NovelToon NovelToon
Hanya Istri Siri

Hanya Istri Siri

Status: tamat
Genre:Romantis / Balas Dendam / Tamat
Popularitas:6.7M
Nilai: 4.9
Nama Author: Amallia

(BELUM REVISI, MASIH TAHAP BELAJAR PUEBI)


Mutiara intan permata yang biasa di panggil rara, menjalani hari-harinya seorang diri karena dia sebatang kara. Dia sudah mencoba melamar pekerjaan di berbagai perusahaan, bahkan melamar sebagai SPG tapi tidak ada satupun yang menerima lamarannya.

Sampai akhirnya dia di pertemukan dengan lelaki yang dia cintai namun hidupnya malah lebih sulit dari sebelumnya. Karena lelaki itu mendekatinya untuk membalaskan dendam bukan karena cinta.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Amallia, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Part_12

Pagi sekali Rara sudah bangun karena merasakan sakit pada bagian perut. dia olesi minyak kayu putih pada bagian yang sakit biar sedikit mengurangi rasa nyeri.

itu hal biasa yang Rara alami saat haid hari pertama dan kedua.

Tapi biasanya kalau dikampung cukup meminum air kelapa muda yang baru di petik dari pohonnya juga sudah sangat membantu meredakan rasa sakitnya. karena jika ke dokter sangat jauh jaraknya dari rumah Rara, apalagi biaya pengobatan dan ongkos ojek menurutnya cukup mahal.

Rara segera mandi dan setelahnya dia memilih untuk membersihkan kontrakan biarpun dalam keadaan menahan sakit perut.

setelah membereskan kontrakan, Rara segera memakan kue lapis yang semalam di kasih oleh tetangganya. tidak lupa berdo'a dulu sebelum ia makan.

Tepat pukul 05:00 Rara berangkat kerja dengan berjalan kaki. sepanjang jalan dia berhenti dan duduk sejenak untuk istirahat karena merasa kepalanya pusing, ya memang biasanya wanita yang sedang sakit perut karena nyeri haid, kepalanya juga kadang pusing kalau kita paksain gerak. Rara sudah berjalan cukup lama bahkan hari sudah mulai terang tapi ternyata dia masih belum juga sampai ke tempat kerjanya. mungkin karena jalannya yang sedikit pelan.

Dari kejauhan terlihat sebuah mobil mewah melewati jalanan yang masih sepi karena masih pagi hari. siapa lagi kalau bukan juna dan rio yang mengendarai mobil itu.

Rio memandang ke arah kanan jalan, karena sepertinya dia melihat seorang wanita yang di kenalnya sedang berdiri di pinggir jalan.

"Nyetirnya fokus jangan lihatin ke luar terus. memang lihat apa sih?"tanya Juna

"Eh maaf bos, tadi saya seperti melihat Nona Mutiara." jawabnya sambil cengengesan.

"Ngapain senyum-senyum?" tanya Juna

"Hehe maaf bos, habisnya saya terpesona sama kecantikan Nona utiara." jawabnya jujur

Juna hanya menatap tak percaya, bisa-bisanya Rio jatuh cinta sama istri bosnya sendiri.

°°°°°°°°°

Rara sampai ke tempat kerja sudah terlambat. tentu semua karyawan sudah sibuk bekerja. Rara telat satu jam, yang biasanya jam 6 sudah sampai, tapi kali ini jam 8 dia baru melangkahkan kakinya memasuki toko itu.

"Assalamu'alaikum"

"Waalaikum'salam, eh rara baru datang? kirain hari ini ijin." tanya Santi sambil menatap ke arah Rara.

"Iya Mba, saya terlambat tadi kesiangan." jawabnya

"Kamu naik apa kesini?" tanya Santi lagi

"Naik angkutan umum Mba" bohongnya

"Ya sudah cepat kamu temui Kak Luna dulu untuk meminta maaf." Santi menyuruh Rara menemui atasannya.

Tok tok ( Rara mengetuk pintu ruangan Luna)

"Masuk" teriak Luna dari dalam sana.

Lalu Rara membuka pintu ruangan itu.

Cklek

📞"Sudah dulu ya sayang, ini ada karyawan aku, nanti telfon lagi. "sambil melirik ke arah Rara lalu mematikan panggilan telponnya.

"Eh Rara baru datang?" tanya Luna kepadanya.

"Iya kak Luna, maafkan saya hari ini terlambat karena saya bangun kesiangan."

"Baiklah kali ini saya maafkan tapi lain kali jangan di ulangi ya. karena saya tidak suka karyawan yang tidak disiplin." ucapnya

"Terimakasih Kak Luna, saya janji lain kali saya akan terlambat lagi."

"Baiklah kamu boleh keluar dan lanjut bekerja."

Lalu Rara meninggalkan ruangan itu.

Rara yang baru keluar ruangan bosnya langsung di hampiri Santi.

"Gimana Ra? tadi kak luna marah?" Santi sudah penasaran dengan jawaban Rara.

"Tidak kok mba, kak Luna maafin Rara untuk kali ini."

"Lain kali kamu jangan terlambat lagi yah."

"Rara usahakan untuk selalu datang tepat waktu mba."

"Ya sudah ayo lanjut kerja." ucap Santi lalu Rara mengikuti Santi untuk membantunya menyelesaikan pekerjaan yang tadi sedang di kerjakannya.

Siang itu Luna Florist mendapat banyak pesanan bunga. saking sibuknya Rara sampai melupakan sakit perutnya. untung saja perutnya itu bisa di kompromi. Rara sudah merasa agak baikan, mungkin karena efek tadi pagi dia minum jamu yang di belinya di pinggir jalan.

Inara menghampiri Rara dan Santi yang sedang bekerja.

"San..." Inara memanggil Santi.

"Iya nar" Santi sudah menatap ke arah Inara.

"Kamu bantuin saya yah antarkan bunga ini ke kantor Dirgantara group, saya sibuk sekali nih jadi tidak sempat." pinta Inara kepada Santi.

"Tapi saya setelah ini ada tugas dari Kak Luna Nar." Santi memang masih ada kerjaan lain.

"Terus gimana yah?emm" Inara menoleh ke arah Rara.

"Ya sudah Rara saja gimana, kamu mau Ra?" Inara bertanya kepada Rara.

"Boleh Mba Inar tapi Rara tidak tahu alamatnya." ucap Rara yang memang tidak tahu alamat kantor Dirgantara Group.

Kemudian Inara memberitahukan alamat kantor dirgantara group kepada Rara.

Rara pergi mengendarai sepeda warna pink yang biasa di pakai untuk mengantar bunga pesanan jika jaraknya dekat.

karena kebetulan dirgantara group itu hanya berjarak 15 menit saja dari Luna Florist jadi Inara menyuruh Rara naik sepeda saja. sebenarnya juga Rara tidak bisa bawa motor sih.

Rara tersenyum ke arah satpam yang sedang berjaga ketika melewati gerbang masuk perusahaan besar itu. dia memarkirkan sepedanya dan segrra memasuki gedung yang menjulang tinggi itu.

"Permisi Mba, saya mau mengantarkan bunga atas nama Rey Dirgantara." ucap Rara kepada resepsionis yang sedang berjaga.

"Sebentar, saya hubungi Pak Rey dulu." lalu resepsionis itu menghubungi telepone ruangan Rey.

"Nona silahkan duduk dulu disana, nati Pak Rey sendiri yang akan turun kesini." ucapnya menyuruh Rara duduk di ruang tunggu.

Lalu Rara duduk disana, beberapa menit kemudian terlihat seorang lelaki yang tak kalah tampan dari Juna. ya, dia adalah Rey Dirgantara lebih tepatnya adik dari Arjuna Dirgantara. Rey sendiri tiga tahun lebih muda dari Juna.

"Hey nona" Rey menyapa Rara yang sedang menunggunya.

"Eh iya apa Bapak yang bernama Pak Rey?"

"Kok Bapak sih? masih muda saya loh. panggil saya Rey saja.

"Tapi saya nggak enak, saya panggil Mas Rey saja." ucap Rara karena melihat Rey yang masih muda.

"Nah itu lebih baik" lalu mengambil bunga yang ada di tangan rLRara.

"Ehh" Rara kaget saat tiba-tiba saja Rey mengambil bunga itu.

"Cantik dan harum seperti orang yang mengantarnya." sambil mencium aroma bunga mawar putih yang di pegangnya.

Rara heran dengan perkataan lelaki di depannya itu. bisa-bisanya dia memuji wanita yang hanya berpenampilan sederhana seperti Rara. jelas beda dengannya yang yang terlihat tampan dan elegan.

"Kenapa diam cantik, ini saya bayar bunganya. kembaliannya untuk Nona cantik saja." lalu Rey pergi meningalkan Rara yang masih tampak heran memandang kepergian Rey.

Dia itu semacam playboy atau apaan sih, gampang banget muji-muji orang. apa setiap wanita dia bilang cantik dan harum."batin Rara

Rara tidak menyadari jika dari tadi ada yang melihat ke arah dia dan Rey saat mereka duduk di kursi saling berhadapan.

"Selalu saja tebar pesona, dasar gadis kampung." gumam Juna lalu segera memasuki lift menuju ruangannya di lantai atas.

1
Herta Siahaan
update donk Thor... bolak balik ceritanya ditempat aja . Juna yg tdk tegas dan Rara yg jdi kek wanita bodoh masih aja terima Juna tanpa status yg jelas. . duh g asyik lah... tapi yah seperti judul nya istri simpanan kayak nya nasib Rara mang akan selamanya jd gadis simpanan
Nadira Alexa
Luar biasa
Titik Novrianti
sebenarnya ceritanya singkat,,,tapi karena alur ceritanya ngalor ngidul ,,,jd gak asyik dch ceritanya
Naura Azwa
Lumayan
Yusria Mumba
beruntung rara, bu susan selalu ada buat rara,
Yusria Mumba
rara hidup kama selalu tersiksa,
Yusria Mumba
yang sabar ra,
Yusria Mumba
semangat rey,
Yusria Mumba
jahat banget sih suami rara,
Yusria Mumba
karna rara terlalu bodoh,
Yusria Mumba
rara begitu bodoh suami berselingku,
Yusria Mumba
kasiang rara punya suami tapi jahat,
bundaoskaa
bukannya udah pernah sama Sela y
bundaoskaa
kayaknya ini anaknya Devan selingkuhannya Luna
bundaoskaa
kenapa masih baby sister y Thor, pengasuh bayi kayaknya baby sitter
Ravindra Vishaka
Biasa
Pradyta
luar biasa
Nurhayati Rasma
banyak pelajaran yg dpt diambil
Nurhayati Rasma
bikin kesel deh thor ini kasian rara yg tdk tau apa2
kuswara kuswara
euh... .ribet
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!