NovelToon NovelToon
Kupilih Keduanya

Kupilih Keduanya

Status: sedang berlangsung
Genre:Identitas Tersembunyi / Harem
Popularitas:2.3k
Nilai: 5
Nama Author: A19

Zevanya Putri Wiratmadja. Putri tunggal seorang konglomerat kaya di Kotanya. Hidupnya sangat sempurna karena memiliki keluarga harmonis dan juga kakak laki-laki yang tampan. Namun siapa sangka? Diam-diam Vanya malah menyukai kakak angkat laki-lakinya itu.

Saat Vanya dengan nekat akan menyatakan perasaannya, kakak laki-lakinya malah mengenalkan seorang wanita yang ia claim sebagai pacarnya.

Di tengah kekacauan hatinya, Vanya bertemu dengan laki-laki menyebalkan yang makin membuat kacau hari-harinya.

Akankah Vanya memilih untuk melupakan kakaknya? Ataukah Vanya lebih memilih untuk memperjuangkan cintanya? Atau malah pindah haluan dan memilih laki-laki menyebalkan yang sayangnya sangat tampan itu?

ikuti terus kisahnya

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon A19, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

34. Memutuskan Lyora

Fian menatap arloji mahal di pergelangan tangan nya. Jam sudah menunjukkan pukul 1 siang. Fian baru saja selesai meeting dengan salah satu klien di Restoran itu.

"Hai sayang, maaf ya kalo lama" sapa Lyora.

"Nggak papa kok Ly. Sini duduk" Lyora pun duduk di kursi sebelah kanan Fian.

"Tumben kamu ngajak aku ketemu duluan? Dari kemaren padahal aku yang ajak kamu nya nggak mau. Alasannya sibuk terus" ucap Lyora sambil meminum jus alpukat di depannya. Fian sengaja memesan minuman untuk Lyora sebelum gadis itu datang.

"Ly.... Aku minta maaf"

Lyora melihat keraguan dari wajah Fian.

"Minta maaf kenapa? Emang kamu bikin salah apa?" tanya Lyora dengan nada lembut.

"Aku mau kita putus aja. Aku nggak bisa melanjutkan hubungan ini" ucap Fian dengan wajah serius.

"Aku minta maaf Ly" lanjutnya.

"Tapi.... Tapi kenapa Fian? Kita belum 1 minggu pacaran, dan kamu malah minta udahan. Sebenernya aku salah apa Fian? Kenapa kamu giniin aku?" seketika air mata mengalir membasahi kedua pipi gadis itu. Sorot matanya menunjukkan luka yang sangat dalam.

"Kamu nggak salah Ly. Disini aku yang salah karna menerima kamu disaat hati ini sudah tertulis nama wanita lain"

"Nggak Fian. Harusnya aku nyerah aja waktu itu. Harusnya aku sadar, kamu yang selalu nolak aku selama setengah tahun ini tiba-tiba nerima aku gitu aja. Aku yang terlalu kepedean karna mengira kalo kamu udah luluh sama perjuangan aku. Ternyata aku salah"

"Maaf Lyora" ucap Fian pelan.

"Siapa wanita itu? Siapa orang yang bisa dengan mudah memiliki hati kamu Fian? Aku ingin tau siapa wanita beruntung itu" Lyora mencoba memegang tangan kanan Fian yang berada di atas meja, namun dengan cepat Fian menarik tangannya.

"Selama ini, orang-orang tau se berapa dingin kamu terhadap wanita. Lalu saat aku mencoba mendekati kamu, respon yang kamu berikan pun selalu penolakan. Dan saat kamu menerima aku, disitu aku langsung merasa jika perjuangan ku selama ini tidak sia-sia. Aku merasa bisa memenangkan hati kamu Fian, tapi ternyata aku salah. Sikap dingin kamu selama ini karena hatimu sudah dimiliki oleh orang lain" ucap Lyora sambil sesekali mengelap air matanya dengan tisu.

"Aku minta maaf Lyora. Jadi, lebih baik kita akhiri saja hubungan ini. Kamu nggak mungkin mau kan menjalin hubungan dengan orang yang hatinya bukan untuk kamu?" Fian mencoba tenang, ia tidak ingin menyakiti gadis di depan nya ini lebih dalam lagi.

"Aku mau. Dengan kamu menerima aku di saat hatimu sudah dimiliki oleh orang lain itu artinya kamu tidak bisa memiliki orang itu kan Fian? Apa salahnya aku mencoba berusaha lagi untuk bisa merebut hatimu?" Lyora masih berusaha untuk mempertahankan Fian.

"Nggak bisa Ly, itu sama aja aku nyakitin kamu" tolak Fian.

"Dengan kamu mutusin aku kayak gini juga nyakitin aku Fian. Apa kamu nggak berfikir begitu?" tanya Lyora.

"Bukan gitu Ly. Tapi kalau kita putus sekarang, kamu bisa mencari laki-laki yang lebih baik dan bisa mencintai kamu. Sedangkan aku tidak bisa melakukan itu, seluruh hatiku hanya untuk dia Ly" jujur Fian. Mau tidak mau ia harus mengatakan ini agar Lyora mau mengalah.

"Apa kamu mencintai dia Fian? Gadis yang kamu perkenalkan sebagai adik kamu itu?" tanya Lyora memastikan.

"Apa maksud kamu Ly? Dia adik aku, nggak mungkin lah aku menyukainya" elak Fian. Ia tidak ingin rumor buruk tentang adiknya tersebar.

"Jujur Fian! Aku tau kamu sedang berbohong. Aku bisa melihat dari cara kamu menatap dia. Dan saat insiden dia hilang dari rumah, apa itu hanya sebuah kenakalan remaja? Aku tidak sebodoh itu" ucap Lyora yang selama beberapa hari ini sedikit mengganjal di hatinya.

"Cukup Lyora! Apapun itu pemikiran kamu, itu semuanya nggak bener. Dia itu adik aku, dan tentang putusnya hubungan kita nggak ada hubungannya sama dia" bela Fian.

"Kamu yakin Fian? Kamu saja membela dia sebegininya" sinis Lyora.

"Wajar bagi seorang kakak untuk membela adiknya" balas Fian tajam.

"Aku hanya ingin mengatakan itu saja Lyora. Entah kamu setuju atau tidak aku sudah tidak perduli. Yang penting sekarang aku anggap hubungan kita sudah berahir. Aku akan tetap profesional karena perusahaan kita masih menjalin kerja sama. Aku pamit, semoga suatu saat nanti kamu bisa menemukan laki-laki baik yang bisa mencintai kamu sepenuh hatinya" Fian meninggalkan Lyora begitu saja setelah selesai mengucapkan kata terakhirnya.

Setelah kepergian Fian, Lyora bangkit dari duduknya lalu berteriak sekencang mungkin sambil menutupi wajahnya dengan kedua tangan.

"Nggak! Nggak bisa! Kamu nggak bisa giniin aku Fian. Aku akan mencari tahu siapa wanita sialan itu. Aku akan membalas perbuatan mu. Padahal aku sudah merasa sangat senang saat kamu berada dalam genggaman ku. Tunggu saja apa yang akan aku lakukan Fian" ucap Lyora dengan sorot mata penuh dendam.

****

Di sebuah ruangan, seorang laki-laki paruh baya baru saja menerima laporan dari orang suruhan nya.

"Jadi benar apa yang selama ini aku pikirkan? Hal yang ku takutkan ternyata benar-benar terjadi. Aku bukannya ingin menghalangi kebahagiaan kalian. Tapi hidup di dunia ini bukan hanya soal perasaan cinta saja. Baiklah, biar aku lihat seberapa besar perjuangan kamu untuk putriku" monolog laki-laki itu.

"Awasi mereka berdua. Laporkan hal sekecil apapun menyangkut keduanya. Aku ingin memikirkan langkah apa yang akan aku ambil selanjutnya" perintah laki-laki itu kepada dua orang suruhannya.

"Baik Tuan. Kami permisi dulu" keduanya pun meninggalkan ruangan laki-laki paruh baya itu.

Setelah dua orang suruhannya benar-benar pergi, ponselnya berdering tanda telpon masuk berbunyi. Laki-laki paruh baya itupun langsung mengangkat telpon yang ternyata berasal dari nomor lintas negara.

"Hallo. Oh tentu saja tidak menganggu. Putra mu sudah setuju? Baiklah. Akan aku atur semuanya, mungkin senin nanti Putra mu sudah bisa masuk ke sekolah barunya. Kamu tidak perlu khawatir, orang suruhan ku akan selalu mengawasi 24 jam. Putra mu akan aman bersama ku. Fokuslah saja pada pengobatan mu nanti. Aku doakan semuanya berjalan dengan lancar. Kamu harus kuat, jangan sampai putra mu harus merasakan kehilangan lagi untuk yang kedua kalinya. Baik, sampai jumpa"

Sambungan telepon itupun terputus, laki-laki itupun melanjutkan kembali pekerjaan nya yang sempat tertunda beberapa menit.

1
R19
Ada yang nungguin kelanjutannya nggak nih? 🤭Terimakasih yang sudah mampir buat baca. Jangan lupa like & komen ya🥰
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!