*merried for revenge
bukan ajang perlombaan ini hanya sekedar balas dendam , balas dendam antar saudara yang tak kunjung padam.
liyan menatap nanar HP yang baru saja di banting hingga berserakan di lantai. emosi nya memuncak dan tak terkendali karena sang kekasih meninggalkan liyan demi memilih bertunangan dengan musuh bebuyutannya.
"5 tahun kita pacaran kau malah memilih laki laki sialan itu karena dia di pewaris. " umpat nya tertahan di antara rahang yang sudah mengeras
"brengsek!! "
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Jee Jee, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
13
...
...
" ohh jadi gitu.?"
"Apa yang gitu..?"
"Belum bisa move on ternyata. Khkhkh.." kekehan sperti ledekan terdengar dari si perempuan
"Siapa..?"
"Aduh.. aduhh pelan pelan apa salah.." protes Leon ketika Adeline menekan kapas di atas pelipis nya yang terluka
"Kamu mabukk.. makanya jangan minum banyak banyak.." omel Adeline
"Iya aku mabuk.." jawab nya menurut saja kepada wanita itu.
Pikirannya kalut dia sedih teringat Kejadian satu jam yang lalu.
"Ambilin minum.." perintah nya kepada Adeline,
meski perempuan itu biasa nya di layani pelayan tetap saja tidak pernah membantah perintah Leon. Mungkin itu yang membuat Leon memiliki kesan baik terhadapnya
"Mama tadi kesini beliin kelapa muda buat kamu.. katanya kamu suka ini" Adeline membawa segelas air putih dan kelapa mudah yang di beli mertuanya
"Makasih " Leon mengambil kelapa mudah di tangan istrinya lalu Adeline menaruh segelas air putih di nakas.
"Aku mau kekamar mandi dulu.." pamit Adeline
Ntah kenapa Adeline merasa sedikit gerah, mungkin karena cuaca saat ini panas. Adeline memutuskan mengganti baju yang sedikit tipis dan agak terbuka dres tidur yang dasarnya katun selutut dan berlengan sebahu
" Baju ini adem banget di pake tidur." Gumam adeline, menurutnya itu bukan baju haram yang membuat si Leon kulkas itu nafsuan
Berbeda dengan Leon yang tengah memegang dadanya. Leon merasa kepanasan setelah meminum air putih yang di bawa Adeline tadi kandas begitu saja tapi tidak menghilangkan Rasa gerah dan tak nyaman pada tubuhnya
. Sepertinya jagoan kecil terbangun di tempat tersembunyi membuat si empunya bergerak tak nyaman
Saat matanya tidak sengaja melihat Adeline mendekat kekasur tatapan Leon seperti kelaparan, tubuh putih mulus betis yang jenjang dan dada yang menantang membuat jagoan kecilnya semakin keras.
Adeline kaget setengah mati saat dirinya di tarik ke pangkuan Leon sedangkan tangan Leon dengan nakal mengelus pahanya.
Adeline takut kenapa Leon tiba tiba seperti itu jangan jangan Leon kesurupan lagi
"Ka.. kamu kenapa?" Tanya nya gugup
"Pengen.." jawab Leon dengan nada rendah membuat buluk kuduk berdiri saja
"Tapi.." Tampa sempat Adeline menjawab bibirnya telah dilahap habis habisan
Ini tidak benar Leon sangat aneh Adeline merasa ada yang janggal. Bukan seperti ini yang di inginkan ya Adeline sama sekali tidak pernah membayangkan hal yang seperti ini.
Apakah baju ku terlalu terbuka,. Adeline berkata dalam hati, dia menangis dan memberontak ketika Leon menarik paksa bajunya.
"Kenapa..hikss..." Tangis pilu Adeline menggema didalam kamar yang memang kedap suara
"Apa aku salah melakukan ini hmmpp... Bukan kah kita suami istri?? Aku saja memberi mu nafkah masa kamu tidak melakukan kewajiban, bukan kah itu tidak adil.." Leon sudah di luar kendali
"Tapi bukan begini.. hikss,." Tangisnya makin pecah
Leon berhasil menerobos pertahanan yang selalu di jaga bahkan Liyan saja sangat menghargainya meski dia pernah menggoda dan sengaja bertingkah seksi didepannya tetap Liyan tidak ingin merusaknya.
Tapi lihatlah keperawanannya di renggut paksa Leon yang notabene nya suaminya sendiri. Meski suami tapi ingat kata paksa.. dia tidak pantas di perlakukan seperti itu.
Suara tangis yang tadi menjerit sekarang terdengar sedikit berbeda. Di selah tangisannya terdengar suara desahan desahan kecil di bibir Adeline dan itu membuat nya semakin benci dengan reaksi tubuhnya.
Ironis bukan?
***
Sedangkan di tempat lain zheya dengan telaten mengobati luka luka diwajah tampan Liyan
"Kenapa..?" Tanya Zheya sadar tengah di perhatikan
"Ga ada" jawab si brengsek Huang itu
"Oh"
Sedang asyik mengobati luka tiba tiba tangannya di pegang.
"Duduk aja. Ga bakalan apa apa kok.." ucap Liyan pasalnya udah setengah jam masih saja Zheya sibuk dengan posisi seperti itu mengompres dengan batu es dan mengolesi obat di bagian-bagian luka nya
"Nanti makin jelek gimana..? " Timpalnya dan memilih duduk bersandar di ranjang
"Ya ga gimana gimana.. " Liyan sebenarnya tidak tahan melihat pemandangan gunung kembar yang sedikit terbuka menghadangnya jika posisi Zheya terus seperti itu. Nanti dia lepas kendali gimana kan bahaya
"Kenapa berantem??." meski dia tau hubungan si bajingan dengan si brengsek tidak baik alangkah baiknya tidak berseteru diantara reuni setelah sekian lama
" dia keterlaluan.." jawabnya singkat
"Emang masalah apa lagi.?." tanya Zheya menatap mata Liyan
"Pengen tau..? " Tanya Liyan kemudian memalingkan pandangan nya
"Kalau ga mau cerita ya.. terserah.." jawab Zheya dan mengubah posisi nya menjadi tidur dan membelakangi Liyan.
Sebenarnya Zheya itu orangnya penasaran banget jika menyangkut orang yang di kenal nya cuma gengsinya gede dan kembali memasang image yang tidak pedulian ya
"Mau dengar gak..!" Entah mengapa Liyan lebih peka terhadap sifat Zheya yang seperti ini. Padahal Adeline Margaret lebih blak blakan mengutarakan keinginannya pun dia sadar tidak ada peka peka nya Terhadap mantan pacarnya itu
"Jadi gini.. Leon itu dari awal yang memprovokasi duluan..
Aku udah berusaha buat control emosi tapi dia pancing terus.
Kamu tau ga apa yang dia bilang ke aku..??"
"Enggak.." jawab Zheya dengan polosnya berusaha mencoba memahami kejadian tadi
"Rasanya ingin membunuh nya saat itu juga.. jika tidak ingat dia saudara udah mati tuh orang. Tapi percaya lah dia yang mukul duluan.."
"Aku percaya.. emang apa yang di bilang..?" Zheya masih penasaran dengan ucapan si bajingan Leon
"Yakin mau tau.." sebenarnya Liyan tidak mau mengatakan ini cukup dia yang dengar. Dia tau Zheya sakit hati jika tau omongan Leon.
"Aku udah penasaran loh.." Zheya memaksa agar Liyan bercerita
" dia bilang kamu dan dia udah pernah begituan..Katanya aku belum nyobain kamu sedangkan dia sering melakukan itu denganmu"
Apa telinga nya tidak salah mendengar pengakuan Liyan.? Atau mungkin dia lagi ngeleg karena kapasitas jaringan nya cuma 2G
"Maksudnya.." wajahnya terlihat senduh mencoba memahami kata kata Liyan
"Hmpp" cuma gumam kecil sebagai jawaban dari mulut Liyan
"Jadi kamu percaya??" Zheya tidak menyangka jika Leon mengatakan hal menjijikan seperti itu
"Ha?" Sekarang giliran Liyan yang ngeleg karena pertanyaan tiba tiba itu
Tiba tiba bantal mendarat kekepala Liyan lalu pelakunya membelakangi liyan dengan kesal.
Bagaimana mungkin padahal Liyan orang pertama yang merenggut kesuciannya dengan cara yang sangat brengsek. Masa iya dia percaya begitu saja kepada Leon, tidak liat waktu itu darahnya sangat banyak
Tiba tiba punggungnya terasa hangat dan tangan melingkarnya dengan elit di perutnya dengan sedikit bisikan lembut di telinganya membuat bulu kuduk berdiri.
" Makanya coba lagi biar aku ga percaya." Bisik Liyan dengan nadahrendah
"Telat.." jawabnya ketus dan mendorong tubuh pria itu menjauh