NovelToon NovelToon
Ikrar Cinta Sang Hafizh Qur'An

Ikrar Cinta Sang Hafizh Qur'An

Status: tamat
Genre:Romantis / Komedi / Tamat
Popularitas:6.8M
Nilai: 4.9
Nama Author: picisan imut

(Follow Instagram aku: @Picisan_Imut94)

'Innalillahi...' satu kata yang mungkin pas untuk Nuha ucapkan ketika mendengar kabar sang senior guru ngaji killer yang selalu membuatnya dongkol dengan segala titahnya, tiba-tiba saja melamar.

ya... Faqih Al Malik, adalah sosok pria yang mungkin paling wajib di hindarinya, demi menyelamatkan diri dari tingkah Bosinya itu (bikin emosi). pria diam namun tengil itu yang Nuha tahu. namun siapa sangka, dia malah mengkhitbah-nya. dan bahkan acara pernikahan hanya berselang beberapa hari saja, sesuai keinginan dia dan sang Abi pastinya.

kalian perlu tahu, seorang senior killer itu adalah pria yang harus kau taati setiap titahnya.
sementara seorang suami adalah aturan hidup paling benar yang perlu kau iyakan dan kau hormati segala keputusannya.


dan ketika senior guru killer merangkap sekaligus menjadi suami mu. kelar hidup mu!!!

bagaimana kehidupan Nuha saat menjalani hari-harinya sebagai istri sang Hafizh 30 juz itu?

baca saja .... hehehehe

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon picisan imut, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Waktu

Langit mulai mengulum senja.

memukau para insan dengan segala deburan ombak yang berpadu dengan nuansa biru dan jingga yang cantik.

Di teras rumah, Nuha menatap langit senja itu dengan sendu.

Semua itu seperti masa kanak-kanak, dipandang dengan takjub bukan hanya karena indah, tetapi karena cepat berlalu.

Sama seperti dirinya, andaikata bisa menghentikan waktu. Ia tetap ingin menjadi seorang anak-anak agar bisa tetap bersama orang tua dan saudara kembarnya.

Ia pun mengusap air matanya, kini pandangannya tertuju pada mobil yang berada di depan.

Terlihat Faqih tengah memasukan koper Nuha ke dalam mobil itu. Di temani sang Abi dan juga kak Rumi sembari mengajaknya mengobrol.

Sepertinya hatinya kembali galau. Ia masih belum mau meninggalkan rumah ini.

Tempat dimana dia belajar bicara, belajar merangkak, belajar berdiri. Dan semuanya.

Pandangan Nuha pun berkelana, memburu setiap sudut taman yang tertata rapi karena Abinya memang suka berkebun.

Tempatnya berlarian kesana-kemari sejak kecil bersama saudara kembarnya, bermain sepeda, hingga bermain gelembung sabun, atau mungkin piknik sederhana, bersama Abi dan Umma.

"Sudah neng, Mau jalan sekarang?" A' Faqih menawarkan. Air mata Nuha kembali menetes. Saat bibir itu harus tersenyum, lalu menoleh ke arah Ummanya yang kini turut menangis.

"Umma, Dede pamit ya. Dede harus ikut suami Dede." Ucap Nuha seperti berat saja mengatakan itu. Sementara sang ibu hanya memeluk.

"Pokoknya, Dede harus sering-sering ke rumah ini loh." Isak Rahma seraya membelai lembut pangkal kepala Nuha yang tertutup kain hijannya. Gadis itu pun mengangguk lalu mengecup pundak Umma Rahma seraya mempererat pelukannya.

Kini Abi Irsyad mendekati Nuha dan turut memeluk keduanya.

Terlihat suasana yang benar-benar membuat Faqih merasa kasian terhadap istrinya.

Mungkinkah keputusan menikahi Nuha sudah membuat gadis itu seolah seperti terenggut segala-galanya? Ia pun menghela nafas.

Hingga saat Rumi menepuk pundaknya Sehingga membuatnya menoleh. Dan setelahnya Rumi mengajaknya berpelukan.

"Titip Dede ya A'.... sayangi dan bahagiakan dia."

"Iya... Akan ku usahakan. Untuk melindungi dan membahagiakan Nuha." Tersenyum. Rumi pun sama.

Setelah itu Rumi mendekati Nuha lalu memeluknya.

"Hiks kak Rumi. Dede pergi ya." Membalas pelukan Rumi.

"Iya dek. Jadi istri yang baik ya, kakak juga pamit, besok kakak balik ke Bandung soalnya."

"Iya kak Rumi, hati-hati juga untuk kak Rumi." Melepas pelukannya. Lalu berjalan masuk kedalam mobil milik ustadz Rahmat yang sengaja di tinggal beliau untuk kendaraan Faqih saat membawa Nuha pulang ke kediamannya.

Setelah bersalaman dan mengucap salam Faqih pun masuk kedalam kemudinya, dan mobil pun melaju keluar dari pelataran itu. Menyisakan tiga orang yang hanya diam mengamati sampai mobil itu menghilang di balik pagar.

Rahma yang di sana menghela nafas, lalu menoleh ke arah Rumi. "Anak Umma, satu di bawa suaminya. Tinggal Rumi."

Rumi pun terkekeh. Lalu memeluk Ummanya. "Rumi mau jagain Umma dulu, sama Abi lah."

"Apaan, kamu saja di Bandung kok. Umma sepi sendirian ini." Merengek.

"Ya... Kan Rumi sering balik Umma. Hehehe. Sayang Umma..." Mengecup kening Ummanya.

"Huhuhu, jangan buru-buru nikah kamu ya, pokoknya lulus harus di Jakarta lagi."

"Nggak janji juga Umma, kan jodoh kita nggak ada yang tahu."

"Hiks, masa mau ninggalin Umma semua sih." Rahma semakin mempererat pelukannya kepada sang anak. Sehingga membuat Rumi terkekeh.

Ustadz Irsyad pun geleng-geleng kepala seraya tersenyum kecut, beliau hanya masuk tanpa berucap apapun. Seperti separuh hatinya pergi, beliau memutuskan untuk menyendiri di tempat solat. Melakukan solat sunnah lalu berzikir di sana.

Benar... Sebagian besar dari seorang ayah yang anaknya menikah pasti akan menjadi hari patah hatinya.

Namun itulah kehidupan, yang ada di hadapan kita adalah sebuah titipan yang mungkin akan bisa berpindah tangan atau mungkin kembali pada sang pemiliknya.

Saat ini anak-anak kita masih kecil, masih berlarian. Bahkan kita pun membiarkan dia dengan kesibukan kita sendiri. Tanpa menyadari waktu terus berlalu, hingga tiba saatnya anak-anak kita menjadi milik pasangan mereka, dan meninggalkan kita. Selaku cinta pertamanya.

Ustadz Irsyad menyeka air matanya, bibirnya semakin bergetar menahan tangis seraya mengucap zikir mengikuti laju butiran tasbih di tangannya.

Bahkan satu tangannya pun Menyentuh bagian dadanya, mengingat bahwa dia benar-benar sangat mencintai gadis kecilnya itu. Yang masih sama tidak berubah, seperti Nuha kecil. Itulah yang ada di pandangan seorang ayah pada putrinya, walaupun dia sudah dewasa sekalipun.

ya... Kita harus menyadari bahwasanya di dunia ini, semua yang pergi pasti akan kembali. Hanya satu yang akan terus datang namun tidak akan mungkin bisa kembali. yaitu...

'Waktu'.

Kau bisa bertemu waktu itu, namun kau tidak akan bisa memutarnya apalagi menghentikannya. Hingga kau sadar di setiap pergantiannya itu, bahwa kita hanya melakukan hal sia-sia yang akan menjadi penyesalan karena kita tak mengukir hal baik di setiap detiknya.

***

Di rumah Ustadz Rahmat...

Mobil itu terparkir di depan rumah yang berpagar keliling tak begitu tinggi. Nuha pun keluar, di lihat rumah itu nampak sepi.

Ia pun menoleh ke arah sang suami yang sedang mengeluarkan koper miliknya, lalu menutup pintunya lagi.

"A' keliatannya sepi? Apa tidak ada orang?" Tanya Nuha. Faqih pun mendekati Nuha dan menggandeng tangannya.

"Abi sama Umma lagi ke Sukabumi, berangkat tadi siang. Mungkin nanti malam baru pulang, atau mungkin besok." Jawabnya seraya mengajak Nuha jalan mendekati pintu rumah. Terlihat Faqih sedikit menyibak tanaman hias, dan meraih sesuatu sebuah kunci rumah.

Beliau pun memasukan kunci itu ke lubang kunci, dan pintu pun terbuka.

"Assalamualaikum." Ucap Faqih, lalu menoleh ke arah Nuha.

"Masuk neng." Titahnya, Nuha pun masuk lebih dulu setelah mengucap salam. Barulah Faqih menyusul sembari menutup pintu itu.

Nuha berdiri di ruang tamu yang cukup besar. Pandangannya memburu keseluruh penjuru.

"Kau masih ingat, kapan terakhir kali ke rumah ini?" Tanya Faqih. Mendekati Nuha.

"Sepertinya Waktu kecil sih, dan saat dewasa seringnya tidak pernah ikut, kalau ustadz Rahmat mengundang Abi sama Umma ke sini." Jawab Nuha. Faqih pun tersenyum tanpa sepengetahuan Nuha.

"Ada yang berubah tidak menurut mu?" Tanya Faqih. Nuha terdiam sejenak. Lalu menggeleng pelan.

"Nggak ada sih kayanya."

"Ada kok." Jawab Faqih semakin mendekati Nuha dan berdiri di belakangnya.

"Apanya yang berubah? Sepertinya sama saja, sofa, bufet kaca ini..."

"Kamu." Faqih melingkari tangannya di bagian bahu dan dada Nuha. "Karena ada kamu di sini. Itu yang membuat rumah ini berubah." Sambungnya.

"Emmm...anu... Puasa A'... Jangan peluk-peluk." Nuha berusaha melepaskan, karena dia merasa belum nyaman.

"Neng.."

"Tunggu deh, kenapa A'a manggil neng terus sih?"

"Kenapa? Suka saja manggil kamu neng."

"Tapi aneh A', jangan neng... Dede saja."

"Nggak... Maunya Neng." Mempererat pelukannya.

"Serah lah." Gumam Nuha, yang tidak bisa menolak lagi. A' Faqih tersenyum, ia mulai memperlihatkan sisi manisnya.

Mungkin benar kata Umma, ketakutan itu hanya sesaat selebihnya kita akan nyaman dengan pasangan kita. Seperti saat ini, Nuha mulai merasa nyaman jika di peluk A' Faqih.

Namun karena waktu sudah semakin senja dan Keduanya pun harus mengakhiri adegan romansa mereka, guna meletakkan kembali tas ke dalam kamar. Lalu memutuskan untuk membatalkan puasa pertama mereka di luar, karena di rumah itu tidak ada makanan.

Bersambung....

1
Gafita Almas
Luar biasa
M. Namikaze
banyak kok, ngirit cucian gelas juga
M. Namikaze
Bayi : " Fitnah teroooos...!"
M. Namikaze
padahal dianya sendiri "Gus Harun Azmi"
Riani
Kecewa
Riani
Buruk
Riani
romantisnya.
Herlina Lina
😭😭
Herlina Lina
iya kah g boleh pake air hangat?sy baru tau
manusia biasa
aq bolak balik baca novel ini tapi tetep ajah mewek
Herlina Lina
knp g bilang aja si nuha?lw sakit bgtu berulang dan sakitny bs sampe g ketahan q rasa gpp kx suami qt tau krn dy berhak tau kondisi qt jgn lw udh parah baru ketauan suami dan malah bahayain bdn sendiri itu dzolim k diri sendiri jg jd lw bilang kn minimal bs periksa k klinik terdekat
Herlina Lina
.
Herlina Lina
part2 yg bikin nyesek
Herlina Lina
yg baca aja nyesek baca nya apa lg jd nuha coba😭
Herlina Lina
drama ikan terbang kah😁
Silfia magfiroh
Luar biasa
solihin 78
jangan putus harapan qori
Herlina Lina
ya Allah segini nya d terima faqih d keluarga rahma pdhl nuha ....😥
Herlina Lina
nah asik kluarga yg bgni si mnrt q santuy aja d bawa slow
walau rahma bkn anak ustadz or kiyai tersohor ttp beradap kx alhamdulillah
Herlina Lina
konflikny bs d bilang sepele tp bacany sambil nangis gini,,,krn ini perasaan yg akan d rasakan sm perempuan2 beristri tp mertuany mmpunyai perangai 11 12 umma hasna...ini bkn bicara soal ilmu atau keimanan tp lbh k adab
krn mertua kan sm halny dg ortu sendiri knp bs berperangai bgtu sm menantu sendiri,sdgkn dg org lain bermanis2 tutur bahasanya😢
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!