NovelToon NovelToon
Tuan Galak & Nona Kecil

Tuan Galak & Nona Kecil

Status: tamat
Genre:Romantis / Cintamanis / Perjodohan / Patahhati / Tamat
Popularitas:1.7M
Nilai: 4.9
Nama Author: Casilla Bella

Karya ini murni dari imajinasi penulis. Tidak ada unsur plagiat.

🌺🌺🌺

Angga Pratama, seorang pengusaha muda yang sukses. Dia terkenal dengan kedinginannya. Mamanya memaksa Angga untuk segera menikah. Jika Angga tidak menikah juga. Maka, Santi akan menjodohkannya dengan anak dari sahabatnya.

Anastasya, seorang gadis yatim piatu berusia 21 tahun. Ia dibesarkan oleh asisten rumah tangganya. Yang di kenal dengan panggilan Bibi Ratih.

Suatu hari Angga dan Tasya dipertemukan. Namun, bukan pertemuan yang baik seperti pada umumnya.

Penasaran dengan kisah mereka? Jangan lupa favoritkan novel ini.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Casilla Bella, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Chapter-12

Bagai disambar petir di siang bolong. Dessy dan Tasya menangis bersamaan.

"Permisi, dengan keluarga Ibu Ratih?" tanya seorang perawat.

"Saya..." lirih Dessy.

"Tolong segera menyelesaikan biaya administrasi untuk tindakan lebih lanjut!" kata perawat itu.

"Biar aku saja!" kata Tasya.

Beberapa menit kemudian Tasya telah kembali.

"Tasya? Bagaimana? Berapa biayanya?" tanya Dessy cepat.

"Itu... i-itu... sebenarnya enam..." Tasya ragu untuk mengatakannya.

"Katakan Tasya! Enam? Enam apa Tasya?" tanya Dessy sambil memohon ingin tahu.

"Enam puluh juta..." lirih Tasya sedih.

Matanya terbelalak, "Enam puluh juta?" air matanya mengalir kembali. "Darimana aku bisa dapatkan uang sebanyak itu..." gumamnya sambil menangis.

"Ka-kamu tenang saja. Aku yang akan mencarinya. Sekarang kita solat dan berdoa untuk Bibi." Tasya mengajak Dessy ke masjid di sekitar rumah sakit.

Mereka berdua melaksanakan ibadah solat. Setelah itu mereka berdoa.

"Ya Allah, sembuhkanlah ibuku... angkatlah penyakitnya. Hamba mohon padamu..." Dessy berdoa sambil terisak-isak.

"Ya Allah, mudahkanlah kami untuk bisa mendapatkan uang itu. Agar Ibu bisa segera di operasi. Dessy tidak mau Ibu sakit, Dessy sangat menyayangi Ibu. Ya Allah, hanya Ibu yang Dessy punya di dunia ini. Panjangkanlah umurnya, Dessy masih belum bisa membahagiakan Ibu. Ya Allah hamba mohon, kabulkanlah doa hamba. Amin... amin... ya rabbal alamin."

"Ya Allah, kabulkanlah doa kami. Tasya sangat menyayangi Bibi. Sejak kecil, hanya Bibi yang Tasya punya. Sembuhkanlah Bibi... amin ya rabbal alamin..." doa Tasya dalam hati.

Flashback Off

***

"Kemana aku harus mencari pinjaman? Hutangku pada Tuan Angga saja belum lunas. Tanggal gajihan juga masih seminggu lagi. Ya Allah, aku harus mencari ke mana lagi? Semua teman-temanku tidak ada yang bisa meminjamkanku uang. Bunda Mawar, Nuri dan Alea juga tidak punya uang. Mereka kan sama sepertiku, belum gajihan." Gumamnya.

"Apa aku pinjam ke Paman Romi saja ya?" Tasya menggeleng-gelengkan kepalanya.

"Tidak-tidak! Paman sudah jahat padaku. Aku tidak akan sudi meminjam uang padanya!" tangan Tasya terkepal erat. Menahan amarahnya.

"Tapi... aku harus pinjam pada siapa kalau bukan pada Paman?" Tasya memejamkan matanya untuk berpikir. Tiba-tiba terbesit di dalam pikirannya, "Bu Santi!" gumamnya.

Tasya langsung bergegas ke rumah Santi.

"Semoga saja, Bu Santi belum tidur!" Tasya melihat jam di tangannya, tepat pukul 10 malam.

Tasya telah sampai di depan gerbang rumah Santi.

KLANG!

KLANG!

"Nona Tasya ya? Ada apa malam-malam ke sini?" satpam membuka kunci pagar besi, lalu mendorongnya.

"Saya ingin bertemu Bu Santi, Pak!"

"Baiklah, mari saya antar!" satpam itu mengantar Tasya ke depan pintu rumah Santi.

Tasya menekan tombol bel.

Di sisi lain...

"Apa Angga sudah pulang?" Santi langsung keluar dari kamarnya dan berjalan ke arah pintu. Santi pun membukanya.

Santi mengeryit, "Tasya?"

"Assalamualaikum Bu," Tasya mengambil tangan Santi dan menciumnya.

"Waalaikumsalam, ada apa Tas? Tumben malam-malam ke sini? Ibu kira Angga yang pulang." Ujar Santi.

"Maaf, mengganggu Ibu malam-malam!" Tasya menunduk sedih. "Sebenarnya Tasya ke sini karena ingin..."

"Ingin apa? Tasya, sebaiknya kamu masuk ke dalam dulu!" Santi mengajak Tasya masuk ke dalam rumahnya.

"Kamu minum dulu!" Santi menuangkan air ke dalam gelas. Lalu memberikan kepada Tasya.

"Terima kasih Bu," Tasya meminumnya.

"Kamu ingin apa Tasya?" tanya Santi.

Tasya menelan salivanya, "Sebenarnya Tasya ingin meminjam uang pada Ibu." Tasya menggenggam erat kedua tangannya.

Santi tersenyum, "Kamu butuh berapa?" tanyanya lagi.

"Hanya enam puluh juta Bu," jawabnya ragu.

Santi mengeryit, "Enam puluh juta? Untuk apa itu?"

Tasya mulai menangis, ia pasrah jika Santi tidak memberinya pinjaman uang.

"Lho... kamu kok nangis sayang?" Santi merangkul Tasya. "Tenanglah, cerita sama Ibu, ada apa Nak?"

"Se-sebenarnya uang itu untuk biaya operasi Bibi Ratih. Bibi terkena serangan jantung dan harus segera melakukan operasi bypass." Jelasnya sambil terisak.

"Oh... jadi uang itu untuk biaya operasi Bibimu. Ibu akan membantumu, tapi... Ibu punya syarat."

"Syarat? Apapun akan Tasya lakukan demi Bibi."

"Kamu harus setuju menikah dengan anak Ibu."

"Me-menikah?" ucapnya terkejut.

Sebenarnya Santi juga tidak tega memanfaatkan situasi seperti ini. Tapi apa daya, Santi ingin segera melihat Angga dan Tasya menikah. Mungkin, hanya ini satu-satunya cara agar Tasya mau menikah dengan Angga.

"Tapi..." Tasya sangat bingung. Di sisi lain, ia tidak ingin menikah dengan pria yang tidak dicintainya. Tapi di sisi lain, bibinya sangat membutuhkan uang itu. Bibi harus segera dioperasi.

"Bagaimana Tasya? Ibu sangat menginginkan kamu menjadi menantu Ibu. Ibu yakin, kamu adalah wanita yang terbaik untuk Angga."

"Bibimu juga sedang membutuhkanmu. Apa kamu tidak sayang pada Bibimu?" tambahnya.

Demi apapun, sebenarnya Santi merasa menjadi orang yang tidak punya perasaan. Tapi, ini untuk masa depan putranya.

"Maafkan Ibu, Tasya..." lirih Santi dalam hati.

"Tasya setuju. Ini semua untuk Bibi!" jawabnya tanpa berpikir panjang.

Santi tersenyum, " Kalau begitu, mari kita ke rumah sakit. Ibu akan mengantarkanmu, sekaligus membayar biaya operasi Bibi kamu."

***

"Tasya, bagaimana? Kamu sudah dapat pinjaman?" tanya Dessy cepat, saat melihat Tasya telah kembali.

Tasya mengangguk, "Syukurlah... terima kasih Tasya!" ucap Dessy.

"Berterima kasihlah pada Bu Santi."

Dessy mengeryit heran, "Bu Santi? Bosmu?" tanyanya. Dibalas anggukan oleh Tasya.

"Nah itu Ibu!" Tasya menunjuk ke arah Santi yang sedang berjalan ke arahnya.

"Tasya, semua sudah selesai. Besok pagi, Bibimu akan segera dioperasi!" ujar Santi.

"Terima kasih Bu!" Tasya memeluk Santi.

"Bu Santi, terima kasih karena telah menolong Ibu saya..." ucap Dessy dengan mata yang berkaca-kaca.

"Sama-sama Nak." Jawabnya.

"Oh ya, Ibu harus segera pulang. Takutnya anak Ibu sudah ada di rumah. Nanti dia bingung mamanya gak ada di rumah. Kalian baik-baik di sini. Ibu berdoa agar Ibu dan Bibimu segera sembuh. Dilancarkan saat operasi." Ucap Santi.

"Amin. Sekali lagi, kami mengucapkan terima kasih. Ibu sangat baik. Semoga Allah membalas kebaikan Ibu!" kata Dessy.

Perkataan Dessy membuat Santi merasa bersalah pada Tasya. Matanya menatap Tasya dengan tatapan sendu.

"Ibu pergi, assalamualaikum."

"Waalaikumsalam," jawab Dessy dan Tasya.

"Hati-hati Bu!" Tasya melambaikan tangannya ke udara.

"Sekarang, aku harus menikah dengan Tuan Angga yang galak. Aku tidak tahu, apakah dia akan menyetujui pernikahan ini atau tidak? Kuharap, dia menolaknya." Gumam Tasya dalam hati.

"Tasya, sebaiknya kita tidur. Ayo!" ajak Dessy.

Tasya mengikuti langkah kaki Dessy. Yang ia pikirkan sekarang hanya kesembuhan bibinya dan Angga.

"Arrghhh!" Tasya mengusap wajahnya gusar.

"Ada apa Tasya?" tanya Dessy yang mendengar teriakan Tasya.

"Eh... eh... tidak..." Tasya memalingkan wajahnya, agar tidak ketahuan kalau dia sedang berbohong.

***

Happy reading 😘

1
Qaisaa Nazarudin
Wahh licik,itu mah tanda gak laku..kalo yg laku itu harus ada peguamnya keluarga tasya sekalian..
Qaisaa Nazarudin
Dasar ngenyel,udah gak punya urat malu.ilfil langsung aku dgn cewek kayak gini,paling gak demen dgn cewek yg ngejar2 cowok..
Qaisaa Nazarudin
Ngebet banget pengen cucu...
Qaisaa Nazarudin
wkwkwk udah ku duga..
Qaisaa Nazarudin
Ciih udah kebaca modusnya papa kamu..
Supriatun Khoirunnisa
Luar biasa
gemini 210
😂😂😂. masa bos galak takut sama ibu kost wkwkwk
Yeni Sri
ceritanya lumayan menarik
Devi Handayani
yaahh yahhh yaahhhhh
.... payyyaahhhhh dahhh😤😤😤😤😤😤
Devi Handayani
yg sabar ya tasya😢😢😢
Devi Handayani
wkwkwkwkwkwkwkwkk... mules perut gw.... waddoiiwwww😂😂😂😂😅😅🤣🤣😅😅😅😅😅🤣🤣🤣🤣😅🤣🤣🤣
Devi Handayani
dubraakkkk😅😅😅😂😂😂😂😂😅😅
Devi Handayani
iya tasya mainkan magic muuu... buat dia terbucin bucin padamu tasya🤪😚😋
Devi Handayani
waahhh wahhhh niat nyaa dah ngga bener ini....nanti kena kutuksn mm reader baru tau kamu angga🤨🤨🤨
Devi Handayani
mama memang the best deh😍😍😍😍
Devi Handayani
hayooo loohhh😏😏😏😏
Devi Handayani
wahhh ibu nya si galak ini.... jodohin Buu si tasya ama si galak biar tau rasa dia hahhaahhaahh🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣
Devi Handayani
sungguh sadis caramu tuan angga.... awas aja jatuh cinta ama tasyaaa😏😏😏😏😏😏😏😏😏😏
Devi Handayani
gpp jadi OG..... tapi OG nya CEO hihihihi😁😄😄😄😁😄😄😄😁😁😁😁
Devi Handayani
untung ada bibi peri sang penolong.... klo ga tinggal dimana tasya?? 😍😍
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!