NovelToon NovelToon
GOD OF RINGS

GOD OF RINGS

Status: sedang berlangsung
Genre:Fantasi / Fantasi Isekai / Epik Petualangan
Popularitas:553
Nilai: 5
Nama Author: Rein.Unknown

MARVA RAVARA adalah seorang pemuda miskin yang hidup di dunia yang memuja status dan kekayaan. Berkat jalur beasiswa, ia dapat bersekolah di sebuah sekolah elit berskala internasional—tempat yang seharusnya membuka jalan untuk masa depannya, justru berubah menjadi neraka baginya.

Di sana, Marva dipandang sebagai noda: dihina, dikucilkan, dan menjadi sasaran perundungan oleh mereka yang merasa lebih “Layak”.

Segalanya berubah ketika Portal Misterius muncul dan menyeret semuanya ke dunia lain. Di hadapan mereka berdiri sebuah Menara Tinggi dan sebuah suara misterius menggema: Siapa pun yang mencapai puncak menara ini akan memperoleh kekuasaan serta keabadian.

Di dalam menara, para siswa dipaksa memilih peran—menjadi Seorang Player yang bertarung demi naik ke puncak, atau menjadi Seorang Guardian yang terikat pada sistem. Demi meraih kebebasan, Marva memilih jalan paling berisiko: Menjadi Seorang Player.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Rein.Unknown, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Lantai 4, Part 2 [PVP]

"Kakek Sialan!" umpat Marva sambil memegang bokongnya.

Setelah berteleportasi. Marva dan Red, yang awalnya ngedumel karena kelakukan si Kakek, tiba-tiba dibuat tercengang. Pemandangan lantai 4 yang sangat indah, hamparan gunung tinggi menjulang di segala arah, menghiasi pemandangan itu. Mereka seperti berada diluar ruangan, padahal mereka masih didalam menara dan kita tahu, itu hanyalah ’Dekorasi Menara’.

"Ini... Lantai 4?" gumam Marva sambil mengedarkan pandangan.

"Lama juga kamu, Va?" Kesal Kaela.

"Kakek sialan itu menendangku dan terpaksa masuk ke pintu tanpa aba-aba!" keluh Marva.

"Nah kan! Kakek itu memang harus diberi pelajaran," Red ikut mengompori.

"Setidaknya kita sudah sampai dengan selamat dilantai 4," sahut Meriel sambil tersenyum. "Dan terimakasih Lead, sudah menerimaku menjadi anggota Guild RRX."

"Hah, sejak kapan dia diterima?" potong Kaela sambil menatap kearah Marva.

"Hehehehehe, kita butuh semua kekuatan yang ada untuk melawan Bos Lantai 5 Key. Kita juga belum sempat terterima kasih atas bantuannya," ucap Marva menjelaskan.

Red hanya bereaksi santai, setidaknya dia punya teman baru, sama-sama kaya dan sama-sama lelaki penerus nama besar keluarga mereka.

"Tapi ingat, kamu harus melewati tes dariku dulu!" lanjut Kaela.

Meriel mengangkat kedua tangannya. "Siap, Nyonya Kaela. Aku serahkan padamu."

--- PLAYER VERSUS PLAYER ---

Tiba-tiba Red mendapatkan ide. "Tes ya? Selama ini, kita sudah melalui banyak hal. Pernah mengalahkan Bos tersembunyi di Event Secret Room, Sudah pernah GVG, sudah beberapa kali hampir mati dan semua nya bisa kita lewati. Lalu, kenapa kita tidak mengukur kekuatan masing-masing dengan Player Versus Player (PVP)?"

Marva merenung sejenak. "Betul juga, dengan begitu kita bisa mengukur sampai dimana kekuatan kita."

"Ini juga bisa menjadi persiapan kita sebelum menghadapi Penjaga Lantai lima," tegas Kaela.

"Tepat sekali!" respon Marva.

"Kalau begitu, biar aku yang melawan Meriel, Leader akan melawan Kaela. Lagian hanya kami berdua yang lv. nya masih dibawah kalian," saran Red.

Mereka semua mengangguk tanda setuju. Pertarungan pertama dimulai antara Marva vs Kaela.

[PVP ACTIVE]

“Marva Ravara Vs Kaela Naradis”

BATTLE START!

Kaela langsung menghilang—Shadow Step.

Marva tidak bergerak. Matanya mengamati segala arah.

"Di mana dia?" Marva waspada.

WUSSH!

Serangan dari kiri. Marva memiringkan badan, pedangnya menangkis pisau Kaela. Tapi itu hanya umpan—tendangan Kaela menghantam Marva.

-177

"Bagus juga trik mu," gumam Marva, mundur selangkah.

Kaela tidak memberi jeda. Dia terus menekan, serangan demi serangan dilancarkan dengan kecepatan tinggi. Pisau kembarnya menari-nari seperti kilat.

-132, -128, MISS, -141

Marva bertahan. Dia belum mengeluarkan satu pun skillnya.

"Kenapa kamu tidak menyerang, Va?!" teriak Kaela.

"Ladies First."

Kaela menggigit bibir. "Jangan anggap remeh aku!"

SHADOW COMBO: ACTIVE

Kaela bergerak lebih cepat—menghilang, muncul, menyerang, lalu menghilang lagi. Tiga serangan hanya dalam dua detik. Marva terus digempur.

-188, -197, -181

HP Marva: 48%

"Tidak menyerang Bos?" bisik Leo.

Marva lengah karena Leo tiba-tiba berbicara kepadanya. Kesempatan itu tidak disia-siakan Kaela.

SRETTT....

CRITICAL HIT, -286

"Muncul lagi kamu," ucap Marva sambil menangkis.

"Dilantai ini, aku lebih leluasa Bos. Kekuatan tidak dibatasi lagi."

"Itu kalimat yang kutunggu, siap menyerang Leo?"

"100% Ready Bos!"

Pedang Leo lalu keluar dan menyala terang. Meriel dan Red yang dari tadi melihat pertarungan mereka mulai berkomentar:

"Itukah item langkah milik Leader kita," tanya Meriel terpukau.

"Yups, Ring of Leo. Andai saja aku punya item seperti itu, tapi Kaela harus berhati-hati sekarang," jawab Red menjelaskan.

LION′S ROAR!!!!

Seketika membuat semua bayangan menghilang karena cahaya api yang begitu membara. Sejenak, Kaela tidak bisa menggunakan skill Shadow nya. Kaela hanya bisa terpaku, sebelum akhirnya Marva menyergapnya.

Pedang berhenti tepat di atas kepala Kaela.

"Apakah kamu menyerah cantik? Tidak mungkin kulukai orang yang aku sayangi," Marva menggoda Kaela sambil mencium kening nya untuk pertama.

Meriel dan Red yang melihat kejadian itu, ikutan salting. Lalu mulai mengolok-ngolok mereka:

"Cie,cie udah jadian ya. Hahahahahaha."

Dengan secepat kilat, Kaela sudah berpindah ke belakang mereka dan mengetok kepalanya satu persatu. "Tidak usah cari gara-gara!"

Pertarungan pun dimenangkan Marva lalu tiba giliran Meriel melawan Red.

[PVP ACTIVE]

“Meriel Kosin Vs Red Calder”

BATTLE START!

Red langsung menghunus palunya, penuh percaya diri. "Rasakan ini, member baru! Aku nggak akan kasih ampun hanya karna kamu baru bergabung!"

Meriel tersenyum tipis. "Aku juga tidak akan menahan diri."

Red menyerang—Mountain Crusher! Palu raksasa diayunkan dengan kekuatan penuh.

Meriel tidak bergerak. Tangannya terangkat.

LAND PRISON!

Dinding tanah muncul dari permukaan, menahan serangan Red. Palunya tersangkut.

"Apa?!" Red panik.

EARTH SPIKE

Tiga paku tanah menghantam dari bawah, membuat Red terpental.

-168

"Jangan hanya mengandalkan kekuatan fisik," kata Meriel. "Kamu butuh strategi."

Red bangkit, wajahnya memerah. "Sialan...! Mau ajarin aku!"

Dia berlari lagi, kali ini lebih cepat. Meriel terus memanfaatkan skill land prison dan Earth Spike nya, tapi Red mulai membaca pola itu.

Di serangan keempat, Red berpura-pura maju, lalu tiba-tiba berhenti. Meriel mengaktifkan Land Prison—tapi Red sudah melompat ke samping.

"Kena kau!"

MOUNTAIN CRUSHER!!!

Palu Red menghantam tanah, menciptakan gelombang kejut. Meriel kehilangan keseimbangan. Lalu serangan lanjutan tepat mengenai Meriel.

"Hahahahaha, jangan mengajariku anak baru! Pengalaman bersama Marva dan Kaela sudah membuatku jadi lebih kuat," ejek Red sambil berbangga diri.

Marva bertepuk tangan. "Bagus. Kalian terlihat seimbang, tapi Red punya pengalaman yang belum kamu miliki Meriel."

"Sekarang saatnya ujian terakhir."

Kaela, Red, dan Meriel menatapnya heran.

"Ujian terakhir?" tanya Red curiga.

Marva melangkah ke tengah. Pedangnya terhunus. Cincin Leo mulai berpijar.

"Kalian bertiga lawan aku."

Keheningan.

"Heh?" Red membelalak, begitu juga dengan Meriel dan Kaela.

"Kamu serius, Va?" Kaela mengerutkan kening.

Meriel diam, tapi matanya berbinar—dia mengerti.

"Ini... untuk menguji sejauh mana kemampuan Leader, ya kan?"

Marva mengangguk. "Aku harus tahu batasku sebelum menghadapi Penjaga Lantai Lima. Dan kalian harus tahu bagaimana rasanya melawan musuh yang lebih kuat. Ini bukan tentang menang atau kalah. Ini tentang pengalaman dan kemampuan bertahan."

Dia memandangi mereka satu per satu.

"Ayo. Jangan tahan diri."

BATTLE START!

Kaela langsung menghilang. Red maju ke depan. Meriel memakai skill Land Prison nya.

Marva hanya berdiri diam, menerima semua serangan mereka. Belum sempat mendaratkan serangan, Marva menggunakan skill Flame of Immunity dan langsung menutup pertarungan dengan.

SKY.... OF..... FIRE.....!!!

Api turun dari langit-langit, menghujani seluruh area pertarungan. Meriel sempat mengaktifkan Land Prison, tapi hancur dalam hitungan detik. Red mencoba bertahan dengan palunya, tapi terdorong mundur puluhan meter. Kaela berusaha menghindar, tapi tidak ada celah.

-848 (CRITICAL!) - Red tumbang

-880 (CRITICAL!) - Meriel tumbang

-750 (HIT!) - Kaela terjatuh

Hening. Tiga-tiga nya KO hanya dalam hitungan detik.

[BERSAMBUNG]

1
Ara putri
bagus ceritanya
Rein Unknown: Terimakasih Kak sudah support dan mampir 😇😇😃😃
total 1 replies
Ara putri
Hay kak jika berkenan saling dukung yuk. Mampir juga keceritaku PENJELAJAH WAKTU HIDUP DIZAMAN AJAIB
Rein Unknown: okok Kak, sudah mampir ya😇🙏
total 1 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!