NovelToon NovelToon
Puncak Kultivasi Tertinggi 2

Puncak Kultivasi Tertinggi 2

Status: sedang berlangsung
Genre:Fantasi / Ruang Ajaib / Fantasi Timur
Popularitas:25.5k
Nilai: 5
Nama Author: APRILAH

Yan Jian— seorang generasi muda yang awalnya terlahir tanpa memiliki Roh Bela Diri bawaan, kini bangkit sebagai Generasi Muda terkuat di Provinsi Chang Yuan.

Setelah melakukan pertarungan panjang yang melelahkan waktu, menepati janji, menorehkan prestasi, hingga dirinya disebut Generasi Muda nomor satu di Provinsi Chang Yuan.

Yan Jian bersama sembilan Generasi Muda perwakilan Provinsi Chang Yuan lainnya berangkat menuju Kota Kekaisaran, tempat Kompetisi terbesar di salah satu Kekaisaran Wilayah Timur. Namun di wilayah timur besar, Provinsi Chang Yuan di anggap sebagai debu berjalan, karena setiap kompetisi, provinsi Chang Yuan selalu menjadi yang terlemah dan selalu berada di peringkat paling rendah.

Mampukah Yan Jian bersama rekan-rekannya mengangkat dan mengharumkan Provinsi Chang Yuan di Kompetisi terbesar Kekaisaran Api Agung itu? Yuk, ikuti kisahnya!

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon APRILAH, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

PKT 2: Chapter 33

"Pertarungan... di mulai!" seru Tetua Huo Li, mengumumkan di mulainya pertarungan antara Yan Jian melawan Feng Xian.

Tepat di saat tetua Huo Li menyelesaikan ucapannya, tubuh Feng Xian pun sontak menghilang dari pandangan. Namun, walaupun Feng Xian memiliki kecepatan seperti angin, kecepatannya tak luput dari penglihatan Yan Jian, yang telah menyempurnakan keterampilan tempur Langkah Petir Angin. Baginya, kecepatan Feng Xian masih terlalu lambat.

"Terlalu lambat!" ucap Yan Jian, dan ia pun menarik pedang dari punggungnya.

Trang!

Feng Xian datang dengan cepat, dan pedangnya terayun kuat, tetapi Yan Jian dengan begitu mudahnya menahan serangan itu dengan pedangnya, sehingga pedang mereka saling berbenturan.

Kedua sudut mata Feng Xian melebar ketika Yan Jian menahan serangannya.

"Bagaimana mungkin?" Feng Xian sangat tidak menyangka bahwa kecepatannya masih bisa terlihat oleh Yan Jian. Bahkan saat pertarungan terakhirnya melawan Yan Jian di Provinsi Chang Yuan saat itu, Yan Jian sangat begitu kerepotan ketika menghadapi kecepatan yang dimiliki Feng Xian.

Bahkan, ketika ia melawan musuh-musuh dari provinsi lainnya, kecepatan selalu menjadi andalan utama bagi Feng Xian.

Feng Xian pun melompat mundur, tetapi Yan Jian berbicara, "Senior Feng! Apakah anda belum makan? Serangan itu ... lemah sekali!" ucap Yan Jian, meremehkan Feng Xian.

Tentu saja Yan Jian memiliki kualifikasi untuk meremehkan Feng Xian. Yan Jian yang saat ini, bukanlah Yan Jian yang dulu, yang bisa di tekan ataupun diremehkan oleh Feng Xian. Dunia memang berputar tanpa sepengetahuan makhluknya. Siang berganti malam, hujan dan panas, dingin dan angin. Begitu juga dengan takdir setiap makhluk di dunia ini. Kemarin dia adalah pemburu, tetapi kali ini dia lah yang diburu.

"Sial!"

Sring!

Feng Xian mengibaskan pedangnya, ujung pedangnya menyentuh lantai tembok arena pertarungan, membuat goresan pedang sepanjang satu meter di samping kakinya.

"Kau pasti berbuat curang untuk meningkatkan ranahmu dengan cepat seperti ini!" kata Feng Xian, lagi. Berbicara dengan nada yang tinggi, penuh kemarahan dan rasa kesal.

Raut wajah Yan Jian pun menyeringai, menggambar segaris senyuman sinis di sudut bibirnya, sebelah alisnya terangkat, dan ia menyilangkan kedua tangannya di dada, pedangnya berada di tengah, seolah-olah dia sedang memeluk pedangnya sendiri.

Lalu, Yan Jian pun berbicara, "Curang? Memangnya ada hal semacam itu? Nirvana... bukanlah tingkatan ranah yang bisa di capai oleh manusia lemah sepertimu, bahkan kau tidak akan pernah tau seberapa mengerikannya seorang Praktisi Ranah Nirvana yang sebenarnya!" ucap Yan Jian, dengan nada yang mengejek.

Itu benar-benar membuat Feng Xian semakin marah. Dan kini, cahaya hijau seperti api yang tertiup angin yang meledak-ledak dari tubuhnya, ia pun menghentakkan sebelah kakinya di atas permukaan lantai tembok batu bata, membuat retakan yang membentuk kawah kecil, serpihan batu-batu itu naik ke udara.

"Dasar bocah tengik! Seharusnya saat itu aku membunuhmu ...." geram Feng Xian, tetapi ia tak sempat menyelesaikan kalimatnya, di saat Yan Jian memotong ucapannya.

"Ya, benar! Seharusnya saat itu kau membunuhku, hingga tidak akan ada hari seperti ini! Hari di mana kau akan mati di tanganku!" sela Yan Jian, berbicara sembari mencondongkan tubuhnya ke depan dengan ekspresi wajah yang begitu sombong.

Di tepi arena, Gubernur Chang Wei menghela nafas panjangnya.

"Sayang sekali! Feng Xian terlalu arogan sebelumnya. Dia tidak pernah berpikir bahwa dunia kultivasi ini tidaklah mudah." gumam Gubernur Chang Wei.

Para tetua lainnya mengangguk ringan, tetapi tidak berkomentar apapun.

Api amarah membakar dada. Feng Xian terjatuh dalam dendam yang menyesakkan dada. Nafasnya begitu cepat, dadanya naik turun, lalu dia berkata, "Bajingan! Mati lah!" raungan seperti seekor binatang buas.

Feng Xian pun kembali melesat, pedangnya bergerak lurus, bilah pedangnya diliputi oleh cahaya kehijauan yang samar.

Namun, Yan Jian tiba-tiba menghilang sekejap mata, hanya menyisakan bayangan petir ungu yang tertinggal di udara.

Plak!

Duar!

Tepat di saat Feng Xian bergerak dengan kecepatan yang sangat cepat, tiba-tiba Yan Jian muncul begitu saja di sampingnya, dan melayangkan satu tamparan keras, membuat Feng Xian pun terhempas keras membentur dinding tembok spiritual sebagai penghalang arena pertarungan.

"Wha!" Feng Xian memuntahkan seteguk darah segar dari mulutnya, dan kini ia pun duduk bersandar pada dinding arena.

"Sial! Aku tidak terima... aku tidak terima ...!!" ucapnya, dengan nada yang kesal.

Namun, ketika Feng Xian mencoba untuk bangkit berdiri kembali... tiba-tiba Yan Jian kembali bergerak dengan menggunakan Langkah Petir Angin nya, dan dalam satu kedipan mata, Yan Jian telah berdiri tepat di hadapan Feng Xian.

Buk! Satu tendangan mendarat tepat di perut Feng Xian, membuatnya semakin tertekan pada dinding penghalang itu.

"Wha!" darah segar kembali dimuntahkan oleh Feng Xian, kali ini lebih banyak. Bahkan sebelah kaki Yan Jian masih menelan perutnya.

Menggunakan kedua tangannya, Feng Xian mencoba melepaskan tekanan kaki itu, tetapi seolah-olah dia tidak lagi memiliki kekuatan untuk melepaskan diri.

Sebagai seorang praktisi Ranah Nirvana, hanya dengan serangan asal-asalan saja untuk Yan Jian melumpuhkan Feng Xian, seorang praktisi Kaisar Tempur bintang sembilan. Kesenjangan ranah di antara mereka terlalu besar, terlebih lagi... ketika Yan Jian berada pada tingkatan ranah Kaisar Tempur, dia juga telah memiliki pengalaman tempur melawan praktisi yang jauh lebih tinggi darinya. Bahkan, ketika berada pada tahap Setengah Langkah Nirvana, dia pernah berhadapan dengan Puncak Nirvana bintang sembilan.

Yan Jian pun melepaskan tekanan kakinya. Namun Feng Xian tak lagi dapat berdiri, hanya duduk dengan tubuh yang lemas dan penglihatan nya yang mulai kabur.

Yan Jian pun menurunkan tubuhnya ke bawah, sebelah lututnya menyentuh lantai tembok, sebelah tangannya berada di atas lutut yang tertekuk.

Lalu, Yan Jian pun berbicara, "Feng Xian, kau kalah!" ucap Yan Jian, lalu bangkit berdiri dan memutar tubuhnya, membelakangi Feng Xian, "Jika aku tidak memandang Gubernur Chang Wei, dan jika kau bukan dari Provinsi Chang Yuan... dengan sikap dan sifatmu yang seperti itu... aku pasti akan membunuhmu. Kali ini... aku akan memaafkan mu, tetapi jika kau berani mengusikku lagi, maka jangan salahkan aku jika aku bertindak kejam!" ucap Yan Jian dengan nada yang menekan dan sangat begitu dingin, memberi peringatan kepada Feng Xian.

Yan Jian pun berjalan di tengah arena pertarungan, meninggalkan Feng Xian.

Yan Jian pun menghadap kepada tetua Huo Li yang melayang di udara. Lalu, Yan Jian pun membungkuk memberi salam hormat, kemudian berbicara, "Tetua Huo... pertarungan telah selesai." ujar Yan Jian.

Tetua Huo Li pun mengangguk ringan, lalu mengumumkan hasil pertarungan itu.

1
Ruan Yuan
lanjut up thor semangat
APRILAH: asyiappp kak
total 1 replies
Ruan Yuan
mantap Thor, seru.
Ruan Yuan
/Plusone//Rose//Rose/
Ruan Yuan
/Plusone//Plusone//Plusone/
Ruan Yuan
tetap semangat thor, selamat sampai tujuan 👍
Ruan Yuan
yg villain emang selalu tampil beda 😍
Ruan Yuan
mantap thor
Ruan Yuan
tingkatkan semua kemampuan kalian dan buat Kekaisaran Api Agung terkejut
Fajar Fathur rizky
thor lumpuhkan kultivasi fengxian thor
APRILAH: mwehehe, siyappp
total 1 replies
Fajar Fathur rizky
cepat bantai Klannya fengxian thor
Mamat Stone
/Chuckle/
Mamat Stone
/Tongue/
Mamat Stone
👻
Mamat Stone
🤣
Mamat Stone
Yoi Puput
Mamat Stone
Oke Doski
Mamat Stone
/Smirk/
Mamat Stone
/Joyful/
Mamat Stone
/Casual/
Mamat Stone
/CoolGuy/
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!