NovelToon NovelToon
Tumbal Di Akar Randu

Tumbal Di Akar Randu

Status: sedang berlangsung
Genre:Horor / Kutukan / Misteri
Popularitas:3k
Nilai: 5
Nama Author: kegelapan malam

Seorang wanita bernama Nirmala harus kembali ke desa terpencil tempat kakeknya tinggal setelah menerima surat misterius. Di desa itu, ada mitos tentang "Wewe Putih", sosok yang konon mencuri anak-anak, namun hanya anak yang "dilupakan" oleh keluarganya.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon kegelapan malam, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

28

Malam di Yogyakarta itu terasa lebih hening dari biasanya, namun keheningan itu tidak lagi membawa kecemasan. Di dalam rumah kayu yang hangat, aroma kayu manis sisa rebusan wedang jahe sore tadi masih tertinggal di udara, bercampur dengan wangi gurih opor ayam yang baru saja selesai disantap. Arka berkali-kali merapikan kerah kemeja batiknya yang berwarna cokelat gelap, jemarinya sedikit gemetar saat ia menyentuh sebuah kotak kecil di dalam saku celananya.

Nirmala duduk di seberang Arka, sedang membantu Ibu Lastri membereskan sisa piring di meja makan. Melalui kemampuan batinnya yang semakin tajam, Nirmala bisa merasakan getaran yang tidak biasa dari arah Arka. Ada gelombang tekad yang sangat besar, bercampur dengan rasa gugup yang murni. Nirmala menatap Arka dengan dahi berkerut, mencoba menyelami apa yang sedang berkecamuk di hati pria itu.

"Arka, kamu sakit? Wajahmu tegang sekali." tanya Nirmala lembut, suaranya jernih tanpa beban.

Arka tidak langsung menjawab. Ia menoleh ke arah Aki yang sedang duduk tenang di kursi kayu sambil menyeruput tehnya, lalu beralih menatap Ibu Lastri. "Nir, jangan dibereskan dulu piringnya. Ibu, Aki... boleh saya minta waktunya sebentar?"

Suasana di ruang makan itu seketika berubah menjadi sakral. Ibu Lastri meletakkan serbetnya, lalu duduk perlahan dengan wajah yang mulai menebak-nebak. Aki meletakkan gelas tehnya, memberikan tatapan tajam namun penuh dukungan kepada cucunya.

Arka menarik napas panjang, mengumpulkan seluruh keberanian yang pernah ia gunakan saat melawan Sandiwayang, namun kali ini untuk pertempuran yang jauh lebih indah. Ia meraih tangan Nirmala, menggenggamnya dengan erat di atas meja kayu di hadapan ibu dan kakeknya.

"Ibu, Aki..." suara Arka mulai terdengar mantap meski ada getaran halus di sana. "Nirmala sudah melewati banyak hal yang tidak adil di dunia ini. Dia kehilangan orang tua kandungnya dalam kecelakaan yang tragis, ia pernah terjebak dalam kutukan yang menyiksa, dan ia pernah merasa sebatang kara di dunia yang sangat luas ini."

Nirmala tertegun. Genggaman tangan Arka terasa sangat hangat. Lewat kemampuan baca hatinya, Nirmala tidak mendengar suara egois yang ia dengar adalah sebuah sumpah yang tulus, Aku tidak ingin dia merasa sendirian lagi.

"Ibu sudah menganggapnya anak sendiri, dan Aki sudah menjaganya seperti cucu kandung. Tapi aku ingin memberinya sesuatu yang lebih pasti." lanjut Arka. Ia menatap mata Nirmala dengan pandangan yang paling jujur yang pernah ada. "Aku ingin melamar Nirmala secara resmi malam ini. Aku ingin dia menjadi istriku, agar namanya tidak lagi berdiri sendirian. Aku ingin dia memiliki rumah yang sah di dalam garis takdir kita."

Air mata Nirmala seketika merebak di sudut matanya. Kata-kata "tidak lagi sebatang kara" menghantam batinnya dengan cara yang sangat mengharukan. Selama ini, meski ia bahagia, ada bagian kecil di hatinya yang selalu merasa "menumpang" pada nasib baik. Namun malam ini, Arka datang untuk menghapus perasaan itu.

Ibu Lastri menutupi mulutnya dengan kedua tangan. Tangisnya pecah seketika. Beliau teringat saat pertama kali melihat Nirmala yang malang, seorang gadis yatim piatu yang dipenuhi luka batin. Beliau bangkit dari kursinya, mendekati Nirmala dan memeluk kepala gadis itu ke dadanya.

"Nduk... maafkan Ibu kalau selama ini Ibu kurang meyakinkanmu." isak Ibu Lastri. "Ibu memang tidak melahirkanmu, tapi sejak Arka membawamu pulang, kamu adalah napas di rumah ini. Ibu sangat setuju, Le. Ibu ingin dia benar-benar jadi anak Ibu secara sah."

Aki pun berdehem, mencoba menyembunyikan matanya yang mulai berkaca-kaca. "Arka, menjadi suami bagi seorang wanita sebatang kara itu artinya kau harus menjadi ayahnya, ibunya, dan saudaranya sekaligus. Kau harus menjadi matanya saat ia tidak sanggup melihat, dan menjadi penyangganya saat ia lelah menyembuhkan orang lain. Apa kau sanggup?"

"Saya sanggup Aki. Dengan nyawa saya, saya sanggup." jawab Arka tanpa ragu.

Arka kemudian mengeluarkan kotak kecil itu dan membukanya. Di dalamnya terdapat sebuah cincin perak tua dengan ukiran bunga melati yang sangat halus, pusaka milik nenek Arka yang selama ini disimpan oleh Aki.

"Nirmala." Arka memakaikan cincin itu ke jari manis Nirmala. "Kau bukan lagi tamu di dunia ini. Kau adalah tujuanku pulang."

Nirmala merasakan sebuah keajaiban terjadi di dalam dadanya. Saat cincin itu melingkar di jarinya, kemampuan Healer-nya seolah bereaksi. Sebuah energi hangat yang sangat tenang mengalir ke seluruh tubuhnya, menyembuhkan sisa-sisa trauma "sebatang kara" yang selama ini bersembunyi di balik senyumnya.

Ia tidak lagi mendengar gema kesedihan. Yang ia dengar sekarang adalah harmoni yang indah antara batin Arka, Ibu Lastri, dan Aki. Mereka berempat bukan lagi sekadar kumpulan orang yang dipertemukan oleh nasib, tapi sebuah keluarga yang diikat oleh darah dan sumpah.

"Terima kasih Arka..." bisik Nirmala di sela isak tangisnya. "Terima kasih sudah menjemputku."

Arka tersenyum, ia pun bisa melihat dengan mata indigonya bahwa di sekeliling mereka, suasana menjadi sangat terang. Sosok-sosok leluhur yang selama ini menjaga rumah itu seolah-olah ikut menari dalam kegembiraan, memberikan restu pada penyatuan dua jiwa yang telah berjuang menembus maut.

Aki berdiri dan meletakkan tangannya di atas kepala Arka dan Nirmala. "Ingatlah, kalian berdua memiliki mata dan tangan yang berbeda dari orang lain. Gunakan ikatan ini untuk menjadi lebih kuat. Karena setelah ini, dunia luar akan mendatangi kalian dengan masalah yang lebih besar. Tapi selama kalian satu hati, tidak ada santet atau kutukan yang bisa memisahkan kalian."

Mereka berempat duduk di teras rumah, menikmati bulan purnama yang bersinar sangat jernih di langit Yogyakarta. Tidak ada kata-kata berat lagi yang diucapkan. Hanya ada tawa kecil Ibu Lastri yang sedang menggoda Arka tentang persiapan pernikahan mereka nanti, dan Aki yang mulai bercerita tentang filosofi rumah tangga.

Nirmala menyandarkan kepalanya di bahu Arka, menatap cincin perak yang berkilau di jari manisnya. Ia tahu, petualangan di luar nalar akan menanti mereka besok atau lusa. Mungkin ada hantu yang minta tolong, atau orang sakit yang butuh sentuhannya. Tapi malam ini, ia hanya ingin menjadi Nirmala, seorang wanita yang akhirnya memiliki keluarga, memiliki rumah, dan memiliki cinta yang abadi.

Gelapnya malam tidak lagi menakutkan, karena kini ada dua cahaya yang bersatu Mata Indigo yang menjaga, dan Tangan Healer yang menyembuhkan.

"Kita akan baik-baik saja kan Arka?"

"Lebih dari baik-baik saja Nir. Kita akan menjadi sejarah baru." jawab Arka sambil mengecup kening calon istrinya itu.

1
≛⃝⃕|ℙ$°Siti ᴍ͜͡s͜͡𝆺𝅥⃝©☆⃝𝗧ꋬꋊ
Ayo tangkap tikus kantornya, kita hajar ramai²
≛⃝⃕|ℙ$°Siti ᴍ͜͡s͜͡𝆺𝅥⃝©☆⃝𝗧ꋬꋊ
Aku ngiri sama mereka/Scream/
≛⃝⃕|ℙ$°Siti ᴍ͜͡s͜͡𝆺𝅥⃝©☆⃝𝗧ꋬꋊ
Ayo semangat dan jangan sampai kalian kenapa-napa/Determined/
≛⃝⃕|ℙ$꙳Äññå🌻✨༅༄
Terkutuk kau Saras, menganggu malam pertama orang lain🤣
≛⃝⃕|ℙ$꙳Äññå🌻✨༅༄
cielahhhh udahhh "istrikuuuuu" banget... selamat Arka Nirmala
≛⃝⃕|ℙ$°Siti ᴍ͜͡s͜͡𝆺𝅥⃝©☆⃝𝗧ꋬꋊ
Othornya tega amat sih, masa pengantin baru disuruh War🤧
≛⃝⃕|ℙ$°Siti ᴍ͜͡s͜͡𝆺𝅥⃝©☆⃝𝗧ꋬꋊ: Tetep aja lho/Right Bah!/
total 2 replies
≛⃝⃕|ℙ$°Siti ᴍ͜͡s͜͡𝆺𝅥⃝©☆⃝𝗧ꋬꋊ
Itu si Saras gada kerjaan banget sih/Curse/ masa orang lagi MP dia ngintip/Hammer/
≛⃝⃕|ℙ$°Siti ᴍ͜͡s͜͡𝆺𝅥⃝©☆⃝𝗧ꋬꋊ
Dihh teganya kalian, kok aku gak diundang/Scream/
≛⃝⃕|ℙ$°Siti ᴍ͜͡s͜͡𝆺𝅥⃝©☆⃝𝗧ꋬꋊ
Nir, bisa gak kamu datang ketempatku. Aku mau sembuh dari luka lama yg sampai saat ini, tidak menemukan penutupnya/Cry/
≛⃝⃕|ℙ$꙳Äññå🌻✨༅༄
Lanjutlah, lebih seru aksi kalian melawan Saraswati😁
≛⃝⃕|ℙ$°Siti ᴍ͜͡s͜͡𝆺𝅥⃝©☆⃝𝗧ꋬꋊ
Kasus baru, aku suka ini..
≛⃝⃕|ℙ$꙳Äññå🌻✨༅༄
Akhirnya tantangan lagi
≛⃝⃕|ℙ$°Siti ᴍ͜͡s͜͡𝆺𝅥⃝©☆⃝𝗧ꋬꋊ
Terhura aku🤧 ini baru benar lamaran, gak kek yg onoh🤣🤣🤣
≛⃝⃕|ℙ$ 𝐀⃝🥀MEI_HMMM: hiakkkk ini juga sama aja😭 masih di ingat ingat🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣
total 1 replies
≛⃝⃕|ℙ$꙳Äññå🌻✨༅༄
Ah akhirnyaaa, lamaran yang romantis. Tapi momen lamaran ini jadi ingat cowok raksasa yang ngelamar bermodal kuali dan sawi itu🤣🏃‍♀️🏃‍♀️
≛⃝⃕|ℙ$ 𝐀⃝🥀MEI_HMMM: nanti ku buatkan karya karya shura yg lain aja yaa/Facepalm//Facepalm/ nanti up karya baru aku/Slight//Slight/
total 9 replies
≛⃝⃕|ℙ$꙳Äññå🌻✨༅༄
Ughhh terhuraaaa🥺🥺
ᴍ͜͡s͜͡𝆺𝅥⃝©иαвιℓℓαˢ⍣⃟ₛ☕︎⃝❥
deg deg serrrrrrr🤭
ᴍ͜͡s͜͡𝆺𝅥⃝©иαвιℓℓαˢ⍣⃟ₛ☕︎⃝❥
angel angel Nirmala wes kacau pikirane kok🤭
ᴍ͜͡s͜͡𝆺𝅥⃝©иαвιℓℓαˢ⍣⃟ₛ☕︎⃝❥
wet randu, yang menghasilkan kapok buat kasur kan🤭
ᴍ͜͡s͜͡𝆺𝅥⃝©иαвιℓℓαˢ⍣⃟ₛ☕︎⃝❥
siapa wanita pinjaman itu?
≛⃝⃕|ℙ$°Siti ᴍ͜͡s͜͡𝆺𝅥⃝©☆⃝𝗧ꋬꋊ
So sweet🥰
≛⃝⃕|ℙ$°Siti ᴍ͜͡s͜͡𝆺𝅥⃝©☆⃝𝗧ꋬꋊ: Aku mau nganan aja deh🤣🤣
total 2 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!