NovelToon NovelToon
Aku Hamil Anak Pacarku

Aku Hamil Anak Pacarku

Status: sedang berlangsung
Genre:Romantis / Teen / Cintapertama / Tamat
Popularitas:88.6k
Nilai: 5
Nama Author: Revina Willy

⚠️⚠️ NO PLAGIAT!!

UPDATE SETIAP HARI KAMIS & MINGGU JAM 21.00 WIB

Hari-hari bahagia Silvia mendadak hancur begitu saja karena dirinya yang tiba-tiba mengandung anak dari pacarnya.

Di tengah-tengah reputasi buruknya itu, apakah Silvia dapat bertahan?

Yuk pantauin terus ceritanya! 😉

-----

Cerita ini dibuat berdasarkan imajinasi author semata. Jangan lupa untuk like, comment, dan vote ceritanya ya para readers yang budiman..

-----

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Revina Willy, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Mawar

BYUR

"Akh!"

Sensasi panas kurasakan pada punggung tangan kiriku. Sangat panas hingga mampu membuat air mataku menetes.

"S..Sakit.."

Ku sentuh punggung tanganku yang mulai terasa sakit. Seumur hidupku baru kali ini aku merasakan sakit yang sesakit ini. Air mataku yang awalnya hanya menetes, kini perlahan membasahi pipiku dengan lebih deras dari sebelumnya.

"SILVIA!"

Kak Sera akhirnya datang dan langsung mendekap ku ke dalam pelukannya. Sepertinya kak Sera ingin menenangkan diriku.

"K..Kak! Sakit.. Hiks."

Aku menunjukkan punggung tanganku pada kak Sera. Kulitku tampak memerah. Aku terkejut. Karena sebelumnya tanganku tak memerah seperti ini. Sebelumnya hanya sensasi panas dan sakit saja yang ku rasakan.

"Mawar gila! Berani banget dia begitu." Gumam kak Sera

BYUR

Kak Sera tiba-tiba mengambil sebuah air mineral botol yang masih tersegel. Setelah membuka tutup botol itu, kak Sera cepat-cepat menyiramkannya pada punggung tanganku yang terluka. Kak Sera terlihat cemas sesaat menyiramkan air itu hingga tak menyisakannya setetes pun.

"MAWAR!" Sergah kak Sera tiba-tiba dengan suara meninggi.

Kak Sera tampak berjalan menghampiri kakak cantik tadi. Kak Sera terlihat menyeramkan. Baru kali ini aku melihatnya semarah itu.

PLAK

"Apa-apaan lo tadi?! Jangan ganggu adek gue!" Ucap Kak Sera dengan mata melotot.

"Hah? Cuma segitu doang kok! Lebay amat sih? Ternyata lo udah jadi satpam ya sekarang?" Balas kakak cantik itu sambil tersenyum getir.

Kakak cantik itu terus menyentuh pipinya yang memerah karena tamparan kak Sera. Kakak itu pasti merasa sangat kesakitan. Tapi ia lebih memilih untuk tidak menunjukkan ekspresinya yang kesakitan agar tidak terlihat lemah.

Aku baru menyadari situasi yang terjadi saat ini. Kakak cantik itu baru saja menyiramku dengan air teh panas yang ia bawa. Aku tidak tau apakah ia sengaja atau tidak. Jika saja tadi Tania tidak langsung menepisnya, bukan punggung tanganku yang akan menjadi sasaran teh panas itu, tapi wajahku.

Perhatian orang-orang yang ada di kantin mulai tertuju pada kami. Mereka tampak antusias melihat adanya perselisihan di kantin sekolah ini.

"Hei kamu! Cepat bawa Silvi ke UKS!" Perintah kak Sera pada Tania.

Tania mengangguk. Ia beranjak dari kursinya lalu memanduku ke arah UKS. Terakhir kali kulihat, kak Sera masih berada di sana dan tetap berhadapan dengan kakak cantik itu. Aku tidak tau apa yang ingin kak Sera lakukan di sana.

Disaat aku sudah akan meninggalkan kantin, aku sempat melirik ke arah kak Sera berada. Orang-orang yang berkerumun semakin bertambah banyak. Aku tidak tau apa yang terjadi disana, tapi aku berharap kak Sera baik-baik saja. Aku khawatir dengannya.

Di sisi lain aku dan Tania sudah sampai di UKS kelas 1. Karena hanya itu ruangan kesehatan yang paling dekat dari ini.

Saat sudah sampai, Tania langsung mengisyaratkan aku untuk duduk di atas tempat tidur. Di sini juga sudah ada ibu penjaga UKS yang sedang berjaga.

Saat melihat luka bakar pada punggung tanganku, ibu itu langsung membawaku ke wastafel dan membiarkan tanganku yang memerah itu di aliri air hingga cukup lama.

Setelah selesai, dan tanganku juga sudah kering, bu penjaga lalu mengoleskan salep pada area lukaku.

"Kenapa dia bisa begini?" Tanya bu penjaga.

"Silvi ketumpahan air panas." Jawab Tania.

"Untung dia cepat dibawa kesini, kalau enggak, nanti lukanya bisa berbekas." Ucap bu penjaga.

Setelah merapikan barang-barang P3K ke tempatnya semula, bu penjaga UKS pergi dari ruangan. Kini hanya ada aku dan Tania saja yang ada di dalam ruangan ini.

BRAK

"Silvia!"

Aku dan Tania sama-sama terkejut. Suara itu berasal dari pintu UKS yang didobrak dengan keras. Aku jadi semakin terkejut saat melihat orang yang melakukan itu adalah Rendi. Dia terlihat bernafas dengan terengah-engah seperti habis berlarian.

"Rendi? Kamu ngapain kesini?" Tanyaku padanya.

Sementara Tania, kulihat dia pelan-pelan berjalan menuju pintu keluar untuk meninggalkan aku dan Rendi berdua saja di dalam.

"Kamu gapapa kan? Katanya kamu diapa-apain sama Mawar." Ucap Rendi.

"Aku gapapa kok. Tapi, kamu tau darimana kalau aku ada disini?" Tanyaku balik.

"Sera yang bilang. Dia bilang kamu pasti ada disini. Aku khawatir sama kamu." Ujarnya.

Aku tersenyum. Dia berlari ke tempatku sampai berkeringat banyak seperti ini hanya demi menemuiku? Aku jadi senang karena dia peduli padaku.

"Aku gapapa kok, sudahlah.."

Aku berusaha menenangkannya. Padahal yang sakit saat ini adalah aku, dan bukanlah Rendi. Tapi malah dia yang berlebihan begitu.

"Gapapa gimana? Kamu ini kok ga sayang diri sendi-?!"

CUP

"Hihi sudah kubilang aku gapapa. Kamu ngeyel sih." Godaku.

"K..kamu?! Ini curang namanya!"

Wajah Rendi terlihat memerah. Di mataku kini Rendi tampak seperti kucing yang sedang malu-malu. Aku yakin dia akan salah tingkah jika aku mencium pipinya. Dan dugaanku benar bukan?

"Kamu sekarang udah berani ya." Balas Rendi.

"A..apaan sih? Kamu ini!"

GREP

Rendi memelukku. Mataku terbelalak kaget. Karena sangat tiba-tiba, tubuhku jadi kaku dan hanya mematung tanpa membalas pelukan Rendi. Meski begitu, alih-alih melepaskan, dia malah memelukku semakin erat.

Aku heran. Apa Rendi suka memeluk orang seperti ini ya? Kenapa setiap bertemu denganku dia selalu memelukku begini? Beberapa jam yang lalu pun juga begitu. Yah meski aku merasa senang karena sikapnya ini.

"Syukurlah kamu baik-baik aja Sil." Ucapnya lirih.

Jantungku berdebar-debar seketika mendengar ucapannya itu. Rendi yang sedang memelukku pasti juga merasakan detak jantungku. Kini aku membalas pelukannya. Kurangkul pinggangnya dengan erat seakan tidak mau melepasnya.

"Silvi.. sekalipun kamu jangan dekat-dekat dengan si Mawar itu! Dia itu berbahaya." Ucap Rendi sambil mengelus rambutku.

"Mawar?" Tanyaku yang masih kebingungan.

"Aku sudah tau ceritanya. Si Mawar itu sengaja ngelakuin itu ke kamu." Ujar Rendi.

Mawar ya? Sepertinya aku merasa tidak asing dengan nama itu. Tidak butuh waktu lama untuk berpikir, aku langsung mengingatnya. Kak Sera pernah menyebut nama itu saat di kantin beberapa hari yang lalu.

Kalau tidak salah, Kak Sera waktu itu menyuruhku berhati-hati dengan orang yang bernama Mawar. Saat itu aku tidak mengerti dengan apa yang Kak Sera maksud. Saat ini pun aku juga masih tidak mengerti sepenuhnya tentang Mawar.

"Memangnya Mawar itu siapa? Kenapa aku harus jauhin dia?" Tanyaku pada Rendi.

"Sebenarnya, dia itu mantan pacarku. Kami berdua putus dengan cara gak baik. Karena itu dia pasti gak suka sama kamu." Ujar Rendi.

"Apa?!"

1
Qaisaa Nazarudin
Kamu aja yg Bodoh,Farel itu tau Rendi itu seperti apa,makanya dia ingin melindungi kamu,Dasar ogeb..🙄🙄
Qaisaa Nazarudin
Udah End aja,Gak ada kelanjutannya,Endnya kayak kegantung gitu, Ceritanya gak tuntas menurut ku..
Qaisaa Nazarudin
Ternyata Rendi udah biasa ngelakuin itu ke cewek2 yg lainnya juga..
Qaisaa Nazarudin
Apakah Rendi akan bertanggungjawab setelah ini?Atau biasa saja..🤔🤔
Qaisaa Nazarudin
Kalo emang Rendi sayang dan cinta sama Silvi,Harusnya dia menjaga Silvi bukan malah metosaknya,Ckk anak remaja jaman now..🤦🤦
Juju Siti Julaeha
pergaulan bebas dapat mengakibatkan seperti ini, hati hati aja
Toto Suharto
ceritanya bagus...konfliknya bikin baper dan penasaran...semangat lanjut dong thour...
Wahyuni
nanggung
@shiha putri inayyah 3107
kok gak ada lanjutannya...?🤔🤔
Hernawati Sitohang
jangan terjebak cinta rendi
Hernawati Sitohang
up
Rider Frost
ko ga up ya, lama thor
re
Next
Freen 🐰
hadir ya
Яцяу
farel pelindung sejatinya silvi
ai'
lanjut thor hehe
ai'
Jadi kepo ma zizi
indah
Bagus, awal yg menarik, jadi ingin baca lanjutannya karena banyak kemungkinan yg akan terjadi. Tutur bahasanya juga👍👍
mama angga
lanjuuuutttt
ai'
Rendi kek pedopil sih...eh bentar² keknya mereka mau olimpik bareng deh
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!