NovelToon NovelToon
Affer Gariad

Affer Gariad

Status: sedang berlangsung
Genre:Mengubah Takdir / Percintaan Konglomerat
Popularitas:23.4k
Nilai: 5
Nama Author: Daeena

Rose Moore, seorang desainer perhiasan elit di Boston yang sukses dan cantik, mendapati dunianya hancur tepat di malam perayaan ulang tahun pernikahannya yang ke-2. Suaminya, Asher Hudson, seorang Direktur Pemasaran terpandang, ternyata telah menikah siri selama tiga bulan dengan wanita bernama Mia Ruller atas paksaan orang tuanya. Alasan keji di baliknya: Rose dianggap "tidak suci" karena masa lalunya yang yatim piatu dan tidak perawan, sementara keluarga Hudson menuntut ahli waris dari darah yang mereka anggap "murni".
Alih-alih menangis dan meminta cerai, Rose yang terluka memilih jalan yang lebih dingin, ia menerima pernikahan tersebut hanya demi mempertahankan status hukumnya. Ia bertekad menyiksa Asher secara mental, menguasai hartanya, dan menghancurkan reputasi keluarga Hudson yang sombong dari dalam.
Namun, rencana balas dendam Rose tergoncang saat ia secara tak sengaja bertemu kembali dengan Nikolai Volkov, kekasih masa SMA-nya dari Texas.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Daeena, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

#7

Gedung Moore Designs yang berdiri megah di pusat distrik desain Boston tampak sibuk pagi itu. Di lantai teratas, Rose Moore—atau Rosemary, bagi satu-satunya pria yang berhak memanggilnya begitu duduk di balik meja marmer hitamnya. Ia tampak sempurna. setelan blazer putih tulang, rambut yang disanggul rapi, dan raut wajah sedingin es yang tidak menyisakan ruang bagi siapa pun untuk mengasihaninya.

Bagi para karyawannya, Rose adalah ratu yang tak tergoyahkan. Tak ada yang tahu bahwa semalam ia baru saja melewati lorong rumahnya sendiri seperti orang asing di tengah kemesraan Asher dan Mia.

Tiba-tiba, pintu ek ganda ruang kerjanya terbuka tanpa ketukan. Langkah kaki yang berat dan berwibawa menggema di lantai kayu. Rose mendongak, dan jantungnya serasa merosot ke perut.

Nikolai Volkov berdiri di sana. Aura predatornya memenuhi ruangan, membuat asisten Rose yang mencoba menghalanginya di pintu tampak gemetar ketakutan.

"Keluar," perintah Nikolai pada sang asisten tanpa menoleh. Suaranya rendah, namun mengandung otoritas yang tidak bisa dibantah.

"Nik, apa yang kau lakukan di sini? Aku sedang sibuk," Rose mencoba mempertahankan fasad profesionalnya. Ia berdiri, merapikan duduknya, dan menyembunyikan tangannya yang gemetar di bawah meja. "Jika kau ingin memesan perhiasan, silakan buat janji dengan—"

"Berhenti bersandiwara, Rosemary!" Nikolai menggeram. Ia melangkah maju, memangkas jarak di antara mereka dalam sekejap. Ia menghempaskan map cokelat berisi foto-foto Asher dan Mia ke atas meja Rose. "Kau tinggal satu atap dengan gundik suamimu? Kau membiarkan bajingan itu menghinamu setiap malam di rumahmu sendiri?"

Wajah Rose memucat. Rahasianya yang ia jaga dengan kuku dan gigi, kini terbongkar di depan pria yang paling tidak ingin ia beri tahu. "Itu bukan urusanmu, Nikolai. Aku punya rencana. Aku akan menghancurkan mereka dengan caraku."

"Rencanamu?" Nikolai tertawa pahit, langkahnya semakin memburu Rose hingga wanita itu terdesak ke dinding kaca besar yang menghadap kota Boston. "Rencanamu adalah membiarkan dirimu layu di samping pria yang bahkan tidak layak mencium kakimu? Aku tidak pernah mengajarimu menjadi selemah ini!"

"Nik, lepaskan—"

Kalimat Rose terputus. Nikolai membungkam bibirnya dengan ciuman yang penuh amarah, kerinduan, dan rasa sakit yang meledak-ledak. Itu bukan ciuman lembut, itu adalah klaim teritorial. Rose mencoba meronta, tangannya memukul dada bidang Nikolai, namun pria itu justru semakin menekannya ke dinding.

Rasa manis dan familiar dari bibir Nikolai menyeret Rose kembali ke malam-malam di Texas. Pertahanannya runtuh. Desahan kecil lolos dari sela bibirnya, yang segera ditelan habis oleh Nikolai.

Tanpa melepaskan tautan bibir mereka, Nikolai menyambar kunci di meja Rose dan menyeretnya menuju kamar peristirahatan pribadi yang terletak di balik rak buku rahasia di kantor itu. Ia membanting pintu dan menguncinya.

Kamar itu remang-remang, hanya diterangi cahaya tipis yang menembus celah ventilasi. Begitu mereka masuk, kemarahan Nikolai berubah menjadi gairah yang memucat namun membara. Ia menyudutkan Rose ke ranjang kecil di sudut ruangan.

"Kau milikku, Rosemary. Sejak lima tahun lalu, sampai detik ini, dan selamanya," bisik Nikolai di telinga Rose, napasnya yang panas membuat bulu kuduk Rose merinding.

Tangan Nikolai yang kasar namun protektif merayap masuk ke bawah blazer Rose, melepaskan kancingnya dengan gerakan tidak sabar. Ia merobek sutra tipis yang menghalangi kulit Rose, seolah ia ingin menghapus setiap jejak Nyonya Hudson dari tubuh wanita itu.

"Nik... pelan-pelan... asistenku... mereka di luar..." Rose memohon dengan suara parau. Ketakutan bahwa suaranya akan terdengar oleh karyawan di luar beradu dengan kenikmatan yang mulai menjalar di sarafnya.

Nikolai tidak peduli. Ia membungkam bibir Rose lagi, kali ini dengan kehangatan yang perlahan mencairkan kedinginan mereka selama lima tahun. Saat kulit mereka akhirnya bersentuhan tanpa penghalang, Rose merasakan sengatan listrik yang sudah lama hilang dari hidupnya bersama Asher.

Nikolai mengangkat tubuh Rose, menyatukan mereka dalam satu sentakan yang membuat Rose membelalakkan mata dan menggigit bahu kokoh Nikolai untuk meredam teriakan nikmatnya.

"Sebut namaku, Rosemary. Bukan nama bajingan itu," tuntut Nikolai.

"Nik... ah, Nikolai..." desah Rose, air mata mulai mengalir di pipinya.

Di dalam kamar sempit itu, mereka berbagi keringat dalam ritme yang liar namun penuh kerinduan yang dalam. Setiap gerakan Nikolai adalah permintaan maaf atas waktu yang hilang, dan setiap desahan Rose adalah pengakuan bahwa ia masih sangat mencintai pria ini.

Nikolai yang biasanya sedingin es di ruang rapat, kini berubah menjadi tungku api yang menghangatkan seluruh jiwa Rose yang sempat membeku karena pengkhianatan Asher. Ia menciumi setiap inci tubuh Rose, memberikan tanda-tanda kemerahan yang baru—tanda bahwa ia akan mengambil kembali apa yang menjadi miliknya.

Rose melengkungkan punggungnya, mencengkeram sprei dengan erat saat Nikolai membawanya ke puncak kenikmatan yang belum pernah ia rasakan selama dua tahun pernikahannya. Di saat-saat terakhir, Nikolai memeluknya erat, membisikkan janji yang jauh lebih nyata daripada janji Asher.

"Aku akan menghancurkan mereka untukmu, Rose. Aku akan menarikmu keluar dari neraka ini, meski aku harus membakar seluruh Boston untuk melakukannya."

Keheningan melanda ruangan itu setelah badai gairah mereda. Rose bersandar di dada bidang Nikolai yang masih naik-turun karena napas yang memburu. Aroma kayu cendana dan keringat mereka menyatu, menciptakan rasa aman yang semu namun sangat ia butuhkan.

"Nik," bisik Rose pelan. "Kau harus pergi sebelum asistenku curiga."

Nikolai mencium kening Rose, tatapannya kini lembut namun penuh tekad. "Aku pergi, tapi aku tidak akan melepaskanmu lagi. Mulai detik ini, kau berada di bawah perlindungan Volkov. Asher Hudson tidak akan tahu apa yang menimpanya."

Rose merapikan pakaiannya yang berantakan dengan tangan gemetar. Ia menatap pantulan dirinya di cermin kecil di kamar itu. Wajahnya merona, matanya bersinar kembali—bukan lagi sebagai wanita yang terkhianati, tapi sebagai wanita yang diinginkan secara utuh.

Saat ia keluar dari kamar peristirahatan itu beberapa menit kemudian, Nikolai sudah menghilang lewat pintu samping. Rose duduk kembali di meja kerjanya, menghapus sisa air mata, dan memasang kembali topeng dinginnya. Namun, ada satu hal yang berbeda, ia tidak lagi merasa sendirian di medan perang ini.

Di luar, asistennya masuk membawa laporan, tak menyadari bahwa beberapa saat lalu, bos mereka baru saja menyerahkan jiwanya kembali pada pria dari masa lalunya.

🌷🌷🌷

Happy reading dear 🥰

1
winpar
pokoknya siapun harus baca karya kk ini. d jamin psti seneng. kk pnulisnya punya karya2 yg bgus dan up nya jg bnyak2 jdi kita g nunggu lma2 u episode slnjutnya 🥰😍
ros 🍂: Terharu 😭 ma'aciww kak 🥰
total 1 replies
winpar
pokoknya ceritanya seru bngt. 🥰😍
winpar: sama kk thorr. smngt terus mnulisnya🥰😍
total 2 replies
💞DARRA💞💖
oh tak terduga alurnya kak author🤣🤣
ros 🍂: Harap tenang ini ujian 🤭🙏
total 1 replies
💞DARRA💞💖
Katherine
Manis
katherine
winpar
seru bgt ceritanya kk💪
ros 🍂: ma'aciww kak🥰
total 1 replies
💞DARRA💞💖
terima kasih up nya kak😍
ros 🍂: Ma'aciww kembali kak🥰
total 1 replies
💞DARRA💞💖
kak aq nunggu bab permintaan maaf dan penyesalan dr ortu nikolai/kakek nenek theo.gak adil kan gara2 mereka kembaran theo meninggal
ros 🍂: baca nya malam saja habis buka kak🤣😭
total 3 replies
YuWie
lebay theo..laki2 lho kau ini
ros 🍂: kita harus memaklumi Daddy Theo kak🙏🤣
total 1 replies
YuWie
jare kau sdh mengucap kata putus tinggal stevie yg gak terima..kok masih menyebut kekasih..hmmm gimn mas theo nih
YuWie
kau hy candangan theo
YuWie
salah kau sendiri theo..udah tau gak cocok dg stevie yg menggebu2 dg tubuhmu..malah kau janjikan yg iya2.. bimbang kan
awesome moment
cinta mrk bgitu kuat
ros 🍂: Awet kakek nenek🤭
total 1 replies
Sulati Cus
jgn sp tar ada yg celakaun si feli
Sulati Cus
jgn sad ending, klu beneran sad, ku yg transmigrasi ke tubuh feli
ros 🍂: Hehe Harap tenang ini ujian 🙏🥰
total 1 replies
Ema Baktiani
ceritanya sangat bagus d tunggu kelanjutannya kak
Sulati Cus
slh baca🤔hrsnya baca pas buka😔msh ku menangis soalnya
Sulati Cus: neng sedih kan bgt thor
total 2 replies
💞Aulia Adriani💕
recommended
💞DARRA💞💖
setiap bab bikin candu
awesome moment
keteguhan nakhkoda kapal membuat navigator dan penumpang kapal aman..harta.tdk bisa membeli keteguhan hati dan loyalitas. nik sdh memilih..
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!