Apa yang akan terjadi dan akan kamu lakukan jika, pria yang menikahimu selama beberapa bulan ini sama sekali tidak berniat untuk menyentuh dan memenuhi tanggung jawabnya sebagai seorang suami yang tidak ingin memberikan nafkah batin untuk istrinya itu.
"Abang Fahri Hamzah Noel apa kurangnya aku di matamu,apa aku tidak cantik tidak menarik lagi atau Abang sudah bosan denganku atau kah ada wanita lain di luar sana yang Abang cintai?" tanyanya Aida Izzatih Jasmine Aziz.
"Maaf aku tidak bisa,"
Hanya kata itu yang selalu meluncur dari mulutnya Fahri hingga setahun pernikahan keduanya.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon fania Mikaila AzZahrah, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Bab. 13
Aerina Agustina Hamid Karzai dan Amarah Asmirah Meilan Karzai yang mendengar suara deru mesin mobil berhenti, ia segera berjalan ke arah pintu depan dengan berebutan untuk membuka pintu.
"Amara saja yah kakak yang bukain pintu untuk uncle Fahri dengan aunty Aida," pintanya gadis kecil berusia enam tahun itu.
Aerin kakaknya Amarah yang hanya terpaut dua tahun darinya mengalah saja dengan permintaan adiknya itu. Amarah berlari ke arah Fahri Hamzah Noel,ia langsung memeluk tubuhnya Fahri.
"Uncle Fahri, Amarah merindukan uncle, rindu banget," ucapnya Amara Meylin yang sangat gembira melihat pamannya itu.
Fatih Shafiq Akmal Himawan terkejut dan tidak menyukai ada anak kecil yang memperlakukannya seperti itu. Selama ini dia tidak pernah sekalipun berdekatan dan berinteraksi dengan bocah kecil, karena dia anak tunggal di dalam keluarganya sehingga hal semacam ini, tidak pernah ia alami.
Fatih ingin menyingkirkan tangan anak itu dari tubuhnya tapi, dia melihat kedua bola mata anak itu yang sangat senang dengan pertemuannya, sehingga Fatih mengurungkan niatnya itu.
Fatih langsung menggendong tubuhnya Amarah," uncle baru pulang dari kantor, apa kalian sudah lama datangnya?" Tanyanya Fatih sambil tersenyum tipis.
Fadli Emier Sadana Yusril yakin melihat hal itu terkejut setengah mati, karena tuan mudanya itu selama ini terkesan cuek, anti perempuan, dingin dan tidak pernah sekalipun berinteraksi dengan anak kecil. Fadli kebetulan datang bersama Fahri karena ada yang ingin ia lakukan di rumah itu.
"Apa matahari sudah terbenam di sebelah timur dan terbit disebelah barat?" Gumamnya Fadli sambil celingak-celinguk memperhatikan posisi matahari sore itu menjelang magrib.
Aida tersenyum menyambut kedatangan keponakan dari suaminya itu," apa kalian hanya merindukan suamiku uncle Fakri saja sedang dengan Aunty Aida enggak?" Aida berpura-pura sedih di hadapan kedua anak kecil itu.
"Kami juga sangat sayang Aunty Aida Izzathi Jasmine yang selalu cantik secantik bunga melati yang mekar di pagi hari," pujinya Aerin Agustina anak pertamanya Aliya.
"Sudah Nak, kasihan Uncle sama aunty kalian baru saja pulang bekerja, nanti lanjut berbincang-bincangnya," imbuhnya Aliya Azumi yang datang menghampiri kelima orang itu.
Aida menatap ke arah adiknya Fariz, sedangkan yang ditatap mengarahkan hpnya ke kakaknya itu. Aida segera mengambil hpnya hampir seharian tidak ia pegang karena sungguh sangat sibuk pekerjaan yang diberikan oleh suaminya cukup banyak hari pertamanya bekerja.
Aida membuka layar hpnya dan melihat beberapa foto perselingkuhan ibu mertuanya dengan Fajri Hamid Karzai adik iparnya itu. Aida izzahti Jasmin menutup mulutnya saking tidak percayanya melihat apa yang dikirimkan oleh adiknya sendiri ke wa pribadinya itu.
"Ini tidak mungkin!? Pantesan Aliya mendatangi rumahnya hingga sore hari menunggu kepulangan kami," batinnya Aida.
"Kalian pasti lapar, kalian mandilah lalu kita makan bersama kebetulan saya sudah masak cukup banyak hari ini, tadi aku periksa lemari dan meja makan sama sekali tidak ada makanan yang sudah jadi sehingga aku berinisiatif untuk masak makanan malam untuk kalian kebetulan aku tidak ada kerjaan juga," tuturnya Aliya yang berusaha untuk tersenyum walaupun hatinya teriris sembilu hingga menusuk jantungnya.
Aida menatap ke arah Fadli yang sedari tadi hanya berdiri mematung saja," gimana kalau Pak Fadli juga bergabung dengan kami mumpung Pak Fadli ada di sini juga," usulnya yang mengajak Fadli untuk makan bersama dengan mereka.
Fatih melirik sekilas ke arah Fadli sembari menganggukkan kepalanya itu," Alhamdulillah kalau seperti itu, makasih banyak atas ajakannya dengan senang hati aku nerima ajakan ibu Aida," timpalnya Fadli yang merasa sangat bahagia karena memiliki waktu dan kesempatan untuk bertemu dengan Atiyah Afsana gadis sedikit tomboi pujaan hatinya itu.
Mereka pun makan malam bersama, Fadli sesekali melihat ke arah pintu masuk rumah minimalis modern itu. Ia nampak gelisah karena orang yang menjadi alasannya bergabung dengan yang lainnya itu di meja makan.
Aida Izzati Jasmine yang menyadari kegelisahan hatinya Fadli Emir Sadana Yusril itu segera membuka suaranya," Atiyah adikku sepertinya malam ini pulangnya agak maleman karena harus mampir ke suatu tempat dulu sebelum pulang, dia sudah berpamita meminta ijin padaku sebelumnya," pungkas Aida yang tersenyum simpul.
Fatih memperhatikan mereka satu persatu, ia sesekali tersenyum menanggapi perkataan dan celotehan kedua anaknya Aliya.
"Seperti ini kah rasanya punya banyak keluarga yang sayang dengan tulus kepadaku, mereka memberikan perhatian satu sama lainnya dengan tulus tanpa rekayasa dan tipuan, berbeda banget dengan yang aku alami bersama dengan keluarga dari papa dan mamaku selama ini yang hanya baik padaku karena hartaku, entah kenapa selama tinggal bersama dengan mereka hatiku ini terasa nyaman dan tenang karena terjauh dari ambisi seseorang yang setiap saat membuatku tidak tenang," Fatih membatin.
"Abang saya masakin makanan kesukaannya Abang loh, kepiting sambel saus Padang dengan udang goreng tepung, semoga Abang menyukai masakanku," tuturnya Aliya yang sigap menuangkan beberapa makanan tersebut ke atas piringnya Fahri Hamzah Noel.
Aliya Azumi yang selama mengetahui kalau kakaknya itu paling suka dan doyang makan kepiting dengan udang tiba-tiba dibuat tercengang dengan teriakan dua orang bersamaan untuk mencegah apa yang dilakukannya itu.
"Stop! jangan Abang alergi," teriak Aida dan Fadli serentak barengan.
lanjoot