NovelToon NovelToon
Lumpuh

Lumpuh

Status: sedang berlangsung
Genre:Teen Angst / Romantis / Cintapertama
Popularitas:700
Nilai: 5
Nama Author: Vermilion Indiee

Dibunuh berkali - kali tapi tidak mati.

Itulah kehidupan Alexa. Terlahir dari keluarga yang tidak benar - benar utuh, Alexa tumbuh dengan luka yang terlalu dini. Ia bahkan menyaksikan sendiri saat ayahnya, dalam keadaan mab*k, memb*nuh Ibunya.
Steven—orang asing yang kebetulan ada di tempat kejadian kala itu, justru menambah tekanan hidup Alexa karena melibatkannya dengan polisi.
Alexa pikir, dia akan membenci Steven. Namun yang terjadi sebaliknya.
Peran Steven di kehidupan Alexa menjadi begitu penting. Harapan untuk sembuh dari luka dan trauma masa lalunya cukup besar dengan kehadiran Steven.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Vermilion Indiee, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Ch. 13 - Belum Tenang

Alexa terbaring di lantai kontrakannya, di antara barang - barang miliknya yang berserakan. Pakaian, bungkus makanan dan barang - barang lainnya tercampur berserakan.

Tidak ada ketenangan sedikit pun meskipun Steven sudah benar - benar tidak muncul lagi di hadapannya.

Tidurnya tidak pernah nyenyak karena selalu mendapatkan mimpi buruk, setiap malam selalu merasa diintai oleh seseorang, kesibukan orang - orang di luar kontrakannya pun, membuatnya merasa tak aman.

Hal terburuknya, tubuhnya bahkan menolak setiap makanan yang masuk ke dalam perutnya. Dia selalu memuntahkannya kembali meski tidak ingin.

"Neng Alexa..." Terdengar panggilan seseorang bersamaan dengan ketukan pintu kontrakannya dari luar.

Seketika Alexa bangkit karena terkejut dan melihat ke jam dinding yang menunjukkan pukul 20.00. Detak jantungnya seketika berdegup kencang berpikir bahwa yang datang memanggil namanya adalah orang jahat.

"Neng, ini Ibuk. Kamu baik - baik saja, kan?"

Nafas Alexa langsung melega menyadari itu suara pemilik kontrakan.

"Saya baik - baik saja, Buk." Alexa membalas dari dalam.

"Syukurlah. Kalau ada apa - apa, langsung bilang ne Ibuk, ya, Neng."

"Iya, Buk. Terima kasih," ungkap Alexa yang sama sekali tidak memiliki niat untuk membuka pintu menemui pemilik kontrakan secara langsung.

Langkah kaki pemilik kontrakan terdengar menjauh. Saat itu, Alexa kemudian sadar kalau dia sudah bersikap tidak sopan pada orang yang lebih tua. Dia kemudian bangkit dan membuka pintunya.

"Buk, maaf." Alexa langsung menghampiri pemilik kosan. "Saya sibuk bekerja dari rumah akhir - akhir ini. Maaf karena bersikap tidak sopan barusan," ungkapnya.

"Oh, nggak apa - apa. Ibuk ngerti kok. Ibuk kira kamu sakit karena tidak keluar sama sekali."

"Saya sehat kok, Buk." Alexa tersenyum menyembunyikan semuanya.

Sebenarnya, dia jauh dari kaya sehat. Terlalu jauh kebohongannya itu. Alexa bahkan merasa dia mulai tidak waras, tapi terus saja mengatakan pada orang yang menanyai keadaannya bahwa dia baik - baik saja.

"Syukurlah kalau begitu. Jangan sungkan - sungkan datang ke rumah kalau ada apa - apa, ya."

"Siap, Bu. Besok saya sudah tidak WFH lagi," ucap Alexa ngarang. Jangankan WFH, dia saat ini tidak memiliki pekerjaan apa pun.

Alexa hanya tidak ingin menimbulkan kecurigaan dengan tidak keluar rumah sama sekali—bahkan sekedar untuk menghirup udara segar.

"Oh begitu... baguslah. Kalau begitu, istirahat yang banyak, ya." Pemilik kontrakan menepuk pundak Alexa dan kembali ke rumahnya yang berjarak beberapa rumah dengan unit yang ditinggali Alexa.

Dengan langkah malas, Alexa kembali ke rumahnya dan hanya memandang semua kekacauan itu. Dia tidak memiliki niat sama sekali untuk membereskan kekacauan itu karena terlalu melelahkan. Bersih tidak bersih, dia tetap tak bisa tidur.

Sesaat, dia memandang wajahnya di cermin. Kantung mata hitam terlihat jelas di matanya yang terlihat lelah. Wajahnya kucel, ikatan rambutnya berantakan seperti orang yang baru bangun tidur.

"Aku hanya ingin tidur," keluhnya duduk di lantai menyandarkan tubuhnya di lemari.

Tak bisa disangkal bahwa Alexa sangat mengantuk. Dia mulai memejamkan matanya berharap tak ada mimpi buruk yang menghampirinya. Namun ketika dia hampir benar - benar terlelap dan tak mendapati mimpi apa pun, tubuhnya bereaksi terkejut.

Entah apa yang membuatnya seperti itu, tapi membuat Alexa merasa frustrasi.

"Aku lelah..." gumamnya membaringkan tubuhnya di lantai—meringkuk.

Dia memandang lurus ke depan. Pelan - pelan menghapus bayang - bayang ketakutannya dan masih mencoba kembali memejamkan matanya agar terlelap beberapa kali dia mencoba sampai benar - benar berhasil.

BUNG!

Lagi - lagi tubuh Alexa tersentak karena mendengar suara benturan dari luar kontrakannya. Baru tujuh menit berlalu sejak dia memejamkan matanya dan mulai merasa nyaman.

"Tidak bisa seperti ini terus," katanya bangkit.

Alexa meraih jaket miliknya dan memakainya sembari berjalan keluar dari kontrakannya. Dia tak peduli sama sekali dengan para tetangga yang ternyata tengah bergerombol entah melihat apa.

Dengan langkah panjang dan cepat tak mau menahan kantuk lagi, Alexa berjalan menuju apotek.

"Permisi, Kak. Ada obat tidur?" tanya Alexa pada apoteker.

"Apakah ada resep dokternya?" tanya Sang Apoteker.

"Tidak. Tolong berikan yang aman dan bisa dibeli tanpa resep dokter. Saya hanya ingin meminumnya untuk malam ini." Alexa berusaha mendapatkan obat itu karena tidak tahan lagi.

"Baiklah. Mohon tunggu sebentar."

Sang Apoteker kemudian memberikan Alexa obat tidur dan Alexa segera membayarnya. Dia tidak tahu itu akan berfungsi atau tidak karena dia yakin dosisnya tidak begitu besar.

Dan entah aoa yang dipikirkan oleh Alexa. Karena tidak puas, dia kini berjalan ke warung untuk membeli yang lainnya.

"Cari apa, Neng?" tanya pemilik warung.

"Saya mau beli antimo sepuluh, Bu," jawab Alexa tanpa pikir panjang.

Dia tahu efek samping obat untuk orang yang mabuk perjalanan itu bisa menimbulkan rasa kantuk. Karena tidak bisa membeli banyak obat tidur di apotek, Alexa berusaha mencari cara lain.

"Ini, Neng."

Alexa menerima obat itu, mengambil sebotol air mineral dan membayarnya.

Tanpa menunggu sampai di rumah, Alexa sempat berhenti di pertengahan jalan pulang, duduk dj kursi pinggir jalan dan meminum semua obat yang dibelinya sekaligus. Dia ingin tidur tanpa sedikit pun merasa waspada.

Beberapa menit berlalu, Alexa belum beranjak. Dia memandang ke jalanan di mana banyak mobil dan motor masih lalu lalang meskipun sudah malam.

"Hai, cantik. Boleh kenalan?" Tiba - tiba seseorang mendekat.

Alexa mendongak dan langsung bangkit berlari menjauh dari dua pria yang menghampirinya mengajak kenalan.

Tak ada satu pun orang yang Alexa pegang kepercayaannya saat ini—bahkan dirinya sendiri. Apa pun itu, kewaspadaannya selalu dia fokuskan pada dirinya dan orang asing.

Tubuh Alexa mendadak terhuyung. Pandangannya agak kabur, rasa kantuk menjalar ke seluruh tubuhnya. Tubuhnya mendadak begitu lemah sampai dia berpegangan pada tiang listrik yang ada di hadapannya.

"Aku ngantuk," katanya mulai merasa kepalanya berkunang - kunang.

Dengan keadaan apa adanya, Alexa berusaha tetap melangkah pulang sebelum dia lupa pada jalan menuju kontrakannya karena efek samping kantuk dari obat yang dikonsumsinya.

Apa yang dilihat benar - benar sudah buram. Pohon - pohon seperti bergerak maju ke arahnya, namun jalanan yang dilihat Alexa terlihat begitu panjang dan jauh. Tapin kakinya tidak berhenti melangkah.

TIIN... TIIN...

Saat itu Alexa berhenti, menoleh ke sumber suara dan melihat cahaya yang sangat terang di tengah jalanan melaju ke arahnya dengan kecepatan penuh.

Alih - alih menghindar, Alexa membatu dan menyipitkan matanya memastikan cahaya apa yang bergerak begitu cepat menghampirinya itu.

Klakson panjang memekakkan telinga Alexa, membuatnya sadar bahwa cahaya itu adalah lampu mobil. Alexa ingin menghindar tapi matanya justru terpejam karena terlalu berat untuk terbuka, kakinya juga seperti mengeras hingga tak bisa digerakkan.

CIIIT... BRAK!

BUGH!

Alexa merasakan tubuhnya terlempar hingga punggungnya membentur aspal. [ ]

1
Irnawati Asnawi
😍😍😍
Irnawati Asnawi
setiven yang ngomong aku yang dek dekan, 😍😍😍
Vermilion Indiee: Wkwk... aku juga🤭
total 1 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!