Khaira yang hamil saat kuliah terpaksa tidak melanjutkan cita cita nya, ia hamil terbuai oleh rayuan kakak kelas yang playboy.
Namun setelah menikah nasib Khaira justru tragis karena Sam, suami nya yg meneruskan kuliah bermain api dengan teman kampus nya.
Sementara di sisi lain ada Bram kakak Sam yang memberi perhatian kepada Khaira.
Akankah Khaira mengakhiri pernikahan nya? dan melanjutkan scandal yang di buat dengan Bram?
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Chariz, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
BAB 13
****
"Kak Sam?" panggil Khaira gugup
Sam menoleh.
"Kamu ga kuliah?" tanya Khaira, bangun dari tempat tidur.
"Enggak, hari ini aku mau istirahat yah pengen menemani kamu di rumah " jawab Sam sambil tersenyum.
(Tumben) pikir Khaira.
"Aku lagi pengen sarapan bubur ayam yang ada di depan, Kak Sam mau nitip?" ucap Khaira.
"Ya udah aku antar ya" Sam pun ikut berdiri.
"Aku siap siap dulu" Khaira melangkahkan kaki nya ke dalam kamar mandi.
Byurrr.
Rasa nya begitu segar mandi di pagi hari, kini bayi nya akan memasuki umur 4 bulan, perut nya sudah mulai membuncit.
Tiba-tiba Khaira menjadi sendu, ia begitu rindu kepada kedua orangtuanya. Lekas ia menyegerakan ritual mandi nya lantas bergegas mengambil pakaian.
Sam keluar untuk menyiapkan motor milik nya, motor vespa keluaran tahun 80 an menjadi pilihan nya pagi ini, berbeda dengan Bram yang hobi mengoleksi mobil mewah.
"Tumben jam segini, mau kemana?" Sapa Meilani yang sudah berdandan rapi.
"Iya Mam, Khaira mau beli bubur" jawab Sam.
"Iya ajak istrimu itu jalan-jalan , ibu hamil gak boleh stress" tambah Meilani.
Sam tersenyum tipis, ya seharusnya ia lebih perhatian kepada Khaira terlebih Khaira sedang mengandung anak nya.
"Ya udah Mama pamit mau meeting buat acara baksos" pamit Meilani.
"Iya Mam" Bram mencium punggung tangan Meilani.
Meilani pergi bersama mang Yono, hari ini ia harus menghadiri rapat penting gabungan kelompok istri pengusaha yang rutin mengadakan bakti sosial untuk kalangan yang kurang mampu.
"Ayo" ucap Khaira.
Sam tersenyum, lalu melajukan motor nya.
Tiba di tempat bubur ayam, Sam dan Khaira langsung duduk untung nya tidak penuh untuk mengantri.
"Mau di makan di sini, mas Sam?" tanya pedagang bubur yang sudah hapal kepada Sam yang juga sebelumnya pernah datang membeli.
"Iya mang, bikin 2 ya jangan pedes" jawab Sam.
"Siap" pedagang bubur langsung cekatan melayani pembeli.
"Sekarang mau kemana lagi?" tanya Sam setelah mereka selesai sarapan.
"Kalau ke rumah orang tuaku boleh?" tanya Khaira.
Sam mengangguk.
Sam melajukan motornya ke arah rumah orang tua Khaira, sebelum ke rumah Khaira ia menepikan motornya di depan toko kue langganan Mama nya.
"Aku turun bentar ya mau beli untuk ayah dan ibu, kamu di sini aja" ucap Sam.
Khaira mengangguk.
Ia menatap punggung Sam yang menjauh.
Tak lama terlihat Sam keluar dari toko dengan menenteng beberapa paperbag,
Sam dan Khaira tiba di depan rumah Khaira.
"Khaira" panggil seorang wanita seusia diri nya.
"Eh Dita, kamu apa kabar? Mau kemana?"
"Kebiasaan kalau nanya itu satu-satu, jangan kaya petasan" jawab wanita yang di panggil Dita tersebut.
Khaira tertawa kecil.
"Aku mau ke pasar, ibu nyuruh membeli sesuatu" kata Dita.
"Boleh minta tolong kasih tahu ayah dan bunda ku kalau aku ada di sini " ucap Khaira.
Dita mengangguk, kemudian langsung pamit untuk pergi ke pasar.
"Kita duduk dulu Kak" ajak Khaira.
Mereka berdua menunggu kedatangan Pak Hasan dan Bu Aini, duduk di teras depan sembari merasakan angin sepoi yang berasal dari pohon-pohon yang tumbuh di sekitar rumah.
Dari kejauhan terdengar suara motor, Khaira sudah hafal dengan suara motor ayah nya meskipun suaranya terdengar sama saja dengan milik orang lain.
Motor tiba di halaman rumah, Pak Hasan dan Bu Aini segera menghampiri anak nya.