Apa yang akan kamu lakukan saat tiba-tiba saja sahabat mu sendiri justru meminta mu menikah dengan suaminya?
Qiara, merupakan gadis cantik berusia 18 tahun yang baru kembali dari luar Negri setelah masa pendidikannya selesai. Dia meninggalkan sang sahabat yang ternyata telah menikah setelah kepergiannya demi menimba ilmu.
Akan tetapi, suatu kebenaran terungkap kala pulangnya Qiara justru melihat keadaan sahabatnya sangat buruk.
Satu hal yang pasti, Qiara di minta untuk menikahi suami dari sahabatnya sendiri atau lebih tepatnya menjadi istri kedua dari pria tampan yang merupakan seorang CEO kaya raya.
Bisakah Qiara menerima permintaan sahabatnya?
Atau, apakah suami dari sahabatnya itu mau menikahi Qiara?
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon SantikaKumala, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
IKSC Bab 13 ~ Kurang Yakin
🌻🌻🌻🌻🌻
"Jadi kamu di minta Tuan angkuh itu datang kemari membawa putranya?" tanya Qiara tidak percaya dengan jalan pikiran dari pria tampan yang sudah dua kali bertemu dengannya belum lama ini.
Tara mengangguk kan kepalanya pertanda iya karena sebenarnya ia sendiri malas bila harus mencari tempat tinggal gadis cantik di hadapannya tersebut. Tetapi demi sang keponakan yang begitu ingin bertemu dengan Qiara membuatnya mau tidak mau harus rela tidak masuk kantor hari ini daripada melihat putra tampan dari sahabatnya menangis.
Pernah sekali Tara berlaku masa bodoh dan menganggap keinginan sederhana si Tuan muda kecil Bramantya hanya berlaku sementara, tanpa di duga sikap acuhnya justru malah membawa malapetaka.
Sang keponakan dengan sengaja tanpa rasa takut memerintahkan beberapa pengawal pribadi di sisinya untuk menghancurkan salah satu properti pria itu, mengakibatkan kerugian dengan jumlah yang jelas tidak sedikit waktu itu.
Dari situlah Tara berjanji pada dirinya sendiri agar kelak tidak akan pernah lagi menolak permintaan putra sahabatnya itu apapun alasan di baliknya.
🌿
Seperti sekarang ini, Tara dengan setengah hati menuruti kemauan Erhzan yang memintanya untuk menemui sang Mommy padahal siang nanti mereka pastinya akan bertemu kembali. Namun keponakannya itu kelewat keras kepala seperti Daddy nya.
Qiara hanya bisa menghela nafas pelan mendengarkan bagaimana putra tampan Sandra tersebut nekat memalak sang Paman Tara.
"Lain kali nggak boleh gitu ya, Abang?" dengan lembut Qiara menasehati si kecil tampan Erzhan bagai seorang ibu memberi pengertian pada anaknya.
"Abang nggak bisa janji Mommy," kekeh Ezrhan seperti biasanya akan membantah bila keinginannya terkadang sering kali mendapat protes dari orang lain temasuk sang Daddy.
"Nggak boleh nakal soalnya Mommy nggak suka anak yang nakal dan tidak menurut," rajuk Qiara pura-pura marah.
Belum menikah bukan berarti Qiara tidak tahu bagaimana caranya menangani setiap anak yang kadang memiliki kepribadian berbeda jauh dari usianya maupun keadaan lingkungan.
Erzhan merupakan salah satu anak kecil yang terbiasa dimanjakan tanpa tahu apa dampak dari segala sesuatu yang dilakukannya, kadang suka berlaku seenaknya memerintahkan orang rumah sesuka hati seperti layaknya orang dewasa.
Pernah sekali menyiksa beberapa pelayan rumah hanya karena tidak di ijinkan memasuki kamar pribadinya, berkata kasar bahkan menghancurkan barang-barang berharga kesayangan sang Daddy hanya karena permintaannya tidak di turuti.
Faraz yang sering keluar kota melakukan perjalanan bisnis bahkan sampai keluar negri beberapa kali hanya dalam sebulan membuat waktunya bersama sang putra jadi semakin berkurang, belum lagi selama di rumah tidak seorang pun yang berani mendekati sang putra selain dirinya.
Tuan muda kecil kesayangan tersebut sangat sulit dekat dengan orang lain, sebanyak apapun pelayan yang dipekerjakan di kediaman Bramantya tidak akan berhasil mendekati penerus tahta kerajaan bisnis milik sang Daddy di masa depan tersebut.
Sandra yang merupakan ibu kandung dari Erzhan sendiri pun belum pernah walau hanya sekali saja merawat sang putra meski jelas mereka tinggal dalam satu atap yang sama.
Larangan keras dari Faraz yang memerintahkan semua orang di rumahnya agar tidak membiarkan wanita cantik itu mendekati sang putra sejengkal saja membuat seisi rumah terkejut tidak percaya.
Akan tetapi, perintah dari sang Tuan merupakan peraturan mutlak yang tidak boleh di ganggu gugat apalagi sampai di langgar.
Hal itu menyebabkan Erzhan tumbuh tampa perhatian dan kasih sayang dari sosok ibu merubah karakter dasarnya sebagai anak kecil pada umumnya justru menjadi dewasa belum waktunya.
🌿
Kembali lagi pada Qiara.
Lima menit kemudian, apa yang di katakan gadis cantik itu langsung di setujui oleh Erzhan tanpa adanya tawar menawar di antara keduanya.
Bagaimana sikap Tuan muda kecil Bramantya tersebut memperlakukan Qiara seperti ibu kandungnya sendiri, mendengarkan semua yang di katakan sang Mommy.
"Akan Abang usahakan ya Mommy," ucap anak tampan itu sembari tersenyum manis memperlihatkan deretan giginya yang putih bersih dan rapih.
Usianya menginjak lima tahun tepat di tahun ini, daya pikir dan cepat tanggap mempermudah Tuan muda kecil kesayangan Qiara tersebut menyerap setiap kejadian yang terlihat di depan matanya.
Qiara adalah segalanya bagi anak tampan itu, belum pernah merasakan perhatian dan kasih sayang seorang ibu selama Erzhan lahir ke dunia menjadikannya sedikit dingin dan angkuh seperti sang Daddy.
Tidak heran jika beberapa waktu lalu anak tampan itu sangat berani menentang Faraz hanya demi melindungi gadis cantik yang jelas bukanlah siapa-siapa bila di bandingkan dengan sang Mama Sandra sendiri.
🌿
Usai makan siang Tara pamit pulang lebih dulu untuk menemui Faraz di perusahaan, katanya ada yang ingin pria tampan itu bicarakan dengannya.
Sementara Erzhan masih di titipkan pada Qiara dan Neta, kepergian mereka ke rumah Sandra pun harus batal karena sosok yang ingin sekali di temui Qiara kini sudah berada di hadapannya.
"Yakin, nggak pergi menemui Sandra lagi? Barang kali ada yang ingin dia bicarakan padamu mungkin," ucap Neta pelan takut jangan sampai Erzhan terbangun dari tidurnya.
"Aku bingung Taa," Qiara menatap sekilas gadis bermata biru air tersebut sebelum beralih menatap ke arah luar jendela.
"Semua ini terlalu membingungkan buat aku," tambahnya lirih menerawang jauh ke depan.
"Apa aku harus bicara lagi dengan Sandra mengenai masalah ini? Tapi bagaimana kalau dia tidak mau berbicara jujur," wajah Qiara di tekuk pusing sendiri memikirkan keadaan sang sahabat yang statusnya hanya di anggap formalitas semata.
Istri mana yang akan terima bila tahu sekarang sang putra tercinta tengah bersama seorang gadis yang jelas tidak memiliki hubungan apapun dengan suaminya selain dia.
"Aku rasa kepulangan ku bukan pilihan yang tepat deh Taa," terdengar gadis cantik itu menghela napas panjang lalu membuangnya perlahan.
"Terlalu banyak ikut campur dalam masalah rumah tangga Sandra tidak baik, terkadang aku sendiri pun bingung mengapa sebegitu bencinya pria angkuh itu pada istrinya sendiri." Cebiknya kembali teringat pada sosok pria tampan angkuh yang sukses membuat hidupnya tidak aman akhir-akhir ini
Neta menanggapi perkataan dari gadis cantik itu dengan senyuman seperti biasanya, dia sendiri pun bingung harus menjawab apa lagi terlebih masalah teman dekatnya itu bukanlah hal sepele.
"Saran aku nih ya, sebaiknya kamu berpikir dengan baik sebelum mengambil sebuah keputusan. Bisa saja kedepan nanti ada kejadian besar sudah menantimu, dan aku harap kamu tidak gegabah seperti dulu. Paham?"
Neta hanya bisa memberi saran seadanya berharap Qiara jangan sampai salah ambil langkah ketika menghadapi masalah.
"Besok kita pergi temui Sandra sekali lagi, mungkin saja darinya kamu bisa menemukan titik terang." Lanjut Neta berbicara
"Yakin kamu, tuh orang bakal jujur kayak waktu itu?" goda Qiara terkekeh.
"Kan belum juga di coba, Qia" gemas gadis bermata biru air tersebut.
"Aku malah kurang yakin kedatangan kita berjalan mulus," bisik Qiara seraya ekor matanya menunjuk ke arah Erzhan yang kini sudah bangun dari tidur siangnya.
"Tahu deh, minta Daddy nya umpetin dulu lah di mana kek. Atau jagain pintu gerbang utama di rumah mereka juga boleh tuh, lumayan biar pak satpam ada temannya" tawa Neta seketika langsung pecah tanpa sengaja ekor matanya menangkap lirikan tajam dari si Tuan muda kecil tampan kesayangan Qiara.
🍃🍃🍃🍃🍃