NovelToon NovelToon
Sang Pendiri Kekaisaran

Sang Pendiri Kekaisaran

Status: sedang berlangsung
Genre:Ahli Bela Diri Kuno / Fantasi Timur / Balas Dendam
Popularitas:1.1k
Nilai: 5
Nama Author: yogasurendra

Huang Xuan dengan kekuatannya mengguncang dunia memimpin pemberontakan kepada Dewa. Disaat menuju kemenangannya, hal aneh terjadi hingga membuatnya kalah yang kemudian terjatuh kembali ke alam manusia. Disaat kejatuhannya, alam manusia telah memiliki peradaban maju yang ditandai dengan berdirinya dinasti Xia yang merupakan mandat dari alam Dewa untuk manusia. Setiap pemimpinnya memiliki garis darah Dewa membuatnya menjadi penguasa sejati alam manusia. Huang Xuan yang membenci para Dewa memulai perjalanannya dengan menggulingkan Dinasti Xia sebelum dirinya kembali memberontak ke alam Dewa.


"Dengan pedang sebagai pena dan darah sebagai tinta, aku Huang Xuan menulis sejarah dengan cara berdarah-darah. Tidak takut kepada Dewa, Setan dan Iblis karena aku lah penguasa sesungguhnya"

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon yogasurendra, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Singgah Untuk Berlindung

Mereka melewati jalanan kota yang sepi dan pintu serta jendela rumah penduduk tertutup rapat membuat Luo Qingyin heran.

"Apa yang terjadi?"ucapnya bingung.

Luo Qingyao sama halnya dilanda kebingungan menatap punggung ayahnya dari belakang bertanya-tanya situasi yang sebenarnya terjadi. Adipati Agung memperlambat kecepatannya menatap lurus ke depan dengan ekspresi dinginnya. Kota Hanjing begitu besar terdiri dari sembilan lapis wilayah dengan garis lurus istana Xueyue sebagai pusatnya menjadikannya lingkar paling tengah.

"Sunyi dan hening seperti kota mati,"gumam Luo Qingyi.

Huang Xuan melepaskan energi spiritualnya menyebarnya ke seluruh kota memeriksa keadaan yang sebenarnya terjadi.

"Kota ini didirikan sebagai kota militer,"gumamnya menyadari sesuatu.

Adipati Agung menoleh ke belakang secara sekilas begitu merasakan energi spiritual yang terlepaskan. Indra kepekaannya begitu tajam membuatnya mampu merasakan hal-hal kecil. Mereka sampai di wilayah istana Xueyue terlebih halaman istana yang begitu luas dan indah ketika patung giok es menghiasi sudut-sudut istana. Adipati Agung turun dari kudanya begitupun lainnya satu per satu turun dari kereta kuda. Luo Qingyin begitu senang melihatnya kepingan bunga salju yang begitu indah dan kilauan patung giok es yang mempesona.

"Mari masuk,"ucap Adipati Agung dengan ramah.

Mereka semuanya masuk ke dalam istana, pelayan istana telah menyiapkan hidangan di atas meja makan dan Adipati Agung mempersilahkan semuanya untuk duduk di masing-masing kursi.

"Perjalanan jauh tentunya membuat perut kalian kosong"ucapnya dengan senyuman tipis.

Luo Qingyin menganggukkan kepalanya. Begitu Adipati Agung mengangkat sumpit maka yang lainnya mengikutinya sebagai bentuk penghormatan. Semuanya makan dengan lahap menikmati sajian yang tersedia kecuali Luo Qingyao yang sesekali melirik ayahnya seakan ingin menyampaikan sesuatu.

"Ada apa denganmu?" tanya Adipati Agung merasakan tatapan intens putranya.

Suasana di meja makan seketika berubah hening, semua tataopan tertuju kepad Luo Qingyao.

"Tidak apa-apa,"balasnya singkat melanjutkan makannya.

Beberapa saat kemudian Adipati Agung meletakkan sumpitnya tanda bahwa sesi makan telah usai.

"Pelayan akan menyiapkan kamar untuk kalian,"ucapnya diangguki oleh lainnya.

Adipati Agung meninggalkan meja makan diikuti oleh kehadiran beberapa pelayan yang mengantarkan mereka menuju kamar masing-masing. Tersisa Luo Qingyao yang sedari tadi duduk diam di meja makan kemudian beranjak berdiri menyusul ayahandanya yang dimana ia tahu keberadaannya.

Krieett...

Suara pintu terbuka, cahaya lilin samar-samar menerangi ruangan tersebut. Adipati Agung hanya mengangkat kepalanya sejenak untuk melihat seseorang yang datang sebelum melanjutkan pekerjaanya kembali.

"Apa yang ingin kau tanyakan?" ucapnya tanpa berbasa-basi ketika melihat putranya Luo Qingyao yang masuk ke dalam ruang kerjanya.

"Apa yang sebenarnya terjadi? Mengapa seluruh kota terasa sunyi dan hening," jawab Luo Qingyao.

"Tidak ada apa-apa," balas Adipati Agung singkat.

Luo Qingyao mengepalkan tangannya erat begitu mendengar jawaban yang tak sesuai menurutnya. Ia melangkah maju untuk lebih dekat melihat dokumen yang sedang dikerjakan oleh ayahandannya itu.

"Segel?"gumamnya pelan.

"Ya. Kau ingin tahu alasan dibalik semua yang terjadi?"balas Adipati Agung.

Luo Qingyao mengangukkan kepalanya.

"Kerajaan Yinluo telah hancur. Mereka telah tewas para penjaga melindungi negera Yinluo dengan harga nyawa untuk kerajaan dan Raja Yinluo beserta Permaisuri Shen tewas menukarkan nyawa untuk putri Luo Qingyin,"ucap Adipati Agung mengangkat kepalanya menunjukkan ekspresi datar dan pandangan kosong.

Deggg!!

Jantung Luo Qingyao seakan-akan terhenti sejenak. Tubuhnya kehilangan keseimbangan membuatnya memegang sesuatu di sekitarnya sebagai pegangan.

"Bagaimana bisa? Mereka telah menjaga Yinluo selama ini dan semuanya adalah pendekar terkuat yang dimiliki oleh Yinluo,"ucap nya seakan tak percaya dengan apa yang baru saja didengarnya.

"Kau terlalu polos. Apakah kau mengira alasan Yinluo ada hanya karena para penjaga benteng Wang Guan?  Mereka semua memang kuat akan tetapi sebagai manusia tak sebanding dengan mereka bangsawan kelas atas Xia. Jika bukan karena setiap pemimpin keluarga klan Tang menahan diri untuk tidak mengerahkan seluruh kekuatan militer atas perintah Kaisar maka Yinluo sudah dari dulu telah hancur. Klan Tang memegang plakat militer tertinggi memimpin setiap penaklukkan wilayah untuk tunduk dan menjadi bagian Xia,"balas Adipati Agung membuat keyakinan Luo Qingyao selama ini runtuh hancur berkeping-keping ketika menyadari bahwa harapan yang selama ini dipercayainya ternyata hanyalah belas kasihan musuh.

"Klan Tang salah satu dari empat penjaga Ibukota Tianqi sekaligus takhta Kaisar. Mereka mewarisi darah Xuanwu yang legendaris mengalir dalam diri mereka. Saat ini Jendral Besar Tang Weiran lah yang telah menerima pembatisan mengaktifkan garis darah Xuanwu miliknya yang paling murni menjadikannya pemimpin klan Tang saat ini. Formasi Xuanwu legendaris bukan isapan jempol belaka, ditangan Jendral Besar Tang Weiran maka formasi itu menjadi mematikan. Raja Yinluo meminta Luo Qingyin mengantarmu pulang merupakan cara menyelamatkan garis darah murni kerjaan Yinluo. Takhta Yinluo tetap milik keturunan kakak ku apapun yang terjadi karena dia lah yang paling berhak. Kau mungkin bisa menggantikan Luo Qingyin, pergi dari sini menggantikannya duduk di singgasana Raja. Akan tetapi kau tak akan bisa melakukannya karena takdirmu hanya sebagai pelindung Raja sama seperti aku,"

Kenyataan bertubi-tubi membuat Luo Qingyao pusing. Dia seakan-akan menjadi bodoh begitu mendengar kebenaran yang kian menyakitkan. Ia menatap ayahnya dengan pandangan rumit dan dipenuhi segala pertanyaan.

"Jika klan Tang mampu meratakan sembilan negeri membunuh paman Raja dan permaisuri maka apa keyakinan ayahanda dalam menjaga Luo Qingyin?"

"Kerena Beiyue adalah Tanah Yang Dijanjikan. Dengan keyakinan itu aku bisa melindungi Luo Qingyin. Alasan Xia ingin menguasai Yinluo adalah karena Tanah Yang Dijanjikan akan tetapi mereka tak tahu bahwa Tanah Yang Dijanjikan yang sebenarnya adalah Beiyue bukan keseluruhan Yinluo,"jawa Adipati Agung mengungkapkan dengan jelas alasan keyakinannya selama ini.

"Apa sebenarnya dari Tanah Yang Dijanjikan itu?"

"Berhenti! Belum saat nya kau mengetahui nya dan cukup sampai disini saja hal yang perlu kau ketahui. Sebelum aku mati kau tak akan mengetahui rahasia itu dari mulutku sendiri. Ingatlah satu hal, jaga Luo Qingyin tak peduli apapun yang terjadi bahkan menukarkan nyawamu sendiri demi keselamatannya. Bukan demi keegoisan melainkan demi apa yang telah ditakdirkan,"jawab Adipati Agung melambaikan tangannya memaksa Luo Qingyao ke luar dari ruang kerjanya.

Brakkk!!!

Pintu tertutup rapat. Luo Qingyao hendak meraih ganggang pintu kembali akan tetapi sesuatu di dalam pikirannya menghentikannya saat ini.

"Apakah aku perlu memberitahun semua ini kepadanya?"gumamnya ragu.

"Ayahanda! Aku tahu seseorang bisa menghentikan semua ini, dia lah yang berhasil menundukkan penguasa sungai Yinshe dan membantai pasukan kalvaleri langit yang dipimpin oleh Tang Shuyun bahkan mengalahkannya menjadika sandera. Jendral Besar Tang Weiran tentu saja mempertimbangkan nyawa putranya dan kita bisa menukarkan demi keutuhan kerajaan Yinluo,"ucapnya menaikkaan nada bicaranya.

Tak ada balasan dari dalam ruangan membuat Luo Qingyao menundukkan kepalanya kecewa lantas pergi dari tempat tersebut.

1
Nanik S
Huang Xuan lupa ingatan
Nanik S
Perang lagi
Nanik S
Ternyata Menyelamatkan Qingyun agar terhindar dr peoerangan
Nanik S
Kaisar ternyata licik juga
Nanik S
Naga perak pasti lenyap
Nanik S
Petikan senar hanya menghancurkan tombak 👍👍
Nanik S
Budak para dewa
Nanik S
Apakah Huang Xuan akan meninggalkan dunia Fana
Nanik S
Lanjuutkan
Nanik S
Huang Xuan .. menyesuaikan kondisi tubuhnya di alam yang baru
Nanik S
Hadir 🙏
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!