NovelToon NovelToon
Terjerat Boss Playboy

Terjerat Boss Playboy

Status: sedang berlangsung
Genre:One Night Stand / Playboy / Nikah Kontrak / Crazy Rich/Konglomerat / Cinta Seiring Waktu / Kehidupan di Kantor
Popularitas:39.7k
Nilai: 5
Nama Author: Kim.nana

"Tuan, ayo tidur denganku?" Kalimat gila itu Dea ucapkan pada sang boss di bawah kendali alkohol.
Namun Dea pikir semuanya akan berakhir malam itu juga, namun siapa sangka satu sentuhan membuatnya dikejar selamanya oleh sang boss playboy.
"Dea, kamu harus tanggung jawab padaku."

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Kim.nana, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 13 - Tak Tahu Apa-apa

Tiga minggu berlalu dan perlahan Dea mulai terbiasa dengan ritme hidupnya yang baru.

Di apartemen Dea adalah wanita yang menjadi milik Alex sepenuhnya, menemani, memahami, dan memenuhi kebutuhannya dengan cara yang tak pernah Dea bayangkan sebelumnya. Sementara di kantor Dea tetap sekretaris yang sama, rapi, profesional, berbicara seperlunya dan menjaga jarak seolah tidak ada apa pun yang berubah.

Dua dunia itu terpisah rapi, setidaknya di permukaan.

Meski kini Dea tidak lagi tinggal di rumah kedua orang tuanya, Dea tidak pernah memutus perannya sebagai anak. Hampir setiap dua atau tiga hari sekali, kurir datang ke rumah orang tuanya membawa makanan mahal, kue premium, lauk siap saji dari restoran ternama, bahkan buah impor yang dikemas rapi.

Dea sendiri tidak pernah menjelaskan banyak tentang bagaimana dia bisa mendapatkan banyak uang sekarang. Dea hanya berkata bonus kantor sedang bagus, dan orang tuanya pun tidak bertanya lebih jauh.

Di sisi lain tanpa Dea sadari, perubahan dirinya mulai menarik perhatian di kantor.

Gaun yang dikenakannya kini lebih pas dan berkelas. Tas kerjanya bukan lagi merek biasa. Sepatunya berbeda setiap minggu, dan cincin di jari manisnya tampak terlalu mahal untuk ukuran seorang sekretaris.

Awalnya memang hanya lirikan kecil, namun lambat kaun berubah jadi bisik-bisik dan pembicaraan yang semakin panas.

“Kamu sadar tidak, Dea sekarang beda sekali?”

“Iya, ya. Dulu dia terlihat biasa aja seperti karyawan yang lain. Sekarang terlihat lebih modis.”

“Gajinya sekretaris Presdir memang sebesar itu ya?”

Beberapa orang mulai menghitung-hitung sendiri dan kesimpulan mereka mengarah ke satu dugaan yang sama.

“Gaji sekretaris tidak sebanyak itu, mungkin Dea punya pekerjaan lain di luar sana."

"Simpanan om-om."

"Stt!" sahut yang lain dan mulai was-was sendiri dengan pembicaraan mereka.

Dan Dea bukanlah seseorang yang acuh dengan keadaan sekitar, meski tak pernah mendengarnya secara langsung namun dia paham kini orang-orang mulai menatapnya dengan berbeda.

Tapi Dea juga bukan orang yang gampang terpuruk, dia tetap menegakkan kepala dan bekerja seperti biasa.

“De,” panggil Millie pelan sambil menatap sekeliling lebih dulu, memastikan tidak ada rekan kerja lain yang mendekat. Kini mereka masih makan bersama di kantin perusahaan, menikmati jam istirahat. “Ada yang ingin aku bicarakan. Tapi ini sedikit sensitif.”

Dea menghentikan gerakan sendoknya. Ia menatap Millie, lalu mengangguk pelan. “Katakan saja.”

Millie menarik napas dalam-dalam, jelas terlihat ragu. “Aku sebenarnya tidak ingin menyampaikan ini karena takut melukaimu. Tapi aku pikir kamu perlu tahu, daripada kamu dengar dari orang lain dengan cara yang lebih menyebalkan.”

Dea diam. Dadanya terasa sedikit tidak nyaman, namun wajahnya tetap menunjukkan ketenangan.

“Banyak yang membicarakanmu, De,” lanjut Millie lirih.

Dea menunduk sebentar, lalu kembali mengangkat wajahnya. “Dan kesimpulan mereka?”

“Tidak baik, ada yang bilang kamu punya pekerjaan sampingan. Ada juga yang bilang kamu simpanan.”

Kata itu jatuh pelan, tapi rasanya menghantam cukup keras.

Untuk sesaat, Dea terdiam. Tangannya mengepal di bawah meja. Dadanya terasa sesak, bukan karena malu, tapi karena perih. Ia tidak menyangka penilaian orang bisa sedingin dan sejauh itu.

Namun Dea bukan perempuan rapuh yang akan langsung runtuh. Ia menarik napas pelan, lalu mengulas senyum kecil, senyum yang lebih ditujukan untuk dirinya sendiri.

“Terima kasih sudah jujur, Mil.” ucapnya akhirnya. “Aku tahu kamu menyampaikannya karena peduli.”

Millie mengangguk cepat. “Aku sudah menegur mereka semua, tapi kamu tahu sendiri kita tidak bisa mengatur mulut orang. Tapi kalau sampai tuduhan ini berlanjut aku tak akan segan melaporkannya pada asisten Juan," terang Millie yanh malah jadi semakin menggebu-gebu.

Dea terkekeh pelan, dia sadar juga kini penampilannya memang terlihat berbeda. Tapi mau bagaimana lagi, dia memegang banyak uang karena Alex tak mungkin menyia-nyiakannya begitu saja.

"Mil, kamu tahu kan, selama ini aku sudah hidup sangat berhemat. Nah sekarang aku mulai ingin menyenangkan hidupku sendiri," jelas Dea kemudian. Orang lain boleh salah paham, tapi dia tak ingin Millie berpikiran sama.

Dea ingin Millie tetap menilainya sebagai gadis yang baik, seperti selama ini.

Dan mendengar penjelasan Dea tersebut, Millie langsung mengangguk setuju. Dia tahu benar bagaimana Dea berhemat selama ini, Dea selalu bilang uangnya ditabung untuk masa tua. Millie tak tahu jika sebenarnya dulu sebagian gaji Dea bukan ditabung tapi untuk Barry.

Jadi pikir Millie wajar saja jika kini Dea memiliki tabungan, atau setidaknya uang lebih untuk belanja demi kebutuhannya sendiri.

"Aku tahu De, aku juga tak pernah berpikir yang macam-macam. Kamu tidak perlu menjelaskan apapun padaku," jawab Millie sungguh-sungguh.

Dan mendengar kepercayaan yang diberikan oleh Millie sudah sangat cukup bagi Dea, dia tak peduli lagi dengan pendapat orang lain lagi.

"Ayo makan lagi," ajak Dea dan kedua wanita itu pun akhirnya tertawa bersama, menganggap semua pembicaraan orang-orang yang beredar sebagai gosip murahan dan tak penting.

Di tempat lain asisten Juna juga mendengar kabar panas tersebut, akhir-akhir ini nama Dea memang paling sering dibicarakan. Sebagai asisten pribadi Alex, Juan sama seperti mata-mata di tiap sudut perusahaan.

Dan terlebih lagi dia adalah saksi kunci yang mengetahui dengan jelas dari mana Dea bisa mendapatkan uang untuk membeli semua barang-barang, yaitu dari pernikahan rahasianya dengan sang boss.

Jadi saat ada beberapa karyawan yang membicarakan tentang Dea, Juan langsung muncul di tengah mereka tanpa canggung sedikit pun. Bahkan terkesan memergoki perbuatan yang tak terpuji di perusahaan ini.

"Hentikan pembicaraan kalian atau kuberikan SP," tegas Juan, terlepas dari rahasia Dea namun dia memang tak senang jika para karyawan di perusahaan ini menggosip membicarakan karyawan yang lain. Tempat ini harus kondusif untuk produktivitas kerja, bukan tempat untuk pembicaraan tak penting.

"Asisten Juan, maafkan kami, kami tidak bermaksud_"

"Darimana Dea mendapatkan uang itu adalah masalah pribadinya, dan urusan pribadi dilarang masuk ranah pekerjaan," ucap Juan lagi yang suaranya terdengar semakin mencekam.

Para karyawan sontak menunduk ketakutan, beberapa hari ini mereka memang selalu membahas hal yang sama, sampai tak sadar jika sudah lepas kendali.

"Sekali lagi aku mendengar pembicaraan ini, aku akan benar-benar memberi surat peringatan."

"Baik asisten Juan, maafkan kami," ucap para karyawan tersebut dengan kepala yang menunduk.

Sementara Juan pergi dengan sorot mata yang belum melunak. Juan tahu sejak awal, bahwa dia pun harus siap dengan masalah yang ditimbulkan dari pernikahan rahasia tersebut.

Dan diantara semua orang hanya Alex lah yang tak tau apa-apa tentang gosip tersebut, yang dia tahu hanyalah memanggil Dea untuk masuk ke ruangannya.

"De! Masuk," titah Alex melalui telepon khusus.

1
Sarinah Quinn
semoga Dea tidak bodoh dengan membunuh anaknya sendiri 😭 Thor tlong lindungi anak Dea 🙏🙏🙏
rizky tria
Dea & Alex saling jujur sama perasaan kalian, nanti myesel loh 😢
Yanti Gunawan
please lah Dea jgn Oon jd org dah punya duit banyak tgl besarin tuh anak kq mau d buang😫😫 ke dokter biar jelas itu anak siapa kn nnt ketauan brp bln umurnya...please thor jgn buat aku emosi dgn tingkah dea y 😫😫😫😫😫
Naviah
jangan gugurin kandungan kamu Dea, bayi dalam kandunganmu tidak bersalah
🌈Yulianti🌈
semoga Dea GK jd gugurin kandungan nya kasian anak GK bersalah jd korban ego orang tua nya yg tidak saling jujur padahal sudah jelas saling cinta tp saling menyakiti
Kim.nana: gak kak 🤣
total 2 replies
Margaretha Indrayani
tolong pikirkan lagi dea buat aborsi, janinmu juga ingin hidup. kalaumau pergi dari alex ya besarkan sendiri anakmu itu dea, kasihan
RaveENa
kayanya si alex sengaja lepas kb/Proud/
Kim.nana: benar 🤣🤣🤣🤣🤣
total 1 replies
Naviah
Dea lebih baik pergi dulu dari Alex
Naviah
tinggal saling jujur satu sama lainnya kalo begini pasti salah paham dengan perasaan masing-masing 😁
Mita Paramita
jadi rumit masalah nya 🤣 kalian berdua sama-sama gengsi dgn perasaan masing-masing
Rizka Susanto
klo itu anak Juan berarti ganti judul dong de 🤣😅
udh pergi lah sejauh mungkin de...
syaloom
dea mending kabur aja , ketempat yang Alex tidak tau.biar semakin tersiksa si alex
Salim ah
sama"suka tapi dalam diam ya akhirnya sama" terluka🙄
yg KB saja bisa kebobolan de , dan Alex juga begitu bisa jadi kbnya bocor dan menghasilkan Alex junior🫰
EviJm13
semoga si Alex peka
EviJm13
seru
EviJm13
lanjut thor
syaloom
sering² up dong kak
Sarinah Quinn
semoga masih selalu up ceritanya menarik sekali 🙏🥰
Naviah
lanjut thor
❤️MOMMY JEJE💋💋💋
💋💋💋💋💋💋💋
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!