NovelToon NovelToon
Shen Yu Jalan Melawan Langit

Shen Yu Jalan Melawan Langit

Status: sedang berlangsung
Genre:Fantasi Timur / Balas Dendam / Mengubah Takdir
Popularitas:4.4k
Nilai: 5
Nama Author: Sang_Imajinasi

Alam Atas (Tiga Puluh Tiga Surga) sedang menghadapi akhir dari usianya yang telah berjalan miliaran tahun. Energi Dao mulai membeku. Para Penguasa Purba menyebutnya Kalpa Angin Salju. Untuk bertahan hidup dari kiamat kosmik ini, para penguasa Alam Atas menanam "Ladang Dunia Fana" (seperti dunia asal Shen Yu) untuk memanen energi kehidupan.

Kedatangan Shen Yu (Ketiadaan) dan Lin Xue (Teratai Primordial) adalah anomali. Bagi Alam Atas, Lin Xue adalah kayu bakar abadi yang bisa menghangatkan mereka dari musim dingin kosmik, sedangkan Shen Yu adalah badai salju yang akan mempercepat kehancuran mereka.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Sang_Imajinasi, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 9: Lautan Kristal Dao

Surga Pertama - Lorong Sayap Timur Puncak Darah.

Lorong menuju perbendaharaan utama itu terbuat dari pualam hitam yang menyerap cahaya. Berbeda dengan aula perjamuan yang bising oleh tawa buas dan dentingan cawan anggur, lorong ini sunyi senyap. Udara di sini sangat tebal, dipenuhi oleh tekanan dari berbagai formasi pembunuh yang bersembunyi di balik dinding.

Shen Yu berjalan dengan langkah pelan yang terukur. Jubah peraknya menyapu lantai tanpa menghasilkan suara gesekan sedikit pun. Ia telah menyatukan hawa keberadaannya dengan bayangan di sekitarnya, sebuah teknik dasar dari dunia fana yang kini disempurnakan dengan Dao Ketiadaan.

Di ujung lorong, sebuah pintu ganda raksasa yang ditempa dari inti bintang jatuh menghalangi jalan. Pintu itu dipenuhi oleh ukiran rahasia yang berdenyut redup Segel Ruang Berlapis Tujuh.

Di depan pintu tersebut, berdiri dua sosok raksasa berbalut zirah tulang naga. Mereka adalah penjaga perbendaharaan, keduanya berada di batas mutlak Dewa Fana Tahap Akhir. Mereka tidak memegang senjata, karena tubuh mereka sendiri telah ditempa menjadi senjata pembunuh.

Merasakan ada seseorang yang mendekat, kedua penjaga itu membuka mata mereka secara bersamaan. Hawa dingin yang mematikan langsung mengunci sosok Shen Yu.

"Berhenti di sana, Utusan," geram penjaga di sebelah kiri, suaranya terdengar seperti batu yang digesekkan. "Perbendaharaan ditutup selama Perjamuan Bulan Darah. Bahkan jika kau memiliki Token Darah, kau tidak diizinkan masuk tanpa perintah langsung dari Jenderal Serigala Besi."

Shen Yu menghentikan langkahnya tepat tiga tombak di depan mereka. Ia menundukkan kepala, membiarkan tudungnya menutupi wajahnya.

"Jenderal mengirimku untuk mengambil sesuatu yang istimewa untuk utusan dari Surga Kedua," jawab Shen Yu dengan suara serak yang sengaja disamarkan. Ia merogoh jubahnya perlahan.

"Tunjukkan segel perintahnya!" bentak penjaga di sebelah kanan, melangkah maju.

"Tentu," Shen Yu mengulurkan tangannya dari balik jubah.

Bukan segel perintah yang keluar, melainkan sebuah kilatan hitam yang menelan cahaya.

SRAAAAAT!

Itu bukan sekadar serangan fisik. Shen Yu melepaskan Domain Ketiadaan dalam radius satu tombak, secara harfiah menghapus konsep "suara" di area tersebut.

Penjaga di sebelah kanan bahkan tidak sempat melihat wujud Sabit Penebas Langit. Bilah hitam itu membelah udara, memotong leher penjaga tersebut menembus zirah tulang naganya seolah memotong tahu yang lembut. Kepala penjaga itu tergelincir jatuh, namun tidak ada suara debum saat kepalanya membentur lantai.

Mata penjaga di sebelah kiri membelalak ngeri. Ia membuka mulutnya lebar-lebar untuk meneriakkan peringatan ke seluruh istana.

Namun, udara di sekitarnya telah menjadi ruang hampa. Jeritannya tidak menghasilkan apa-apa.

Sebelum penjaga kedua itu bisa memadatkan Qi untuk menyerang, Shen Yu sudah berada tepat di hadapannya. Tangan kiri Shen Yu yang dilapisi Api Ketiadaan menusuk lurus menembus pelindung dada penjaga itu, meremukkan jantung dan Dantian-nya dalam satu remasan brutal.

Shen Yu menarik tangannya. Mayat raksasa itu ambruk ke lantai tanpa suara, layaknya daun kering yang jatuh di musim gugur.

Hanya butuh dua tarikan napas. Dua ahli Dewa Fana Tahap Akhir tewas tanpa sempat melawan.

Shen Yu mengibaskan darah dari tangannya, matanya yang sedingin es kini beralih pada pintu ganda raksasa di depannya.

"Segel Ruang Berlapis Tujuh," gumam Shen Yu. Di dunia fana, formasi setingkat ini tidak akan bisa menahan satu jentikan jarinya. Namun di Alam Atas, formasi ini diperkuat oleh hukum yang sangat padat. Jika ia menghancurkannya dengan paksa, ledakan energinya akan langsung memperingatkan Jenderal Serigala Besi.

Namun, Dao Ketiadaan tidak diciptakan untuk menghancurkan, melainkan untuk meniadakan.

Shen Yu menempelkan kedua telapak tangannya ke permukaan pintu inti bintang tersebut. Matanya yang hitam legam memancarkan pusaran kehampaan.

"Menelan."

Urat-urat formasi berwarna merah yang mengunci pintu itu mulai bergetar. Satu per satu, lapis demi lapis, energi segel itu disedot dan ditiadakan oleh tangan Shen Yu. Lapisan pertama hancur. Lapisan ketiga menguap. Lapisan ketujuh memudar menjadi debu.

Klek.

Terdengar suara pengunci logam yang terbuka. Shen Yu mendorong pintu raksasa itu.

Pemandangan di baliknya cukup untuk membuat kultivator manapun kehilangan akal sehatnya.

Ruangan perbendaharaan itu sebesar danau. Di dalamnya, gunung-gunung Kristal Dao bertumpuk memancarkan cahaya biru murni yang sangat menyilaukan. Hawa Qi di dalam ruangan ini begitu pekat hingga berubah menjadi kabut tipis. Selain kristal, terdapat ribuan kotak kayu cendana purba yang berisi pusaka, pil usia, dan tulang binatang kosmik tingkat tinggi.

Inilah hasil perasan keringat dan darah jutaan kultivator dari puluhan dunia fana selama seratus tahun terakhir.

Shen Yu melangkah masuk, menutup pintu di belakangnya. Matanya memindai lautan kekayaan itu tanpa keserakahan fana, melainkan dengan kalkulasi seorang tiran yang bersiap berperang.

"Bagus," Shen Yu tersenyum mematikan. "Bahan bakar yang cukup."

Ia tidak mengeluarkan cincin penyimpanannya. Menyimpan semua ini akan memakan waktu terlalu lama. Shen Yu memilih jalan yang paling buas dan nekat.

Ia berjalan ke tengah-tengah perbendaharaan, langsung duduk bersila di atas tumpukan tertinggi Kristal Dao. Ia melepaskan jubah peraknya, memperlihatkan tubuh atasnya yang dipenuhi bekas luka.

Di Alam Atas, menyerap Kristal Dao harus dilakukan dengan sangat hati-hati, karena energi murninya sangat liar dan bisa merobek meridian jika diserap secara paksa. Namun Shen Yu mengabaikan aturan itu.

Ia menyatukan kedua telapak tangannya di depan dada.

"Seni Kaisar Malam: Pusaran Ketiadaan Penelan Langit!"

Seketika, sebuah lubang hitam seukuran kepalan tangan bermanifestasi tepat di atas kepala Shen Yu. Lubang hitam itu berputar semakin cepat, menciptakan daya hisap yang mengerikan.

KRAAAAK! KRAAAAK!

Gunungan Kristal Dao di sekitarnya mulai retak. Jutaan kristal hancur serentak, mengubah bentuk fisik mereka menjadi aliran sungai Qi berwarna biru pekat. Aliran energi murni itu melesat masuk ke dalam pusaran lubang hitam, lalu mengalir deras ke bawah, menembus langsung ke ubun-ubun Shen Yu.

Tubuh Shen Yu tersentak hebat. Wajahnya memerah, urat-urat di sekujur tubuhnya menonjol hingga nyaris pecah. Rasa sakit dari pelebaran meridian secara paksa ini jutaan kali lipat lebih menyiksa dari luka pedang es manapun.

Namun, sang Tiran hanya menggertakkan giginya, memaksa Jantung Iblis-nya untuk berdetak lebih kencang, memompa lautan energi itu untuk memperkuat fondasinya.

Dao Ketiadaan-nya yang sebelumnya ditekan oleh hukum Alam Atas, kini mulai berontak. Energi dari jutaan Kristal Dao menjadi bahan bakar yang memecahkan belenggu tersebut.

Ruangan perbendaharaan itu mulai bergetar. Retakan-retakan kecil muncul di dinding inti bintang.

Di dalam Dantian Shen Yu, lautan Qi yang sebelumnya mengering kini mendidih meluap-luap. Dinding batas dari Dewa Fana Tahap Awal yang mengekangnya mulai menunjukkan retakan.

"Hancur!" raung Shen Yu di dalam hatinya.

Ia meningkatkan daya hisap pusarannya hingga batas maksimal. Ribuan kotak cendana purba meledak, pusaka-pusaka di dalamnya hancur menjadi serpihan dan esensinya ikut diserap tanpa sisa. Seluruh kekayaan Puncak Darah dikeringkan dalam hitungan menit.

BOOOOOOOOOOM!

Sebuah ledakan energi yang tertahan meledak di dalam Dantian Shen Yu. Batas ranah itu akhirnya hancur lebur!

Aura Shen Yu melonjak drastis. Gelombang kejut dari terobosannya menghantam dinding perbendaharaan dari dalam, mengirimkan getaran dahsyat yang tak lagi bisa disembunyikan.

[Terobosan Berhasil: Dewa Fana Tahap Menengah (Mid-Stage Mortal Deity)]

Shen Yu membuka matanya. Tidak ada lagi sisa luka, tidak ada lagi kelemahan. Matanya yang hitam legam memancarkan otoritas absolut yang siap menantang Tiga Puluh Tiga Surga. Ia berdiri, menghirup udara yang kini terasa jauh lebih ringan. Tekanan Alam Atas tidak lagi membebaninya.

Namun, terobosan brutalnya harus dibayar dengan kerahasiaan.

Aula Utama Puncak Darah.

Jenderal Serigala Besi baru saja mengangkat cawan anggurnya tinggi-tinggi untuk bersulang merayakan pembukaan lelang, ketika tiba-tiba...

GRUUUMMM...

Seluruh gunung Puncak Darah bergetar hebat. Cawan anggur di tangan sang Jenderal retak. Meja-meja gading bergoyang, menjatuhkan piring-piring daging panggang kosmik ke lantai kaca es.

Ratusan elit Aliansi terdiam, saling berpandangan dengan wajah tegang.

"Gempa?" gumam salah seorang komandan. "Di Puncak Darah? Mustahil, tempat ini dilindungi oleh formasi penstabil bumi!"

Mata Jenderal Serigala Besi menyipit, insting buasnya mencium bau bahaya. Ia menoleh tajam ke arah sayap timur istana. Fluktuasi energi yang barusan terasa... berasal dari perbendaharaan utama!

"Siaga penuh!" raung Jenderal Serigala Besi, suaranya menggelegar memecahkan kaca-kaca jendela. "Seseorang telah merobek segel perbendaharaan! Segel seluruh pintu keluar aula ini! Tidak ada yang boleh lolos!"

Suasana perjamuan yang meriah seketika berubah menjadi kekacauan. Para elit mencabut senjata mereka. Formasi pelindung berwarna merah menyala di setiap pintu keluar, mengunci aula utama menjadi arena tertutup.

Namun, apa yang tidak disadari oleh sang Jenderal dan ratusan elitnya adalah... mengunci pintu tidak menjebak sang penyusup di dalam.

Sebaliknya, tindakan itu mengunci mereka bersama monster yang baru saja terbangun.

Dari lorong gelap sayap timur, terdengar suara langkah kaki pelan. Sangat pelan, namun beresonansi dengan detak jantung setiap orang di aula tersebut.

Tirai bayangan tersingkap, dan Shen Yu melangkah kembali ke dalam aula perjamuan. Ia tidak lagi mengenakan jubah peraknya. Sabit Penebas Langit tersandang santai di bahu kanannya. Aura Dewa Fana Tahap Menengah-nya tidak ditekan sedikit pun, memancar liar dan menantang.

Mata Shen Yu yang tajam menatap langsung ke arah Jenderal Serigala Besi di atas singgasananya.

"Perjamuannya sangat meriah," kata Shen Yu dengan senyuman yang membekukan darah. "Apakah aku terlambat untuk hidangan utamanya?"

1
Rinaldi Sigar
lnjut
Rinaldi Sigar
lanjut
Rinaldi Sigar
lnjut
Rinaldi Sigar
lanjut
Rinaldi Sigar
lnjut
Rinaldi Sigar
lanjut
Rinaldi Sigar
lnjut
Rinaldi Sigar
lanjut
Rinaldi Sigar
lnjut
Rinaldi Sigar
lanjut
bob: halo kak, kalau suka baca novel fantasi timur, coba baca novel judulnya " zaman para dewa" semoga kakak suka...
total 1 replies
Rinaldi Sigar
lnjut
Rinaldi Sigar
lanjut
Rinaldi Sigar
lnjut
Rinaldi Sigar
lanjut
Rinaldi Sigar
lnjut
Rinaldi Sigar
lanjut
Bambang Widono
👍👍🙏🙏🙏🙏💯💯💯💯💯👍👍👍🙏🙏🙏
Bambang Widono
mantab lanjut Thor 👍👍💯💯💯💯👍👍🙏🙏🙏🙏🙏
aleena
semua karyamu pasti bagus bagus
💪💪💪
Sang_Imajinasi: terimakasih 🙏
total 1 replies
MyOne
Ⓜ️👣👣👣Ⓜ️
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!