Anandi, gadis yang di anggap mati oleh ayah nya, hanya karena satu kesalahan yang tidak di sengaja.
Karena kesalahan itu lah membust mereka selalu bersama.
Akan kah kebersamaan itu membuat mereka saling jatuh cinta.
Mari kita ikuti kisah nya.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon AdlanAdam, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Tidak mau mendengarnya
"Tapi Kai, Aku belum memberitahu Clara, kalau Andra itu sudah menduakannya, " ujarnya, ia mencoba melepaskan tangannya.
"Untuk apa kau menjelaskannya, kalau mereka saja tidak mau memdengarnya, " balas Kaizal, menghentikan langkah nya, melepaskan tangan Andini.
"Aku skan akan tetap memberitahu Clara, karna aku tidak mau dia menikah dengan pria yang sudah menduakannya, " sambungnya lagi, lalu kembali masuk ke dalam.
Dengan cepat Kaizal menahan tangan istrinya, menarik paksa membawanya pulang.
"Kaizal lepas! Sakit tau, "rintih Andini memghempaskak tangan Kaizal, agar tidak lagi menariknya.
"Maaf Din, aku tidak bermaksud menyakitimu, " sesalnya, merasa bersalah.
"Aku mohon, Kai…, tolong bantu aku untuk mengatakn pada Ayah dan Clara, agar mereka tau seperti apa Andra sebensrnya" ujarnya meminta bantuan Kaizal.
"Din…, bujannya aku tidak mau, tapi…, kamu saja ditolak apa lagi aku, manamungkin ayahmu akan memdengarkanku, " balas Kaizal, sambil memegang kedua bahu istrinya.
"Iya sih, " sahut Andini, menunduk.
"Ya sudah, kita masuk saja ya, aku sudah lapar, ingnin makan, " ajak Kaizal, ia tidak membari tahu apa isi di amplop yang diberikannya pada ayah Raja,
Andini yang melihat suaminya berjalan lebih dulu. mengikuti langkah suaminya masuk kedalam rumah.
"Kita langsung makan ya, aku lapar bangetni , " ajak Kaizal lagi, ia benar-bensr merasa lapar.
Ia membawa istrinya langsung ke mejamakan, Andini pun mengisi piring suaminya, baru setelahnya untukya.
Kaizal makan denan lahap, ia sudahbsepertinorang yangbtidak makan selama duahari, tapi berbeda dengan Andini, ia hanya mengaduk-aduk nasi yang ada di piringnya.
"Kenapa tidak dimakan, " tegurnya yang melihat Andini mengaduk-aduk nasinya.
"Aku tidak berselera, " balasnya tidak bersemangat.
"Sudah, tidak usah di pikirkan, mungkin saat ini mereka sudah tau, karna aku sudah memberikan buktinya, " jelas Kaizal, berharap dengan begitu Andini akan merasa tenang.
"Benarkah, bagaimana caranya? memangnya kau tau apa saja yang ingin kukatakan?, " tanyan Ayah menatap suaminya.
"Tau…, bahkan aku tau segalanya, " bslasnya sombong.
"Kau tau segalanya, " beo Andini, mengerutkan keningnya.
Mendengar ucapan Andini, Kaizal baru sadar tidak seharus nya ia menyombongkan dirunya. Yang mengakibatkan Andini curiga padanya.
"Ti_tidak aku hanya bercanda, " balas Kaizal terbata, mbuat Andini tambah curiga.
"Lalu, mengapa tadi kau bilang begitu, " ujarnya tetap melihat Kaizal.
"Sudah lah, tidak usah berfikir yang aneh-aneh, kita tunggu saja mesok" imbuhnya, agar Andini tidak lagi bertanya.
Ahirnya Andini, mencoba memakan nasi yang dipiringnya.
Sedangkan di rumah ayah Raja, saat ini terjadi pertengkaran antara ayah dan ibu Annis.
"Kenapa Ayah sangat keras kepala!, " marah ibu Annis, pada suaminya.
Menurutnya, kesalahan Andini masih bisa di maafkan, karna hanya kesalahpahaman saja. Tapi suaminyalah yang membesar-besarkannya.
Sudah lah buk, ibuk tidak usah ikut campur, dan jangan bela anak itu lagi!, " balas Ayah, tak kalah marah dari istrinya.
"Apa…,! Apa ayah lupa! Kalau anak itu, adalah anakmu, anak kita!, " hardik ibu Annis lagi.
Bukannya mendengarkan perkataan istrinya, ayah Raja, malah berteriak memanggil pembantinya.
"Biiik! Bik yem!," teriak ayah memanggil.
"Iya Tuan, " bik Iyem pun berlari mendatangi majikannya.
Lainkali jangan pernah biarkan! dua orang tadi masuk kerumah ini!, " perintahnya, pada bik Iyem.
Bik iyem diam, tidak berani menjawab, karna ia juga sangat menyayangi Andini.
"Dengar tidak?!, " bentaknya, membuat bik Iyem terjinggak.
"Dengar Tuan, " jawabnya setrlah di bentak oleh majikannya.
"Bakar ini!, " lanjutnya memberikan amplop yang diberikan oleh Kaizal, tampa melihatnya terlebih dahulu.
"Jangan bik!, " larang ibu Annis, membuat bik iyem jadi bingung.
"Ibuk! " Bentak ayah penatap istrinya.
"Siapa tau itu penting Yah, " sela ibu sendu.
"sudah, itu tidak penting, paling hanya kertas berisi permintaan maaf nya saja, " duga ayah, menurutnya Andini dan Kaizal. datang hanya meminta maaf.
Tanpa meliha terlabih dahulu, ahirnya bik iyem membawa amplop itu, tapi ia tidak sungguh-sungguh membakarnya, ia hanya membakar kertas lain.
"Sudah saya bakar tuan, " beritahu bik iyem berbohong.
"Bagus, ingat lsin kali jangan pernah ijinkan mereka masuk lagi, " ulangnta mengingatkan pembantunya.
Ayah Raja memang memiliki gengsi yang besar, dan selalu mementingkan nama bsiknya, karna baginya sangat susah pencapai posisinya saat ini. Meskipun tidak seberapa, tapi baginya itu saangan berharga.
Mohon dukung karya mak ya 🙏🙏🙏
Seperti like komen favorit dan vote nya 🙏🙏🙏
Love You sekebon 💓💓💓💓💓💓💓💓💞💞💞💞💞💞💞
mantap Kaizal lindungin istrimu