NovelToon NovelToon
Sistem Penebusan Hantu

Sistem Penebusan Hantu

Status: sedang berlangsung
Genre:Misteri / Horror Thriller-Horror / Hantu
Popularitas:438
Nilai: 5
Nama Author: Lady Y

Terbangun tanpa ingatan dan identitas yang tercatat, Ezra mengandalkan sistem aneh untuk beradaptasi dengan kehidupan barunya. Sejak saat itu dia mulai berinteraksi dengan hantu, melakukan penebusan untuk mereka, dan menciptakan berbagai kisah aneh yang abadi.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Lady Y, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

13 - Kematian Sang Cucu

Tujuh tahun lalu, anak kecil itu baru saja berjalan pulang dari sekolahnya dengan riang. Dia yang yatim piatu dan miskin tidak memiliki banyak teman, namun itu tak membuatnya sedih, karena selama kakeknya masih ada, dia tidak akan pernah kesepian.

Sayangnya kakek memiliki penyakit mata yang membuatnya hampir buta, anak kecil itu mengingat bahwa kakek menitipkannya uang tadi pagi untuk membeli obat tetes mata.

Dia yang masih kecil dan tidak tahu apa-apa mengira obat itu bisa menyembuhkan kebutaan kakeknya. Namun, setiap kali dia bertanya pada kakeknya, kakek mengatakan obat itu hanya bisa mencegah kebutaannya agar tidak semakin parah, kakek bilang penyakit matanya itu semacam glaukoma atau sesuatu.

Meskipun dia tidak bisa memahami hal-hal ini, dia diam-diam menumbuhkan cita-cita menjadi dokter, agar dia mengerti dan bisa menyembuhkan penyakit mata kakeknya.

Setelah membeli obat dari satu-satunya apotek di desa tempatnya tinggal, entah mengapa dia teringat bahwa hari ini adalah hari panen di desanya. Jadi dia tidak langsung pulang, melainkan berjalan menuju area persawahan.

Saat itulah kecelakaan terjadi, dia ditabrak oleh sebuah truk.

Sopir truk itu segera turun untuk memeriksanya.

"Tolong... Aku..." Anak kecil itu hanya berhasil mengucapkan dua kata ini sebelum dia kehilangan kesadarannya.

Saat sopir mengecek nafasnya, anak itu sudah berhenti bernafas. Dalam kepanikan, sopir itu tidak mau bertanggung jawab dan berniat untuk membuang mayatnya.

Sang sopir terus menggumamkan berbagai skenario adegan pembuangan mayat, mulai dari membuang mayat ke laut, menguburkannya, memutilasi dan membuangnya di banyak tempat, membakar mayat dan lainnya.

Namun sopir itu adalah seorang penakut, dia takut di datangi hantu, sehingga dia mengurungkan cara pembuangan mayat dengan cara menghancurkannya.

Dalam kebingungan ini... Dia teringat akan kuburan leluhurnya di dekat sana, seperti inspirasi dari sang ilahi, dia memunculkan ide yang tidak pernah disangka oleh siapapun, dia berniat menguburkan mayat anak itu ke kuburan leluhurnya sendiri.

Kuburan itu milik kakeknya, berada di halaman rumah tua yang sudah lama ditinggalkan. Saat itu karena kuburan di desa penuh, banyak orang akhirnya dikuburkan di halaman rumah mereka sendiri, jadi bukan hal yang aneh memiliki kuburan di halaman rumah.

Sang sopir segera menggali kuburan, meletakkan anak itu ke dalam lubang, dan mulai menutupi kembali lubang dengan tanah.

Namun, yang tidak disadari sang sopir, anak itu belum mati saat dikuburkan, tangannya menjulur ke luar dengan lemah, tangan itu masih menggenggam obat tetes mata untuk kakeknya dengan erat.

"Kakek... Obat ini... Berikan ke kakek."

Genggaman tangannya melemah, obat tetes mata berguling menjauh, anak itu menyentuh kaki sang sopir, namun sang sopir sama sekali tidak menyadarinya.

Anak itu akhirnya dikuburkan, dia mengalami siksaan yang tidak dapat dibayangkan oleh siapapun.

Setelah tertabrak truk, tubuhnya penuh luka yang pedih, dia bahkan hampir tidak bisa bernafas. Sang sopir salah mengira bahwa anak itu telah mati, dalam kepanikan, dia berencana membuang mayat dengan menguburkannya ke kuburan kakeknya. Namun, anak itu masih hidup, dia dikuburkan hidup-hidup, tubuhnya yang kecil sudah tak berdaya, ditambah luka yang membuatnya lumpuh, dia sama sekali tidak bisa mengeluarkan dirinya dari dalam tanah. Perlahan dia tidak bisa lagi bernafas, kehilangan banyak darah, serta rasa sakit dan sesak yang terus menghantuinya membuat ia... Benar-benar mati.

Anak itu akhirnya menjadi hantu... Dia tidak menginginkan penguburan yang lebih layak, dia juga tidak menuntut hukuman untuk sopir yang telah menyebabkan kematiannya. Satu-satunya keinginannya adalah memberikan obat tetes mata yang telah dia beli kepada kakek yang dia cintai, satu-satunya orang yang menemaninya dalam hidup setelah orang tuanya pergi dari dunia ini.

Ezra menonton adegan ini dari cermin karma, hantu anak kecil itu juga menonton bersama di sampingnya.

"Jadi, bisakah kakak memberikan obat tetes mata itu pada kakek?" Bahkan sekarang, keinginan anak itu hanya ini.

"...Ya." Suara Ezra bergetar saat mengucapkan satu kata ini, dia tidak tahu, dia hanya merasa sesak.

Seorang anak kecil yang polos dan tidak tahu apa-apa, seisi dunianya hanya berputar untuk sang kakek, dia ingin menjadi dokter untuk menyembuhkan mata kakeknya, tapi dia tidak punya cukup waktu untuk mewujudkannya.

Ezra akan mencari obat tetes mata itu yang sudah tujuh tahun tergeletak entah dimana. Dia juga akan mengembalikan tubuh sang cucu kembali pada kakeknya, meskipun mungkin sudah menjadi tulang, dia juga ingin... Kebenaran kejam itu terungkap, agar sang sopir mendapatkan hukuman dan rasa bersalah seumur hidupnya.

Dituntun oleh hantu anak kecil, Ezra sampai ke halaman rumah yang ditinggalkan itu, dia melihat beberapa kuburan berjejer rapi. Ezra menuju kuburan tempat anak itu terkubur. Dia mencari, dan untungnya, mungkin karena ada koneksi khusus, hantu anak itu menemukan sebotol obat tetes mata di pohon dekat pagar.

Tujuh tahun berlalu, mungkin terbawa oleh air hujan dan hewan kecil, obat itu telah berpindah posisi sejauh itu.

Ezra mengambil botol obat tetes mata yang tertutup lumpur dengan tangan gemetar, dia menggunakan bajunya untuk membersihkan noda lumpur itu, sama sekali tidak peduli membuat bajunya kotor.

Ezra mengangkat botol obat tetes mata ke atas, cahaya matahari membuat botol itu terlihat suci, inilah kesucian cinta seorang cucu kepada kakeknya.

"Ayo, aku akan memberikannya pada kakekmu."

Ezra melihat kuburan, tunggu sebentar lagi, dia akan mengembalikan tubuh sang cucu kepada kakeknya.

"Ezra, kenapa kamu kesini lagi?" Tanya Yudha.

Tidak ada tanggapan apapun, Ezra berjalan langsung ke arah sang kakek.

Mungkin kakek bisa merasakannya, dia mendongak, matanya yang pucat karena tidak bisa melihat itu seolah-olah bisa melihat kedatangan Ezra.

"Apakah kamu termasuk anggota polisi?" Tanya kakek itu.

"Tidak." Ezra berdiri di hadapan kakek, dia menarik satu tangan kakek, meletakkan obat tetes mata itu di tangan kakek.

Ekspresi kakek tiba-tiba menunjukkan kesedihan, meskipun dia tidak bisa melihat, dia juga tidak tahu apa yang diberikan oleh Ezra, dia masih memiliki hati yang merasakan kedekatan familiar, seperti rasa cucunya.

"Dimana cucuku?"

"Aku akan mengembalikan cucumu sebentar lagi." Ezra menggunakan tangannya untuk menghibur sang kakek.

"Dimana cucuku?" Kakek terus menanyakan hal yang sama, dia menggenggam tangan Ezra dengan erat, tubuh yang sudah tua dan renta itu bahkan berhasil meninggalkan bekas merah di tangan Ezra.

Kali ini Ezra tidak menjawab lagi, dia menatap Yudha, sejak dia terbangun tanpa ingatan, dia sepertinya memiliki hubungan khusus dengan kepolisian.

Pada pihak polisi, Ezra telah berulang kali menggunakan cara di luar nalar untuk membantu hantu, kali ini pun sama, dia bahkan tidak berniat bersembunyi lagi.

Ungkapkan saja sedikit kebenaran, biarkan dia mendapatkan dukungan polisi, dengan cara ini... Di masa depan, mungkin polisi bisa membantunya secara terbuka untuk menebus hantu. Terutama pada hantu-hantu dengan kematian yang tidak adil, mungkin... Mereka bisa mendapatkan sedikit penjelasan untuk kematian mereka, dengan cara menghukum pelaku yang menyebabkan kematian mereka.

1
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!