NovelToon NovelToon
Terpaksa Menikah

Terpaksa Menikah

Status: sedang berlangsung
Genre:Pengantin Pengganti / Nikah Kontrak
Popularitas:2.4k
Nilai: 5
Nama Author: Acaciadri

Tidak punya pilihan lain selain menikahkan Aruna dan Arka. karena sang calon pengantin wanita yang bernama Elia kabur di hari pernikahannya.

pernikahan itu hanya untuk dua tahun saja, itulah yang di katakan Arka di awal mereka setelah menjadi sepasang suami istri. tapi bagaimana kalau Arka beda pemikiran setelah tinggal satu atap yang sama dengan Aruna? dan bagaimana dengan Elia? apa sebtulnya alasan wanita itu kabur di hari pernikahannya?

cekidottt cerita keduaku. beri dukungan ya teman-teman❤️

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Acaciadri, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 4

“Makasih ya.“Ucap Aruna kepada Rio yang sudah mengantarnya. Tentu saja Aruna tidak berhenti tepat di rumah Arka. Aruna tidak mau sampai Rio dan Arka bertemu, apalagi nantinya di takutkan kalau sampai Rio berpikir macam-macam jikalau Aruna tinggal dengan seorang pria asing, mengingat tidak ada satu pun di dealer yang tahu kalau Aruna sudah menikah.

“Sama-sama Run.“

“Yaudah sana, pulang. Hampir magrib lho.“Tukas Aruna seraya masih berdiri tepat di halaman rumah tetanggannya, sekitar lima rumah barulah rumah Arka berada, bukannya segera pergi, pria bernama Rio itu malah menggelengkan kepalanya seraya tersenyum tipis ke arah Aruna.

“Lo duluan deh, Run.“

“Eh, enggak-enggak, lo duluan Rio.“Tolak Aruna, mana mungkin Aruna masuk ke rumah orang asing, bisa-bisa nanti dia di kira maling lagi.

“Enggak Run, gue mau liat lo sampai rumah dengan selamat.“Kekeuh Rio dan Aruna tahu sifat agak pemaksa Rio ini takan bisa luluh. Baiklah, Aruna pun berbalik dan sebelumnya kembali mengucapkan terimakasih pada Rio yang sudah mengantarnya pulang, Aruna juga berdo'a semoga saja sang pemilik rumah sedang tidak ada. Hingga dia takan di kira maling.

Dan beruntungnya, sebab ternyata sang pemilik rumah sedang tidak ada, hingga Aruna tidak di kata-katai sebagai maling dan bisa masuk ke dalam halamannya. Apalagi ternyata pagarnya tidak di kunci.

Sementara itu, Rio. Pria itu tersenyum tipis, tatapan matanya tak sedikit pun lepas dari sosok Aruna yang sudah mulai memasuki rumah kerabatnya__lalu setelah memastikan. Aruna benar-benar masuk, Rio pun pergi dari sana dengan senyuman lebar yang masih terlihat di bibirnya.

Aruna, sejak pertama kali dia menjadi karyawan dealer, sejak itulah Rio menyukainya. Selain karena memang Aruna itu cantik, Aruna juga baik hati, pekerja keras dan tulus. Dan semua itu alasan kenapa Rio sangat menyukai Aruna.

Selama ini Rio sudah memperlihatkan bagaimana ketertarikannya apda Aruna. Dengan perhatian dan juga kode-kode, akan tetapi sampai detik ini, wanita itu sama sekali tidak merespon apa-apa, entah dia sadar atau tidak. Harusnya sih Rio menyerah ya? Mengingat tidak ada respon begitu, tapi yang ada sebaliknya. Entahlah, mungkin Rio yang memang sudah sangat menyukai Aruna.

“Selamanya, gue akan suka sama lo, Run.“Tukas Rio pelan seraya tersenyum tipis, matanya berkilat dan berbinar dan sepeda motornya berjalan begitu pelan, membelaj jalanan dan menuju ke arah rumahnya.

****

Langkah Aruna terhenti dan terdengar desah nafas tan beraturan dari mulutnya. Kedua matanya berpendar ke sekeliling penjuru ruangan.. kacau, semua perabotan tercecer begitu saja. Kotor dan yang lebih membuat Aruna kesal sekali adalah ketika hampir seluruh bumbu yang sudah ia beli lalu ia simpan di wadah yang sudah tersedia, bumbu-bumbu itu pun ikut tak beraturan, bahkan ada yang sampai tercecer di lantai__ok, harganya memang tidak semahal itu, akan tetapi Aruna benar-benar seterniat itu lho, bahkan sampai membeli beberapa wadah-wadah kecil untuk menampung semua bumbu-bumbu yang sudah di belinya.

Tentu pelakunya siapa lagi kalau bukan Arka. Karena yang tinggal di rumah ini hanya mereka berdua saja. Astaga,,, apa sih yang di lakukan pria itu sebenarnya? Memasak atau melakukan atraksi penghancuran dapur sebetulnya?

Ah sial, padahal Aruna benar-benar capek sekali. Di dealer cukup banyak konsumen yang datang, jangan di tanya bagaimana tenaga Aruna yang rasanya sudah tersedot habis__tetapi Aruna pun sadar, kalau bukan dia yang membersihkan lantas siapa? Arka, jangan di tanya, Aruna pun bahkan tidak tahu keberadaan pria itu di mana dan dengsn siapa.ckck merepotkan sekali sih! Dan pria itu benar-benar sudah cukup mampu menyulut emosinya, sialan sekali!

Sebelum melakukan aksinya, Aruna pun membuka lemari es dan mengambil sebotol air dingin dari sana lalu menenggaknya habis. Setelah di rasa sedikit amarahnya mendingan, Aruna pun mulai memberesi semua kekacauan yang di sebabkan oleh pria yang telah menjadi suaminya itu.

****

Arka terpaksa keluar dari kamar karena merasa tenggorokannya kering. Sisa air di dalam poci kecil di atas nakas pun sudah habis.

Namun langkah pria itu terhenti tatkala ekor matanya menangkap sesosok wanita yang amat sangat di kenalnya. Wanita yang belum genap seminggu menjadi istrinya.

Shit, maksudnya tidur di atas kursi makan dengan kepala terkelungkup di atas meja apa? Apa dia tidak akan kesakitan bila posisi tidurnya seperti itu? Sial sekali, bahkan Arka masih sempat-sempatnya memikirkan bagaimana nasib wanita itu heuhh.

Tidak-tidak, mereka hanya sepasang manusia asing yang di persatukan dalam sebuah ikatan pernikahan terpaksa dan sudah menjadi kesepakatan keduanya untuk tidak akan ikut campur dengan urusan masing-masing, akan tetapi. Arka yang notabennya masih manusia dan punya hati nurani, terlebih setelah menyaksikan bagaimana dapur yang sudah ia buat berantakan, kini menjadi bersih dan terawat dan tentu saja karena wanita ini__baiklah, Arka akan sedikit berbuat baik. Dan alasannya bukan Arka menerima wanita itu sebagai istrinya, bukan! Tetapi sebagai balasan atas kebaikan wanita itu yang sudah membereskan dapurnya yang Arka buat berantakan.

Perlahan-lahan, Arka mulai menarik kepala wanita itu dan ia sandarkan di kursi, lalu setelah mulai sedikit menggeser ke belakang kursi yang di dudukinya. Setelah di rasa ada jarak yang cukup, Atka pun mulai membungkukan tubuhnya sedikit dan meletakan satu tangan di bawah belakang lutut dan punggungnya lalu membawa wanita itu masuk ke dalam kamarnya.

****

Fajar telah terlihat di atas sana, langit yang semula gelap pun berubah menjadi terang dengan perlahan-lahan, suara kokokan ayam serta burung menjadi pertanda kalau aktivitas tidur manusia sudah selesai dan berganti dengan aktivitas bekerja dan lainnya di pagi ini.

Yang pertama di lakukan oleh Aruna adalah terkejut, pasalnya saat kedua pupil matanya terbuka lebar, wanita itu menyadari kalau dirinya sudah tidak berada di atas kursi makan lagi, tetapi di atas ranjangnya dan yang lebih membuatnya kaget, ketika Aruna masih mengenakan flat shoesnya.

Hohh.. apakah pria itu yang memindahkannya? Tapi kenapa? Ahh sudahlah, Aruna takan meributkan hal itu, yang terpenting Aruna harus segera menjalan ibadahnya, mandi dan sarapan dan bekerja.

Aruna telah memakai seragam dealer dan sekarang sedang berada tepat di hadapan kompor. Satu tangannya sibuk dengan spatula yang ia goyang-goyangkan dia atas wajan. Aruna membuat sarapan simpel dan tidak memerlukan waktu lama, yaitu sebuah nasi goreng dengan toping telur dadar.

Meski pun sangat simpel, tapi percayalah aromanya begitu wangi sekali dan semua itu berasal dari bumbu yang Aruna racik sendiri, sampai-sampai sesosok pria yang sudah rapih dengan kemejanya pun mendekat dan berdiri tepat di damping tubuh Aruna.

“Astaga, mas ngangetin aja.“Ujar Aruna terlihat gugup, teringat kejadian semalam yang kemungkinan besar dirinya di pindahkan oleh sang suami.. bahkan Aruna tak bisa membayangkan dengan cara apa, maklum. Aruna itu jomblo dari lahir yang belum pernah melakukan 'intim' dengan pria manapun.

“Ehm.. kamu masak apa?.“Tanya Arka yang tidak bisa lagi membendung hasrat penasarannya terhadap masakan sang istri yang tercium bau wangi di hidungnya. Jujur, kemarin Arka merasa menyesal karena melewatkan mencicipi masakan istrinya, ya. Walaupun hanya dengan menu telur balado, tapi sumpah demi apapun, telur balado buatan sang istri terlihat begitu menggirukan sekali__dan ketika Arka mencoba memasak sendiri, bukan kenikmatan yang ia rasakan, malah rasa asin yang teramat banyak. Oleh karena itu, Arka memutuskan sedikit menurunkan egonya dan berharap dang istri mau berbaik hati memberinya sarapan yang enak pagi ini.

“Nasi goreng.“

Arka manggut-manggut, dia masih berada di samping Aruna dan membuat Aruna tak nyaman, walau begitu Aruna tak banyak bicara dan memilih untuk berusaha fokus, walau sebetulnya tidak bisa. Yang ada Aruna merasa aneh dan sedikit gugup dengan keberadaan Arka.

“Aruna.“Panggil Arka dan seketika Arina menoleh dengan sebelah alis terangkat baik.

“Iya mas.“

“Mulai pagi ini dan seterusnya. Siapkan makan pagi dan malam untuk saya.“

Hah

Aruna melongo dan tubuhnya menegang untuk beberapa saat, begitu terkejut dengan apa yang barusan di bilang oleh suaminya. Kedua telinga Aruna masih berfungsi dengan baik kan? Aruna tidak salah dengar? Mengingat sejak awal pun pria ini menolak masakannya, tapi sekarang malah meminta Aruna menyiapkan sarapan pagi dan malam untuknya. Apa dia sedang tak kesurupan?

“Aruna, kamu dengar saya?.“

“De..ngar ko..k ma..as.“Jawab Aruna susah payah dan Arka berdecak kasar.

“Yaudah, karena kamu mau mengabulkan permintaan saya. Saya akan tambah nafkah bulanan kamu, coba buka ponsel kamu dan lihat, saya sudah transfer uang ke rekening kamu.“

1
Ariany Sudjana
ini lagi Elia kangen sama arka, kalau kangen, kenapa kamu kabur pas mau menikah sama arka? dasar murahan kamu Elia
Ariany Sudjana
dua-duanya keras kepala
Ariany Sudjana
kenapa kamu bilang aruna murahan? murahan mana sama Elia yang kabur pas hari pernikahan, dan Aruna yang harus menggantikan?
Sam A13
terus dong ceritanya bags ceritanya👍
Dewi Sri Astuti: di tunggu lanjutannya ya kak, terimakasih sudah mampir🙏
total 1 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!