NovelToon NovelToon
The Best Trio Karakter

The Best Trio Karakter

Status: tamat
Genre:Romansa / Kehidupan di Sekolah/Kampus / Teen School/College / Persahabatan / Tamat
Popularitas:94.4k
Nilai: 5
Nama Author: Aiden

(Membaca artikel dan mendengarkan musik adalah hobi author,karya pertama untuk readers silakan dibaca ya.🤗)

Membuat sebuah cerita itu sulit tapi bagaimana kalau mengikuti kisah mereka?

Akira pemuda childish yang penuh enerjik!

Haru pemuda tengil yang tampan!

Dan Asa cewek pendiam yang menyukai karakter pertama!

Perjalanan Akira dan kedua temannya bukan hal biasa tapi ketika banyak misteri dan sosok masa lalu datang untuk membuat mereka lebih menerima kehilangan seseorang hal itu malah menjadi alur yang panjang dan menarik!

Yuk ikuti kisah trio karakter yang penuh kejutan dan keunikan tersendiri!

(DON'T PLAIGAT!!)

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Aiden, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 9 karakter utama

"Jadi bagaimana kabarmu Leon?"

"Tentu saja kabarku baik,ada apa dengan kakimu anak manis,kau juga kelihatan sangat kurus."ucap pemuda besar dengan tindik yang memenuhi telinganya itu.

"Ah itu karna aku jatuh,kau tau kan terkadang aku ceroboh dan kurang hati-hati."

"Anak manis kita ternyata tak berubah."ucap Zico membuat mereka tertawa.

Ah sepertinya Akira harus membiasakan panggilan anak manis karna itu panggilan kesayangan dari teman-temannya dulu,walaupun membuatnya agak malu dan kesal tapi tak apalah.

"Kalian semua kerja apa?"tanya Akira penasaran dengan pekerjaan keempat temannya itu.

Saat ini dia dan Jio ikut ke tempat tinggal empat preman itu,tentu saja hasil paksaan Akira dan Jio memang tak bisa menolak permintaan kakaknya itu kan.

Akira ingat dulu mereka tinggal disebuah gang kumuh,namun berbeda dengan sekarang karna tempat tinggal mereka sangat bersih dan beratap, hal itu membuat Akira senang walau tempat itu hanya sebuah kos-kosan kecil yang muat untuk beberapa orang.

"Aku kerja menjadi pelayan kafe dan mereka bertiga juga berkerja beberapa toko."

"Ya setidaknya penghasilan kami bisa mencukupi hidup kami di kos ini,kami ingat perkataanmu waktu itu Akira dan sekarang kau tau Ken yang bisanya mencuri sekarang tobat sekarang."

"Lebih tepatnya kita semua tobat karna pekerjaan kita dulu adalah seorang pencuri haha...."ucap Ken  si pemuda kribo yang sering diejek Leon dengan sebuah simalika karna kulit pemuda itu lebih hitam dan yang lainnya.

Ya wajar saja sih,karna Leon adalah satu-satunya pemuda besar dan berkulit putih diantara mereka semua.

"Ngomong-ngomong aku baru melihat adikmu,kukira dia lebih pendek darimu anak manis haha."ejek Zico.

"Itu karna kalian semua keturunan para titan aku kesal!"ucap Akira cemberut hingga mengembungkan pipinya membuat sang adik hanya menggelengkan kepalanya.

"Jangan sedih anak manis,kau pasti akan tinggi suatu hari nanti."ucap Ethan pemuda berambut pirang itu mengelus rambut Akira.

"Yaampun aku jadi ingat masa lalu kita."ucap Zico membuat mereka semua tersenyum.

Dan Akira hanya diam karna mengingat betapa nakalnya dulu dia hingga bertemu dengan orang-orang mengajarkannya arti kebersamaan padanya.

Arti sebuah teman.

Bersama.

Kebebasan.

Kesenangan.

Kesedihan.

Dan perjuangan.

...

(Saat Akira berumur 11 tahun.)

"Ayah ayah!"

Akira kecil tampak menganggu sang ayah yang masih sibuk meniup balon untuk satu putranya yang berulang tahun.

"Sayang jangan ganggu ayahmu."tegur sang ibu saat melihat putranya yang kelewat aktif itu menganggu suaminya hingga beberapa balon pecah lagi.

"Kata ayah Jio umurnya mau sembilan tahun kan?Akira mau beli kue untuk Jio!"ucap Akira padahal ibunya sudah membuat kue untuk ulang tahun Jio yang bergambar hei tayo hei tayo dia bisa kecil ramah eh malah nyanyi kan saya.

"Untuk apa beli kue sayang?ibu kan sudah buat kuenya."ucap ayahnya itu membuat Akira cemberut.

"Tapi Akira belum punya kado buat Jio jadi Akira mau beli kue."

"Yasudah ini uangnya,Akira beli kue di toko warna biru yang ada di dekat warung mbok Ijah ya disana ada macam-macam kue nanti, hati-hati saat menyebrang jalan raya nanti."

"Siap bunda!"

Akira kecil lalu menerima segepok uang merah dari ibunya itu dan pergi keluar rumah seorang diri.

Sementara itu.

Dijalan raya tampak anak kecil bermata biru safir itu menengok ke kanan dan kiri saat hendak menyebrangi jalan.

Anak itu memakai kaos putih dan celana pendek selutut yang memperlihatkan kulitnya seputih susu.

Tanpa dia sadari bahwa ada seorang pria yang mengawasinya lebih tepatnya beberapa uang merah yang digenggam anak itu.

Tiba-tiba...

Bruk!

"Aduh!"Akira kecil mengaduh sakit saat seseorang menabrak tubuh kecilnya.

Matanya membulat kaget saat orang itu rupanya mencuri uangnya,tanpa pikir panjang Akira mengejar pencuri yang memakai jaket kulit itu dengan langkah kecilnya.

"Hei berhenti!itu uang Akira!"teriak bocah itu mengundang tatapan binggung dari orang-orang,namun orang-orang tampak tak peduli dan kembali melanjutkan aktivitasnya.

Sampai langkahnya membawanya kesebuah gang,anak itu memberanikan diri untuk masuk walaupun hari sudah tengah hari dan membuat tempat itu gelap.

"Kemana ya perginya pencuri itu?"

Samar-samar dia mendengar suara tawa dari sudut gang,dia semakin mendekat dan menempelkan telinganya di tembok.

"Lumayan,darimana kau mendapatkannya?"

"Tentu saja aku mencurinya dari seorang wanita kaya,tidak mungkin dari anak kecil."

Saat Akira mendengar itu dengan berani bocah itu lalu masuk kedalam sudut gang hingga membuat empat preman itu terkejut dengan kemunculan bocah yang tak tau dari masa asalnya.

"Hei bocah ingusan!kenapa kau masih mengikutiku sih!"gerutu orang yang memakai jaket kulit.

Akira ingat orang itu yang tadi mencuri uangnya.

"Kembalikan uang Akira!uang itu untuk beli kue ulang tahun Jio!"pekik bocah itu dengan suara cemprengnya membuat preman itu menutup kedua telinganya.

"Astaga jangan berteriak bocah!"ucap pria bertubuh besar dan berambut warna hijau itu mengangkat Akira hingga menjaga anak itu kaget.

"Huwaaaa Akira digendong oleh raksasa!"

"Diam!"bentak pria kribo yang bertubuh kurus dan berkulit gelap itu membentaknya hingga membuat kedua mata Akira berkaca-kaca.

Karna seumur hidupnya tidak ada yang pernah membentak bocah itu.

"Hei Ken kau membuatnya menangis!"ucap Leon pria besar yang kini mengendong Akira.

"Jangan membentak anak kecil bro!itu tidak keren!"ucap Zico pria yang memakai jaket kulit itu.

"Iya kasian anak itu,mungkin dia hanya tersesat dan tak tau jalan pulang."ucap Ethan pemuda berambut pirang.

"Ya habisnya anak itu sangat berisik sih..."ucap Ken merasa bersalah.

"Hiks..hiks...mau bunda mau bunda hiks..."

"Sssttt iya kami akan mengantarmu pulang oke,cup-cup jangan menangis anak manis."

"Jangan-jangan ucapan anak itu ada benarnya,kau mencuri uang anak itu kan Zico?"

"Ya mana kutahu,habisnya dia mangsa yang empuk sih."

"Hei aku tau perkerjaan kita ini salah tapi aku tak pernah membenarkan tindakanmu untuk mencuri uang anak kecil,mereka tidak tau apa-apa jadi kembalikan uang itu kita tak membutuhkan lagi."

"Apa kau gila Leon!kita semua belum makan apa-apa tadi pagi,kau mau kita mati kelaparan!"ucap Ken tak terima dengan ucapan pria yang lebih besar darinya itu.

"Aku tidak peduli,bahkan jika aku mati sekalipun hal itu yang aku selalu impikan selama ini karna aku memang tak sanggup lagi hidup didunia kejam ini,aku sudah lelah kawan...aku tidak mau hidup."ucap Leon putus asa membuat semua temannya terdiam.

Akira yang melihat wajah sedih dan frustasi Leon entah kenapa anak itu juga diam.

"Aku tau kita semua sudah lelah,yasudah malam ini kita istirahat dan tak usah mencuri lagi biarkan kita semua mati kelaparan dan mati besok pagi,aku juga sudah lelah karna selalu bermimpi buruk tiap malam."ucap Ethan.

Seumur hidupnya dia selalu dihantui ketakutan yaitu mimpi buruknya,dia memang tak mengingat jelas masa lalunya akan tetapi dia tau kalau dia dibuang orang tuanya dan biarkan terlantar dijalanan,dan semenjak itulah dia bertemu dengan teman-teman lain yang bernasib sama sepertinya.

Mereka sebenarnya mencuri juga karna terpaksa,hidup mereka sudah malang dan selalu diinjak-injak orang lain hal itulah membuat tujuan hidup mereka didunia ini pupus.

Bahkan banyak orang seperti mereka yang akhirnya memilih jalan yang salah dan parahnya menjadi pengedar sabu-sabu,tapi hanya mereka berempat yang tidak mau.

Karna mereka tak mau merugikan banyak orang dan memilih mencuri orang kaya yang selalu berfoya-foya untuk bertahan hidup mereka dari kelaparan.

"Tapi bukankah kita harus mengantar anak itu?"ucap Zico melihat Akira yang rupanya tertidur digendongan Leon setelah anak itu menangis.

"Dia sudah tidur,aku tak tega membangunkannya bagaimana kalau besok?oh ya simpan juga uangnya jangan dipakai."

"Baiklah."

Keempat preman itu lalu duduk dengan posisi melingkar,untuk tidur saja mereka tak punya tempat yang hangat atau berteduh,jika hujan mereka akan mencari toko untuk dijadikan alas mereka tidur.Dan paginya pasti mereka akan disiram air atau dipukuli,hal itu sudah terjadi berapa kali dan membuat mereka terbiasa menerima perlakukan tak mengenakan itu dari masyarakat ,dan akhirnya mereka menemukan tempat di gang kumuh ini.

Walau tempat ini juga tak ada atap setidaknya malam ini tidak hujan dan membuat mereka bisa tidur,mereka hanya mengunakan kardus sebagai alas mereka tidur meskipun tak cukup tapi ada juga dari mereka yang posisi tidurnya dengan duduk.

Sungguh miris bukan?

"Um bunda...."gumaman Akira saat tidur terdengar hingga membuat salah satu dari mereka terbangun.

"Sssttt bobo lagi ya..."ucap leon yang tidur dengan posisi duduk sambil mengelus punggung Akira saat merasakan anak itu menggeliat di pangkuannya.

Tak mau membuat anak itu masuk angin karna dinginnya udara malam, apalagi anak itu hanya mengunakan kaos putih membuat Leon berbaik hati melepas jaketnya yang sudah robek untuk menyelimuti tubuh mungil Akira.

Sedangkan Akira yang tampak nyaman dan merasa hangat makin memeluk erat pemuda besar itu walaupun anak itu masih menutup matanya dan dalam keadaan tak sadar,hal itu berhasil membuat Leon terpaku untuk sejenak.

Dia sebenarnya merasa binggung kenapa Akira tidak seperti anak lain yang takut padanya dan malah mengatainya raksasa.

Mengingat itu membuat Leon sendiri terkekeh kecil,entah kenapa anak kecil didekapannya ini memang berbeda.

Tanpa dia sadari kalau anak itu hanya berpura-pura tidur tadi.

Ya Akira memang masih kecil saat itu tapi dia anak yang pintar.

Saat melihat wajah khawatir dan sedih Leon anak itu tau kalau preman yang mencuri uangnya sebenarnya orang baik.

Hatinya kecilnya selalu mengatakan kalau dia tak boleh berburuk sangka pada orang yang terlihat jahat dari penampilannya saja.

Dia sudah paham tentang bagaimana memahami apa yang dialami oleh orang dewasa.

Karna itu dia juga merasakan perasaan sedih saat melihat wajah putus asa Leon dan tiga temannya yang lain.

Dan ada hal lain yang membuatnya semakin yakin adalah ketika dia melihat dengan mata kepala sendiri kebaikan salah satu preman itu.

Hal itu dibuktikan oleh Leon,seorang preman bertubuh besar dan berwajah sangar hingga membuat orang lain tak mau berdekatan dengannya walaupun sebenarnya Leon mempunyai hati yang sangat baik.

Dia bahkan rela kedinginan agar Akira tidak masuk angin karna udara malam yang dingin,padahal dia sendiri bisa terserang sakit tapi Leon tak memperdulikan hal itu.

Tidak ada yang tau kebaikannya selama ini dan hanya orang-orang yang memandangnya sebelah mata saja yang selalu mencemooh dirinya.

...

(Hoam,bangun pagi langsung nulis sampe tiga bab.

Entah kenapa otak langsung jadi buntu wkwk....

Semoga aja cerita ini gak ikut buntu kayak otakku ya,karna menurutku cerita ini bakal panjang karna baru setengah jalan.

Yaiyalah kan masih kisah pemeran utama kita Akira,karakter yang paling unyu dan ucul yang author bikin.

Belum lagi kisah Haru dan Asa,kira-kira kisah dua karakter lain kayak apa ya?

Yang pasti beda sama karakter utama.)

1
✤͙❁͙⃟͙Z͙S͙༻Stargirl✨
Kalau udah kayak gini caranya jadi kebalik ya, andai aja Jio itu Abang Akiranya yang adik. Posisif gak yah nanti
✤͙❁͙⃟͙Z͙S͙༻Stargirl✨
Hebat sekali bayi besar yang sudah bisa berjalan, ada - ada Jio ini. Mau kena amuk Kakanya tah nanti?
✤͙❁͙⃟͙Z͙S͙༻Stargirl✨
Ya ampun kok malah ngakak ya, ini jadi Author nya yang benar - benar terjun payung ngelawan hehe
✤͙❁͙⃟͙Z͙S͙༻Stargirl✨
Beh mantap banget ini, rendang emang juara bikin lidah gak berhenti buat makan. Sekali saja tak cukup merasakan kepuasan
✤͙❁͙⃟͙Z͙S͙༻Stargirl✨
Tergantung, namun ada kalanya orang yang tak bisa menyentuhnya tentu akan merasa sedih.
✤͙❁͙⃟͙Z͙S͙༻Stargirl✨
Ya saat merasa senang maka kehidupan juga terasa jauh lebih indah, beda hal nya saat sedih. Suasana hati memang sangat berpengaruh besar
Angelica_cuteness😆
woah adek jadi main penasaran kak prince...
King Freeze.❄️
Asa sama Akira cocok
Hanzel Zicrey🍀
Semoga sukses selalu karyanya.😊
@✍️Tulisan 💞 💌
sungguh kasihan sekali Clara, sampai-sampai depresi segitunya..
@✍️Tulisan 💞 💌
memang nih akira yang punya penyakit lupanya, pergi" aja tanpa mau memeriksa dulu..
@✍️Tulisan 💞 💌
wahh akira senang mendapatkan keluarga baru yaitu teman baru, lucunya tingkah akira..
@✍️Tulisan 💞 💌
memang sangat cocok thor, aku juga menyukai nama itu..
@✍️Tulisan 💞 💌
ternyata akira sedikit pendek dari pada wanita yang ada di hadapannya ya..
Mandala Qawwiy
ya capek lah mengelilingi kampus yang seluas dan segede itu. mending minta bantuan sama teman-teaman
Mandala Qawwiy
clara agresif sekali ya, apa karena dia menganggap akira teman dan. orang yang paling mengerti dirinya🤔
Mandala Qawwiy
syukurlah lo kasih kabar ke nyokap lo kalau ngak bisa jantungan itu bunda lo.
Mandala Qawwiy
humm lebih baik bawa ke rumah sakit aja akira, dari padaluka lobinfeksi nanti.
Mandala Qawwiy
kekhawatiran seorang ibu tidak diragukan lagi, karena ibu terlalu peka atas semua yang di rasakan anaknya.
Mommy Ai💙
ternyata kmu licik jg alex, cara kamu salah unk mengklaim akira, nanti malah sebaliknya akira akan membencimu.
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!