NovelToon NovelToon
Gadis Simpanan Om Tampan

Gadis Simpanan Om Tampan

Status: tamat
Genre:Cintapertama / Nikahmuda / Pembunuhan / Tamat
Popularitas:30.9M
Nilai: 4.8
Nama Author: Imas Gustina

Gimana menurut kalian jika dua pasangan sama sama Mempunyai kepribadian ganda??

Pasti sangat menarik kan.

Ya itu di alami oleh Seorang gadis muda berusia 17 tahun yang menderita kepribadian ganda. dia hidup sebatang kara. karena kejadian pembunuhan yang di alami orang tuanya. Kini ia harus tinggal di kota dengan kakak nya yang sudah menikah, dengan pria yang tidak mau bekerja sama sekali alias pemalas. penderitaannya tak berujung ia harus menanggung masalah dalam keluarga kakaknya. Seorang gadis yang tak di anggap adik oleh kakaknya itu di paksa untuk di jadikan simpanan bos kaya yang berusia 10 tahun lebih tua darinya,untuk menanggung hutang kakak iparnya karena kalah dalam berjudi.

apakah penderitaannya akan berhenti??
entahlah..

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Imas Gustina, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Kemarahan Vino

Manda nampak diam mengikuti setiap langkah Aron masuk ke dalam sekolahan. Meskipun terpaksa. Mau bagaimana lagi tidak ada pilihan lain lagian Aron adalah pemilik sekolahan ini.jadi dia bisa dengan mudah mengizinkan Manda untuk masuk tanpa di marahi kepala sekolah maupun guru. Aron mempunyai kewenangan atas sekolahan yang ia dirikan. Ya meskipun Aron jarang ke sekolahan tersebut karena Vino sudah di sana jadi dia bisa mengawasi sekolahan miliknya.

" Kamu di kelas mana??" tanya Aron tanpa menoleh ke arah Manda.

" XI-B " jawab Manda cuek.

Tanpa menjawab lagi Aron segera menuju ke kelas yang Manda beri tahu. Langkahnya berhenti tepat di depan kelasnya. Semua mata tertuju padanya. Dan sekaligus guru yang mengajar jam itu juga. " Pagi tuan" sapa guru perempuan yang terkenal sangat killer.

" Pagi" jawab Aron cuek.

" Tuan ada apa datang ke sini?? Apa ada masalah??" Tanya guru tersebut seolah bersikap ramah jika Aron datang.

Manda nampak takut wajahnya mulai memucat tubuhnya bergetar, dia bersembunyi di balik punggung Aron.

" jangan sembunyi di belakangku!!" Bentak Aron menarik tangan Manda di belakang punggungnya.

Dia mengela nafas mencoba menghilangkan rasa takut dalam benaknya.

" Pagi bu" sapa Manda nampak ragu ragu. Tubuhnya memucat seketika menghadapi guru tersebut yang sudah terlihat dari wajahnya sangat angkuh.

" Ada apa dengan dia tuan?? Apa dia bikin masalah dengan anda??" Guru itu nampak melotot seketika menatap Manda yang selalu bikin masalah. Sudah kemarin telat datang ke kepala sekolah tanpa sopan santun dan sekarang dengan Aron.

Aron melirik sejenak Manda yang berdiri di sampingnya nampak sangat takut. Tangannya terus mencengkram erat ujung rok pendeknya dengan kepala terus menunduk menghilangkan gemetar di tubuhnya.

" Tidak.. hanya mengantarkan dia ke sini" Ucapan Aron membuat Semua mata di dalam kelas tertuju padanya. Dan tak luput dengan guru di depannya menatap seolah tak percaya jika tuan muda pemilik sekolahan mengantarkan dia ke sekolah. 

" Oh.. baiklah tuan" Ucap Guru itu tersenyum menyringai.

" Dan ingat jangan sampai ada yang berani ganggu dia!! Jika ada yang mengusik dia maka akan berurusan langsung padaku" 

Semua temannya nampak sangat terkejut dengan apa yang di katakan Aron. Mereka tak percaya jika Manda anak baru itu bisa dekat dengan Aron yang terkenal sangat ganas dan dingin. Bahkan Manda berada dalam lindungan Aron.

"Cepatlah masuk!!" Bu guru dengan terpaksa menuntun Manda duduk di bangkunya yang dekat dengan Vino.

Tanpa mengucap kata lagi Aron berjalan pergi dari kelas Manda. Tanpa pamit ataupun menyapa Manda bahkan dia benar benar sangat cuek pada semua orang.

" Dasar hati Batu!!" Gumam Manda segera mengeluarkan buku pelajaran dari tasnya.

" Hai... kamu gak papa kan??" Vino mengibaskan tangan kananya ke depan wajah Manda.

" tenang saja aku tidak apa!!" Kata manda dengan senyum manis terpancar dari wajahnya.

" syukurlah,, aku kira kakakku akan marah besar padamu tadi...dan nanti kita makan di kantin sama sama ya. Kamu pasti belum msarapan kan?? " Ucap Vino nampak memberi semangat pada Manda yang terlihat menekuk wajahnya.

" hmz"

Hanya satu kata singkat jawaban darinya.Manda kini kelihatan lebih cuek terlalu banyak fikiran yang membebaninya. Masalah yang tak kunjung berhenti dalam hidupnya. Entah apa yang harus ia lakukan lagi. Ingin rasanya kabur dari rumah penjara itu tapi bagaimana dengan kakaknya pasti mereka akan kena imbasnya. Manda terus melamun  menyangga dagunya dengan pandangan kosong menatap ke depan papan tulis.

"Ssttt.."

Manda tak memggubris kode panggilan dari Vino..

"Ssssssttt.." Vino terus memberi kode panggilan padanya namun tetap saja tak di gubris oleh Manda.

Vino menarik tangan Manda yang menyangga dagunya membuat dia seakan mau jatuh.

" VINO??" Ucap Manda dengan nada tinggi.

" Ada apa Manda??" Tanya guru yang terlihat begitu tak suka pada Manda. Mungkin karena Aron yang mengantarkan dia dan jadi anak spesial di sini.

" Gak ada apa apa bu" ucap manda dengan senyum tipis namun lirikan tajamnya mengarah pada Vino di samping.

Manda mengerutkan bibirnya melotot tajam ke arah Vino.

" Manda lihat tu sepertinya Tuan Muda Aron masih tetap di luar nunggu kamu" Ucap sisil menunjuk ke luar terlihat Aron berdiri di luar dengan ponsel di telinganya seakan dia menelfon seseorang.

"Hmz .. kenapa dia gak pulang saja. Bikin malu disini pasti anak anak akan bergosip yang tidak tidak padaku??" Batin Manda menatap Aron di luar.

" Manda?? "

" hzm .. iya sil!!" Manda menoleh seketika ke arah Sisil yang memang temannya duduk.

" Kenapa kamu bisa bertemu dengan dia?? Kamu tahu kan dia tu terkenal sangat sadis??" Ucap sisil ketakutan menutup mulutnya rapat agar tak ada yang mendengar pembicaraannya.

" Entahlah bagaimana bisa aku bertemu monster seperti dia" Manda mengehela nafas seolah pasrah dengan semua takdir nya. Dia mengerutkan bibirnya dengan wajah terlihat murung.

" iya sudah kamu harus hati-hati dengannya. Semangat manda!!" Sisil mencoba memberi semangat pada Manda yang terlihat murung.

" Semangat!!" Manda memberi semangat untuk dirinya sendiri. Kini dia terlihat lebih tegar kali ini ada sosok teman yang baru dia kenal memberi semangat padanya. Seolah perjuangan hidupnya kini semakin bertambah dia tidak mau tetap kalah dengan Aron. Dan Manda juga berusaha melawan penyakitnya yang semakin sering kambuh di saat yang terduga. Benar benar membuat dia stres . Hanya dukungan dari orang sekitar yang membuat dia tegar.

Vino melemparkan kepalan kertas berisikan tulisan pada Manda.

" Kamu kenapa melamun terus???" Tanya Vino di balik kertas itu.

Manda tak mengabaikan kertas dari Vino dia hanya tersenyum mengernyitkan pundaknya seolah memberi tanda jika dia tidak tahu kenapa.

Vino mengisyaratkan dengan tangannya jika dia menyuruh Manda segera keluar dari kelas. Karena dia ingin berbicara dengannya.

Manda hanya menggelengkan kepalanya menolak ajakan Vino dia kira masih bisa ada waktu berbicara dengannya nanti di rumah. Lagian Aron masih di luar dia takut jika dia marah lagi padanya. Manda mencoba melihat di balik pintu nampak Aron tidak ada di luar.

" Apa dia sudah pergi??" Manda menoleh ke kanan dan ke kiri melihat sekelilingnya.

" haaahhh... serasa aku lega seketika dia sudah pulang" batin Manda menhela nafas panjangnya dengan tangan kanan memegang dadanya.

Manda yang terus melamun tak sadar jika sudah 2 jam berlalu dan pelajaran juga hampir selesai.

" kamu kenapa Da?" Tanya Sisil menepuk pundakku.

Sisil mrnolrh sektika menatap sisil di sampingnya.

" Gak papa Sil" tersenyum simpul

" Aku merasa sangat lega Aron sudah pergi!! Jadi tidak ada yang mengawasiku" jawab Manda dengan senyum ceria hatinya sangat bahagia ingin rasanya berteriak, bersorak ria meloncat loncat. Akhirnya dia bisa bebas dari pandangan Aron. ya meskipun hanya sebentar saja. Dan nanti malam juga bertemu lagi dengan Wajah yang sangat menjengkelkan itu.

" Eh .. guru tadi mana?" Tanya Manda nampak linglung tak tahu pelajaran apa yang di ajarkan guru tadi. Belum sempat dia mencatat semuanya ternyata jam pelajaran sudah habis.

" sudah keluar baru saja!! Kamu dari tadi melamun terus jadinya ketinggalan pelajaran. Tapi tenang saja aku punya catatan kok kamu bisa bawa nanti buwat belajar di rumah. Karena besok ada ulangan kata guru tadi"

" Apa aku gak salah dengar Sil?? Besok Ujian"manda melotot seketika seakan bola matanya melebar mendengar ucapan Sisil jika besok dia akan ujian. Apalagi dia tidak terlalu paham dengan matematika dan sudah hampir 3 bulan dia ketinggalan pelajaran. Dan lagi dia nanti malam gak mungkin bisa belajar tenang jika ada Aron yang terus menghantuinya.

" iya kamu kan sudah ketinggalan pelajaran lama jadi aku pinjamkan catatan ku padamu" Ucap Sisil tersenyum mengulurkan buku catatan pada Manda.

" Tapi apa kamu tidak belajar juga??"

" Aku tidak suka belajar" Jawab Sisil tersenyum simpul pada Manda. Sisil memang ramah senyum pada Manda. Bahkan Manda jadi teman yang paling dekat dengannya sekarang. Dan dia sebenarnya anak yang pintar di kelas namun dia tidak suka sekali belajar saat guru menrangkan seakan sudah masuk semua ke otaknya. Jadi dia tidak butuh buku untuk belajar lagi.

Tanpa suara Vino tiba-tiba menarik tangan Manda keluar dari kelas sontak membuat semua mata tertuju pada mereka. Teman taman di kelas bahkan terkejut jika Vino juga dekat dengan Manda.

" Apa dia gadis simpanan kakak adik?" Ucap salah satu teman sekelasnya.

" Iya sepertinya begitu. Dia sangat murahan kakak adik di embat juga" Saut salah satu teman lainya.

" Mungkin karena uang dia rela menjual tubuhnya" jawab Yang lainnya.

Vino mendengar itu semua, dia berjalan terburu buru menuju ke tempat pembicaraan.

"BRAKKKKK...." gebrakan meja sangat keras membuat semua tekejut.

" Jika kalian berani mengusik kehidupan Manda maka aku gak segan segan menghabisi kalian" Ucap Vino seakan amarahnya mulai memuncak mendengar gosip itu. Baru pertama kali Vino marah seperti itu membuat mereka mengigil ketakutan. Vino sangat menyeramkan saat terlihat marah. Bahkan sebelumnya dia terkenal cuek di kelas tidak penah berbicara dengan yang lain bahkan tidak pernah urusi urusan orang lain. Kini tatapnnya sangat tajam seakan ingin menerkam memangsa habis mereka semua.

" Maaf Vin gak maksud membicarakan Manda" Ucap salah satu temannya dan yang lain berlari menjauh dari Vino.

1
Erna Marsaid
Manda mending diam aja deh biar aman
Rini Rohmawati
bikin termehok mehok&greget.hem.
Indri Ani40
apakah kk nya vino yg nambrak pohon y
Adtri Adtri
bgs
Adtri Adtri
karen
Adtri Adtri
bagus
cinta
tujuan vino membawa manda k rmh aron apa ya , ? ga mudeng aku
cinta
tp malah jd bingung dg karakter manda dan vino ..
cinta
seharusnya yg d bw ke dokter tuh si aron ,, kek psyko gitu
cinta
kasian manda 😮‍💨 mending kabur saja manda , cari kehidupan baru
Ayu Ap
thor jangan lupa mampir
ISTRI BAYARAN, mohon suportnya
Fitri Rizqi Zea Shirly
kebanyakan iklan
Kamala Rasan
siapa tuh jeni
JUNI' AM
suka thor jln ceritanya.
Wahyul Siregar
mantaffffff
Ernawati Naysha
harus diberi pelajaran Aron, pergi saja manda
Salahuddin Udin
ok bgus thor cerita nya kok polos ki ya mandanya bisa" dia bicara seperti itu ke kepala sekolah nya padahal dia siswa baru disana
Choi Seungcheol 🍒
Hoi !

Kuy, Mampir di cerita aku, 🙏

Belenggu Cinta Sang Penguasa ❤️

Jangan Lupa Follow ige aku @amelia_falisha1511 ❤️

Lope Lope Sekebon Dari Aku ❤️❤️
Admini Mistilarsih
setuju
Yuliana Yulieni
mantap thor
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!