🏆 Juaranya 2 Lomba Tema Chiklit - Wanita Kuat S3
Aku Lucia. Seorang agent peringkat SSS di sebuah organisasi yang mengembangkan Sistem Reinkarnasi dunia modern di masa depan.
Masalah muncul pada dunia kecil yang terus bermunculan akibat manusia terus membuat novel dan komik.
Aku sebagai salah satu agent menjalankan reinkarnasi dan memainkan peran untuk mengubah isi novel atau komik karena permintaan dan ketidakpuasan pemeran pendukung pada bagian akhir cerita.
Aku bersama Momo si pendamping sistem menjelajahi berbagai dunia kecil dan dengan cepat meraih peringkat tinggi di organisasi.
"Nona, ada misi lagi. Wah, hadiahnya besar sekali kalau bisa menyelesaikan dengan peringkat sss."
Aku mendorong Momo ke pinggir hingga dia terjatuh karena kucing gemuk itu menutupi layar.
"Menjelajahi dunia kecil dan membersihkan sampah-sampah ini. Misi yang begitu mudah dengan hadiah yang besar."
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Indirani, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Bab 13
Hanya dalam waktu singkat Lucia sudah kembali ke kamarnya sebelum seorang pelayan mengetuk pintu dan memanggilnya untuk makan malam bersama dengan Duke dan para Tuan Muda.
Lucia pun makan malam bersama mereka. Hidangan kali ini cukup menggugah selera Lucia. Dia sangat menyukai sup kepiting rebus dan sayuran mentah yang di tata dengan rapi.
Tidak jauh dari meja makan utama ada sebuah meja dan kursi kecil yang diduduki Momo. Momo juga menyantap hidangan yang sama dengan mereka.
Beberapa kali Duke memperhatikan kucing itu. Binatang peliharaan Lucia ini amat sangat tidak normal. Kucing mana yang makan dengan garpu dan sendok di kaki mereka?
Terkadang mata Momo menyipit dan memperhatikan Duke juga, saat itu Duke membuang wajahnya dan melihat kearah lain.
Duke terbatuk sedikit sebelum menyapa Lucia. "Lucia, bagaimana pelajaran dari Nyonya Sofia?"
Lucia menjawab dengan singkat. "Yah, menyenangkan."
Sontak saja ucapan Lucia membuat kening Duke mengernyit. Siapa yang tidak tahu setegas apa wanita tua itu mengajari wanita muda? Sedikit saja ada kesalahan maka wanita tua itu akan memarahi habis-habisan murid yang dia ajari. Dan Lucia mengatakan itu menyenangkan dengan wajah yang datar. "Hah, sudahlah mungkin Lucia tidak mau bercerita,"batin Duke.
Tidak banyak pembicaraan mereka saat makan malam. Lucia hanya melihat persentase suka mereka padanya semakin bertambah. Contohnya Duke yang rasa sukanya kini menjadi 70%, Lion -20%. Walaupun masih dibawah nol persen tapi itu semakin mendekati rasa suka.
Edith yang menjadi 45%, dan Danny juga naik menjadi -10%. Eh tunggu sebentar kenapa rasa tidak suka Danny bisa berkurang? Seingat Lucia dia sangat jarang berinteraksi dengan Danny.
"Itu karena aku." ucap Momo melalui pikiran Lucia. "Beberapa hari ini Danny bermain denganku seperti Edith. Dia mulai menjadi budak ku dan memberiku banyak makan hehehe,"ucap Momo bangga.
"Sepertinya karena menyukaiku. Dia jadi tidak terlalu membencimu. Tapi itu masih minus ya Nona. Kau harus segera melewati angka 0 untuk bisa mencapai rasa suka dan itu masih cukup jauh," lanjut si gembul Momo. Kuah belepotan di bibir Momo dan seorang pelayan mengelapnya dengan sukarela.
Edith dan Danny sedari tadi selalu memandangi Momo dengan gemas karena tata cara makannya yang seperti seorang bangsawan. Lucia hanya menghela napas setelah mengetahui Momo begitu mudah menaklukkan Edith dan Danny.
Makan malam saat itu lebih di dominasi oleh percakapan Lion dan Duke tentang masalah pertambangan juga pasukan mereka. Sedangkan yang lainnya hanya fokus makan sembari sesekali melihat keimutan Momo.
Malam hari pun berganti pagi. Tirai putih jendela kamar Lucia dibuka oleh para pelayan. Sinar mentari terpancar mengenai Lucia yang masih berselimut. Pelayan memberanikan diri untuk membangunkan Lucia. Untungnya Lucia adalah orang yang mudah untuk dibangunkan saat tidur sehingga dia segera beranjak dari kamar tidur dan langsung mandi.
Dia tidak mengijinkan pelayan untuk memandikannya sehingga dia mandi sendiri. Bathub yang berisikan buih sabun dan kelopak bunga mawar memancarkan keharuman yang segar dan membuat Lucia tidak sabar untuk berendam.
Selama kurang lebih setengah jam Lucia mandi. Dia pun kembali ke kamarnya dan pelayan mulai memakaikan dress dan makeup tipis.
Pagi ini Lucia akan belajar dengan Nyonya Sofia seperti biasanya setelah dia sarapan. Di ruang belajar Nyonya Sofia telah menunggu dengan secangkir teh dan beberapa camilan di depannya.
Lucia dan Nyonya Sofia pun memulai pelajaran singkat mereka. Materi Nyonya Sofia kali ini sedikit informasi tentang wilayah-wilayah kekuasaan tiap bangsawan di Kerajaan Salvavor. Materi ini harus dikuasai Lucia agar dia memiliki pengetahuan umum mengenai tiap keadaan bangsawan.
Di Kerajaan Salvavor selain keluarga kerajaan ada 5 kekuatan besar yang saling menyeimbangkan. Salah satunya adalah Keluarga Lamboerge dan yang lainnya adalah Keluarga McLaren, Keluarga Elliot, Keluarga Foster, dan Keluarga Lee.
Selain 5 kekuatan di atas ada pula berbagai kekuatan yang hampir menyamai mereka seperti Guild Informasi, Organisasi Pembunuh Bayaran, dan Organisasi Penyembah Dewa.
5 Keluarga tersebut masing-masing memiliki Gelar Duke dan wilayah yang luas mencakupi 8 Count di bawah kekuasaan mereka. Contohnya seperti Keluarga Lamboerge, membawahi keluarga Allen, Bailey, Carter, Dawson, Hall, Johnson, Nelson, dan Osborne.
8 Keluarga itu masing-masing dipimpin oleh seorang Count yang wilayah mereka berada di kekuasaan Keluarga Duke Lamboerge. Nyonya Sofia pun menjelaskan dengan singkat beberapa Count yang berada di wilayah keluarga Duke yang lain.
Tidak terasa waktu telah menjelang siang hari. Pelajaran yang diberikan oleh Nyonya Sofia pun telah usai dan beliau pun pulang menggunakan kereta kuda dengan lambang Keluarga McLaren. Tidak heran Nyonya Sofia itu sedikit sombong dengan wibawa yang luar biasa. Ternyata dulu beliau adalah seorang Duchess dari Keluarga McLaren. Hanya saja sekarang posisi Duke tersebut sudah diserahkan kepada putra semata wayangnya.
Sekarang untuk menikmati masa senjanya, selain mengajari putri-putri kerajaan atau putri duke dan count Nyonya Sofia lebih banyak menghabiskan waktu di perpustakaan.
Matahari sudah berada di atas kepala menandakan bahwa saat itu pukul 12 siang. Semua Tuan Muda tidak ada bahkan Duke pergi menangani urusan di Kerajaan. Lucia makan sendirian, ah tidak dia makan bersama Momo.
"Nona, Apakah gelar bangsawanmu akan bisa didapatkan?" Tanya Momo sembari menyuapi dessert susu ke mulutnya. Pria muda imut bernama Frans kemarin mengatakan bahwa dia akan mencari gelar Countess untuk Lucia. Tentu saja harganya tidak murah. Dia harus mengeluarkan 10 juta koin emas untuk membeli gelar tersebut.
Sebenarnya gelar Baron atau Earl lebih murah tapi dengan gelar tersebut akan susah untuk memasuki istana kerajaan dengan gelar yang lebih rendah.
Makan siang selesai. Momo dan Lucia pun menggunakan cincin pemisah ruang untuk kembali ke Guild Informasi guna mendapat kabar tentang gelar yang dia ingin beli.
Tapi tidak seperti sebelumnya. Mereka malah tiba cukup jauh dari Guild Informasi. Alih-alih tiba disana mereka malah muncul dipasar. Momo yang antusias melihat berbagai jajanan di pasar pun merengek pada Lucia untuk membelikannya beberapa cemilan disana.
Ada gulali, sate taichan, bakpia, bahkan ada bakpao isi daging juga. Selain makanan di pasar, ada juga beberapa restoran, toko pakaian, toko aksesoris yang berada tidak jauh dari jajanan pasar tersebut.
Suara deru kuda menggema di sana dan berhasil membelah kerumunan. Lucia yang berada di tengah jalan tiba-tiba hampir saja ditabrak oleh kereta kuda yang melaju kencang. Tapi sebelum itu terjadi Lucia di tarik oleh seorang pria dengan memakai jubah dan topeng hitam. Mereka berputar sebelum tiba di sisi jalan. Lengan besar dan kekar milik pria itu melingkar di pinggang Lucia.
Momo yang sedari tadi berkeliling mencari cemilan segera berlari setelah mendengar suara ringkihan kuda dan keributan yang terjadi.
Untungnya Lucia diselamatkan pria misterius berjubah hitam itu. "Ah, Nona Lucia? Hah, untuk apa aku khawatir dan segera kemari? Aku pikir ada warga sipil yang akan ditabrak oleh kereta kuda."
Lucia itu ahli beladiri. Untung menghindari kereta kuda yang melaju kencang itu sama seperti menggerakan jari telunjuknya. Sangat mudah. Tapi untuk berterima kasih Lucia mengajak pria itu untuk makan. Awalnya pria itu menolak tapi setelah Lucia memaksa, pria itu pun merasa tidak enak dan makan bersama Lucia.