Arthur Alejandro, seorang pengusaha yang sukses dalam semua hal, tapi dia merasa hidupnya hampa.
tapi kehidupan pria itu berubah saat seorang gadis bernama Andreas Ayuningtyas mampu menggetarkan jiwanya.
apa mereka bisa bahagia?
atau malah hancur segalanya?
plus, ini semua kisah tentang sugar Daddy ya, jadi jangan marah....
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon meidina, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
wanita milikku.
Arthur mengurungkan niatnya saat tau jika Tyas masih virgin, "ada apa om..." lirih Tyas yang bangun dan memeluk Arthur.
"tidak sayang, aku tak bisa merusak mu," jawab Arthur.
"tapi kondisi om," bisik Tyas.
Arthur tersenyum dan berdiri, tapi Tyas berlutut di depan Arthur dan membantu pria itu.
akhirnya keduanya pun mandi setelah melakukan olahraga ringan itu, entahlah Arthur masih bisa mengendalikan dirinya saat ini.
Tyas sedang membantu Arthur mengeringkan rambut pria itu, "om tau, mami pernah bilang, untuk memberikan mahkota ku pad pria yang ku cintai, tapi sepertinya pria itu tak ingin hal itu."
Tyas tertawa sambil mematikan hairdryer, "maksudmu, kamu mau memberikan itu padaku? tapi kenapa?" bingung Arthur menarik Tyas ke pangkuannya.
"karena dua tahun ini hanya nama om yang selalu ku sebut dalam doaku, entahlah aku juga tak tau," jawab Tyas malu-malu.
"aku juga selalu merindukanmu cantik," Arthur pun menenggelamkan wajahnya di leher Tyas.
"om geli ..." lirih Tyas.
"masak sih," jawab Arthur yang kembali mencium leher Tyas.
keduanya pun kembali berciuman dengan mesra, tapi kegiatan mereka terhenti karena suara gedoran pintu.
"dek, kamu sedang apa, mbak boleh minta bantuan gak!" panggil Cika dari luar.
"iya mbak," jawab Tyas yang bangun dan membuka pintu.
Cika dengan asal main masuk kedalam kamar, tapi dia kaget saat melihat pria yang sedang duduk di lantai sambil menatap ke arahnya dengan dingin.
"ah apa aku ganggu, maaf ya, aku mau pinjem motor mu bentar, soalnya aku mau nganter cowok ku ke Bandara," panik Cika.
Tyas memberikan kunci motornya dan juga helm miliknya, tapi Cika membisikkan sesuatu pada gadis itu.
Cika pun pergi dari sana, Tyas pun melihat kearah pria dewasa yang menatapnya dengan teduh itu.
Tyas pun kembali memeluk Arthur, bahkan pria itu tersenyum pada Tyas. "om tak mau tanya apa yang di katakan kak Cika?" tanya Tyas menatap Arthur.
"pasti aku penasaran, tapi mulai sekarang panggil ku Daddy, mengerti..." kata Arthur.
"iya Daddy ..."
Arthur pun mencium kening Tyas saat gadis itu tersenyum sambil menyebut panggilan itu.
"kak Cika bilang, Daddy harus pakai pengaman saat melakukannya, agar aku tak hamil," jawab Tyas menyentuh hidung Arthur yang mancung itu.
"tidak akan hamil percayalah padaku, dan aku tak suka mengunakan benda itu, karena rasanya tak akan sama," bisik Arthur.
"uh ternyata om mesum ya, jangan bilang om suka main sama Tante-tante yang kayak difilm film itu ya," kata Tyas gang langsung turun dari pangkuan Arthur.
"apa? tidak sayang, tenang saja aku bukan pria yang begitu mudah coblos sana-sini, aku hanya main dengan wanita ku, dan saat ini maukah gadis cantik ini jadi wanita ku?" tanya Arthur.
"tentu, aku mau," jawab Tyas senang.
Arthur pun mengacak rambut gadis itu karena gemas, "itu berarti kamu harus mengikuti semua keinginan dan perintah ku kamu mau?" kata Arthur.
"apa itu? jangan minta yang aneh-aneh ya," kata Tyas memicingkan matanya pada Arthur.
"kamu tak boleh kerja di bar lagi, dan mulai sekarang semua kebutuhan mu dan gunakan kartu ini, dan jangan pernah dekat dengan pria lain, karena kamu hanya milikku," bisik Arthur.
"iya om, aku tau tapi aku masih boleh bekerja di bengkel kan?" tanya Tyas memohon.
"baiklah sayang, tapi jangan tergoda dengan pria lain, dan jika butuh apa-apa telpon Daddy mu ini, dan kanan nakal, dan minta izin untuk seminggu karena kamu harus ikut aku kerja di Chili selama lima hari," kata Arthur.
baiklah, aku mengerti tapi bagaimana denhan Dewi?"
"dia tak mau ikut pergi dan memilih untuk tetap di rumah bersama orang," jawab Arthur
"baiklah Daddy, kalau begitu sekarang Daddy pulang ya,atau Sebentar lagi Daddy akan menyesal karena tetap disini, karena penjaga rumah ini cukup matre Daddy," kata Tyas.
"baiklah, aku pergi dan hubungi nomorku ya, ingat kirim pesan dan jangan sampai tak di angkat saat aku telpon, mengerti."
Tyas pun mengangguk patuh, Arthur pun mencium bibir indah milik Tyas dengan lembut.
"aku pergi ya honey, aku mencintaimu baby..." kata Arthur.
"iya Daddy," jawab Tyas tersenyum bahagia.
Arthur pun pulang dari kos Tyas, tak lama ada pesan dari Cika, dia sedang ada di kantor polisi terdekat.
Tyas pun buru-buru turun dan mencari tukang ojek, tapi sayangnya motor yang di naiki Tyas menyalib mobil Arthur.
kebetulan mereka bertemu di lampu merah, Arthur langsung turun dari mobilnya fan memberikan tukang ojek itu yang seratus ribu.
Tyas kaget dan langsung melepas helmnya, "naik ke mobil," kata Arthur yang tak suka melihat gadisnya berkeliaran dengan ojek
"Daddy, aku harus ke kantor polisi sekarang, kak Cika sepertinya terkena masalah," panik Tyas
"masuklah cepat biar aku antar ke kantor polisi segera," perintah Arthur.
"baiklah Daddy," jawab Tyas pasrah
mereka pun sampai di sebuah kantor polisi di sekitar bandara Juanda Surabaya.
ternyata saat Arthur dan Tyas masuk, Cika sedang di mintai keterangan, dan Arthur yang mengurus Semuanya.
Cika pun bisa keluar saat Tyas menjamin gadis itu, Tyas tau jika tak pantas jika Arthur yang pengusaha sukses menjadi jaminan.
"kakak, sebenarnya ada apa? kenapa kamu sampai di tangkap polisi begini, terus mana kekasihmu itu?" kesal Tyas.
"ah dia sudah berangkat ke Singapura karena ada tugas kantor, dan terima kasih, karena tadi aku tak sengaja melanggar lampu lalu lintas, terus aku lupa gak bawa surat-surat penting milikku," jawab Cika.
"baiklah kalian sudah bisa pulang, dan aku juga harus pulang, hati-hati ya baby," kata Arthur pada Tyas.
Arthur pun pamit duluan, Tyas yang kini membonceng Cika, dan beruntung tadi Cika bawa dua helm.
"eh Tyas.. kamu Nemu pria modelan gitu dimana sih, udah keker kaya pula, lihat saja mobilnya keluaran terbaru itu," kata Cika.
"dia itu mantan temen mami kak, memang kenapa?" tanya Tyas bingung.
"hah... tuwir dong, yaelah dek cari yang masih seger Napa, belum lagi kalau dia usah punya istri dan anak urukan bahaya," marah Cika.
"tapi aku nyaman dan mencintainya kak," jawab Tyas dengan suara rendah.
"jangan bilang dia itu orang yang selama ini kamu tunggu," tebak Cika.
Tyas pun mengangguk dengan semangat, sedang Cika tak bisa berkata apa-apa lagi.
"ya sudah, kita nyemil dulu yuk di tempat lumpia, sekalian cerita-cerita yuk," ajak Cika.
Tyas pun dengan senang hati membelokkan motornya ke tempat kesukaan mereka.
tapi saat melewati sebuah taman, dia melihat sosok gadis yang menjadi hidup Arthur sedang menangis.
terlebih ada dua wanita dewasa bersama dengannya, dan dengan tega meninggalkan gadis itu.
Tyas pun langsung memeluk gadis itu, "Dewi kenapa?" tanya Tyas dengan khawatir.
"kakak..." tangis gadis itu.
ternyata kedua wanita itu benar-benar jahat, mereka meninggalkan Dewi begitu saja.
"mereka jahat ..." tangis gadis itu.
Cika keheranan melihat ada orang yang tega membuang gadis cantik seperti ini.
"sudah sayang, jangan menangis, ikut kakak, dan kenapa tak menelpon papa?" tanya Tyas yang berhasil menenangkan gadis kecil itu.
"ponsel dan jam tangan Dewi sudah di buang, jadi Dewi tak bisa menemui dan mencari papa," jawab gadis itu sebelum tertidur.
Tyas pun mengendong gadis tujuh tahun itu dengan kasih sayang, dia tau apa yang di alami Dewi.
dan sepertinya Dewi mengalami hari yang buruk, terlebih Cika menemukan beberapa luka memar di taman gadis itu.
"kita bawa ke kos dulu, besok kita antar ke kantor polisi, gila tuh wanita setan, ya kali buang gadis sekecil ini di taman sepi," marah Cika.
"iya kak," jawab Tyas.
sedang di mobil, mama Farida sudah puas memberi pelajaran pada Dewi yang sudah berbuat kurang ajar.
awalnya dia hanya ingin Dewi agar bisa dekat dengan Franda, tapi gadis itu malah berulah di restoran hingga membuat kedua wanita itu marah besar.
sedang Arthur sebenarnya malas untuk menginjak rumah besar ini, terlihat tuan Tjandra sedang bermain bersama tuan Setyo.
"halo pa, om..." sapa Arthur.
"hai Arthur, kamu pasti mau jemput Dewi ya, dia sedang ikut mama mu ketemu temennya, dan tunggu saja," jawab tuan Tjandra.
"iya pa," jawab Arthur yang duduk sambil melihat permainan kedua orang itu.
mama Farida meminta supir untuk kembali dan menjemput Dewi, dan menurutnya hukuman itu sudah selesai.
tapi betapa terkejutnya mereka berdua yang tak menemukan gadis itu.
"Tante Dewi nya ilang, kita harus bagaimana tan, tak mungkin jika kita pulang tanpa Dewi, bisa-bisa kita di bunuh oleh Arthur," panik Franda.
dia lupa jika Arthur sudah tak tertarik padanya, tapi wanita itu berhasil membujuk mama Farida hingga mau bertemu.
dan dia juga berhasil menghasut wanita tua itu, tapi kini dia dalam masalah besar dengan berani menghilangkan putri Arthur.
Dewi pun bingung melihat tempat kos Tyas, "kenapa tidak ke rumah kakak," tanya gadis itu.
"ah itu, kakak meminta om Wid merenovasi rumah, jadi sementara kakak tinggal disini," jawab Tyas berbohong.
yang sebenarnya dia belum siap pulang ke rumah itu karena terus teringat sang mami yang tergeletak di kamar mandi.
Tyas meminta Dewi mandi di kamarnya dan berganti baju dengan kaos miliknya yang kekecilan.
Cika ingin tertawa, meski bagi Tyas kekecilan tapi bagi Dewi kaos itu kebesaran.
belum lagi Tyas yang memang memiliki ukuran besar, tapi gadis itu begitu menurut pada Tyas.
"Dewi hapal nomor ponsel papa mu?" tanya Cika.
gadis itu mengangguk, "tunggu kak, nanti biar aku yang menelpon papa gadis ini, lebih baik kakak pesenin kami makanan, lumayan nih aku kelaparan," kata Tyas tersenyum.
"iya-iya dasar kamu ini, itung-itung aku minta maaf dan terima kasih," jawab Cika pasrah.
ak masih dRs pasca SC lg tidur sktr jm 10 pagi, g lg mimpi apa2 tau2 nangis nyesek bangun2 itu wajah sama bantal udh basah krena airmata
ternyta jm 10 pagi, tepat saat anak bayiku dikuburkan
ak SC pagi, bayiku meninggal tengah mlam, dikubur besok pagi nya jm 9-10. dan ak tau klu anakku meninggal stelah magrib krena akhirnya suami&keluargaku terus terang klu bayiku meninggal.
alsan terlmbat memberi tahu krena tensiku pasca SC tau2 jd 200, dokter jg kaget,pdhl ak biasa tensi 98-100
yng mencelakai Artur saking cintanya sm Tyas??