NovelToon NovelToon
AURORA [TRANSMIGRASI ISTRI YANG TERBUANG]

AURORA [TRANSMIGRASI ISTRI YANG TERBUANG]

Status: sedang berlangsung
Genre:Balas Dendam / Cintapertama / Transmigrasi
Popularitas:804
Nilai: 5
Nama Author: An_cin

Update setiap hari!
No copy, cerita saya!
Selamat membaca semua, semoga suka...

Sinopsis :
Maudy, Seorang Sekertaris di Perusahaan besar mendadak tewas setelah Mobilnya tertabrak oleh Mobil pengendara lain. Namun bukannya pergi ke alam baka ia malah bersinggah di tubuh Wanita lain. Ia bahkan kini harus menghadapi kesulitan lantaran ia kembali ke 2 tahun yang lalu dalam tubuh wanita itu, yang bernama Aurora. Saat ia berpikir untuk menyerah dan kembali mati ia pun bertemu dengan wanita di alam mimpinya.

"Tolong aku, Tolong rubah masa depanku yang hancur" Ucapan itu membuat Maudy ketakutan. Ia bahkan tak kenal wanita ini atau siapa dia. Ia mencoba beberapa kali percoba bunuh diri namun selalu gagal dan hingga akhirnya ia menyerah dan memilih untuk tetap bertahan sebagai Aurora.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon An_cin, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 12

Di lorong kantor, Aurora kini sudah masuk dan naik ke lantai 5. Tak ada satupun staf yang membicarakannya, seperti yang Kris dapatkan tadi.

Dari arah belakang, seseorang tiba-tiba saja datang dan langsung merangkulnya.

"RORAAAAAAA" Teriak orang itu, tepat di samping telinganya.

"Arghhh, ini sakit." Aurora kini menoleh, mendapati seseorang yang sangat-sangat ia kenal telah berdiri di sampingnya.

"Rora, ada apa? Kau terlihat aneh sejak kemarin, kemarin aku meneleponmu, kata Bibi Grace kau sakit?"

Wajah yang cantik, pakaian yang modis, serta rambut yang tertata rapi, postur tubuh yang proporsional. Dia adalah Anne.

Aurora sangat syok, ia tak menyangka akan bertemu dengannya lebih cepat dari apa yang ia duga.

"Bagaimana mungkin?" Aurora merasa ada hal yang aneh dari dadanya, rasanya sesak. Ia memang tahu soal Anne, tapi respon ini, jujur berlebihan.

"Mengapa denganku? Mengapa dadaku sangat sesak sekali?"

Anne kini mencoba memegang jidatnya, "Rora, kau baik-baik saja?"

Plaaakkkk! Tangannya di tepis oleh Aurora begitu saja, Anne yang melihat respon itu pun, kini langsung terkejut.

"Rora, ada apa denganmu? Ini aku Anne?"

Aurora kini memilih pergi menghindari Anne, Anne benar-benar tak habis pikir, mengapa Aurora mencoba kabur darinya.

"Ini aneh, ada apanya dengannya, aish, baru saja aku ingin minta di belikan tas baru."

***

Aurora berlari hingga sampai ke sebuah ruangan rapat yang kosong, ia membuka pintu itu, dan kini langsung masuk ke dalam dan menutupnya.

Dengan kaki yang lemas, wanita itu kini duduk di salah satu kursi rapat, dekat dengan pintu itu.

"Apa maksud semua ini, mengapa aku bisa bertemu dengannya secepat ini. Bukankah mereka bermusuhan, tapi itu tadi Anne, dia Anne."

Aurora mengacak-acak rambutnya, ia berusaha mencerna semuanya, namun tetap tak dapat di cerna oleh otaknya.

"Tunggu, namun dari responnya, dia sepertinya memang cukup dekat dengan Aurora, namun, mengapa reaksinya seperti ini, Aurora, apa yang sudah dia perbuat padamu sampai kau jadi seperti ini?"

"Sial, ini semua bisa membuatku gila, aku rindu makan seblak, Aish, mengapa harus aku sih...,"

"Ah, tunggu, masih ada yang mengganjal di otakku, bukannya Anne adalah pacar Jordan. Bukan, bukan itu, aku baru ingat sekarang. Jika ini september 2024, maka Jordan akan bertemu dengannya pada Maret 2025."

"Jadi, Anne yang sekarang, bukan pacar Jordan?"

"Ah, taulah aku pusing..."

KREEEKKKK!

Seseorang membuka pintu, Aurora yang masih berada di sana, kini menoleh dan menatap orang itu.

Dengan rambutnya yang masih acak-acakan, Aurora pun membuat orang itu sangat terkejut melihat kondisinya.

"Astaga naga..." Ucapnya terkejut melihat keadaan Aurora yang seperti itu.

"Ya ampun, kak Aurora. Hampir saja aku mati berdiri saking syoknya, ku pikir kau hantu."

Aurora mengedipkan matanya beberapa kali, mencoba melihat dengan jelas siapa orang yang masuk ke ruangan itu.

"Tunggu, kau siapa?"

Aurora kini dapat melihat dengan jelas, setelah ia menyilakan rambutnya. Terlihat sosok gadis cantik dan manis, dengan rambut pendek sebahu.

"Aku Diana, kau tak ingat?" Gadis itu langsung duduk di sampingnya.

"Diana? Diana siapa? Kalau putri Diana baru aku tahu, kalau Diananya kau?" Aurora mengamati gadis itu dari bawah hingga atas.

"ingat saja tidak." Lalu memalingkan wajahnya.

"Rupanya benar apa yang di katakan sahabatmu, kau pikun." Ujar gadis itu sebari menghela napas berat. Mendengar hal itu, kini Aurora langsung menoleh.

"Sahabatku? Siapa?" Jelas hal itu langsung menimbulkan pertanyaan di benaknya.

"Ya kak Anne lah siapa lagi?"

Raut wajah Aurora seketika berubah, bukan lagi terkejut, namun marah.

BRAAAAAKKKK! Aurora benar-benar menggebrakkan meja di depannya. Membuat Diana syok, sampai hampir terjatuh dari kursi.

"APA? Ini tidak mungkin." Aurora menoleh menatap Diana, dengan tatapan tajam.

"Kau sudah gila ya?" Diana hanya bisa menggaruk kepalanya, dia benar-benar tidak mengenal orang di depannya. Seperti bukan Aurora.

"Kau ini kenapa sih kak? Apa perlu aku membawamu ke dukun? Kau jadi gila ya setelah terjatuh dari tangga?"

"Hai bicara yang benar!" Bukannya menjawab pertanyaan Diana, wanita itu kini malah balik bertanya.

"Jawab aku, kau pasti sudah gila ya sampai menyebut Anne sahabatku. Aku juga tidak tahu siapa kau, lantas untuk apa aku percaya pada semua bualanmu, dasar aneh." Aurora memilih tak menggubrisnya, ia mengambil tas dan hendak pergi dari sana. Namun beberapa kalimat kata yang di lontarkan oleh Diana, mampu menghentikan langkahnya.

"Itu semua sudah benar, dia sahabatmu, kau yang bilang sendiri padaku bahwa kalian sahabat sejati. Lalu aku, aku ini anak didikmu di sini, kau itu mentorku. Aku kan calon ketua tim pemasaran 7, kau yang jadi mentorku secara langsung, kau juga yang memilihku." Perkataan Diana benar-benar sukses membuatnya berhenti melangkah, bahkan kini Aurora kembali menoleh dan berjalan kembali, mendekat ke arahnya.

"Jangan coba-coba menipuku bocah!" Sentak Aurora, dan di balas bukti nyata oleh Diana.

"Buktikan, ini adalah bukti, jelas-jelas ada di sosmedmu sendiri." Diana menunjukkan postingan yang Aurora unggah, di foto itu, terlihat jelas, beberapa fotonya yang tengah selfi bersama dengan Anne.

"Wow, ini aneh, haha," Kini Aurora benar-benar tampak sangat hilang arah. Bahkan Diana yang melihatnya tertawa seperti itu, benar-benar mampu membuatnya begidik ngeri.

"Sebenarnya kau ini kenapa si kak?" Batin Diana yang sedari tadi sudah sangat geram.

"Hai, tampar aku sekarang! Aku yakin ini mimpi." Mendengar hal itu Diana pun membulatkan matanya, mana berani ia menampar managernya.

"Kau ini kenapa si?"

"Tampar saja aku!" Diana menggeleng, ia menyilangkan tangan. Namun wanita itu tetap bersikeras.

Tak punya pilihan lain, Diana pun kini menurutinya, dan...

PLAAAAAKKKKKKK!

"Aish, sakit, ternyata benar bukan mimpi."

Diana merotasikan matanya malas, "Ternyata benar ucapan kak Anne, kau aneh dari kemarin."

"Stop, jangan bilang nama itu ok. Dan jangan ikuti aku!" Aurora kini berjalan mundur, ia berjalan keluar dari ruangan itu. Diana yang masih penasaran dengan atasannya, kini malah mengikutinya.

"Stop di situ bocah! Sudah ku bilang, jangan ikuti! Aku!." Diana tak mengikutinya lagi, justru ia malah memberikannya tatapan datar.

Diana kini menyipitkan matanya, sambil menggelengkan kepalanya, ia pun berkata. "Dasar aneh, lihat saja, nanti malam akan ku panggilkan dukun ke rumahmu, aku tahu, kau pasti jin yang menyamar menjadi kakak mentorku. Awas kau iblis, akan aku usir kau dan akan ku kembalikan kak Aurora seperti semula."

Aurora berjalan menjauh, semakin menjauh dan mulai menghilang dari pandangan Diana.

Wanita itu kini kembali menyusuri lorong kantor, tak hanya berjalan, ia bahkan mengumpat dan terus mengomel sepanjang jalan. "Wah Aurora, kau menjadikan masalahmu sendiri sebagai teman, benar-benar keren."

"Cih, itu dulu, namun tidak dengan sekarang." Ucap seseorang, kepada Aurora.

BERSAMBUNG

1
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!