NovelToon NovelToon
Sang Pewaris Tersembunyi

Sang Pewaris Tersembunyi

Status: sedang berlangsung
Genre:Identitas Tersembunyi / Konglomerat berpura-pura miskin / Kebangkitan pecundang
Popularitas:28.1k
Nilai: 5
Nama Author: Moms TZ

Darrel melepaskan gemerlap kemewahan keluarganya dan memilih hidup sederhana demi wanita yang mencintainya. Namun, pengorbanannya berbuah pahit: sang istri justru meninggalkannya, karena tak tahan dengan kerasnya kehidupan pasca kemewahan.

Terpuruk dan seorang diri, Darrel harus menghadapi kenyataan pahit membesarkan kedua anak kembarnya. Akankah dia menyerah pada keadaan dan kembali pada kehidupan lamanya yang penuh kemudahan? Atau justru bangkit, menemukan kekuatan tersembunyi dalam dirinya, dan membuktikan bahwa dia mampu bangkit dan menemukan cinta sejati?

Kisah perjuangan seorang ayah yang terkhianati, demi masa depan kedua buah hatinya.

Temukan kisah mereka hanya di sini:

"Sang Pewaris Tersembunyi" karya Moms TZ, bukan yang lain.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Moms TZ, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

13. Bertemu Om baik hati

Matahari bersinar cerah pagi itu, menghapus sisa-sisa hujan yang seharian kemarin mengguyur bumi. Darrel, dengan senyum penuh semangat, menyiapkan dagangannya. Termos air panas dan termos es telah terisi penuh, lalu dibawanya ke luar dan ditata rapi di dalam gerobak. Kopi sachet aneka merek, dan minuman instan lainnya berjejer tergantung rapi pada besi di sisi kanan kiri gerobaknya.

Tiba-tiba, Bu Murni datang mengagetkan Darrel yang sedang sibuk menata dagangannya.

"Assalamu'alaikum, Mas Darrel," sapanya sambil tersenyum ramah.

"Eh, wa'alaikumsalam, Bu," jawab Darrel sambil tersenyum dan mengangguk hormat.

"Begini, Mas. Saya berniat menitipkan dagangan saya sama Mas Darrel. Dari saya lima ribu empat, nanti masnya bisa jual lima ribu tiga," kata Bu Murni.

Darrel tertegun sejenak sambil menatap kotak kecil berisi gorengan. Dia merasa bingung—ingin menolak, tetapi sungkan. Kalau diterima, bagaimana jika tidak habis?

Rupanya, Bu Murni bisa membaca keraguan Darrel. "Mas Darrel tidak usah merasa takut kalau nanti dagangan saya tidak habis. Ini hanya awal sebagai percobaan saja."

Darrel tersenyum. "Baiklah, Bu. Saya akan berusaha menawarkannya pada pelanggan," kata Darrel.

"Terima kasih ya, Mas. Semoga dagangannya laris manis hari ini," kata Bu Murni. "Kalau begitu saya permisi. Assalamu'alaikum."

"Wa'alaikumsalam," sahut Darrel, kemudian menaruh kotak berisi gorengan itu ke dalam gerobak.

"Papa," panggil Zoey, gadis kecil itu berdiri di depan pintu. Di sampingnya, Zayn tampak menguap, mungkin masih mengantuk.

"Eh, kalian sudah bangun?" sambut Darrel seraya berjalan mendekat. Dia membungkukkan badannya lalu mengelus pucuk kepala mereka sambil tersenyum. "Pinternya anak papa, bangun sendiri."

"Ayo, mandi," ajaknya pada sang anak. "Setelah itu, kita sarapan dan siap berjualan."

"Hari ini kita jualan, Pa?" tanya Zayn dengan suaranya yang masih serak khas bangun tidur.

"Iya, dong. Kan, kemarin kita sudah libur sehari. Jadi, hari ini kita berjualan lagi," jawab Darrel.

"Horeee... Kita jualan lagi!" seru Zoey sambil bertepuk tangan.

Keduanya pun mandi bergantian tanpa banyak drama. Setelah berganti pakaian, Zoey dan Zayn duduk di meja makan dan mulai menyantap sarapan mereka. Meski hanya tahu dan tempe goreng, serta telur orak-arik, mereka tetap menikmatinya dengan lahap.

"Enak, Pa," puji Zayn sambil mengacungkan jempolnya.

"Iya, masakan Papa enak," timpal Zoey sambil menyuapkan makanan ke mulutnya.

Darrel tersenyum mendengar pujian dari kedua anaknya. Dia merasa sedikit terhibur.

"Makan yang banyak, ya," ucapnya seraya mengusap pucuk kepala mereka dengan lembut dan penuh kasih sayang.

Selesai sarapan, Darrel segera membereskannya lalu siap berangkat berjualan. Zoey duduk di depan bersama sang ayah, sementara Zayn dengan riang berdiri di belakang sendirian.

"Bismillah, hari ini laris manis." Darrel berdoa dalam hati, lalu menyalakan motornya dan melaju meninggalkan rumahnya.

Sesampainya di taman, Darrel memarkirkan motor roda tiganya di bawah pohon rindang. Sebelum turun dari motornya dia menurunkan Zoey terlebih dahulu lalu bergeser ke belakang dan menurunkan Zayn dari gerobak.

Tak lama kemudian, pelanggan pertama datang. Seorang bapak paruh baya yang sering mampir untuk minum kopi.

"Selamat pagi, Mas," sapa bapak itu sambil tersenyum. "Wah rajin sekali ya, pagi-pagi sudah sampai di sini."

"Iya, Pak. Mumpung cuaca cerah," jawab Darrel sambil menyiapkan kopi pesanan bapak itu. "Seperti biasa, kopi hitam tanpa gula?"

"Betul sekali, Mas. Jangan lupa gorengannya, ya," kata bapak itu sambil menunjuk kotak gorengan yang ada di gerobak.

"Siap, Pak!" sahut Darrel. Dengan sigap dia kemudian membuatkan kopi dan mengambilkan beberapa gorengan untuk pelanggannya.

"Ini, Pak. Silakan," kata Darrel sambil menyerahkan kopi dan gorengan.

"Terima kasih, Mas," kata bapak itu sambil menikmati kopi dan gorengannya.

Darrel tersenyum lega, dia merasa senang dagangannya mulai laku dan berharap, hari ini akan menjadi hari yang baik.

"Papa, gorengannya harganya berapa? Boleh nggak, Zoey bantu jual gorengannya?" tanya Zoey tiba-tiba.

Darrel terkejut. "Zoey mau menjual gorengan?" tanyanya ragu.

"Kan, sama Zayn, Papa," sahut Zayn cepat.

"Iya, Pa. Nanti kita bisa pegang berdua," Zoey berusaha meyakinkan.

Darrel tersenyum. "Baiklah. Harga gorengannya lima ribu tiga."

"Tapi, kalian harus hati-hati dan sopan saat menawarkannya, ya," pesannya.

Zoey dan Zayn mengangguk. Sambil memegang kotak berisi gorengan Bu Murni, mereka berjalan mendekati beberapa orang yang berkumpul di taman tersebut.

"Permisi, Bapak, Ibu. Kami jual gorengan, masih hangat," tawar Zoey dengan tanpa rasa malu.

Beberapa orang menoleh dan tersenyum melihat Zoey dan Zayn. Ada yang tertarik untuk membeli, ada juga yang hanya tersenyum dan menggelengkan kepala.

"Wah, pintar sekali kamu, Nak. Gorengannya berapaan?" tanya seorang ibu.

"Lima ribu tiga, Bu," jawab Zayn dengan sopan.

"Boleh deh, buat camilan," kata ibu itu sambil memberikan uang.

Zayn menerima uang itu dan Zoey memberikan gorengan kepada ibu itu. Mereka merasa senang karena berhasil menjual gorengan.

"Makasih, Bu," ucap Zoey dan Zayn dengan riang.

Selanjutnya mereka kembali berkeliling sambil menawarkan gorengan pada orang-orang yang berlalu lalang. Seorang pemuda tampan turun dari mobil mewah lalu menghampiri si kembar.

"Gorengannya berapa, Dek? Boleh nggak, om borong semua?" tanya pemuda tampan itu sambil berjongkok dan tersenyum manis kepada si kembar.

Kedua bocah itu tampak bengong sambil mengerjapkan matanya lucu. Mereka menatap pemuda tampan itu dengan pandangan bingung.

"Maksudnya, om akan membeli semua gorengannya. Boleh, kan?" ulang pemuda tampan itu lagi.

"Memangnya, Om akan makan gorengan sebanyak ini?" Zoey balik bertanya.

Si pemuda tampan itu pun kembali tersenyum sambil tangannya terulur mengusap kepala Zoey dan Zayn. Dia merasa gemas.

"Ya enggak juga. Tapi kan, nanti om bisa makan bareng yang lain, teman-teman mungkin," jawab pemuda tampan itu.

"Oke," sahut Zayn lalu mengambil bungkus kertas dan plastik lalu menyerahkan pada sang pemuda.

Dengan cekatan pemuda tampan itu memindahkan semua gorengan ke dalam bungkus kertas. Semua menjadi tiga bungkus lalu memasukkan ke dalam kantong plastik.

"Nah, ini uangnya. Diterima, ya," kata pemuda tampan itu sambil menyerahkan uang merah masing-masing lima lembar ke tangan Zayn dan Zoey.

Kedua anak itu kembali terbengong dan saling berpandangan. Mereka bingung menerima uang sebanyak itu.

"Ini banyak sekali, Om," ujar Zayn heran. Kata Papa gorengannya, lima ribu tiga. Tapi kenapa uangnya banyak?" tanya Zayn.

"Nggak pa-pa. Itu bonus buat kalian karena sudah menjadi anak yang baik dan membantu Papa." Si pemuda tampan itu berusaha meyakinkan. Dia semakin gemas lalu mencium pucuk kepala Zayn dan Zoey dengan lembut. Matanya sedikit berembun, ada perasaan -- entahlah, dia pun sulit menjabarkannya.

"Bye..." Pemuda tampan itu berdiri dan lekas berbalik menuju mobil mewahnya terparkir.

Di dalam mobil, dia menyandarkan kepalanya pada sandaran kursi sambil memejamkan mata. Setetes airmata lolos dari kedua sudut matanya. Ada sesuatu yang mengganjal dalam hatinya.

Beberapa saat kemudian dia menyeka airmatanya lantas mengambil ponsel dan menghubungi seseorang, lalu menutup kembali panggilannya. Sebelum melajukan kendaraannya, sekali lagi dia menatap Darrel bersama Zayn dan Zoey dari kejauhan.

Sementara itu, Zayn dan Zoey langsung berlari menghampiri Darrel dan melaporkan apa yang baru saja mereka alami.

"Papa... Papa! Gorengannya sudah habis! Om baik hati yang memborong gorengannya!" teriak mereka sembari memperlihatkan kotak gorengan yang sudah kosong.

"Iya, Pa! Kita bertemu Om baik hati. Om itu kasih kita uang banyak," Zayn menunjukkan lima lembar uang merah pada Darrel. Demikian halnya dengan Zoey.

Darrel mengernyit heran, lantas mengedarkan pandangannya. Dia menangkap seseorang dari dalam mobil melambaikan tangan padanya dan tersenyum penuh arti lalu melaju meninggalkan tempat itu.

.

Kira-kira siapa pemuda tampan itu, ya?

1
Tiara Bella
temen lama palingan ya....
Leddy Sohar
Wah jadi bikin penasaran
〈⎳ 𝕄𝕠𝕞𝕤 𝕋ℤ ✍️⃞⃟𝑹𝑨: stay tune terus ya🤭
total 1 replies
Esther Lestari
Papa Vira dan papa Darrel jangan2 sahabat lama
〈⎳ 𝕄𝕠𝕞𝕤 𝕋ℤ ✍️⃞⃟𝑹𝑨: mungkin
total 1 replies
Nar Sih
jgn ,,papi baim dan papa nya vira teman lama atau teman bisnis wah ..seruu momz👍🥰
〈⎳ 𝕄𝕠𝕞𝕤 𝕋ℤ ✍️⃞⃟𝑹𝑨: biar nitijen senang🤭
total 1 replies
Hendra Yana
lanjut momz
〈⎳ 𝕄𝕠𝕞𝕤 𝕋ℤ ✍️⃞⃟𝑹𝑨: siap.,...
total 1 replies
Sunaryati
Mereka mungkin teman atau Mitra bisnis, yang pasti mereka lega dan suka berbesanan. Author karena hujan punya banyak gantungan ya.
〈⎳ 𝕄𝕠𝕞𝕤 𝕋ℤ ✍️⃞⃟𝑹𝑨: bener bgt, mak. gak kering² tuh mpe dirubung rengit🤭🤣🤣🤣
total 1 replies
Patrick Khan
ahhh kenal kah. ato gimana ni..deg deg kan😑😑😑
〈⎳ 𝕄𝕠𝕞𝕤 𝕋ℤ ✍️⃞⃟𝑹𝑨: tunggu aja besok, ibu gak up lagi
total 1 replies
Esther Lestari
semoga papi mami mu merestui pilihanmu Darrel.
〈⎳ 𝕄𝕠𝕞𝕤 𝕋ℤ ✍️⃞⃟𝑹𝑨: aamiin
total 1 replies
Esther Lestari
Kejutan Darrel yang membuat Vira bener2 terkejut.
〈⎳ 𝕄𝕠𝕞𝕤 𝕋ℤ ✍️⃞⃟𝑹𝑨: lha iyo
total 1 replies
ora
Jangan bilang mereka sudah saling kenal. Semoga saja saling mengenal dengan baik. Jadi, bertambah kebahagiannya mereka ....
〈⎳ 𝕄𝕠𝕞𝕤 𝕋ℤ ✍️⃞⃟𝑹𝑨: semoga aja, sesuai keinginan nitijen🤭
total 1 replies
Sunaryati
Emak harapkan Mama Mia dan Papa Baim merestui
〈⎳ 𝕄𝕠𝕞𝕤 𝕋ℤ ✍️⃞⃟𝑹𝑨: aamiin
total 1 replies
Sunaryati
Papa Barra nanti juga akan dapat kejutan siapa yang akan jadi besannya
〈⎳ 𝕄𝕠𝕞𝕤 𝕋ℤ ✍️⃞⃟𝑹𝑨: huummmm
total 1 replies
Sunaryati
Papa Barra nanti juga akan dapat kejutan siapa yang akan jadi besannya
Sunaryati
Kasihan Vira kena prank duren. Author bisa nih, buat emak geram👍
〈⎳ 𝕄𝕠𝕞𝕤 𝕋ℤ ✍️⃞⃟𝑹𝑨: 🤭🤭🤭🤭🤭
total 1 replies
Sunaryati
Langsung lamar Viranya Bang Darrel
〈⎳ 𝕄𝕠𝕞𝕤 𝕋ℤ ✍️⃞⃟𝑹𝑨: huummm
total 1 replies
Sunaryati
Emak berharap Vira berjodoh dengan Darrel dan mereka hidup rukun dibalut kebahagiaan bisa berkumpul kembali dengan orang tua Nak Darrel
〈⎳ 𝕄𝕠𝕞𝕤 𝕋ℤ ✍️⃞⃟𝑹𝑨: aamiin mak
total 1 replies
Sunaryati
Duren yang sedang kena panah asmara gadis tomboi, semoga mulus melebihi jalan tol
〈⎳ 𝕄𝕠𝕞𝕤 𝕋ℤ ✍️⃞⃟𝑹𝑨: bebas hambatan
total 1 replies
Sunaryati
Semoga jika mereka serius menjalani hubungan antara pria dan wanita dewasa orang tua Vira merestui
〈⎳ 𝕄𝕠𝕞𝕤 𝕋ℤ ✍️⃞⃟𝑹𝑨: aamiin
total 1 replies
Sunaryati
Sudah ada kode Nak Darrel tapi jangan terburu-buru, pdkt dulu, anak- anak sudah kasih lampu hijau
〈⎳ 𝕄𝕠𝕞𝕤 𝕋ℤ ✍️⃞⃟𝑹𝑨: huummm
total 1 replies
Sunaryati
Sudah ada kode Nak Darrel tapi jangan terburu-buru, pdkt dulu, anak- anak sudah kasih lampu hijau
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!