Jamila Anata gadis sembilan belas tahun yang tiba-tiba hamil anak kakak Iparnya kejadian itu terjadi karena Kakak ipar Mila pulang kantor dalam keadaan Mabuk parah dan dia menganggap Jamila adalah sang istri
Bagaimana kejadian nya simak di novel terbaru ini
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Mesya icha, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Kebenaran terungkap
Van jawab gue!! tanya Rayyan masih menahan diri. Sementara Mila memegang tangan suaminya agar tidak ikut terlalu banyak dalam urusan ini namun Rayyan tidak memperdulikan itu.
Jovan menatap Mila dan Dinda, jika dia mengungkapkan semua maka akan terbukalah masa lalu kelam Mila dan Jovan.. Namun jika tidak di ungkapkan, Selamanya masalah ini tidak akan usai.
Dinda mengangguk sementara Mila hanya diam. Dia bingung harus bagaimana sekarang. Jika Rayyan tau, apakah pria itu masih mau dengan nya yang kotor ini?? Namun ingin menghalangi pun rasanya Mila tak bisa.
" Yan, Maafkan gue jika nanti Lu akan sakit hati setelah mendengar kebenaran nya.
Rayyan menatap tajam Jovan. Namun Jovan tetap diam dan menatap Rayyan dan Mila penuh permohonan maaf.
" Yan, gue sebenarnya suara Jovan seakan tertekan namun tetap mencoba tegas. Kebenaran harus terungkap sekarang.
Gue ayah kandung Bara Yan. Ucapan itu membuat Rayyan diam dan mundur dua langkah. Rayyan menatap Mila dan Jovan bergantian.
Yan jangan salah paham Yan. Semua ini bukan karena kesengajaan!. Malam itu gue pulang acara bisnis mabuk parah dan gue di kasih obat oleh musuh bisnis gue. Gue enggak sadar Yan, gue enggak ingat jika Dinda istri gue sedang di Jepang.
Malam itu, menjadi malam naas untuk Mila Yan. Gue memperkosa Mila, ucap Jovan membuat Rayyan tidak bisa menahan dirinya lagi.
Rayyan memukul Jovan membuat Mila dan Dinda mencoba memisahkan, namun Rayyan tidak mau melepaskan Jovan.
" Brengsek Lu van. Lu tau bagaimana kehidupan Mila selama tiga tahun ini Hah??! Lu tau bagaimana Mila berjuang untuk kehidupan nya dan Bara?? Lu tau bagaimana anak-anak dan orang dewasa membully mereka?? Biadab Lu Van.
Mila menangis terduduk di lantai. Tatapan mata nya sangat hancur. Seharusnya hari bahagia ini menjadi hari penuh keromantisan untuknya dan Rayyan, namun takdir berkata lain.
Jovan datang bersama Dinda kakak nya yang merusak kebahagiaan nya.
" Berhenti kalian!! teriak Mila. Mila menatap Jovan dan Rayyan. Kedua pria dewasa itu akhirnya berhenti.
Kamu tau kak, kehidupan ku setelah malam jahanam itu terjadi?? Hancur!! semua hancur. Aku di hamil, di bully di kampus dan aku harus bekerja banting tulang demi anak dalam kandungan ku.
Bahkan aku pernah putus asa kak, Aku sempat ingin menggugurkan Bara, beruntung aku sadar, jika cuma Bara yang akan bersama ku menjalani kehidupan ini.
Isak Mila. Dinda jangan di tanya, air mata tak henti dari tadi. Rasa bersalah menguar dalam dirinya.
" Maaf tidak cukup kak. Kehidupan ku hancur berantakan, keinginan ku kuliah putus di tengah jalan. Ini bukan keinginan ku dan bukan kesalahan ku.
Setelah Bara Lahir, Aku masih berjuang sendiri. Terlebih kala Bara di bully, aku harus pura-pura kuat demi Bara ku tidak takut kepada dunia. Aku cuma ingin hidup kami damai.
Dinda memeluk Mila. " Kak, aku sangat menyayangi kakak. Aku tidak menyalahkan kakak.. Tapi aku sakit kak, aku terluka. Semua ini tidak aku inginkan, Dinda memeluk Mila.
" Maafkan kami Mil. Kami akan bertanggung jawab atas Bara jika kamu mau. Kakak akan sekolahkan dia, akan anggap dia bukan cuma sekedar keponakan tapi juga anak kakak.
Mil, kamu jangan begini, kakak hancur Mila melihat kamu begini. Dinda memeluk erat adiknya yang sangat rapuh.
Mila tersenyum kala mendengar ucapan Dinda. " Bara ku tidak butuh pengakuan siapapun, aku bisa membahagiakan dia. Aku janji kepada Kakak, Bara ku tidak akan meminta sepeserpun dari harta kalian. Aku masih mampu, ucap Mila.
Untuk memaafkan kalian, aku bisa memaafkan, tapi jika maksud kalian ingin mengambil Bara dari ku!! Itu tak akan pernah terjadi.
Jovan menggeleng begitu pula Dinda. Mereka memang tidak ingin mengambil hak asuh Bara, mereka cuma ingin memberikan Hak Bara, diakui secara hukum jika dia anak Jovan itu saja.
Rayyan memegang Mila. Rayyan memeluk istrinya sangat kasihan. Riasan indah tadi berubah jadi air mata yang hampir empat tahun Mila simpan rapat.
" Kamu yakin memaafkan Jovan Mil? tanya Rayyan dan Mila mengangguk. Dia ingin hidup damai.
" Aku bisa memaafkan kalian, tapi aku tak bisa memberikan Bara. Sekarang kalian keluar aku Ingin istirahat, ucap Mila.
Dinda dan Jovan mengangguk lalu keluar kamar.
Sekarang di kamar itu hanya ada Mila dan Rayyan.. Sementara Anak-anak di bawa Rena untuk bermain di kamar Rena dan keluarga nya.
Rayyan memeluk Mila. " Maaf Mil, Mas engga tau jika nasib begitu buruk menimpa kamu. Mas merasa bersalah karena Mas yang mengundang Jovan dan Dinda ke acara penting kita.
Mas minta maaf sayang, ucap Rayyan.
Mila menggeleng dan menatap dalam mata Rayyan. " Mas tidak jijik sama aku?? Aku bekas teman kamu Mas!! Jika mas mau kita batalkan saja pernikahan Kita, aku tidak mau menanggung kebencian kamu nantinya mas. Rasa ilfil kamu melihat aku dan tubuh ku yang pernah di jamah sahabat kamu, isak Mila.
Rayyan terkejut dengan ucapan Mila. " Mil, kamu ngomong apa? aku tidak pernah jijik sama kamu Mila. Aku mencintai kamu Mil, bahkan sejak dulu. Aku tidak masalah, aku akan hapus setiap jejak Jovan di tubuh kamu dan aku akan ukir nama aku di setiap jengkal tubuh kamu dan akan aku buat tubuh kamu tau jika cuma aku yang mampu membuat nya kembali percaya jika orang kotor itu tidak ada.
Mil, nasib mu yang membuat kamu celaka. Aku suami kamu sayang, aku akan buat kamu lupa jika pernah terjadi malam laknat itu. Jangan kucilkan diri kamu sayang, aku ingin Mila ku yang dulu kembali.
jika Jovan ingin bertanggung jawab atas Bara biarkan saja. Biarkan dia memberikan apa yang menjadi Hak Bara. Bukan aku tidak ingin memberikan harta ku pada Bara, namun aku ingin melihat bagaimana Jovan mampu dan adil kepada anak-anak yang dia ciptakan sendiri.
Ucapan Rayyan membuat Mila sedikit tenang. sungguh tadi dia sangat takut jika Rayyan akan merasakan jijik pada tubuh nya yang pernah di jamah pria lain dan pria itu sahabatnya sendiri.
Mila terdiam mendengar ucapan Rayyan mengenai keinginan Jovan. Jovan memang harus bertanggung jawab atas Bara, Bagaimana pun juga Bara itu darah daging Jovan.
Rayyan menatap mata Mila lalu dia mencium bibir Mila dan Melumat nya rakus. Mila terkejut namun mencoba menikmati setiap lumatan yang di buat Rayyan.
Rayyan sengaja mencium Mila karena ingin membuat istrinya tau jika dia tidak merasa jijik sama sekali.