NovelToon NovelToon
The CEO'S Only Cure: Married To The Untouchable

The CEO'S Only Cure: Married To The Untouchable

Status: sedang berlangsung
Genre:Trauma masa lalu / CEO / Anak Yang Berpenyakit / Cinta setelah menikah / Nikah Kontrak
Popularitas:6.2k
Nilai: 5
Nama Author: Ariska Kamisa

Bagi Arkanza Malik, sentuhan wanita adalah racun yang mematikan. CEO dingin ini mengidap penyakit aneh yang membuatnya sesak napas dan kulitnya terbakar setiap kali kulitnya bersentuhan dengan lawan jenis. Namun, sebuah insiden di lorong hotel mengubah segalanya.
Aira, gadis miskin yang kabur dari kejaran rentenir setelah menghantam kepala pria yang ingin melecehkannya, tanpa sengaja jatuh ke pelukan Arkanza. Bibir mereka bertemu dalam kegelapan. Arkanza yang seharusnya mati karena alergi, justru merasakan napasnya kembali. Gadis kumal ini adalah satu-satunya penawar racunnya!
"Aku sudah melunasi hutang ayahmu. Sebagai gantinya, kau harus menjadi istriku dan biarkan aku menyentuhmu kapan pun aku membutuhkannya."
Aira terjebak. Menjadi "obat hidup" bagi CEO kejam yang tidak punya hati. Di antara kontrak miliaran rupiah dan intrik perebutan harta, mampukah Aira bertahan tanpa harus menyerahkan hatinya?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Ariska Kamisa, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 32: Mahkota Berduri

Malam di London terasa lebih dingin dari biasanya. Di lobi rumah sakit yang sepi, Aira berdiri dengan mantel hitam panjang yang menutupi gaun rumah sakitnya. Di jari manis tangan kanannya, melingkar sebuah cincin emas berat dengan ukiran kepala singa—simbol keluarga Vancort yang melegenda di dunia bawah Eropa.

"Kami sudah menyiapkan segalanya, Mademoiselle," ucap seorang pria bertubuh tegap dengan aksen Italia yang kental. Namanya adalah Marco, mantan tangan kanan Lorenzo Vancort. "Edward Sterling sedang mencoba melarikan diri ke pelabuhan pribadi di Dover. Dia membawa sisa-saham ilegal milik ibumu."

Aira menatap lurus ke depan. Sorot matanya yang biasanya lembut dan penuh kasih kini berubah menjadi sedingin es. "Berapa banyak orang yang dia bawa?"

"Dua puluh pengawal bersenjata. Dia pikir dia aman," jawab Marco sambil membukakan pintu mobil antipeluru untuk Aira.

"Pastikan dia tahu siapa yang menjemputnya," bisik Aira saat ia masuk ke dalam mobil. "Dan jangan biarkan satu pun dari mereka menghubungi Arkanza. Suamiku sudah cukup menderita karena keluarga ini. Biarkan dia beristirahat dengan tenang malam ini."

Pelabuhan Dover – Pukul 02.00 Pagi

Edward Sterling tampak panik. Ia menggendong tas berisi dokumen-dokumen penting sambil berjalan cepat menuju yacht miliknya. "Cepat! Kenapa kapal ini belum siap?!" teriaknya pada anak buahnya.

Tiba-tiba, lampu sorot raksasa dari tiga arah berbeda menyala, membutakan pandangan mereka. Sepuluh mobil hitam mengepung dermaga dalam formasi sempurna.

"Edward Sterling," sebuah suara wanita yang jernih namun penuh ancaman menggema melalui pengeras suara.

Aira keluar dari mobil, melangkah di atas aspal yang basah oleh hujan. Di belakangnya, puluhan pria bersenjata lengkap berdiri siaga. Edward mematung, wajahnya pucat pasi saat melihat cincin di jari Aira.

"C-Cincin itu... Bagaimana bisa kau mendapatkan simbol Vancort?!" gagap Edward.

"Darah tidak pernah berbohong, Paman," Aira berhenti tepat beberapa meter di depan Edward. "Kau menggunakan Syarif untuk menyiksa ibuku. Kau menggunakan Arthur untuk menjebakku. Dan kau mencoba membunuh suamiku di atas pesawat."

"Aira, dengarkan aku... Kita ini keluarga! Sterling dan Vancort bisa bersatu!" Edward mencoba bernegosiasi sambil melangkah mundur.

"Keluarga tidak saling membunuh, Edward," Aira memberi isyarat dengan jarinya.

Dalam hitungan detik, pengawal Aira bergerak dengan efisiensi yang mengerikan. Suara tembakan yang diredam terdengar beruntun. Satu per satu orang-orang Edward tumbang tanpa sempat menarik pelatuk. Edward jatuh terduduk, dikelilingi oleh mayat-mayat anak buahnya.

Aira mendekat, berdiri di atas Edward yang gemetar. "Aku tidak akan membunuhmu. Itu terlalu mudah. Aku akan menyerahkanmu pada otoritas internasional dengan semua bukti kejahatan keuanganmu. Tapi sebelumnya..."

Aira membungkuk, membisikkan sesuatu yang membuat Edward berteriak ketakutan. "...seluruh harta Sterling yang kau banggakan, sudah berpindah tangan ke yayasan amal atas nama Ibuku. Kau sekarang tidak punya apa-apa. Kau hanya seorang pengemis yang menunggu ajal di penjara."

Kamar Rumah Sakit – Pukul 04.00 Pagi

Aira kembali ke kamar dengan langkah sangat pelan. Ia melepas mantelnya yang berbau mesiu dan hujan, lalu menggantinya dengan sweter rajut yang lembut. Ia mencuci tangannya berkali-kali di wastafel sampai kulitnya memerah, mencoba menghilangkan "bau darah" yang ia rasakan.

Saat ia berjalan menuju ranjang, ia terkejut melihat Arkanza sudah duduk bersandar, menatapnya dengan pandangan yang sulit diartikan.

"Dari mana saja kau, Aira?" suara Arkanza rendah dan berat, penuh dengan kecurigaan.

Aira tersentak, namun ia mencoba bersikap tenang. "Aku... aku hanya mencari udara segar, Arkan. Aku tidak bisa tidur."

Arkanza menarik tangan Aira, menariknya mendekat hingga Aira terduduk di tepi ranjang. Arkanza menghirup aroma dari leher Aira, lalu matanya terpaku pada jari manis istrinya. Cincin itu sudah dilepas, tapi bekas merah di kulitnya masih ada.

"Udara segar?" Arkanza menyeringai pahit. "Atau bau mesiu di dermaga Dover?"

Aira membeku. "Arkan, aku—"

"Kau pikir aku benar-benar tertidur karena obat bius itu?" Arkanza mencengkeram pinggang Aira dengan posesif, matanya berkilat penuh amarah yang bercampur dengan rasa takut. "Aku adalah Arkanza Malik. Tidak ada yang terjadi di kota ini tanpa sepengetahuanku, bahkan saat aku di ranjang rumah sakit sekalipun."

"Aku melakukannya untukmu, Arkan!" teriak Aira akhirnya, air mata mulai mengalir. "Mereka akan terus mengejarmu! Mereka akan terus menggunakan kelemahanmu! Aku harus mengakhiri ini sebelum mereka menyakitimu lagi!"

"DENGAN MENJADI MONSTER?!" bentak Arkanza. Ia berdiri, mengabaikan rasa sakit di tubuhnya, dan mengunci Aira di dinding kamar. "Aku tidak menculikmu dari Jakarta untuk melihatmu menjadi pemimpin mafia yang kotor! Aku ingin kau tetap menjadi Aira-ku yang tulus!"

"Aira yang tulus itu sudah mati saat kau tertutup reruntuhan terowongan, Arkanza!" balas Aira tak kalah sengit. "Duniaku sudah hancur sejak aku tahu ayahku adalah Lorenzo Vancort. Aku tidak punya pilihan!"

Arkanza menatap Aira dengan nafas memburu. Bintik merah di dadanya muncul kembali, terasa panas, namun ia tidak peduli. Ia mencium Aira dengan liar, sebuah ciuman yang penuh dengan keputusasaan.

"Kau milikku," bisik Arkanza di sela ciumannya. "Kau adalah obatku, Aira. Jika kau menjadi gelap, maka aku akan menjadi lebih gelap darimu agar kau tidak tersesat sendirian. Tapi jangan pernah, jangan pernah berani menyembunyikan apa pun dariku lagi."

Aira membalas pelukan Arkanza, terisak di dadanya. "Maafkan aku... aku hanya tidak ingin kau melihat sisi burukku."

"Aku sudah melihat yang terburuk dari dunia ini, Aira. Sisi burukmu tetaplah hal paling indah bagiku," Arkanza mengangkat dagu Aira, matanya kembali menatap dengan obsesi yang dalam. "Besok kita kembali ke Indonesia. Kita tinggalkan London dan Vancort di belakang."

"Tapi Vancort tidak akan melepaskanku, Arkan. Aku sudah memakai cincin itu."

Arkanza menyeringai dingin. "Kalau begitu, aku akan membeli seluruh Vancort jika perlu. Tidak ada yang bisa memiliki istriku selain aku."

...****************...

Saat mereka bersiap untuk check-out dari rumah sakit esok paginya, sebuah berita mengejutkan muncul di TV nasional Inggris. Yacht milik Edward Sterling meledak di tengah laut saat sedang dikawal menuju pelabuhan polisi. Tidak ada yang selamat.

Arkanza menoleh ke arah Aira. Aira tampak tenang, namun tangannya bergetar saat memegang cangkir teh. Arkanza menyadari satu hal: Aira tidak menyerahkan Edward pada polisi. Seseorang di dalam Vancort telah mengambil keputusan sendiri.

1
Ms. R
Ka ceritanya sangat menarik, saya suka. tapi nama2nya bikin gak mood baca, ini seperti cerita mafia Eropa tapi namanya indo banget, maaf ka gak enak dibaca nya
Ariska Kamisa: hehe maaf ya kak kalo kurang memuaskan🙏
latarnya emang di indo, tapi plot twist nya aira emang keturunan mafia, ibunya kabur ke indo.
total 1 replies
Suginah Ana
critanya bagus menegangkan q suka
Ariska Kamisa: terimakasih kak 🙏
total 1 replies
Ariska Kamisa
emang agak tsunder sih arkan 🤣
🍒⃞⃟🦅 ☕︎⃝❥ᴍᴀʀɪᴀ
ini dnamakan keluar mulut buaya masuk mulut harimau🤣 dua² ngeri
umie chaby_ba
seru nih ... penasaran akhirnya gimana ? apa penyakitnya Arkan akan sembuh atau selamanya akan bergantung pada Aira . /Whimper/
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!