Lima tahun lalu, Kiara diceraikan Jonathan, alasan perceraian itu tidak lain karena cinta pertama Jonathan kembali. Tanpa Jonathan tau, ternyata Kiara membawa benih darinya.
Setelah Lima tahun kemudian, Kiara dan Jonathan dipertemukan kembali dalam sebuah acara perayaan ulang tahun perusahaan tempat Kiara bekerja. Tak disangka, pertemuan itu menghadirkan kembali cinta yang telah lama menghilang di antara mereka.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon rini sya, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Jadi Ragu
"Katakan padaku, apa yang membuatmu takut, Jo?" tanya Rehan pada Jonathan.
Tampak di depan Rehan, wajah Jonathan memerah, seperti menahan sesuatu yang berat untuk diungkapkan. Jujur, meskipun Rehan punya tebakan ke arah senjata milik Jonathan, tapi ia tak mau asal menebak. Ia tak mau melukai hati sang sahabat.
"Kamu tau apa yang membuatku datang ke sini, Han. Menurut mu, apa penyebab milikku tidak mau bangun?" ucap Jonathan sedih.
Rehan terdiam. Sebenernya, meskipun dia seorang dokter, ia juga tak tahu pasti apa penyebab milik sahabatnya ini tak bisa bangun, mengingat semua hasil tes lab sang sahabat bisa di katakan tidak ada masalah, semua hasilnya bagus dan normal. Tetapi entah mengapa Jonathan malah menderita penyakit seperti itu.
"Boleh kita cek ulang kondisi kesehatanmu, Jo," pinta Dokter Rehan. Sengaja meminta demikian agar Jonathan tidak tersinggung.
"Boleh," jawab Jonathan, singkat.
Tak menunggu waktu lagi, Rehan pun segera meminta tim medisnya untuk mengecek kesehatan sahabatnya. Sembari menunggu hasil cek medis, Jonathan meminta izin untuk mengganti bajunya yang terkena noda darah. Selepas mengganti pakaian, tak sengaja Jonathan melihat seseorang yang mirip dengan Kiara. Seseorang itu membuka pintu kemudi mobil dan hendak meninggalkan pelataran rumah sakit.
Entah dorong apa yang mendesak perasaan Jonathan untuk mengejar mantan istrinya itu, tapi ia benar-benar melakukannya. Jonathan lansung keluar ruangan Rehan, berlari hendak mengejar wanita yang mirip dengan mantan istrinya.
Melihat gelagat aneh sang bos, Soni pun langsung ikut mengejarnya.
"Ada apa, Tuan? Kenapa anda berlari, anda mau mengejar siapa?" tanya Soni, ikut ngos-ngosan.
"Ah, sial," gerutu Jonathan, kesal. Kesal karena tak berhasil mengejar wanita yang ia yakini adalah mantan istrinya itu.
"Tuan, anda nyari siapa? sampai lari kenceng begitu?" tanya Soni lagi.
"Ah tidak," jawab Jonathan masih berusaha menutupi. Ia benar-benar tak ingin orang lain tau tentang perasannya pada wanita itu Wanita yang pernah mengisi harinya, wanita yang tanpa ia sadari bisa memberikan ketenangan batin untuknya.
Tanpa mau memberi tahu siapapun, Jonathan langsung mengajak Soni pulang. Ia tak ingin kembali masuk ke rumah sakit itu.
"Tapi Tuan, bagaimana dengan hasil labnya?" tanya Soni ragu.
"Biar Rehan saja nanti yang ke rumah, aku ingin pulang. Kepalaku sakit," jawab Jonathan. Kali ini dia jujur. Tiba-tiba saja kepalanya terasa mau pecah.
Lagi-lagi Soni merasa ada yang aneh dengan bosnya. Pria ini tiba-tiba saja bisa marah, lalu baik sendiri, lalu menjadi pendiam, lalu baik lagi. Astaga, entah apa sebenarnya yang terjadi pada bosnya ini, sungguh Soni tidak bisa mengerti. Anehnya, ini terjadi hanya di Akhir-akhir ini, sejak mereka kembali ke kota ini. Ya, sejak sampai di kota ini. Dulu sebelum ini dia selalu tenang. Bahkan ketika dia bertengkar dengan pacarnya. Bosnya ini selalu bersikap tenang dan dingin.
"Son, boleh aku tanya sesuatu?" ucap Jonathan tiba-tiba.
"Boleh, tanya saja, Tuan," jawab Soni, lembut.
"Pernah nggak kamu merasa tidak menyukai seseorang, tapi kamu suka rindu sama dia?" tanya Jonathan tiba-tiba.
"Eh, gimana Tuan? Gimana maksud Tuan, saya kurang paham Tuan?" tanya Soni balik, karena dia memang ga paham arti pertanyaan itu.
"Ah kamu, sudahlah. Pacaran saja kamu belum pernah kan? makanya ga paham soal perasaan. Sudahlah, aku ga akan nanya lagi, percuma, kamu kan ga ada pengalaman," ucap Jonathan tampak kesal.
Soni hanya menghela napas kasar, ia tahu jawabannya malah memperkeruh suasana, tapi mau bagaimana lagi, dia kan memang tidak mengerti arti dari pertanyaan bosnya ini.
"Emm, Tuan, boleh saya kasih tau sesuatu," ucap Soni tiba-tiba.
"Hemm, ngomong saja," jawab Jonathan, singkat.
"Kemarin, Tuan besar panggil saja, Tuan," ucap Soni, sedikit takut.
"Kenapa lagi dia, suruh aku nikah?" tanya Jonathan, langsung bad mood.
"Benar Tuan, tapi saya jawab, tidak tau," jawab Soni, gugup.
"Kalo dia tanya lagi, bilang saja aku nggak minat nikah. Aku lebih suka sendiri," jawab Jonathan, dingin.
"Maaf, Tuan, lalu bagimana dengan Nona Tasya, apa anda ga punya niat menikah dengan dia?" Soni menatap wajah bosnya dari kaca dalam mobil, tampak bosnya diam. Seperti enggan memberi jawaban. Sebab Jonathan memang enggan menikahi Tasya. Jangan tanya mengapa, yang jelas perasaan Jonathan pada wanita itu memang benar-benar berubah. Sayangnya ia belum membuat keputusan yang tepat. Bisa di katakan, hubungan mereka seperti menggantung. Putus tidak, jalan juga segan. Kadang-kadang Tasya juga marah pada Jonathan, tapi Jonathan selalu bisa membujuk wanita itu. Dengan uangnya tentunya.
***
Di lain pihak...
Kiara mengelus rambut sang putra, menatap wajah tampan itu, Kiara menyalahkan dirinya sendiri karena lalai menjaga buah hatinya. Andai tadi dia bawa Kevin isi bensin, mungkin bocah ini tidak akan berlarian sendirian. Kiara juga tidak bisa mengalahkan Sinta, karena saat Kevin mengejar mainannya, Sinta sedang dipanggil apoteker untuk mengambil obat. Apa yang terjadi pada Kevin, itu semua murni kecelakaan.
"Maafkan aku ya, Ra, Karena aku Kevin jadi kayak gini," ucap Sinta sedih.
"Nggak apa, Kak. Aku ga mau nyalahin kakak juga. Kevin memang kadang-kadang begitu, dia kan aktif kak dan ini juga mainan kesayangannya, jadi wajar kalo dia kejar," jawab Kiara, sedih.
"Sekali lagi maafin aku ya, Ra," ucap Sinta lagi, merasa bersalah.
"Iya sudah, ga apa. Cuma aku ga enak sama om-om yang udah nolongin Kevin, Kak. Dibayarin pula kan, aku jadi pengen ketemu beliau, aku ingin berterimakasih sama beliau kak," ucap Kiara serius.
"Aku juga lupa nanya nama beliau, Ra. Tapi ini bukan pertama kali kami ketemu dia, lo. Waktu di hotel itu, Kevin pernah nabrak dia, ya itu orang yang nolong Kevin, Ra. Kamu cek aja di nama daftar tamu di hotel mu, pasti kamu bisa nemuin dia," ucap Sinta antusias.
Kiara mengerutkan kening, seketika Kiara ragu. Takut, jika pria yang menolong sang putra adalah pria itu, pria yang sebenarnya ingin ia hindari.
Bersambung...
ayo dong Thor bikin Jonathan menyesal atas kata²nya, jgn cuma ngomong Kiara jahat,, padahal dia yg sangat jahat