Jatuh cinta pada anak tiri seiring nya waktu karena istri selingkuh terus menerus?! padahal... Renzo Draja adalah pria mapan.. bagaimana konflik mereka dan cara Renzo Draja mengatasi nya?
Setelah bercerai dengan istri nya, entah bagaimana caranya Nias Wiliam yaitu mantan istri nya Renzo Draja mendapatkan uang, sedangkan Renzo Draja nyaris menguasai semua bisnis di kota.
Setelah bercerai, Renzo di perintahkan untuk kencan buta dengan para wanita pilihan Ayah Renzo Draja, yaitu Jhonson Draja.
Gaskeun mampir baca novel ku cuyy!
[Karya Official Wulan.Chanz]
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Wuna.Chanz, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Bab 13 Onar
...Renzo melihat Zelia sudah kembali dengan gaun sebelum nya, dan gaun hitam itu sudah di bungkus dengan kantung eksklusif, staff menyerahkan kantung belanjaan ke Zelia dengan membungkukkan tubuh nya sedikit, Zelia menerima kantung nya, Renzo segera menghampiri Zelia, berbicara dengan serius....
..."Baby, ayo, Mommy mu ada masalah", Zelia menatap ke Renzo, mengangguk, Renzo menarik tangan Zelia lalu menuntun Zelia ke lokasi yang Ken beri tau, yaitu market lantai bawah, Zelia bertanya sembari berjalan....
..."Mommy kenapa?", Renzo menghela nafas frustasi sebelum menjawab dengan tidak senang....
..."Biasa, dia mulai berulah lagi, kayak anak kecil", Zelia tersenyum kecil mendengar jawaban nya yang sudah Zelia tebak itu, mereka berdua turun melalui eskalator, dari lantai dua sudah terlihat Nias dan Ken di lantai satu, Renzo menghela nafas lagi, berbisik pada Zelia....
..."Mommy mu malu-maluin", Zelia sedikit terkejut kecil sebelum menjawab dengan nada yang tidak terima....
..."Istri mu Daddy", Renzo terkekeh kecil mendengar jawaban Zelia, Renzo kembali terfokus pada Nias yang terlihat menyilangkan kedua tangan nya di depan dada dan cemberut, sedangkan Ken hanya diam saja dengan pasrah menunggu kehadiran nya Renzo, saat Renzo dan Zelia sampai di lantai satu dan turun dari eskalator, Nias segera menghampiri Renzo, menarik tangan nya dengan keras, membuat Renzo terpaksa melepaskan tangan Zelia, Nias berbicara dengan manja....
..."Ih sayang.. aku mau sama kamu aja belanja nya, Ken gak ngertiin aku", Ken terkejut dengan kedua mata terbuka lebar, menjawab dengan menuduh....
..."Tuan! sumpah! aku udah berusaha pahamin Nyonya tapi Nyonya menolak terus!", Nias menatap ke Ken dengan tatapan tajam seolah-olah mengisyaratkan diam, Ken menggeram lalu terpaksa diam dengan kesal dan ekspresi Ken kembali normal, Renzo berbicara dengan tegas....
..."Cukup!", Lalu Renzo menatap ke Nias, menunjuk-nunjuk Nias dengan jari telunjuk nya menggunakan tangan yang tidak Nias pegang, lalu Renzo berbicara dengan tegas....
..."Nias berhenti buat masalah, dari awal kamu yang buat masalah", Nias menatap ke Renzo dengan tatapan mata yang kecewa, Zelia hanya memperhatikan dalam diam, tidak mau ikut campur, Zelia berbicara dalam hati....
...* mau ikut campur sih, tapi sayang nya aku gak tau akar permasalahan, jadi aku gak mau ambil resiko jadi orang yang sok sokan ikut campur tanpa tau apa yang sebenar nya *...
...Nias mengalihkan pandangan nya ke Zelia dengan tatapan benci, Zelia menerima tatapan itu, lalu Zelia memalingkan tatapan nya sendiri ke arah lain, Nias mengepalkan tangan nya sendiri dengan keras hingga ujung-ujung jari nya memutih, Renzo menurunkan tangan yang menunjuk-nunjuk Nias, berbicara dengan dingin....
..."Karena kamu aku harus menunda target belanja pakaian Zelia, berhenti coba terus dekat sama aku Nias, kamu tau aku lagi menjauh dari kamu, perilaku kamu buat ini semakin sulit", Renzo segera pergi menuju pintu market, memimpin jalan, sedangkan Zelia, Nias dan Ken mengikuti dari belakang, Nias berbicara dalam hati dengan licik....
...* Ooh Renzo sayang, itu tujuan aku, buat kamu lebih tergila-gila pada aku, semua perhatian kamu harus jadi milik aku, kalau semua perhatian ku milik aku, maka uang kamu juga termasuk *...
...Nias melirik Zelia dengan tatapan licik, lalu Nias menatap ke arah buah-buahan, mendapatkan ide untuk melakukan sesuatu, Nias segera berjalan menghampiri buah-buahan, mengambil jeruk lalu menggelindingkan buah nya, mulai akting, berbicara dengan panik....
..."Duh Zelia! bantu ambil buah nya!", Zelia menoleh, mengangguk lalu saat mau mengejar buah nya, Renzo berhenti, berbalik ke Zelia, memanggil Zelia dengan suara yang lantang tapi lembut....
..."Baby, kemari", Zelia terhenti, menoleh ke Renzo dengan tatapan penuh pertanyaan, Renzo mengulurkan tangan nya, meminta Zelia untuk bergandeng, Zelia dengan ragu-ragu berjalan mendekat, berbicara dengan bingung....
..."Daddy, tadi Mommy minta tolong", Renzo menghela nafas, menjawab dengan tegas....
..."Nurut sama Mommy atau Daddy?", Zelia menjawab tanpa berpikir dua kali....
..."Jelas lah, Daddy, siapa lagi?", Renzo tersenyum bahagia, menjawab dengan puas dan bangga....
..."Good girl ..", Renzo mengarahkan pandangan nya ke Nias, memperhatikan wajah Nias yang marah dengan puas, lalu Renzo menatap kembali ke Zelia, lanjut menggandeng nya, Ken menghampiri Zelia, berbicara dengan sopan....
..."Nona, biar aku bawakan tas belanja mu", Zelia menoleh, tersenyum lega, menjawab sembari menyerah kantung belanjaan gaun nya....
..."Makasih Ken!", Ken tersenyum, menerima kantung nya, Renzo memberikan tatapan terima kasih yang bisa Ken pahami, Nias hanya cemberut dengan kekalahan yang di rasakan nya, tetapi Nias tetap mencari cara untuk mencelakai Zelia, Nias berbicara dalam hati....
...* Aduh.. apa ya? apa ya? aku harus mempermalukan Zelia di sini, agar Renzo malu *...
...Mereka memasuki area keperluan Ibu hamil, Ken membawakan troli belanja, lalu mereka berhenti di tempat susu ibu hamil, Nias mempunyai ide lagi, mengambil salah satu kotak susu Ibu hamil, membuka kotak dan pelastik susu nya, lalu berbalik ke Zelia, memanggil nya....
..."Zelia...", Zelia menoleh, terkejut melihat Nias yang tersandung dan melemparkan kotak susu itu, membuat susu tabur itu terbang ke arah Zelia, tetapi Renzo yang melihat aksi itu, dengan sigap menarik pinggang ramping nya Zelia agar terhindar dari susu bubuk yang sekarang terjatuh ke lantai, Nias menoleh ke atas, terlihat kecewa karena misi nya gagal, Ken menghela nafas dengan geram melihat kejadian ceroboh itu, Ken berbicara dengan kesal....
..."Nyonya... lain kali hati-hati lah", Nias menghela nafas lagi, lalu bangkit dari lantai market, Renzo menarik bahu Zelia membuat Zelia menyadap ke arah nya, bertanya dengan khawatir dan serius....
..."Baby, kamu gak papa kan?", Zelia tersenyum lembut, menjawab dengan nada yang tetap ceria....
..."Iya Daddy gak apa-apa kok", Renzo menghela nafas lega mendengar jawaban Zelia yang sangat meyakinkan itu, Zelia berbicara dalam hati dengan agak sedih....
...* Ya walaupun Mommy Nias tingkah laku nya mau permaluin aku, aku bakal lebih waspada, aku gak mau buat Daddy ku malu *...
...Renzo menatap ke Nias dengan tatapan kesal, berbicara dengan marah....
..."Nias, hati-hati, kamu bisa-bisa buat Baby Zelia ku jadi terluka", Nias cemberut, mengangguk kecil, tetapi Zelia berbicara dengan lembut pada Renzo, seolah-olah memohon agar Renzo tidak marah....
..."Daddy, Baby gak papa kok, tapi harus nya Daddy yang khawatir ke Mommy, karena Mommy kan lagi hamil", Renzo terdiam sejenak, berbicara dalam hati dengan nada yang agak kesal....
...* Zelia, aku tau, tapi Nias udah termasuk ke aksi yang sengeja mau buat kamu jadi kacau, kamu tau aku gak terima kan Zelia? *...
...Renzo menjawab dengan mengalah tetapi tetap tegas....
..."Baby, Daddy tau, tapi Mommy mu udah berlebihan", Zelia menghela nafas, mengangguk lalu menjawab dengan pasrah....
..."Baby tau, tapi tetap saja Baby khawatir sama kesehatan nya Mommy", Nias terdiam mendengar jawaban Zelia yang melindungi nya, Nias berbicara dalam hati dengan tegar....
...* Percuma Zelia, mau kamu lembut ke aku atau enggak, aku tetap mau buat kamu kacau, aku tetap akan merebut posisi kamu *...
...-Bersambung-...