NovelToon NovelToon
Empire : Point Tak Terbatas

Empire : Point Tak Terbatas

Status: sedang berlangsung
Genre:Toko Interdimensi / Kelahiran kembali menjadi kuat / Sistem / Fantasi / Reinkarnasi / Kaya Raya
Popularitas:26.5k
Nilai: 5
Nama Author: Sukma Firmansyah

*Important*
novel ini ekslusif ada hanya di NovelToon,bila ada di platform lain, bearti plagiat
tolong bantu report

"Ketika dunia mengandalkan pedang dan sihir, aku membawa napalm dan artileri. Oh, dan saldoku? Error Tak Terbatas." Rian, seorang buruh pabrik yang mati karena kelelahan, mengira hidupnya berakhir. Namun, dia membuka mata sebagai Zephyrion IV, Kaisar boneka di dunia Terra Vasta—sebuah planet yang 1.000 kali lebih luas dari Bumi. Nasibnya buruk: Negaranya di ambang kebangkrutan, dikelilingi musuh, dan nyawanya diincar oleh menterinya sendiri. Tapi, Rian tidak datang dengan tangan kosong. Dia membawa "Omni-Store System"—sebuah toko antardimensi yang mengalami ERROR fatal. Saldo Poin: UNLIMITED (∞).

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Sukma Firmansyah, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

BAB 13: Tawaran Sang Kaisar Besi

Asap hitam masih membumbung tinggi dari bangkai kapal The Leviathan, menodai langit pagi yang cerah. Di sekelilingnya, 40 kapal Galleon Vexia yang tersisa telah menurunkan layar mereka. Mereka mengapung tak berdaya, seperti kawanan domba yang kehilangan gembala.

Zephyr mematikan mesin PT Boat-01, membiarkannya meluncur pelan mendekati lambung kapal The Swift. Perbedaan ukuran itu mencolok. Kapal Vexia itu tinggi menjulang seperti benteng kayu, sementara kapal Zephyr kecil, rendah, dan mematikan.

"Alistair," perintah Zephyr tanpa menoleh. "Ambil alih kemudi. Jaga mesin tetap idle."

Zephyr berjalan ke haluan, menatap ke atas geladak The Swift. Puluhan prajurit Vexia menatapnya ke bawah dengan ketakutan. Mereka memegang pedang, tapi tangan mereka gemetar. Mereka tahu, jika pria di bawah sana memberi isyarat, kapal mereka akan meledak dalam hitungan detik.

"Aku mencari seorang perwira," suara Zephyr tenang namun terdengar jelas di keheningan laut. "Wanita. Navigator. Bawa dia ke hadapanku."

Para kru Vexia saling pandang bingung. Bagaimana Kaisar musuh tahu ada wanita di kapal ini?

Tak lama, kerumunan terbelah. Elara Vance muncul. Dia mengenakan seragam biru laut perwira Vexia yang sedikit kebesaran, rambut merahnya diikat praktis ke belakang. Wajahnya kotor oleh jelaga, tapi matanya... matanya tajam dan tidak menunduk.

Zephyr mengaktifkan [Mata Penguasa] sepenuhnya.

TARGET: Elara Vance (22 Tahun)

Status: Tawanan Perang / Navigator Utama Vexia.

Loyalitas (Vexia): 15/100 (Sangat Rendah - Kecewa pada kepemimpinan bodoh Draken).

Loyalitas (Zephyr): 0/100 (Waspada/Musuh).

Ambisi: Menjelajahi "Ujung Dunia" (Laut Tak Terpetakan).

Ketertarikan: Sains Kelautan (S+), Teknologi Baru (S).

Sempurna, pikir Zephyr. Dia tidak setia pada negaranya, dia setia pada lautan.

"Turunlah, Elara Vance," kata Zephyr.

Elara tersentak. "Kau tahu namaku?"

"Aku tahu banyak hal. Termasuk fakta bahwa kaulah satu-satunya alasan kapal ini tidak bertabrakan saat serangan tadi. Turun. Aku tidak suka mendongak saat bicara."

Elara ragu sejenak, lalu menuruni tangga tali jala-jala di sisi kapal. Dia mendarat di geladak PT Boat dengan tangkas.

Saat kakinya menyentuh lantai logam PT Boat, dia terdiam. Dia mengetukkan sol sepatunya.

Bukan kayu.

Dingin. Keras. Besi?

"Selamat datang di masa depan," sapa Zephyr.

Elara menatap sekeliling. Matanya terpaku pada tabung torpedo, senapan mesin kaliber .50, dan akhirnya... pada kokpit kemudi yang penuh dengan panel instrumen analog.

"Benda ini..." Elara menyentuh dinding kapal, matanya berbinar penuh rasa ingin tahu, melupakan bahwa dia adalah tawanan. "Ini tidak punya layar. Tidak ada dayung. Tapi dia bergerak lebih cepat dari angin badai. Bagaimana caranya?"

Zephyr tersenyum. Umpannya dimakan.

"Ikut aku."

Zephyr membawanya masuk ke ruang mesin yang pintunya terbuka.

Hawa panas langsung menerpa wajah mereka. Bau bensin oktan tinggi dan oli panas memenuhi udara. Di sana, tiga mesin Packard V-12 berdenyut pelan dalam mode idle.

"Di dalam sini," Zephyr menunjuk blok mesin raksasa itu. "Ada 4.500 ekor kuda yang terperangkap dalam besi. Mereka minum api cair, dan mereka berlari tanpa lelah."

Mulut Elara sedikit terbuka. Sebagai navigator jenius, otaknya berputar cepat mencoba memahami mekanismenya.

"Empat ribu... kuda?" bisiknya tak percaya. "Pantas saja. Tidak ada angin yang bisa mengalahkan itu."

Zephyr menyandarkan punggungnya di dinding ruang mesin, melipat tangan di dada. Dia melihat bar status di atas kepala Elara berubah.

Loyalitas (Zephyr): 20/100 (Kagum pada teknologi).

Status: Terguncang secara intelektual.

"Vexia mengirimmu mati di kapal kayu lambat yang dipimpin oleh Laksamana gendut yang tidak tahu bedanya Utara dan Selatan," kata Zephyr tajam.

Elara menunduk, tangannya mengepal. "Laksamana Draken... dia orang bodoh yang mendapat jabatan karena ayahnya kaya. Dia mengabaikan peringatanku soal cuaca. Dia mengabaikan peringatanku soal formasi."

"Dan itulah sebabnya dia jadi makanan ikan sekarang, sementara kau masih hidup."

Zephyr melangkah maju, mempersempit jarak.

"Dengar, Elara. Aku butuh Laksamana. Bukan seseorang yang hanya bisa baris-berbaris, tapi seseorang yang mengerti bahwa laut itu kejam dan butuh ilmu pengetahuan untuk menaklukkannya."

"Aku punya 40 kapal kayu rampasan di sana. Aku butuh seseorang untuk merapikan sampah itu."

"Tapi lebih dari itu..."

Zephyr menunjuk mesin V-12 yang menderu.

"...Di masa depan, aku akan membangun kapal yang seratus kali lebih besar dari ini. Kapal yang terbuat dari baja setebal benteng. Kapal yang bisa memuntahkan api sejauh mata memandang. Kapal yang bisa menyelam di bawah air."

Mata Elara membelalak. Menyelam di bawah air?

"Aku butuh seseorang yang cukup gila dan cukup pintar untuk memimpin armada monster itu. Apakah itu kau?"

Zephyr menatap angka di atas kepala Elara. Angka itu berkedip-kedip cepat.

Loyalitas (Zephyr): 45... 50... 60...

Elara menatap mesin itu, lalu menatap kapal-kapal kayu Vexia yang tampak begitu kuno dan menyedihkan sekarang. Ambisinya untuk melihat "Ujung Dunia" tidak akan pernah tercapai dengan kapal kayu. Tapi dengan ini...

Elara menegakkan tubuhnya. Dia memberi hormat—bukan hormat Vexia, tapi hormat pelaut profesional.

"Kapal kayu itu lambat, Yang Mulia. Saya benci kelambatan."

"Bagus," Zephyr tersenyum puas.

Loyalitas (Zephyr): 75/100 (Berkomitmen karena Visi).

Status: Rekrutmen Sukses.

"Tugas pertamamu, Laksamana Vance," perintah Zephyr. "Ambil alih sisa armada itu. Suruh mereka membuang bendera Vexia ke laut. Bawa kapal-kapal itu ke pelabuhan dan parkir yang rapi. Kita akan mengubahnya menjadi kapal dagang untuk mengangkut minyak."

"Siap, Yang Mulia!" Elara menjawab tegas, matanya berbinar dengan semangat baru. Dia akhirnya menemukan pemimpin yang sepadan dengan otaknya.

Saat Elara memanjat kembali ke kapal The Swift untuk meneriakkan perintah pada kru yang bingung, Alistair mendekati Zephyr.

"Yang Mulia... Anda baru saja memberikan armada musuh kepada... musuh?"

"Bukan musuh, Alistair," Zephyr melihat Elara yang mulai membentak kru kapal untuk segera bergerak. "Dia adalah karyawan baru kita. Dan dia baru saja menyadari bahwa gaji di sini dibayar dengan masa depan, bukan dengan koin emas."

Zephyr kembali ke kemudi.

"Sekarang, ayo kita mendarat. Kita punya satu hal lagi yang harus dibangun sebelum matahari terbenam."

"Apa lagi, Yang Mulia? Bukankah kita sudah menang?"

Zephyr menatap rawa-rawa hitam di kejauhan.

"Kita baru saja mengusir maling. Sekarang, saatnya membangun pagar."

"Kita akan membangun Kilang Minyak Pertama."

1
𝓐. 𝓗.𝓸
saya harap anda melanjutkan ceritanya
𝓐. 𝓗.𝓸
Lanjutkan ceritanya cukup bagus ★4,3
Lonayma
beda banget makan siang gratis si monokotil,ada bumbu tambahan
ラマSkuy
hem Kekaisaran matahari mirip Jepang ya dari nama salah satu perwiranya yang di suruh kembali oleh Zephyr
ラマSkuy
perang lagi kah dengan Kekaisaran matahari
ラマSkuy
memang ya kopi hitam dengan sedikit gula plus rokok itu adalah pemersatu bapak bapak 😂😂
ラマSkuy
benua timur sudah dikuasai lanjut terus sampai seluruh benua berhasil dikuasi💪
ラマSkuy
wah harusnya buat kapal bettleahip thor kayak IJN YAMATO, atau USS MISSOURI kan itu tier teknologi yang udah bisa di akses sama MC kan udah di tier pd 2 di dunianya MC harusnya udah dapat teknologi abad 19 kan thor
Salman Al Farisi
next thor 👍👍👍👍👍
Pims Sinung Mulia
Bagus thor. Apa nggak kpikiran thor zipher bisa ngembangin tehnologi mecha dan armor futuristic macam suite mobil gundam atau armor space marine macam di game wae hammer atau star craft.
ラマSkuy: wah keknya udah bisa buat spaceship gak sih, keren thor ku tunggu up lanjutannya thor
total 2 replies
ラマSkuy
gila lulusan SD sudah bisa jadi mekanik bro 👍
Luthfi Afifzaidan
lg
Amrye Jhon
mantap👍
Pecinta Gratisan
lagi thor updatenya sampai tamat💞
Amrye Jhon
bagus thor semangat up
Amrye Jhon
semangat
Amrye Jhon
lanjut thor
Amrye Jhon
mantap👍👍👍
Amrye Jhon
semangat
Amrye Jhon
mantap👍
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!