NovelToon NovelToon
Dewa Pembantai

Dewa Pembantai

Status: sedang berlangsung
Genre:Time Travel / Reinkarnasi
Popularitas:2k
Nilai: 5
Nama Author: Sukma Firmansyah

revisi
ternyata di platform ini,tidak suka Pace lambat/banyak kata
jadi kita merivisi semua dari bab 1

Shi Yan adalah seorang pecandu olahraga ekstrem yang tidak lagi merasakan tantangan dalam hidup, hingga maut menjemputnya dan melemparkannya ke dunia yang jauh lebih kejam. Terbangun di sebuah kolam mayat yang membusuk, ia mewarisi warisan kuno yang mengerikan: kemampuan untuk menyerap energi dari mereka yang mati.
Di dunia di mana kekuatan adalah segalanya, Shi Yan tidak memilih jalan pahlawan. Dengan Martial Spirit yang haus darah dan hati yang sedingin es, ia mendaki puncak kekuasaan di atas tumpukan tulang musuhnya. Baginya, setiap kematian adalah nutrisi, dan setiap peperangan adalah tangga menuju keilahian. Di dunia ini, kau hanya punya dua pilihan: Menjadi mangsa, atau menjadi sang Pembantai.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Sukma Firmansyah, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

BAB 1: Terlahir Kembali di Dunia Lain

Shi Yan tersentak bangun. Kepalanya terasa berdenyut sangat menyakitkan.

Setelah sedikit pulih, ia mengamati sekeliling. Ia berada di dalam gua batu remang-remang yang luasnya hampir seukuran lapangan basket. Tumpukan tulang berserakan di mana-mana, dan selusin mayat dengan pakaian aneh tergeletak di sampingnya. Pakaian mereka tampak masih baru—mereka baru saja tewas belum lama ini.

"Di mana aku? Apakah ini masih di Bahama?"

Shi Yan, 27 tahun, adalah seorang penggila olahraga ekstrem. Ibunya meninggal lebih awal, sementara ayahnya meninggal karena kanker di masa jayanya. Kematian ayahnya meninggalkan kekayaan melimpah yang tidak akan pernah habis ia gunakan seumur hidup.

Meski kaya raya di usia muda, ia tidak punya tujuan hidup. Hal itu membuatnya tidak bahagia untuk waktu yang lama.

Baru pada usia 17 tahun, ia mencicipi olahraga ekstrem yang memberinya kegembiraan yang tak terkatakan. Dengan kekayaannya, ia bisa melakukan apa saja yang tidak mampu dilakukan orang biasa.

Panjat tebing bebas, bungee jumping di atas buaya, terjun payung dari ketinggian rendah, seluncur gunung berapi, hingga menyelam di tebing—semua itu memberi Shi Yan kenikmatan tertinggi. Ia menikmati sensasi kematian yang membuat darahnya mendidih.

Selama sepuluh tahun, ratusan pengalaman nyaris mati telah membuat sarafnya sekeras baja. Ia pernah bercanda bahwa dirilah manusia yang paling dekat dengan Malaikat Maut.

Eksplorasi lubang biru (blue-hole) di Bahama adalah olahraga ekstrem paling berbahaya yang pernah ia ikuti. Di sana, kehilangan arah berarti kematian pasti. Namun, dalam petualangan terakhirnya, Shi Yan justru membuang tali pengamannya—sebuah tindakan bunuh diri—dan akhirnya tersesat di labirin misterius itu.

***

Shi Yan terbaring lemas di atas lantai batu yang sedingin es. Di dalam benaknya, fragmen ingatan yang bukan miliknya mulai bermunculan.

Ini adalah ingatan milik Shi Yan yang lain...

Anak laki-laki itu berusia 17 tahun dan memiliki nama yang sama dengannya. Terobsesi dengan barang antik dan reruntuhan sejarah, anak itu menghabiskan waktu setengah tahun untuk sampai ke tempat ini bersama para pengawalnya berbekal sebuah peta kuno.

Shi Yan mengerutkan kening dan perlahan mengangkat tubuhnya yang terasa lemah. Saat itulah ia menyadari dengan terkejut: ini bukan tubuhnya. Ia berada di tubuh Shi Yan yang berusia 17 tahun.

"Apakah aku mati di lubang biru? Tidak! Aku masih hidup, tapi dengan cara yang tidak masuk akal!"

Menurut ingatan Shi Yan yang lama, tempat ini disebut Benua Grace. Tidak ada sains atau teknologi di sini.

Banyak penduduk di sini memiliki kemampuan misterius sejak lahir. Ada yang mengendalikan petir, tanaman, masuk ke dalam tanah, hingga berkomunikasi dengan binatang buas. Kemampuan ini disebut Jiwa Bela Diri.

Jiwa Bela Diri dianggap sebagai anugerah dari Tuhan. Jika kedua orang tua memiliki Jiwa Bela Diri, kemungkinan besar anak mereka akan mewarisinya. Sangat jarang ada anak yang mewarisi kedua kemampuan orang tuanya—yang disebut Jiwa Kembar, dan mereka yang memilikinya dijuluki sebagai 'Putra Dewa'.

***

Shi Yan terus merapikan ingatan asing itu. Pemilik asli tubuh ini berasal dari Keluarga Shi. Mereka memiliki Jiwa Bela Diri Petrifikasi (Pengerasan) yang membuat tubuh sekeras batu dalam pertempuran.

Sayangnya, anak ini tidak mewarisi kekuatan tersebut dan dianggap sebagai penerus yang gagal. Ia tidak tertarik pada bela diri dan lebih memilih menjelajahi reruntuhan kuno hingga akhirnya sampai di gua ini.

"Wu wu wu.... hu hu hu.... "

Tiba-tiba, suara tangisan seperti iblis terdengar dari kedalaman gua. Shi Yan menoleh dan menemukan sebuah kolam darah seluas 10 meter persegi di tengah gua.

Kolam itu berisi cairan merah yang meletup-letup di permukaannya. Setiap kali gelembung itu pecah, suara jeritan dan lolongan mengerikan keluar darinya.

Ia menyadari bahwa para pengawalnya tadi menjadi gila karena lolongan ini dan saling membantai hingga tewas, sementara Shi Yan yang asli pingsan. Semuanya karena kolam darah itu!

Lolongan itu mulai membangkitkan hasrat membunuh dalam diri Shi Yan. Kepalanya sakit luar biasa, membuatnya sulit berkonsentrasi.

"...Pasti kolam darah itu!"

Pengalaman nyaris mati selama bertahun-tahun telah menempa mentalnya. Shi Yan berhasil menenangkan diri. Meski kepalanya masih sakit, ia tetap fokus dan berjalan mendekati kolam darah tersebut.

"Krak, krak, krak!"

Tulang-tulang kering hancur di bawah kakinya. Jika ia ingin mengungkap rahasia kolam ini, ia harus siap menghadapi kematian.

Semakin dekat, lolongan itu semakin keras, menusuk kepalanya seperti pisau tajam. Suara itu berisi perintah untuk membantai yang hampir menghancurkan kewarasannya. Jika bukan karena saraf bajanya, ia pasti sudah gila.

Tiba-tiba, Shi Yan menemukan sesuatu yang aneh. Meskipun terlihat seperti darah kental, ia tidak mencium bau amis darah sedikit pun. Sebaliknya, udara di sekitarnya terasa segar dan dipenuhi aroma wangi yang eksotis. Wangi itu berasal dari kolam darah!

Hasrat petualangannya bangkit. Tiba-tiba, sebuah ilusi tentang lautan darah yang tak berujung memenuhi pikirannya. Tumpukan mayat membentuk pulau-pulau. Suara dari lautan darah itu berteriak berulang kali: "Bunuh! Bunuh! Bunuh! Bunuh! Bunuh!"

Jantung Shi Yan berdetak semakin cepat. Tekanan mengerikan itu membuatnya merasa kematian berada tepat di depan matanya. Ia tahu, langkah selanjutnya mungkin berarti ajal.

Namun, ketakutan justru memberinya kenikmatan tertinggi! Menghadapi kematian dan bertahan hidup adalah definisi sejati dari olahraga ekstrem baginya!

Langkah demi langkah, ia maju. Di bawah panggilan kolam darah itu, sisi gila dalam karakter Shi Yan terpicu.

Ia menggeram, "Mari kita lihat apa yang bisa kau tawarkan, kolam darah kecil!"

Tanpa ragu, ia melompat masuk ke dalam kolam tersebut.

1
Jujun Adnin
lanjut
azizan zizan
kimak betol novel sampah apa yang aku terlanjur baca Nih...
Sukma Firmansyah: kami sudah merivisi semua isi novel
terimakasih atas kritikan nya, semoga penulis dapat lebih baik lagi dalam menutur kata dan style yang mudah dimengerti
total 1 replies
azizan zizan
terlalu banyak pembahasan yang tidak perlu lagi satu perkataan yang sama di ulang terus...amat membosankan jika perkataan begitu di baca...
Sukma Firmansyah: silahkan baca dari bab 1, kita sudah merivisi semua atas saran editor, agar oembaca tidak kecewa
total 1 replies
azizan zizan
tajuk muka depan sama alur di dalam membingungkan...terlalu bila bila bila bila banyak...
Sukma Firmansyah: mohon besabar saudara, ini novel dengan kapasitas ribuan bab
tidak bisa cepat sangat dalam alur nya, mohon diresapi dan di baca dengan hati yang iklhas
total 1 replies
azizan zizan
ini cerita apa Thor cek cok cek cok tak jelas...
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!