seorang gadis bernama Alina Harus hidup menderita tinggal bersama bibinya sejak kecil selalu di perlakukan dengan kasar oleh sang bibi
hingga dirinya bertemu pria arogan bernama Devano Dirgantara seorang pengusaha mempunyai sifat dingin cuek galak berstatus duda Alina harus kerja di tempat Devano karena ganti rugi
bagaimana kisahnya? apakah Alina akan dapat kebahagiaan karena kehidupan nya begitu menyedihkan?
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Nur Mei, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Hari pertama kerja
BEBERAPA TAHUN KEMUDIAN..
Beberapa tahun berlalu Alina kini sudah lulus sekolah berniat kuliah tapi tunggu uang nya cukup berharap kerja sebagai Asisten pribadi Devano, uang nya bisa buat kuliah melanjutkan pendidikannya sesuai keinginan orang tuanya dulu..
Pagi ini Alina datang ke perusahaan Dirgantara alias perusahaan Devano namun saat di jalan ada tiga teman nya yang nakal di sekolah, membuat Alina menghela nafas entah mau apa mereka hadang dirinya..
"ada apa?"tanya Alina menatap tiga orang itu.
"Tidak!"jawab Bella membuat Alina menghela nafas.
"Ternyata lulus sekolah pun, dirimu tak berubah masih culun begini!"cibir Bella membuat Alina terdiam.
Alina pun pergi saja percuma ladeni mereka hanya buat nya sakit hati dengan ucapan mereka, apalagi kalo bersama Kayla pasti lebih menyakitkan walaupun sepupunya tapi sepupunya tak pernah anggap dirinya keluarga entah apa salahnya..
"Akhirnya sampai,"celetuk Alina dengan tersenyum.
Tin!
Tin!
suara mobil terdengar membuat Alina terkejut lalu berjalan minggir karena mobil mau parkir, Alina tau itu mobil siapa udah pasti mobil Devano yang baru saja datang ke perusahaan nya untung dirinya tak telat berangkat kerja hari ini..
"Wahh.. Devano, akhirnya pulang juga!"ucap Novi dengan tersenyum.
Devano baru pulang dari luar negeri karena ada urusan dan kembali langsung ke perusahaan nya karena ingat hari ini, hari pertama Alina menjadi karyawan pribadi nya yaitu Asisten entah kenapa Devano jadikan Asisten padahal punya asisten pribadi yaitu David ..
"selamat datang tuan!"ucap David dengan sopan.
"kamu siapa, maaf ya disini tak ada sumbangan!"ucap Novi dengan angkuh menatap Alina.
"saya bukan mau sumbangan nona,"ucap Alina dengan tersenyum.
Devano dengar ucapan Novi pada Alina merasa kesal karena ucapan Novi begitu kasar itu kenapa Devano ngga buru buru menurut dengan mamahnya, lalu Devano menarik Novi dengan tatapan tajam membuat Novi terkejut di tatap seperti itu..
"bisa kan tanya baik baik hm?!"tanya Devano dengan tatapan tajam.
"Kenapa kamu, bela gadis ini?!"tanya Novi membuat Devano menghela nafas.
"Karena dirimu sangat tak sopan!"jawab Devano dengan membentak..
Devano pun pergi dengan memberi isyarat ke Alina agar mengikuti nya masuk perusahaan, tentu saja Alina menurut mengikuti Devano masuk perusahaan dengan menunduk merasa sangat tak percaya diri karena pakaian nya seperti ini padahal sebenarnya Alina sebenarnya orang tuanya lumayan orang berada tapi keluarga bibi nya yang serakah..
_
_
_
Alina memasuki ruangan Devano namun tiba-tiba menabrak punggung Devano membuat Alina terkejut lalu Devano menoleh, Alina segera mundur merasa benar benar takut karena Devano sangat lah pemarah sejak awal bertemu Devano sungguh mengerikan bagi nya karena kalo marah menakutkan..
"kamu seperti nya, cari kesempatan untuk mendekat pada saya?"tanya Devano membuat Alina terkejut.
"Ngga tuan, itu tidak benar!"jawab Alina dengan menunduk.
"tugas kamu adalah, hanya patuhi perintah saya paham!"tegas Devano membuat Alina ngangguk saja.
"Baiklah.. Saya mengerti tuan!"patuh Alina membuat Devano ngangguk.
Devano pun duduk di kursi kebesarannya lalu membuka laptopnya namun Menatap Alina yang masih mematung, membuat Devano mendengus lalu mendekat membuat Alina gugup Devano mendekat lalu mundur karena ini seperti tak aman jantung berdebar bukan karena cinta tapi takut!
"Jangan pikir aneh aneh, cepat buatkan minuman!"perintah Devano membuat Alina ngangguk.
"Baiklah.. Saya pergi dulu,"patuh Alina membuat Devano ngangguk.
"Gadis yang unik,"gumam Devano dengan Menghela nafas.
Sementara itu Alina sedang di pantri membuat minum untuk Devano, tiba-tiba Di datangi Novi seperti nya sangat tak suka Alina mungkin karena merasa saingan nya, untuk dirinya dapat kan Devano seperti nya sulit jika ada Alina yang sekarang jadi Aspri Devano..
"Heh! Bersihkan dulu lantai nya, saya tak sengaja tumpah kan kopi!"perintah Novi membuat Alina menghela nafas.
"Sebentar ya, saya mau antar ke tuan Devano,"ucap Alina membuat Novi geram.
"kamu tau, saya calon istrinya jadi kamu juga harus patuh!"tegas Novi membuat Alina menghela nafas.
Sementara itu Devano masih menunggu Alina antar minuman nya namun tiba-tiba yang bawakan Novi membuat Devano mengerutkan keningnya, merasa bingung kenapa Novi yang antar harus nya kan Alina?lalu menatap Novi dengan intens..
"Alina lagi aku suruh bersihkan lantai,"ucap Novi dengan tersenyum membuat Devano mengerutkan keningnya.
"Kamu suruh dia, bersihkan lantai?"tanya Devano membuat Novi ngangguk.
"Benar kan, itu tugas sebagai office girl!"jawab Novi membuat Devano menatap tajam.
Novi melihat kemarahan di wajah Devano membuat nya takut merasa bingung apa salahnya kali ini, kenapa Devano terlihat marah padanya?
"Kamu ngga berhak, perintah kan dia paham!"tegas Devano membuat Novi terkejut.
"ini perusahaan ku, dan dia karyawan ku hanya aku yang berhak perintah dia!"tegas Devano lagi.
BRAKK!!!
Devano menutup laptop nya dengan keras lalu segera pergi keluar dari ruangannya, pergi mencari Alina yang sedang jalan kan perintah Novi namun dimana gadis itu, lalu melihat Alina sedang makan sisaan membuat Devano mengerutkan keningnya segera hampiri..
"Ehmm.. Kamu kenapa, makan sisaan saya?"tanya Devano membuat Alina menoleh.
"saya belum sarapan tuan, ini dari pada mubazir,"jawab Alina.
"Kamu belum sarapan? Memang nya mamah kamu tak siapkan makanan?"tanya Devano membuat Alina menghela nafas.
"Orang tua saya, sudah ngga ada tuan,"jawab Alina membuat Devano menghela nafas..
Devano pun mengeluarkan ponselnya yang di sakunya lalu segera pesan makanan untuk Alina dirinya ngga enak, melihat hal ini karena dirinya ngga tau kalo Alina sering di beri makanan sisa mungkin kalo dengar cerita kehidupan Alina membuat Devano menjadi sangat iba karena dengan beri kerjaan mungkin akan menolong Alina..
"Ikut saya!"titah Devano membuat Alina ngangguk saja.
"kemana tuan?"tanya Alina membuat Devano menghela nafas.
"Sudah ikut saja, nanti juga tau!"jawab Devano dengan tegas.
Devano pun pergi dengan diikuti Alina di belakang dan ternyata masuk ruangan nya, membuat Alina mengerutkan keningnya merasa bingung dengan Devano yang ajak dirinya ke ruangan nya, lalu David tiba tiba saja datang memberi Devano sebuah kantung kresek berisi sesuatu..
"Nihh.. Kamu makan, jangan makan sisa saya!"tegas Devano membuat Alina terkejut.
"Terimakasih tuan, nanti uang nya saya ganti!"ucap Alina dengan polos, membuat Devano menatap.
"Cih! Tak perlu, uang saya masih banyak!"ucap Devano dengan angkuh.
Alina hanya ngangguk saja sungguh bos nya ini memang angkuh ngga heran juga, dari awal pun sudah menyebalkan sifat bos nya ini jadi sudah ngga kaget jika tiba tiba marah marah karena memang seperti itu, Alina yakin hati Devano sebenarnya baik..
Devano melihat Alina memakan makanan itu dengan lahap membuat Devano merasa senang entah kenapa, tapi melihat hal tadi ada perasaan sedih kenapa keluarga Alina tak perhatikan Alina hingga tubuh Alina kurus dan juga wajah Alina pucat Devano ngga tau kenapa Alina pucat..
"David, kita harus bicara nanti jam makan siang!"ucap Devano membuat David ngangguk patuh.
"Baiklah.. Tuan!"patuh David dengan menunduk.
"Aku bingung, malam ini harus ajak siapa untuk pergi ke pesta teman ku?"gumam Devano merasa bingung.
Ka ayo baca novel ku juga, kalo mau 😼"changes that are becoming more pronounceed"