NovelToon NovelToon
Dilamar Perjaka, Dinikahi Duda

Dilamar Perjaka, Dinikahi Duda

Status: tamat
Genre:Cintamanis / Nikahkontrak / Menantu Pria/matrilokal / Tamat
Popularitas:29.3M
Nilai: 4.9
Nama Author: Uni Ramadhani

Dilamar seorang perjaka, namun ternyata dinikahi seorang duda, bagaimana rasanya?? temukan jawabannya di Novel terbaru uni.

Semoga terhibur 😊

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Uni Ramadhani, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Dia Juga Anakku

Dinda POV

Jantungku berdegup kencang ketika aku menatap bang Dika dan bang Dika juga menatapku saat dia memakai kan helm di kepalaku. Rasanya hampir sama ketika kak Dimas menyatakan perasaannya kepadaku. Persis seperti itu. Aku rasa, aku terlalu terbawa suasana, hingga aku bisa berfikir seperti itu. Tapi,,, ku lihat wajah bang Dika bersemu merah, mungkin sama seperti ku saat ini. Sementara kini kami sudah berada di perjalanan menuju ke rumah keluarga mantan istri bang Dika untuk menjemput Fatih.

Dika POV

Aku mengumpat dalam hati karena bisa-bisa nya aku melakukan hal bodoh seperti tadi. Bagaimana bisa aku memasang kan helm untuk Dinda seperti tadi, dan bisa dilihat tadi bagaimana tatapannya padaku. Rasanya aku ingin tengelam saja di dasar laut karena sangat malu dengan Dinda. Bahkan setelah kejadian tadi, tenggorokan ku terasa kering, dan tak bisa berkata-kata lagi. Hingga akhirnya aku langsung menaiki vespa ku dan kini kami tengah berada di perjalanan menuju kerumah Sierra untuk menjemput Fatih. Sepanjang perjalanan kami, Aku dan Dinda malah terserang rasa canggung kembali.

Sampainya Dika dan Dinda dirumah Sierra,

Dika turun dari Vespa begitu juga dengan Dinda. lalu Dika berjalan lebih dulu dan diikuti oleh Dinda.

Tok

Tok

"Assalamualaikum" ucap Dika saat melihat papa Sierra membuka pintu rumah

"Wa'alaikumsalam, Dika,,, ayo masuk"

Mereka berdua masuk kedalam dan duduk di sofa setelah di persilahkan duduk.

"Ada apa Dik?" tanya papa Sierra

"Saya ingin menjemput Fatih " jawab Dika

"Ohh,, Fatih ada bersama mamanya. Bik,,, tolong panggilkan Sierra, ada Dika " ucap Papa Sierra ketika bibik datang dengan membawa minuman

"Baik tuan"

"Ayo silahkan diminum. Oh iya ini siapa?!" tanya Papa

"Dia Dinda pak,,," ucap Dika belum selesai

"Undaaaaa,,,," teriak Fatih yang langsung merosot turun dari gendongan Sierra dan berlari menuju kearah Dinda

"Fatih,, bunda kangen sama Fatih" ucap Dinda memeluk Fatih dengan erat.

"Bunda? jadi ini yang di cerita Fatih kepadaku?!" batin Sierra

"Kenapa sih harus ada batasan untuk kami bertemu Fatih?!" celetuk Sierra

"Aku tidak pernah memberi batasan untuk bertemu Fatih" jawab Dika santai

"Tapi ini apa?! baru 2 hari Fatih sudah kamu bawa pulang lagi mas! dia juga anakku bukan hanya anakmu !" ucap Sierra

"Aku merasa tidak memberi batasan, kapan pun kamu ingin bertemu Fatih, aku tidak pernah melarangnya. Ibu yang bilang hanya 2 hari" jawab Dika

"Aku ingin Fatih lebih sering kesini mas" ucap Sierra

"Aku gak masalah, kapanpun kamu ingin Fatih tinggal, aku akan mengantarnya. Tapi untuk Fatih selamanya tinggal disini, aku agak bisa. Kamu jangan lupa dengan ucapan mu sendiri Ra" jawab Dika datar namun begitu tajam dan membuat Sierra terdiam.

"Pak, kami pamit dulu. Assalamualaikum " ucap Dika

"Wa'alaikumsalam " jawab papa Sierra

Lalu Dika mengajak Dinda, dan Fatih pulang.

"Kamu sendiri yang melepas anakmu kepada ayahnya! harusnya kamu sadari sejak dulu keputusan mu itu salah! papa sudah katakan berulang kali, fikirkan sebelum bertindak! kau selalu saja menuruti ucapan mamamu! sekarang lihat, untuk menemui anak mu saja harus ada jarak seperti ini!" ucap papa Sierra yang kemudian pergi meninggalkannya.

Sierra yang menyukai kebebasan, tidak suka di kekang oleh siapapun, awalnya merasa stress dengan kehadiran Fatih diusianya yang sebenarnya terbilang cukup matang untuk berumah tangga namun kebebasannya terbatasi karena harus mengurus anak dan suami. Belum lagi kehidupan ekonomi keluarga kecilnya terbilang pas-pasan, sehingga membuat Sierra bertambah stress. Namun belakangan ini, keluarganya terlalu sering menanyakan Fatih, dirumah besar itu terlalu sepi jika hanya ada papa, mama, dan Sierra, sementara adik dan kakaknya tinggal diluar kota. Sierra pun juga belum ada niatan lagi untuk menikah, lebih tepatnya dia akan sangat selektif dalam memilih calon suaminya nanti. Jelas saat ini Sierra merasa dia butuh Fatih untuk kedua orang tuannya.

Vespa gading Dika sudah sampai di depan rumah, ketiga turun dan masuk kedalam rumah.

"Unda,,," rengek Fatih kepada bundanya

"Iya,, ada apa Fatih?" tanya Dinda

"Atih au uding oklat, undaaaa" ucap Fatih

"Apa? puding coklat?!" tanya Dinda

"He'em yang enakkk" ucap Fatih lagi.

"Hemm baiklah,,, tapi kita beli dulu ya bahannya, nanti baru bunda buatkan" jawab Dinda

"Biar Abang aja Din yang beli, kamu tulis aja apa yang dibutuhkan" ucap Dika

"Iya bang,,,,"

Lalu Dinda mengambil secarik kertas dan menuliskan apa saja yang dia butuhkan. Setelah itu Dika bersiap untuk ke musholah

"Nanti pulang dari musholah Abang belikan ya" ucap Dika mengambil kertas dari dinda

"Iya bang" jawab Dinda

Lalu Dika pamit dan pergi meninggalkan Dinda dan juga Fatih

"Kita sholat dulu yuk?" ajak Dinda dan Fatih mengangguk.

Setelah selesai menjalankan ibadah Zuhur, Dengan sabarnya Fatih menemani Dinda yang tengah menyiapkan makan siang mereka nanti. Tak lama kemudian Dika pulang dengan membawa pesanan Dinda.

"Assalamualaikum bunda, Fatih"

"Wa'alaikumsalam,,,"

"Yah yah,, escim ana?"

"Ini" ucap Dika memberikan es krim kepada Fatih

"acih yah" ucap Fatih

"Din,, ini pesanan kamu" ucap Dika memberikan plastik putih kepada dinda

"Iya bang, Oh iya ayo makan siang dulu. Tadi Dinda masak cah kangkung, ayam goreng sama sambel terasi. Gak pedes kok bang" ucap Dinda

"Wah,, Abang juga sudah laper banget, yuk makan bareng" ucap Dika yang kemudian duduk bersama Dinda dan Fatih.

Dinda mengambil kan nasi, sayur, lauk dan sambal untuk Dika, sementara Dika tengah membukakan tutup eskrim untuk Fatih. Fatih yang sudah teralihkan oleh eskrim seolah lupa dengan segalanya.

Setelah selesai makan siang, Dinda menemani Fatih yang akan tidur siang, sementara Dika tengah berada di ruang kerjanya, karena sore nanti dia akan ada jadwal mengajar di salah satu kampus.

***

Dika sudah rapi dengan pakaiannya, kemeja biru kontak-kontak di tutup dengan jaket dan tas ranselnya. Kemudian Dika keluar dari kamar dan bertemu dengan Dinda

"Abang,,, udah mau berangkat?"tanya dinda

"Iya,," jawab Dika

"Gak mau cicip pudingnya dulu?" tanya Dinda

"Emm,,, boleh,, memangnya udah jadi?" tanya Dika

"Udah, ayo ke dapur" ajak Dinda dan Dika mengekor saja di belakang Dinda

Sampainya di dapur, Dinda mengambil puding yang di simpan didalam kulkas, setelah itu Dinda memotong puding yang diatasnya sudah di beri vla dan diletakkan di piring kecil. Lalu Dinda memberikan nya kepada Dika

"Dicoba dulu bang, tapi gak tau rasanya gimana hehehe" ucap Dinda malu-malu

Dika mengambil sendok garpu lalu memotong puding itu dan memakannya.

"Enakk, manis kayak yang buat" ucap Dika ntah sadar atau gak sadar dengan terus menikmati puding buatan Dinda

"CK! gombal!" ucap Dinda yang kemudian memilih beralih mencari kesibukan lain untuk menutupi rasa senangnya karena di puji Dika.

"Benerannn, pudingnya enak, maniss" sahut Dika.

"Iya,, tapi gak pake gombalin yang buat juga kali bang!" sungut Dinda dan Dika terkekeh

"Hehe serius,, yang buat juga manis gak pake pemanis" sahut Dika yang sudah menghabiskan pudingnya.

"Jangan di gombalin terus,,, nanti Dinda diabet bang!" jawab Dinda terkekeh saat membereskan piring kecil Dika, lalu mencucinya

"Gak gombal! Abang serius ini,,," jawab Dika dengan nada suara dibuat serius

"Udahhh sana berangkat!! nanti kak Santo nungguin Abang di warung!" ucap Dinda menutupi semburat merah jambu di pipinya

"Ya sudahhh,, Abang berangkat ya,,," ucap Dika ingin mengintip rona merah di pipi Dinda namun ditutupinya dengan Dinda menunduk saat mencuci piring

"Iyaa" jawab Dinda cepat

"Assalamualaikum,,,, istri ku"ucap Dika pelan dan berlalu

Deg!

Dinda menoleh dan Dika sudah tidak terlihat didapur

"Wa'alaikumsalam " jawab Dinda tersenyum, dan tersipu-sipu malu.

Dika yang masih berada di balik dinding mengintip sedikit ke dapur dan melihat Dinda tersenyum senyum sendiri.

.

.

.

.

Bukan cuma mereka yang senyum-senyum sendiri, tapi pasti readers juga kannnn?????🤭

1
Tian tika
tp kisah bu nanad yg jahat sma mantu nya ada loh thor,, dn sadar pas dia jatuh sakit dan strok.. yg ngurusin mantunya
Tian tika
pertama bubur ayam,, skrg seblak.. 🤭
Tian tika
ngakak. ragara baca kata "kepletet" doank 🤣🤣🤣
Tian tika
mulaaii deh sieraa menggataalll
Tian tika
hormon bumil mulai muncul 🤭
Tian tika
sieraaa kiniiiihhh,, pling dia main api sama pejabat² tinggi biar bsa leluasa mainin dika... iihhh dasar uler kadut
Tian tika
udah nampak ko hilalnya
Tian tika
jangan² juragan empang ini yg akan jadi jodohnya dimas 🤭🤭
Tian tika
gaya helikopter,,cicak nemplok didinding,,katak melompat 🤣
Tian tika
iihh aku jga ikutan makin emeessshh tau ngga sih din sama abang dika mu 🥰🥰🥰
Tian tika
jangan sampe lu jadi ulet bulu
Tian tika
Najis bgt deh sama si dimas... iuuhhh
Tian tika
jgn sampe jadi ulet bulu nih pegawe baru
Rea Sitta
😂😂😂
Rea Sitta
Luar biasa
Pagit Tarigan
iklan terus
Pagit Tarigan
iklan trus
bhunshin
Dara....???? si dara....??? oh iya Kerang dara🤣🤣🤣🤣
bhunshin
wah 36 nomer benda keramat 🤣🤣
bhunshin
ah kasihan bgt si Dika 😭
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!