NovelToon NovelToon
2 Hari 1 Malam

2 Hari 1 Malam

Status: sedang berlangsung
Genre:Misteri / TKP / Kriminal
Popularitas:3.3k
Nilai: 5
Nama Author: M. A. K

Serangkaian pembunuhan berantai dengan pola nyaris sempurna mengguncang kota. Tidak ada motif jelas, tidak ada jejak berarti—hanya detail yang tersusun terlalu rapi untuk disebut kebetulan.

Karina, penyelidik muda dengan insting tajam, ditugaskan memimpin kasus tersebut. Ketika seorang tersangka berhasil ditangkap dan situasi kembali tenang, semua orang percaya permainan telah berakhir.

Kecuali Karina.

Ada celah kecil dalam pola yang mengganggunya. Sebuah kemungkinan bahwa kebenaran belum sepenuhnya terungkap. Semakin ia menyelidiki, semakin ia menyadari bahwa kasus ini bukan hanya tentang menemukan pelaku—melainkan tentang siapa yang sebenarnya mengendalikan permainan.

Dan dalam permainan yang dibangun dengan presisi seperti ini, kemenangan mungkin hanyalah awal dari sesuatu yang lebih besar.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon M. A. K, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Episode 21 - Kamu Yakin?

Karina bermimpi.

Ia berdiri di ruang interogasi yang kosong. Lampu di atas meja berkedip pelan. Di hadapannya tidak ada siapa-siapa, tapi ia mendengar suara napas.

Pelan. Teratur.

“Sudah selesai,” sebuah suara berbisik.

Ia menoleh. Tidak ada siapa pun.

Ketika ia kembali menghadap meja, kursi di seberangnya kini terisi.

Arga duduk di sana. Diam. Menatapnya.

“Kamu yakin?” tanyanya pelan.

Lampu tiba-tiba mati.

Karina terbangun dengan napas tertahan.

Jam menunjukkan pukul 03.17.

Ia duduk tegak di tempat tidur, mencoba menenangkan detak jantungnya. Hanya mimpi. Hanya tekanan pikiran.

Tapi kalimat itu masih terngiang.

Kamu yakin?

...----------------...

Pagi hari di kantor terasa biasa. Terlalu biasa.

Beberapa anggota tim sudah mulai menangani kasus lain. Papan investigasi pembunuhan berantai itu masih terpasang, tapi tak lagi menjadi pusat perhatian.

Karina berdiri di depannya lebih lama dari yang seharusnya.

Ia memperhatikan kembali garis waktu.

Tanggal.

Lokasi.

Interval.

Semuanya masuk akal.

Lalu ia mengambil spidol dan menambahkan satu garis vertikal tepat di hari penangkapan Arga.

Sejak hari itu—kosong.

Ia memiringkan kepala.

Jika Arga memang pelakunya, maka penangkapan menghentikan semuanya.

Jika bukan…

Mengapa berhenti?

Seorang pembunuh berantai tidak berhenti hanya karena tekanan meningkat. Pola mereka bukan soal situasi. Itu soal kebutuhan.

Dan kebutuhan tidak menghilang begitu saja.

Kecuali—

Ia tidak menyelesaikan kalimat itu dalam pikirannya.

...----------------...

Karina kembali mengunjungi Arga.

Kali ini tanpa memberi tahu siapa pun.

Ruang tahanan lebih sunyi dari biasanya.

Arga duduk di lantai, bersandar pada dinding. Ia mengangkat wajah saat Karina mendekat.

“Anda terlihat lelah,” katanya.

“Kamu terlihat terlalu tenang.”

Arga tersenyum tipis. “Mungkin karena saya sudah menerima bahwa saya tidak bisa mengendalikan apa pun.”

Karina menatapnya tajam. “Sejak kamu ditahan, tidak ada korban baru.”

“Dan itu membuat Anda resah.”

Ia tidak menjawab.

Arga berdiri perlahan, mendekati jeruji.

“Kalau saya pelakunya, Anda seharusnya lega.”

“Dan kalau bukan kamu?”

Arga menatap lurus ke matanya. Kali ini tidak ada senyum.

“Kalau bukan saya… berarti dia ingin Anda berpikir seperti ini.”

Karina merasakan sesuatu bergerak di dadanya. Bukan takut. Bukan panik.

Tapi pengakuan diam-diam bahwa kalimat itu masuk akal.

“Dia?” ulangnya.

Arga mengangguk pelan. “Orang yang benar-benar menikmati ini.”

“Menikmati apa?”

“Anda.”

Hening.

“Anda yang mulai meragukan diri sendiri.”

...----------------...

Karina keluar dari ruang tahanan dengan langkah cepat.

Lorong terasa lebih panjang dari biasanya. Lampu neon di atas kepala berdengung halus.

Ia tidak suka perasaan ini.

Bukan karena Arga mungkin benar.

Tapi karena ia mulai mempertimbangkan kemungkinan itu.

Siang harinya, Karina menerima pesan singkat dari nomor tak dikenal.

Hanya satu kalimat.

Bagaimana rasanya menang terlalu mudah?

Tidak ada ancaman.

Tidak ada simbol.

Tidak ada tuntutan.

Hanya pertanyaan.

Ia langsung melacak nomor tersebut.

Prabayar. Tidak terdaftar. Sudah tidak aktif.

Sederhana.

Terlalu sederhana.

...----------------...

Malam itu, Karina tidak pulang.

Ia duduk sendirian di ruang kerjanya, menatap pesan itu berulang kali.

Bagaimana rasanya menang terlalu mudah?

Ia memikirkan konferensi pers. Tepuk tangan. Kilatan kamera. Pernyataan resmi bahwa tersangka sudah ditangkap.

Ia mengingat wajah Arga yang terkejut saat diborgol.

Ia mengingat kalimatnya:

Karina, kamu sudah melakukan kesalahan besar. Pelakunya masih bebas. Dan dia akan melakukan sesuatu yang lebih gila.

Dulu ia menganggapnya sebagai upaya terakhir seorang tersangka untuk mengacaukan fokus.

Sekarang… kalimat itu terdengar seperti peringatan.

...****************...

Di sisi lain kota, seseorang duduk di kursi kayu dekat jendela.

Ia membaca laporan berita di tablet.

Tidak ada pembunuhan baru.

Grafik kepercayaan publik terhadap kepolisian naik.

Nama Karina disebut sebagai penyelidik yang berhasil memecahkan kasus paling kompleks tahun ini.

Ia tersenyum.

Tidak lebar. Tidak puas.

Hanya sedikit.

Lalu ia membuka buku catatan kecilnya.

Subjek mulai menerima kemungkinan alternatif.

Ia berhenti sejenak sebelum menulis kalimat berikutnya.

Tekanan psikologis meningkat tanpa stimulus fisik.

Ia menutup buku itu.

Permainan berjalan sesuai desain.

Tidak perlu korban baru.

Belum.

Karena rasa aman yang palsu jauh lebih efektif daripada teror terbuka.

...****************...

Pukul 01.42 dini hari.

Karina masih di kantor ketika listrik tiba-tiba padam selama dua detik.

Hanya dua detik.

Cukup untuk membuat ruangan tenggelam dalam gelap total.

Ketika lampu kembali menyala, tidak ada yang berubah.

Kecuali satu hal.

Di papan investigasi, tepat di bawah foto Arga, seseorang telah menempelkan secarik kertas kecil.

Tulisan tangan.

Rapi.

Apakah kamu benar-benar melihat?

Jantung Karina berdetak lebih keras.

Pintu ruangannya terkunci dari dalam.

Tidak ada tanda-tanda paksa.

Tidak ada suara langkah sebelumnya.

Ia menatap kertas itu lama.

Ini bukan ancaman.

Ini undangan.

Dan untuk pertama kalinya sejak kasus ini dimulai, Karina merasakan sesuatu yang lebih berbahaya daripada ketakutan.

Ia merasa dipilih.

Lampu ruangan kembali berdengung pelan.

Di luar jendela, kota tetap terlihat normal.

Tapi di dalam ruangan itu, sebuah retakan kecil baru saja terbentuk.

Dan Karina tahu—

Ia tidak lagi hanya memburu kebenaran.

Ia sedang masuk lebih dalam ke dalam permainan seseorang.

Dan orang itu… tidak pernah benar-benar pergi.

1
Amelia
Bab ini sangat menegangkan 😢
smg karina selamat. ternyata yg jahat org terdekat. Keren thor semangat y
Amelia
😱😱😱😱😱
Amelia
😱😱😱
Amelia
Udah terjawab. Jangan tamat dl dong
Amelia
Dari awal emang udah curiga sama orang ini. Semangat thor
Amelia
Antono😱
Amelia
Semangat ya author 👍
Amelia
Semangat up thor👍
Emily
Alur ceritanya seru. Penulisan juga udah rapi, kata2nya hampir nggak ada yg typo. Semangat ya
Delyana.P
Terjawab sudah. ternyata tebakan ku benar siapa yg jahat thor 😂 Karina ibumu dalam bahaya, buruan selamatkan 🤔
Dinda Wei
Next
Dinda Wei
Aduhh masih juga mikir Agra pelakunya. keburu kamu yang di gorok Antono 😂 aku ngarah ya sipelaku ya Antono 🤔
Dinda Wei
Polisinya persis di Konoha, mudah terkecoh wkwk
Dinda Wei
Kayaknya sengaja bikin agra di tahan trus pelaku bebas ngancem karin. artinya yg di buru pelaku itu ya karin, korban2 itu hanya pengalihan
Amiera Syaqilla
semangat author
Amelia
Agra harus bebas, takut banget Karina di habisin psikopat gila
Dinda Wei: yup 👍
total 1 replies
Amelia
Agra harus di lepas. Bisa jd skenario pelaku buat ngabisin karina. Jd nggak ada yg bantu karin. Waspada lah karinaa
Amelia
Kok aku curiga sama atasan karina ya. Mencurigakan 🤔
Dinda Wei: sepemikiran. Antono mencurigakan
total 1 replies
Amelia
Hati2 Karina, pembunuh sebenarnya masih berkeliaran di luar sana. Kamu pasti masuk targetnya juga
Dinda Wei: iya takut banget, pelakunya nyasar ke kariin😡
total 1 replies
Amelia
Next 👍
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!