NovelToon NovelToon
Hanya Sebuah Cerita

Hanya Sebuah Cerita

Status: tamat
Genre:Romantis / Komedi / Misteri / Contest / Kehidupan di Sekolah/Kampus / Persahabatan / Romansa / Epik Petualangan / Tamat
Popularitas:69k
Nilai: 5
Nama Author: KaniaPutri

# Proses revisi tanda baca dan lainnya, dimulai dari bab paling belakang #


Ini tentang gadis bernama Ava Angelina Putri, gadis keras kepala, naif, dan suka mecampuri urusan orang lain yang sedang mencoba menjelajahi dunia SMA yang selalu dia ingin dan banggakan.

Tidak hanya sendiri, Ava juga ditemani oleh dua sahabat seperjuangannya yaitu, Agnes Tri Sukmawati dan Isyana Aziva Delina yang juga ingin tahu bagaimana rasanya.

Proses pendewasaan diri pasti akan selalu ada yang namanya pencarian jati diri, tantangan, cinta monyet, ambisius, kehilangan arah, keingintahuan yang tinggi, proses penyelesaian masalah, mencari tujuan hidup, cita-cita, visi, misi, dan segala hal yang berhubungan dengan usia pertumbuhan.

Akankah Ava beserta para sahabatnya menemukan apa yang mereka cari?

Atau justru dihadang jalan buntu sehingga menyimpulkan kalau masa SMA tidak seistimewa itu?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon KaniaPutri, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Chapter 11 ~ Dinner

...

...

18:07

Saat ini Ava tengah ada di kamar, menonton film horror di laptopnya dengan judul Insidious.

Ana tengah memasak di dapur menyiapkan makan malam untuk mereka bertiga, dan Agnes menonton drama korea terfavoritnya nomor satu, Legend Of The Blue Sea di tv ruang tamu.

Ting

Ting

Hp Ava berbunyi. Ava menjeda film nya lalu mengecek hp dan ada nomor tak di kenal masuk mengirimkan pesan padanya.

+62 8254 ×××× ××××

Jangan di save

Kode gue, 'Its Me'

Kalau udah chatan langsung di hapus.

^^^Ava^^^

^^^Lo siapa? Ngatur-ngatur segala? Nggak kenal juga!^^^

+62 8254 ×××× ××××

Gue, Alan.

^^^Ava^^^

^^^Ooh Alan, kirain siapa^^^

^^^Emang, kenapa nggak boleh di save?^^^

^^^Dan kenapa kode lo, 'Its Me'^^^

+62 8254 ×××× ××××

Yaa nggak boleh aja

Yaa ... karena lo nggak save gue

Biar lo tahu siapa yang ngechat lo

^^^Ava^^^

^^^Yaudah deh.^^^

^^^Udah yaa, gue mau lanjut nonton film horror nih^^^

+62 8254 ×××× ××××

Iya, gue cuma mau ngomong itu doang.

^^^Ava^^^

^^^Jadi ini harus di hapus apa enggak?^^^

+62 8254 ×××× ××××

Langsung hapus aja, biar gue yang simpen semuanya.

^^^Ava^^^

^^^Iya, bye.^^^

Ava meletakkan hp nya di atas laci. "Unik juga." Gumamnya pelan.

Ting

Ting

Hp nya berbunyi lagi. Ava melihatnya dan ternyata Aras yang memberinya pesan. Jantung Ava berdegup kencang, untuk pertama kalinya Aras mengirimkan pesan padanya.

Ava tidak berani membuka pesan itu, ia ragu-ragu karena terlalu malu. Tapi pada akhirnya Ava membuka pesan itu.

Aras

Ava

^^^Ava^^^

^^^Iya, ada apa, Kak?^^^

Aras

Lo, mau nggak dinner bareng sama, gue?

Ava terlonjak kaget dengan ajakan Aras. Saat ini hatinya sangat senang. Aras mengajaknya dinner malam ini.

"Ini mimpi nggak, ya?" Ava mencubit pipinya, "... aww, ternyata nggak mimpi!" Ava mengontrol nafasnya agar lebih tenang.

^^^Ava^^^

^^^Iya mau, Kak^^^

Aras

Nanti jam 19:00, gue jemput

Dandan yang cantik, yaa!

^^^Ava^^^

^^^Kak Aras, tau rumah gue dari mana?^^^

Aras

Yaa ada lah, lo nggak perlu tau

^^^Ava^^^

^^^Yaudah, gue siap-siap dulu, yaa^^^

Aras

Iya, jangan lupa yang cantik, gue mau bawa lo ke tempat yang spesial.

"Kyaa! Ya, Tuhan! Mimpi apa, gue?!" teriak Ava sambil meloncat-loncat di atas bad kasur karena saking senangnya.

Ava dengan cepat langsung turun ke bawah untuk memberitahu Ana dan Agnes.

"Guys! Guys! Kalian harus bantuin, gue!" ujar Ava dramatis.

Agnes langsung menyusul Ava dan Ana di ruang makan. "Ada apaan, sih?"

"Gue, di ajak dinner sama kak Aras malam ini jam 19:00,"

Ana langsung mendekat ke arah Ava. "Hah! Demi apa, lo? Jangan bohong, yaa! Gue tabok nanti!"

Ava memberikan hp nya pada Ana sambil tersenyum. Saat ini Ava tengah membayangkan bagaimana nanti suasana dinner nya bersama Aras.

Pasti romantis banget.

"Gila lo, Va! Yaudah kita harus siapin lo yang cantik!" Ana langsung menarik tangan Ava menuju kamar Ava.

Sedangkan Agnes kembali menonton Drama Korea nya tadi yang sempat tertunda, ia tidak peduli dengan kedua gadis gila itu.

Ava tengah berdandan menata riasan wajahnya agar tidak terlalu menor dan terkesan natural, bukankah wajah Ava sudah cantik sedari lahir tanpa make up.

Sedangkan Ana tengah memilihkan gaun untuk Ava pakai. Ana memilihkan gaun selutut warna merah dengan bagian pundaknya yang terbuka, di padukan dengan heels hitam ber-hak sedang, dan juga sling bag rantai warna hitam.

Ava membuat rambutnya model curly, dengan mengambil sedikit kedua rambut Ava bagian depan untuk di tarik kebelakang lalu di jepit dengan jepitan mutiara, dan terakhir di bagian depan di jepit dengan jepitan berbentuk bintang warna silver.

***

Ava kini terlihat cantik, natural dan elegan. Ava berdiri di depan cermin sambil memeriksa setiap detail dan memastikan tidak ada yang kurang sedikit pun.

"Coba lo berdiri terus muter pelan-pelan," suruh Ana ingin melihat penampilan Ava yang kelewat kece.

Perlahan lahan Ava memutar tubuhnya. "Sip, lo dah kece banget," Ana memberikan kedua jari jempolnya.

Tin

Tin

Suara klakson mobil dari luar. Ava dan ana langsung kegirangan. "Udah sana! Ingat, jangan gugup!" kata Ana memperingati, menenangkan cewe itu dari kegugupan.

Ava mengambil tasnya di bad kasur dan turun bersama Ana untuk menemui Aras di depan rumahnya.

"Mau kondangan lo, Va?" ejek Agnes saat melihat penampilan Ava.

"Nggak berlebihan, 'kan, Na?" tanya Ava khawatir karena pernyataan Agnes.

"Nggak, udah pas kok, kata Agnes mah nggak usah di percaya!"

"Sirik aja lo, Nes!" desis Ava sebagai balasan.

"Yaudah, gue pergi yaa, hati-hati kalian di rumah!" Ava langsung pergi menyusul Aras yang sudah menunggunya.

"Na, panasin tuh makanan, emang lo mau makan makanan yang udah dingin? Nggak sedep tahu." protes Agnes tanpa menatap Ana dan masih fokus menonton drakor.

Ana berkacak pinggang. "Kayak majikan aja nyuruh-nyuruh?" gerutu Ana.

Yaa memang benar sih apa yang di katakan Agnes tadi. Jadi Ana menghangatkan kembali makanan yang ia buat tadi.

***

Ava membuka gerbang pelan-pelan dan terlihat disana sudah ada Aras yang berdiri membelakangi Ava. Dari belakang saja Aras sangat terlihat tampan, apalagi dari depan.

"Kak Aras ..." panggil Ava malu-malu.

Aras menoleh dan menatap Ava lekat-lekat. Aras kagum dengan cewe di depannya ini.

Aras tersenyum melihat penampilan Ava. begitupun Ava ia sangat terpesona dengan ketampanan cowo di depannya ini, ditambah dengan mobil dan jam tangan hitam dengan merk terkenal yang Aras kenakan.

Tuxedo hitam yang Aras kenakan sangat kontras dengan gaun yang Ava pakai, dengan dua kancing kemeja yang di biarkan terbuka, apalagi dengan rambut Aras yang berantakan menambah nilai sexy.

"Ok, plis jangan gugup!" Ava mengontrol nafasnya yang sudah tak karuan.

Aras mengulurkan tangannya dan Ava menerimanya. Berjalan mendekati pintu mobil sambil saling tersenyum. Aras membukakan pintu untuk Ava.

"Thank you," ucap Ava lalu masuk kedalam mobil.

"Your welcome."

Aras mengitari badan mobil lalu masuk ke dalam dan menjalankan mobilnya ke suatu tempat yang sudah di pesan Aras.

***

Degup jantung Ava semakin kencang, saat melihat Aras membawanya ke sebuah ruangan privat dengan satu meja dan dua kursi di salah satu restaurant mewah di Jakarta.

Aras menarikkan kursi untuk Ava. "Silahkan duduk, Ratuku ..." Ava tersenyum menanggapi godaan Aras, lalu duduk dengan anggun. Aras duduk di depan Ava dan memanggil pelayan yang ada di sana untuk memesan, "... sajikan makanan dan minuman yang paling enak di sini."

Pelayan itu pergi untuk membuatkan pesanan mereka berdua.

Tak henti-hentinya Ava mengagumi ruangan dengan nuansa black dan gold tersebut. Di sudut sudut ruangan juga ada bunga mawar dan lampu berwarna gold.

Pada dasarnya warna ruangan ini adalah black, tapi di hiasi dengan, atap, gorden, lampu, dan vas bunga yang berwarna gold.

Tak lama pelayan itu menyajikan berbagai macam makanan mewah dan lezat yang sungguh menggugah selera.

...

...

"Udah kagumnya? Ayo makan." Ajak Aras. Ava mengangguk mengiyakan. Saat ini ia tengah berusaha meredam rasa gugupnya.

Ava makan pelan-pelan layaknya cewe anggun dan dipenuhi dengan sikap lemah lembut.

"Gue sengaja nyewa ruangan ini buat dinner kita berdua. Kalau soal harganya mahal, itu nggak masalah yang penting lo senang,"

Ava yang tidak biasa makan sambil berbicara mulai menyesuaikan. Ava tidak boleh mengacau atau membuat dirinya malu di hadapan Aras.

"Ayo makan. Kalau abis nanti kita pesan lagi," ucap Aras tanpa sadar menyombongkan diri.

Ava tersenyum manis. "Iya, Kak."

Kali ini Ava merasa dirinya berbeda dari sebelumnya. Yaa, memang berbeda kali ini ia sangat cantik, elegan, dan sangat anggun.

Ava sengaja tidak menghabiskan makanannya, walaupun Ava mau bukankah seperti itu, agar tidak terlalu memalukan dan gengsi sedikit di tinggikan.

Ava meminum jus nya lalu meletakkan kembali di atas meja. Aras menatap Ava lekat-lekat.

Sebuah musik pelan dan lembut tiba-tiba terdengar dari ruangan tersebut. Aras berdiri dan mengulurkan tangannya ke Ava.

Ava tersenyum manis, dengan senang hati ia akan menerima uluran tangan Aras, jari kiri aras mengunci jari kanan Ava.

Tangan kiri Ava ada di pundak kanan Aras. Sedangkan tangan kanan Aras memegang pinggul kiri Ava.

Ava sendiri agak tidak nyaman saat Aras memegang pinggulnya, terasa risih, tapi sebisa mungkin Ava mengesampingkan hal itu.

Mereka berdansa sesuai dengan alunan musik, memaju mundurkan kaki mereka, menggeser kesamping kiri dan kanan. Ava menarik tangan Aras dan berputar perlahan lahan. Aras mengitari pinggul Ava dengan tangannya yang membelakangi dirinya, mengunci pergerakan gadis itu. Ava meletakkan kepalanya di depan dada bidang Aras sambil menggeser kaki mereka kekiri dan kekanan secara bersamaan.

Ava tidak tahu kalau Aras bisa berdansa dan seromantis ini.

Apakah ini hal yang langka? Atau hanya di ketahui oleh orang spesial saja?

Kalau iya. maka Ava sangat beruntung jika Aras menunjukkannya hanya pada dirinya.

Ava bisa berdansa karena saat di Amerika ia sering melihat Bunda dan Ayah nya berdansa di tengah malam. Ayah nya juga sering mengajak Ava berdansa bersama.

Mungkin malam ini adalan malam yang paling indah bagi Ava, karena seumur-umur baru kali ini Ava di perlakukan seperti ini oleh seorang cowo.

...***...

...Ditulis tanggal 24 April 2020...

...Dipublish tanggal 17 Februari 2021...

...***...

...Jangan lupa tinggalkan jejak untuk menghargai karya Author, supaya Authornya juga senang dan semangat nulisnya. Nanti kalau kalian nemu ada yang copas cerita Aku atau apa tolong banget kasih tahu Aku, ya! Tapi ngasih tahunya jangan komen, langsung aja chat Aku. Thank you and happy reading....

1
💜LAVENDER💜
Jujur, aku suka banget baca novel ini dari awal sampai hampir epilog,karena 1)aku suka sama ceritanya yang beda dari yang lain',2)Feel-nya dapat banget(sampai berkaca2 mataku saat Ava mengalami patah hati karena Alan 😢)',3)Aku suka sama tokoh di cerita ini, yaitu Alan
karena Alan itu orangnya bikin aku greget terus(pengen aku tabok rasanya kepala Alan saat Alan mutusin Ava 😬😂)tapi meskipun begitu aku tetap mau kasih 💜💜💜 buat Babang Alan 😙😁🤭

Dan menurutku yang kurang disini tuh ada di epilognya, karena kayak ngegantung gitu loh. Tapi,nggak apa2 lah ya aku tetap suka sama endingnya.😁

So,aku berharap ada season 2 untuk novel ini Thor,karena aku susah move on untuk novel ini 😭

Tetap semangat ya Thor untuk membuat karya yang bagus2 dan seru pastinya ❤😁
Kania Putri;)/*: Kita saling pollow dulu, nanti kalau udah baru ada tanda chatnya. Paham nggak? Udah, pollow aja dulu nanti juga tahu. Sebernya Aku juga kurang tahu sistem kerja di Negeri Red ini kayak apa, makanya Aku ke sini tuh cuma lihat-lihat doang. Kalau dikasih undangan grup pun Aku nggak pernah masuk. Selain itu Aku lebih aktif di Negeri Orange, apk membaca dan menulis pertama Aku.
total 8 replies
💜LAVENDER💜
Sad 😭
💜LAVENDER💜
Aku Hadir Thor ☝😁
Little Peony
Semangat selalu Thor ✨✨✨✨✨
Little Peony
Like like like
Little Peony
Halooo Thor salam kenal dari Crushed by CEO dan Shadow ya ✨✨✨
Emak Femes
Mamaknya Raanjhana mampir dimari...👋👋👋
Emak Femes
Halo, mamaknya Rocky dari Goodbye Mr.Playboy mampir kemari 👋👋
windoverjoyed
uwaaaaaawwwwwww
Yura
Iya. Sama-sama
Yura
25.) Pas part Aras, Alan, dkk nyelametin Ava saat dia diculik. Bersatu banget
Yura
Oh, oke oke
Yura
Cast nya cantik-cantik dan ganteng-ganteng
Yura
Heummm Aku mencium bau ending menggantung
Yura
Alhamdulillah masih dikelilingi orang baik
Yura
Ayo move on Ava
Yura
Kalau Ava senang, Aku juga ikut senang.
Yura
Pengen ngamuk juga Aku tuh, geregetan
Yura
Kayaknya Ava udah move on
Yura
Nggak nyangka Maudi ternyata sebaik itu
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!