Lima tahun lalu, Kiara diceraikan Jonathan, alasan perceraian itu tidak lain karena cinta pertama Jonathan kembali. Tanpa Jonathan tau, ternyata Kiara membawa benih darinya.
Setelah Lima tahun kemudian, Kiara dan Jonathan dipertemukan kembali dalam sebuah acara perayaan ulang tahun perusahaan tempat Kiara bekerja. Tak disangka, pertemuan itu menghadirkan kembali cinta yang telah lama menghilang di antara mereka.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon rini sya, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Benar-benar Membuktikan
Jonathan kembali menatap Kiara dengan tatapan penuh tanya. Dalam hati pria ini, ia bertanya-tanya,apakah benar hanya wanita ini kuncinya. Jujur, sebenarnya ia kurang yakin jika hanya wanita inilah yang bisa membangunkan gairah dalam dirinya. Akan tetapi, Jonathan juga tidak bisa memungkiri jika dulu, wanita ini juga pernah membuatnya bergairah bahkan sangat bergairah.
"Sini," punya Jonathan, tanpa basa basi.
Meski ragu, Kiara pun mendekati meja kerja pria menyebalkan ini. Menatap pria itu dengan tatapan kesal. Rasanya ingin sekali memaki, tapi bibirnya kelu. Sungguh ia tak mampu melakukannya.
"Sini, jangan di situ, hatimu sibuk sekali sih. Suka banget memakiku, astaga. Sini, aku mau kamu lihat hasil kerjamu, astaga, kamu ini niat kerja atau nggak sih," ucap Jonathan, sembari pura-pura mengoperasikan komputernya. Kiara yang merasa yakin dengan ucapan sang mantan suami, tentu saja langsung mendekat.
"Itu lihat hasil kerjamu, masak seperti itu, kata-katanya kurang baku, tanda bacanya ga bener, perhitungannya juga loncat-loncat, kamu pikir ini tugas sekolah apa? Ya Tuhan Kiara, untung bosmu aku, oba kalo orang lain. Sebenarnya, kamu ini bisa kerja nggak sih, Kiara?" ucap Jonathan sembari menunjukkan satu persatu kesalahan yang ia maksud.
Cih, sok tau aku menggumpat, aku tu cuma kesal sama kamu, dasar bos memyebalkan, gumam Kiara dalam hati.
Awalnya rasa canggung mulai menguasai batin Kiara. Tetapi ini adalah perintah, Kiara pun langsung membungkukkan badannya, melihat satu persatu kesalahan yang dimaksud oleh mantan suaminya ini. Karena mulai fokus pada setiap tulisan yang tertera di layar laptop itu, seketika rasa canggung yang ada di antara mereka pun menghilang. Pembicaraan mereka mengalir begitu saja, bahkan Jonathan mengambil kursi untuk Kiara bisa duduk di sampingnya.
Di saat itu, Jonathan tidak bisa berbohong, bahwasannya ia sangat menyukai momen ini. Suka sekali berdekatan dengan wanita ini. Ternyata menggunakan kekuasaan untuk kepentingan pribadi, itu sangat tidak masalah dan sangat indah.
Lama kelamaan Jonathan tersenyum sendiri. Aroma harum yang keluar dari tubuh wanita cantik ini ternyata begitu ajaib. Tanpa Jonathan sadari miliknya yang selama ini tidak pernah bereaksi terhadap wanita manapun, tiba-tiba bangun dan memenuhi celananya, sehingga ia pun merasakan sesak yang tak nyaman.
Tak ingin Kiara menyadari pikiran mesumnya, Jonathan pun segera meminta wanita ini menjauh.
"Kiara, tolong ambilkan aku minum. Sepertinya aku haus," pinta Jonathan, tiba-tiba.
Kiara tampak sedikit terkejut dengan pemintaan itu, tetapi sekali lagi ia juga tak bisa melawan. Tanpa banyak bicara, Kiara pun segera beranjak dari tempat duduknya dan pergi ke tempat di mana air minum khusus untuk pria galak ini berada. Segera Kiara menuangkan segelas air minum untuk mantan suaminya tersebut.
Berbeda dengan Jonathan yang gelisah sibuk mengurus sesuatu yang sedang terbangun itu, Kiara justru lebih tenang dan tidak berpikir macam-macam. Setelah meletakkan air minum itu di atas meja pria galak ini, Kiara pun memundurkan langkahnya. Sedangkan Jonathan, ia langsung menghabiskan segelas air itu. Sayangnya, meskipun sudah menghabisi segelas air itu, milik Jonathan tetap tegang, malah ketika ia melihat bibir ranum Kiara, benda itu malah semakin tegang, hingga tanpa ia sadari, Jonathan malah membayangkan menikmati bibir lembut itu.
Tak ingin lepas kendali, Jonathan pun meminta Kiara pergi keluar dan meninggalkan ruangannya.
"Kiara, aku ada urusan lain. Kamu boleh pergi nanti kita lanjut lagi," ucap Jonathan seraya masuk ke dalam ruangan pribadi miliknya. Sedangkan Kiara langsung kembali ke lantai bawah untuk mengerjakan tugas yang lain.
Di sini, Jonathan terlihat kesulitan menidurkan sesuatu miliknya yang telah bangun. Stres karena tak mendapatkan pelampiasan, terpaksa Jonathan pun masuk ke dalam kamar mandi dan melampiaskan hasratnya sendiri di kamar mandi ini.
Sembari membayangkan bercinta dengan Kiara, Jonathan memainkan adik kecilnya sendiri.
Lengguhan panjang bersamaan dengan keluarnya cairan kental dari barang miliknya, membuat Jonathan merasakan sensasi yang sudah lama tidak ia rasakan. Sensasi indah yang menghadirkan rasa bahagia dalam benaknya.
"Astaga, nikmat sekali," gumam Jonathan puas.
Meskipun bermain sendiri, Jonathan merasa kenikmatan yang luar biasa. Bahkan dia tersenyum sendiri sembari memandangi adik kecil miliknya.
Jonathan merasa sangat bahagia, ternyata pada kenyatannya bukan dia tak mampu, seperti yang ia takutkan selama ini. Hanya saja dia memang tidak bisa bergairah dengan sembarangan wanita. Nyatanya, hanya berdekatan dan membayangkan kemolekan tubuh Kiara, dia bisa se bergairah ini.
Bukankah hal ini sudah cukup membuktikan bahwa orientasi seksualnya masih sangat normal.
Selepas menuntaskan hasratnya, Jonathan memutuskan untuk merenung. Tiba-tiba saja i teringat sesuatu, ia teringat bagaimana dulu ia sering merendahkan Kiara, sering menghinanya, sering berkata kasar pada wanita itu.
Di detik berikutnya, Jonathan terlihat sedih. Ia takut kesalahannya di masa lalu, tidak bisa membawa Kiara ke dalam dekapannya lagi.
Bersambung...
Hay pembaca setia CDSP, tolong bantu Vote, komen dan likenya ya gaes. Makasih yang udah berkenan ninggalin jejak. Sayang buat kalian...
ayo dong Thor bikin Jonathan menyesal atas kata²nya, jgn cuma ngomong Kiara jahat,, padahal dia yg sangat jahat