NovelToon NovelToon
Rana

Rana

Status: sedang berlangsung
Genre:Nikahmuda
Popularitas:3.2k
Nilai: 5
Nama Author: Julia usman

dari kisah nya tentang kehidupan seorang wanita tangguh bernama Rana yang hidup nya penuh liku.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Julia usman, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

13.

hari hari Rana di rumah orang tuanya di lalui nya dengan bahagia, dia di manjakan oleh ibu nya,apa pun yang Rana ingin kan ibu Salwa selalu berusaha mewujud kan nya, itu bentuk menebus rasa bersalah nya pada Rana

kini Rana sedang mempersiapkan diri untuk melahirkan dan dia tidak mengizinkan mantan suami nya untuk datang,

" Bu bidan sakit sekali"

" iya emang kalau melahirkan ya emang sakit, tapi cuma sebentar kok nanti kalo anak nya udah lahir gak sakit lagi, malah seneng" ujar bu bidan menyemangati

" iya kah"

" iya" nah sekarang pembukaan nya udah sempurna, sekarang ikuti ibu ya, tarik nafas,.... buang, Yo sekarang mengejan ya?"

" aaahhh ibu ini sakit sekali, sumpah ya aku gak mau melahirkan lagi kalo sakit nya kayak gini," jerit Rana.

"ah Romi sialan lu ya dah bikin gua bunting,coba lu aja yang bunting" racau Rana tak karuan

" hus Rana gak boleh bilang sumpah segala ya, gak baik,sambil nahan tawa ibu Salwa mendengar racauan Rana.

ada iba sekaligus sedih anak nya melahirkan tanpa di didampingi oleh suami

" ini salahku" batin buk Salwa.

.

.

dua bulan berlalu,kini bayi Rana tumbuh montok dan menggemaskan, mantan suami dan ke dua mertuanya pun sering menjenguk bayi Rana yang di beri nama, Banyu biru

selama proses penyembuhan pasca persalinan Rana sangat bandel setiap jamu yang di berikan oleh Bu Salwa selalu di buang di bawah kolong ranjang secara diam diam oleh Rana,

suatu hari ketahuan oleh Bu Salwa waktu itu buk Salwa ingin membersihkan kamar Rana, dan betapa terkejut nya dia saat melihat bawah kolong ranjang berwarna kuning dan tercium bau khas jamu di sana

" astaga anak ini ya awas aja kalo minum jamu akan aku mandori biar tau rasa" bati buk Salwa, geram dengan tingkah anak nya itu

dan benar saja setiap Rana minum jamu Bu Salwa akan tetap di kamar Rana sebelum jamu itu habis di minum, terkadang Bu Salwa pura pura bermain dengan cucu nya, hanya untuk memastikan jamu nya terminum habis

.

.

" ibu , ayah" dengan panik Rana menggedor pintu kamar kedua orang tua nya

cklek

" ada apa nak," tanya ayah

ayah Rana duluan yang terbangun, dia merasa heran kenapa Rana terlihat panik dan ayah melihat jam baru jam 2 pagi

" itu yah, badan banyu panas nya tinggi sekali

" hah apa?, ayah berlari menuju kamar Rana

tanpa pikir panjang ayah mengajak Rana membawa cucu nya ke rumah bidan desa,

Karan dipulau kecil seperti itu, tidak ada rumah sakit ada nya puskesdes ya.

dan kalu mau kerumah sakit harus nyebrang dulu, sementara mau nyebrang pulau kalu malam terlalu gelap lautan nya, itu sangat mengerikan, jadi harus menunggu matahari terbit dulu baru bisa bawa motor laut/ speedboat untuk nyebrang lautan.

sesmpai nya di rumah bidan desa tubuh anak Rana mengejang dan tinggi panas nya di batas normal, dan menjelang, Bu bidan pun sudah melakukan tugas nya dengan baik menjelang pagi rencana nya banyu biru akan di bawa kerumah sakit , namun sayang seribu sayang bayi Rana tak tertolong lagi,

banyu biru menghembuskan nafas saat azan subuh berkumandang

" ya Allah nak, kenapa kau tinggal kan ibu, kemarin kau baik baik saja, apa kau tidak rela tumbuh di keluarga yang tak utuh"

Rana menangisi bayi nya sambil meluk tubuh kaku sang putra tercinta.

" ikhlas kan ya nak, biar dia tenang di sana" kata ayah

sungguh ayah tak tega melihat kerapuhan Rana saat ini, baru saja bercerai dengan suami nya dan sekarang di tinggal pergi oleh anak nya,

" semoga kau kuat nak, melewati cobaan ini" batin ayah pilu.

.

.

hari itu juga bayi Rana di makam kan

seluruh keluarga hadir termasuk mantan suami dan mantan mertua nya,

Rana melihat mantan suami nya, lalu dia mendekat

" lihat lah sekarang penghubung antara kita sudah tidak ada, jadi jangan lagi kau tampakkan wajah mu di depan ku"

bukan tanpa alasan Rana berbicara seperti itu karna hampir setiap hari Romi selalu berkunjung kerumah nya dengan alasan menjenguk anak padahal tujuan nya bukan itu saja, tetapi ingin meluluhkan hati Rana kembali, ingin mengajak Rana kembali rujuk dengan alasan ada anak di antara mereka.

dan rupa nya sang anak pun tidak rela di jadi kan alat oleh ayah nya untuk kembali pada ibu nya.dan dia memilih pergi untuk selama nya.

1
Julia usman
terimakasih🙏
falea sezi
novel penulisannya buruk amburadul ceritanya
Julia usman: maklum masih belajar kakak, kedepan nya saya perbaiki lagi, terimkasih udah baca
total 1 replies
falea sezi
rana ini. goblok. mending pindah lah
Julia usman: jangan lah kan cerita nya belum ke tahap selanjut nya
total 1 replies
falea sezi
masih mending romi dlu meski tukang gampar tp g selingkuh bodohnya qm rana cerai. lah oon
falea sezi
romi gila masak cemburu main nampar
Julia usman: iya, emang kisah nya begitu, Karan ini terinspirasi cerita dari kejadian yang sebenar nya
total 1 replies
cimownim
karyamu bagus, tetap semangat ya❤️
cimownim: sama-sama ☺️
total 2 replies
cimownim
mampir ya kak❤️
cimownim
semangat ya kak🫶🏻
Penjilat Angker
mampir ya
Ai_Li
Sedikit saran kak, mungkin titik komanya perlu diperhatikan lagi yaa
semangat
Ai_Li: sama-sama kakak
semangat nulisnya yaa🥰
total 2 replies
Ai_Li
Semangat kak
Ai_Li
saya mampir kak
Rina Yustika
💪
Julia usman: terimakasih🙏
total 1 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!