NovelToon NovelToon
Asisten Kesayangan Pak Manager

Asisten Kesayangan Pak Manager

Status: sedang berlangsung
Genre:Kehidupan di Kantor / Cinta pada Pandangan Pertama / Office Romance
Popularitas:2.5k
Nilai: 5
Nama Author: Seribu Bulan

Felicia datang ke kantor itu hanya untuk bekerja.
Bukan untuk jatuh cinta pada manajer yang usianya lima belas tahun lebih tua—dan seharusnya terlalu jauh untuk didekati.
James Han tahu batas. Jabatan, usia, etika—semuanya berdiri di antara mereka.
Tapi semakin ia menjaga jarak, semakin ia menyadari satu hal: ada perasaan yang tumbuh justru karena tidak pernah disentuh.
Ketika sistem memisahkan mereka, dan Felicia hampir memilih hidup yang lain, James Han memilih menunggu—tanpa janji, tanpa paksaan.
Karena ada cinta yang tidak datang untuk dimiliki, melainkan untuk dipilih di waktu yang benar.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Seribu Bulan, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bagian Empat

Bagi Felicia, hari Sabtu bukanlah lisensi untuk bermalas-malasan di balik selimut. Alih-alih bangun siang, ia justru menganggap akhir pekan sebagai kesempatan emas untuk merebut kembali hidupnya yang tersita pekerjaan.

Rencananya sudah tersusun rapi di kepala: lari pagi untuk memompa endorphin, menikmati sarapan tanpa diburu tenggat waktu, dan diakhiri dengan ekspedisi ke pasar demi menyelamatkan kulkasnya yang sudah setahun belakangan ini hanya berisi botol air mineral dan sayuran layu.

​Feli baru saja menuntaskan putaran kesepuluhnya mengelilingi alun-alun, keringat mengucur deras di pelipisnya, membawa rasa puas yang segar. Dengan napas yang masih sedikit tersengal, ia melangkah menuju sebuah gerobak nasi uduk di pojok jalan.

Aroma santan gurih dan bawang goreng yang menyeruak dari sana seolah menjadi imbalan yang sempurna untuk sepuluh putaran tadi.

​Namun, tepat saat ia baru saja hendak memesan, ponsel di saku legingnya bergetar hebat. Nama "Pak Han" muncul di layar, seketika membuat nafsu makannya menguap.

​"Halo, selamat pagi, Pak?" sapa Feli, mencoba tetap sopan meski jantungnya berdegup bukan lagi karena lari.

​"Feli, kamu di mana?" suara berat Pak Han langsung menodong, tanpa ada jejak keramahan akhir pekan. "Saya di kantor dan mendadak lapar banget. Tolong beliin saya sarapan. Kimbab, atau apa aja lah, yang penting ada proteinnya. Anter ke ruangan saya sekarang, ya."

​Feli tertegun, menatap abang penjual nasi uduk yang sedang menyendok nasi. "Maaf, Pak Han. Tapi... seingat saya hari ini Sabtu. Bukannya kantor libur, Pak?"

​"Saya tahu ini hari libur, Feli. Justru itu, saya lagi lembur sendirian di sini," sahut Pak Han dengan nada yang dibuat-buat seolah dia adalah pahlawan perusahaan. "Udahlah, jangan banyak protes. Belikan aja. Nanti saya kasih bonus lagi. Uang capek karena udah berbakti sama atasan di hari libur."

​Feli menghela napas panjang. Bonus memang terdengar manis, tapi jarak dan kondisinya saat ini sungguh tidak mendukung.

​"Pak, jujur aja ya, saya lagi di alun-alun. Baru selesai jogging. Kalau saya harus ke kantor sekarang, saya harus balik dulu, mandi, baru cari sarapan Bapak," lapor Feli jujur. "Mungkin baru bisa sampai di meja Bapak sekitar dua jam lagi. Gimana, Pak?"

​Hening sejenak di seberang telepon, hanya terdengar suara ketikan keyboard yang cepat.

​"Dua jam? Keburu maag saya kambuh, Feli," keluh Pak Han ketus.

​"Gini aja, Pak. Saya pesenin via GoFood aja ya? Saya pilih menu yang paling enak di dekat kantor. Bapak tinggal terima beres, lima belas menit sampai," tawar Feli, berusaha memberi solusi paling logis.

​"Nggak, nggak mau. Saya nggak suka makanan yang dibawa abang ojek, kadang plastiknya miring, kuahnya tumpah, atau nasinya sudah dingin karena mereka ambil rute jauh," tolak Pak Han keras kepala. "Saya mau kamu yang bawa. Saya lebih percaya kamu yang pilih makanannya supaya kebersihannya terjamin."

​Feli memutar bola matanya, merasa sedikit takjub dengan tingkat kemanjaan bosnya yang satu ini.

​"Ya sudah kalau Bapak memaksa. Tapi Bapak harus sabar menunggu dua jam lagi ya?"

​"Yasudah. Yang penting kamu yang anter!" Klik. Sambungan diputus begitu saja.

​Feli menatap nanar ke arah gerobak nasi uduk di depannya. Sepertinya, rencana sarapan santainya resmi digantikan dengan misi penyelamatan perut sang bos besar.

Feli baru saja hendak menyuap sesendok nasi uduk yang baru ia pesan, ketika ponselnya kembali menjerit. Masih nama yang sama.

​"Kenapa lagi, Pak? Kan tadi katanya mau nunggu dua jam?" tanya Feli, kali ini nada bicaranya sudah sedikit tidak santai.

​"Kamu di alun-alun sebelah mana? Saya sudah di depan gerbang utara," sahut Pak Han enteng.

​Feli nyaris tersedak. "Lho? Kok Bapak sudah di sini? Katanya tadi di kantor lembur?"

​"Tiba-tiba saya ingat ada janji meeting dengan klien di daerah sana jam 10 nanti. Daripada saya kelaparan nunggu kamu dua jam, mending saya jemput saja. Cepat ke gerbang utara, saya pakai mobil hitam."

​Feli terpaksa membungkus nasi uduknya yang baru dicicipi sedikit dan berjalan gontai menuju gerbang. Benar saja, mobil mewah Pak Han sudah terparkir manis. Saat kaca mobil turun, sosok Pak Han yang rapi dengan kemeja slim-fit—sangat kontras dengan Feli yang berantakan—muncul dari balik kemudi.

​"Ayo masuk," perintah Pak Han tanpa dosa.

​"Pak, yang bener aja! Lihat penampilan saya!" Feli menunjuk pakaian olahraganya yang penuh bercak keringat dan rambutnya yang dikuncir asal-asalan. "Saya belum mandi, Pak. Bau matahari! Bapak mau bawa saya ke meeting dengan bau keringat begini?"

​Pak Han melirik Feli dari ujung rambut sampai ujung kaki, lalu tersenyum tipis—senyum yang sulit diartikan. "Makanya, masuk dulu. Saya anter kamu pulang sekarang. Saya kasih waktu sepuluh menit buat mandi kilat, ganti baju yang sopan, lalu kamu temani saya meeting."

​"Tapi Pak—"

​"Tidak ada tapi-tapi, Felicia. Bonusnya saya naikkan dua kali lipat kalau kamu mau bergerak cepat," potong Pak Han sambil membukakan pintu penumpang dari dalam

"Lagipula, saya butuh kamu buat mencatat poin-poin penting nanti. Masa kamu mau biarin saya meeting sendirian?"

​Feli akhirnya menyerah dan masuk ke dalam mobil dengan perasaan campur aduk. Di dalam kabin yang wangi dan dingin itu, ia merasa seperti gembel yang tersesat di istana.

​"Sepuluh menit mandi itu nggak manusiawi, Pak," gerutu Feli sambil memeluk bungkusan nasi uduknya.

​"Waktunya jadi sembilan menit kalau kamu protes terus," balas Pak Han sambil menginjak pedal gas, menyembunyikan senyum kemenangannya karena berhasil menyeret Feli ikut bersamanya.

Feli duduk dengan kaku, berusaha tidak menyentuh jok kulit mobil Pak Han terlalu banyak. "Pak, saya beneran merasa berdosa sama mobil ini. Joknya pasti langsung bau keringat."

"Gampang lah, nanti tinggal saya bawa ke steam mobil." Pak Han menjawab tanpa melepas pandangannya ke jalan.

"Lagian Bapak aneh aneh aja," gerutu Feli. "Harusnya kalau mau minta saya lembur jangan dadakan kek, biar saya bisa siap-siap lebih lagi. Jadi nggak buru-buru gini kan,"

Pak Han mendengus, "jangan banyak protes kamu. Saya juga gak mau sebenernya kerja pas weekend gini, ini terpaksa karena urgent."

"Oh ya, Pak. Nanti kalau di tempat meeting saya mendadak pingsan, itu bukan karena sakit ya."

"Terus karena apa?"

"Karena syok disuruh mandi sepuluh menit. Bapak kira saya anggota damkar, yang bisa standby dan ganti baju dalam hitungan detik?"

Pak Han terkekeh pelan, tipe tawa yang jarang ia perlihatkan di kantor. "Makanya, nanti pas sampai rumah, jangan pakai ritual luluran segala. Sabunan, bilas, selesai. Kalau kamu telat satu menit dari waktu yang saya kasih, saya tinggal."

"Kalau ditinggal malah syukur, Pak! Saya bisa lanjut tidur!"

"Oh, enggak bisa. Kalau saya tinggal, saya jemput lagi pakai sirene biar tetangga kamu keluar semua," ancam Pak Han kalem.

Feli mendengus keras. "Bapak ini sebenernya mau meeting atau mau ngerjain saya sih?"

Pak Han hanya menaikkan volume radio, menyembunyikan senyum tipisnya.

"Dua-duanya."

1
Seribu Bulan 🌙
siap kak makasih yaa😍
Andina Jahanara
lanjut sampe tamat kak 💪
Faidah Tondongseke
Ceritanya seru,Cinta bersemi di kantor,Asiik deh pokoknya
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!