping.

“Tutup matamu,” kata Han Seol.

Goo Yoon menutup matanya.

“Sekarang fokus pada energi di sekitarmu.”

Angin berhembus perlahan melewati pepohonan. Suara dedaunan bergesekan terdengar lembut.

Pada awalnya Goo Yoon hanya merasakan ketenangan hutan.

Namun perlahan ia mulai menyadari sesuatu yang lain.

Ada getaran halus di udara.

Energi kecil yang bergerak di sekitar mereka.

“Rasakan semua itu,” kata Han Seol.

Goo Yoon mencoba memperluas kesadarannya. Ia tidak hanya merasakan energi dalam tubuhnya, tetapi juga energi di sekelilingnya.

Ia bisa merasakan energi pepohonan, tanah, bahkan hewan kecil yang bergerak di semak-semak.

Namun tiba-tiba ia merasakan sesuatu yang berbeda.

Energi itu lebih kuat.

Lebih tajam.

Goo Yoon membuka matanya.

“Guru… aku merasakan sesuatu.”

Han Seol tersenyum tipis.

“Bagus. Sekarang lihat ke belakangmu.”

Goo Yoon segera berbalik.

Di belakangnya berdiri dua orang pria berpakaian hitam.

Mereka adalah murid Han Seol yang datang tanpa suara.

Goo Yoon terkejut.

“Aku bahkan tidak mendengar langkah mereka…”

Han Seol berkata, “Namun kau bisa merasakan aura mereka. Itulah yang penting.”

Kedua murid itu menghunus pedang mereka.

“Sekarang,” kata Han Seol, “latihan sebenarnya dimulai.”

Kedua murid itu langsung menyerang.

SWOOSH!

Pedang pertama datang dari arah kanan.

Namun Goo Yoon sudah merasakannya sebelum serangan itu tiba.

Ia memutar tubuhnya dan menangkis pedang itu.

CLANG!

Percikan kecil muncul saat kedua pedang bertabrakan.

Murid kedua menyerang dari belakang.

Namun Goo Yoon sudah merasakan aura gerakan itu.

Ia melangkah ke samping dan menghindar.

Han Seol memperhatikan dengan tenang.

“Bagus,” katanya. “Jangan hanya menggunakan matamu. Gunakan auramu.”

Pertarungan latihan itu berlangsung cepat.

Kedua murid Han Seol cukup kuat, namun mereka sengaja menahan kekuatan agar Goo Yoon bisa berlatih.

Goo Yoon menutup matanya sejenak.

Ia mencoba merasakan aura mereka tanpa melihat.

Dan tiba-tiba semuanya terasa lebih jelas.

Ia bisa merasakan posisi kedua lawannya.

Ia bisa merasakan arah gerakan mereka.

Ia bahkan bisa merasakan kapan mereka akan menyerang.

SWOOSH!

Pedang pertama datang dari kiri.

Goo Yoon langsung menangkis.

CLANG!

Serangan kedua datang dari kanan.

Ia melompat mundur dan menghindar.

Gerakannya menjadi semakin halus.

Han Seol mengangguk puas.

“Kau mulai memahami.”

Setelah beberapa menit pertarungan, Han Seol mengangkat tangannya.

“Cukup.”

Kedua murid itu segera mundur.

Goo Yoon menarik napas panjang. Meski hanya latihan, tubuhnya tetap berkeringat.

Han Seol berjalan mendekatinya.

“Apa yang kau rasakan?”

Goo Yoon berpikir sejenak.

“Ketika aku menutup mata… aku bisa merasakan gerakan mereka sebelum mereka menyerang.”

Han Seol tersenyum.

“Itulah membaca aura lawan.”

Ia melanjutkan,

“Seorang pendekar sejati tidak hanya bertarung dengan mata dan ototnya. Ia bertarung dengan kesadarannya.”

Goo Yoon mengangguk pelan.

Ia mulai memahami dunia pendekar yang sebenarnya.

Pertarungan bukan hanya soal siapa yang lebih kuat.

Tetapi siapa yang lebih peka terhadap energi.

Han Seol menatap langit yang semakin terang.

“Latihan ini baru permulaan. Di masa depan, kau akan menghadapi musuh yang jauh lebih kuat.”

Goo Yoon menggenggam pedangnya.

“Aku tidak akan mundur.”

Han Seol tertawa kecil.

“Bagus.”

Ia kemudian menatap hutan di kejauhan.

“Namun ingat satu hal, Goo Yoon.”

“Musuh paling berbahaya bukanlah yang berdiri di depanmu.”

Goo Yoon menatap gurunya.

“Lalu siapa?”

Han Seol menjawab dengan suara tenang.

“Musuh yang tidak bisa kau lihat… tapi bisa merasakan auramu.”

Angin kembali berhembus melewati pegunungan.

Di kejauhan, bayangan samar terlihat bergerak di antara pepohonan.

Seolah seseorang sedang mengawasi mereka dari jauh.

Namun Goo Yoon belum menyadarinya.

Perjalanan latihan Goo Yoon masih panjang.

Dan dunia para pendekar mulai memperhatikan kebangkitan pewaris Pedang Langit itu.

1
Suarlan
betul...awalnya pedang kayu, tiba tiba berubah jadi tongkat kayu, tanpa suatu narasi.
Shen shandian luo
tiap bab terputus..pertarungan tak pernah sampai selesai..novel sampah..
☕︎⃝❥Mengare (Hiatus)
Iya, baru saja dimulai /Determined/, AYOOOO!
☕︎⃝❥Mengare (Hiatus)
Kan memang ada batu besar di sepunggungnya, Thor🙃
Nh4Fi
brasa ky meloncat.i bbrapa chapt
Nh4Fi
itu pedang kayu knp brubah jd tongkat kayu?
yg bner mn nih?
☕︎⃝❥Mengare (Hiatus)
Semangat Goo Yoon /Smile/
☕︎⃝❥Mengare (Hiatus)
BAGUS BANGET! Dalam beberapa kata aja aku udah suka dengan Goo Yoon. Dia itu MC yang benar-benar zero to Hero, gak ada usaha yang gak ada bayarannya.

Hubungannya dengan gurunya membuat aku nostalgia sama guruku /Determined/
☕︎⃝❥Mengare (Hiatus)
Goo Yoon itu tipe MC yang manusiawi banget, bukan seorang jenius, tapi gak berhenti untuk usaha, aku merasa kayak melihat diriku yang hampir menyerah dulu. Rasanya ingin mengikuti jejak dua/Determined/
☕︎⃝❥Mengare (Hiatus)
Goo Yoon, aaah, aku suka banget dinamika mu😭
☕︎⃝❥Mengare (Hiatus)
Go Goo Yoon, kalau orang lain pasti sudah mundur kalau enggak mati/Determined/
☕︎⃝❥Mengare (Hiatus)
Aku suka dengan penggambaran Gu yang terus berusaha untuk berkembang dan lebih fokus ke perkembangan diri daripada balas dendam /Determined/
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!