Menceritakan seorang CEO cantik yang bernama Raihana Fika Cantika dia selalu dituntut dia seorang wanita mandiri sejak dia masih SMP kedua orang tua sudah meninggal menjadikannya wanita cuek dan ketus kepada siapapun
Tapi pertemuan dengan seorang pelajar SMA ini membuat selalu darah tinggi karena ulah yang dia buat
Dia bernama Arka Bryan Dhekson
Gimana kelanjutannya langsung aja kita simak
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Isma wulandari, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Arka Bryan Dhekson
Hampir 1 jam Hana didalam kamar mandi dan akhirnya dia keluar
Sedangkan Arka masih sibuk membuka hadiah yang diberikan para sahabatnya sambil terus menggerutu
"Kamu kenapa?"Ucap Hana
Arka menatap Hana dia terbeku melihat penampilan Hana karena dia hanya menggunakan kimono diatas lutut terlihatlah paha mulus milik Hana
"Arka?"Ucap Hana
"Hah Iyah Ka,Kaka cantik!"Ucap Arka tanpa sadar
"Apa sih kamu tuh?kamu ngapain?"Ucap Hana
"Hah aku ini lagi buka hadiah"Ucap Arka bingung
"Kamu kenapa kaya orang apa gitu"Ucap Hana
"Perasaan Kaka aja"Ucap Arka
"Kamu gak mandi?"Ucap Hana
"Nanti ka"Ucap Arka tapi dia enggan menatap Hana
"Oh"Ucap Hana dan pergi untuk memakai bajunya
"Astaga perasaan apa ini"Ucap Arka
"Gak boleh aku masih SMA gak boleh rusak istri sendiri"Ucap Arka
"Tapi dia sah tapi aku masih SMA"Ucap Arka dan mengacak-acak rambutnya
"Aduh kalau gini tiap hari bisa sobek ****** ku"Ucap Arka dan Arka menendang hadiah pemberian sahabatnya
"Memang gak ada yang waras juga ngasih hadiah gak ada yang berguna"Ucap Arka
"Heru kasih flashdisk buat apa coba?Bagus kasih obat kuat ngapain?"Ucap Arka
"Sudahlah lebih baik aku mandi"Ucap Arka dan berlalu pergi tapi sekali lagi dia menendang hadiah pemberian sahabatnya
"Gak guna sama kaya mereka"Ucap Arka sambil berjalan menuju kamar mandi
Hana sudah selesai berpakaian dia pun berdiri di balkon kamar itu sambil menatap pantai yang kebetulan Villa mereka menghadap pantai
"Ini takdir yang harus ku jalani yaitu seharusnya dia menjadi adikku malah menjadi suamiku"Ucap Hana
"Arka Bryan Dhekson"Ucap Hana pelan lalu menunduk
Arka sudah selesai membersihkan dirinya karena Arka memang bukan orang suka berlama-lama dikamar mandi kecuali dia BAB
Arka menatap Hana yang sedang berdiri dibalkon dan menghampirinya
"Apa kau menyesal menikah denganku?"Ucap Arka sambil berjalan mendekat
Hana menengok Arka tapi dia diam
"Sesuatu yang dipaksakan memang pasti akan ada penyesalan tapi jika kita jalani dengan sabar aku percaya semuanya akan baik-baik saja"Ucap Arka
"Menurutku semua ini sama seperti ulangan dadakan ka,tanpa persiapan,tanpa belajar kita disuruh ulangan,siapa sabar dan teliti dia akan mendapat nilai yang bagus kan?"Ucap Arka
"Ini pernikahan bukan ulangan Arka"Ucap Hana
"Pernikahan kita dadakan sama seperti ulangan menurutku tapi bedanya tidak ada guru dan teman untuk menyontek"Ucap Arka
"Kita jalani saja ka jika kita sama-sama tidak bisa menjalani nya,akan ku beri izin kau menceraikan ku"Ucap Arka
"Kenapa aku?"Ucap Hana
Arka tersenyum dan menatap Pantai
"Arka tidak bisa"Ucap Arka
"Kenapa?apa karena mamah?"Ucap Hana
"Tidak!tapi karena aku tidak akan bisa menceraikanmu karena hatiku sudah nyaman dengan Kaka"Ucap Arka dan menatap Hana sambil tersenyum
"Sekarang Kaka adalah tanggung jawabku,apapun yang terjadi padamu aku harus tahu dan bahkan ikut campur karena itu hak ku!"Ucap Arka dengan Serius
"Begitu pun Kaka"Ucap Arka
"Kau masih kecil tidak akan mengerti urusan orang dewasa"Ucap Hana
"Jangan merendahkan ku ka bahkan aku bisa membuat mu hamil"Ucap Arka
"Arka!"Ucap Hana sambil melotot
"Tidak aku hanya bercanda"Ucap Arka
"Jangan larang aku mencampuri urusan Kaka,jika Kaka melarang ku maka aku akan sangat nekat"Ucap Arka
"Aku tidak suka urusan ku diikut campuri Arka walaupun kamu itu suamiku"Ucap Hana
Arka memegangi bahu Hana dan menatapnya
"Jangan sok kuat menghadapi urusanmu sendiri walaupun kau banyak teman dan harta mereka tidak akan selalu ada untukmu tapi aku suamiku akan selalu ada untukmu walaupun hanya sekedar bahu untuk bersandar"Ucap Arka
"Sudahlah lebih baik kau pasang bajumu aku tak ingin berdebat"Ucap Hana
"Ka!"Ucap Arka tapi Hana malah melepas tangan arka dari bahunya dan menjauhinya
"Baiklah aku memakai bajuku dulu"Ucap Arka dan pergi
"Kau tidak akan paham masalah apa yang ku hadapi setelah ini"Ucap Hana
Arka menghentikan langkahnya
"Aku dengar apa yang kau ucapkan ka!tapi kau lah yang sebenarnya belum tahu siapa aku"Ucap Arka dan tersenyum sedangkan Hana terdiam
*Tunggu up selajutnya ya para pembacaku,aku juga punya karya lain yaitu "Dia jodohku yang cantik"
Selagi nunggu "Bocil Manjakan aku"Lebih baik mampir kekarya lain udah bab yang 200 lebih loh,buka aja diprofilku jangan lupa diikuti yah
Jangan lupa tinggalin jejak ya Vote,Hadiah,Like dan komen🥰🥰🥰
Happy Reading Readersku*