NovelToon NovelToon
Hukuman Penjara Pengantin Pengganti Sang Mafia

Hukuman Penjara Pengantin Pengganti Sang Mafia

Status: sedang berlangsung
Genre:Pengantin Pengganti / Mafia / Balas Dendam
Popularitas:52k
Nilai: 5
Nama Author: Aisyah Alfatih

Adam Lorenzo Maxnore, bos mafia paling kejam di Asia Tenggara, kehilangan calon istrinya tepat pada hari pernikahan mereka akibat kecelakaan tragis. Giana Bianca Conti, wanita yang berada di mobil penabrak, dituduh sebagai pelaku, padahal kakak angkatnya, Amerda, adalah orang yang sebenarnya mengemudi dan melarikan diri.

Terjebak dalam amarah Adam, Gia harus menanggung kebencian pria yang menganggapnya sebagai pembunuh calon istrinya. Sementara itu, Amerda justru mengambil kesempatan untuk menggantikan Gia menikah dengan Ricardo Dominic demi menyelamatkan kehormatan keluarga.

Mampukah Gia membuktikan dirinya tidak bersalah? Dan apa yang akan terjadi ketika Adam mengetahui bahwa wanita yang dibencinya ternyata hanyalah korban pengkhianatan?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Aisyah Alfatih, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Episode 27

Mobil mewah berwarna hitam itu akhirnya memasuki halaman luas kediaman keluarga Conti. Suara mesin terdengar pelan sebelum kendaraan berhenti tepat di depan tangga utama rumah megah tersebut.

Dua mobil pengawal yang mengikuti dari belakang turut berhenti. Beberapa pria berpakaian hitam segera turun dan mengambil posisi di sekitar kendaraan, membuat suasana halaman yang semula tenang berubah tegang dalam sekejap.

Seorang pelayan yang sedang menyiram tanaman di dekat pintu masuk spontan menghentikan pekerjaannya. Ia menoleh ketika melihat sejumlah pengawal turun dari mobil, lalu memicingkan mata saat mengenali kendaraan utama yang terparkir di depan rumah.

“Siapa mereka?” bisik seorang pelayan perempuan yang baru keluar dari dalam rumah.

Pelayan yang memegang selang air menggeleng pelan. “Aku tidak tahu. Tapi lihat pengawalnya, mereka pasti bukan tamu biasa.”

Belum sempat keduanya mendekat untuk mencari tahu, pintu mobil bagian belakang terbuka. Seorang pria bertubuh tegap turun dengan gerakan tenang. Setelan hitam yang dikenakannya tampak sempurna, wajahnya dingin tanpa ekspresi, sementara tatapannya menyapu halaman rumah itu seolah sedang menilai setiap sudutnya, Adam Lorenzo Maxnore.

Nama yang selama ini hanya mereka dengar melalui percakapan orang-orang berpengaruh. Nama yang sering dibicarakan dengan suara pelan karena reputasi pemiliknya yang dikenal kejam, berkuasa, dan tidak segan menghancurkan siapa pun yang berani menghalangi jalannya. Tetapi, pagi ini, pria itu berdiri tepat di depan kediaman keluarga Conti.

Pelayan perempuan yang tadi bertanya langsung membelalakkan mata.

“Ya Tuhan ….”

“Ada apa?” bisik rekannya.

“Itu … itu Tuan Lorenzo Adam Maxnore!”

Wajah rekannya seketika berubah pucat, “Apa? Bos mafia yang terkenal di Singapura itu?”

“Siapa lagi kalau bukan dia? Aku pernah melihat fotonya di berita bisnis internasional. Astaga, mengapa dia datang ke rumah ini?”

Keduanya saling berpandangan dengan panik. Tanpa menunggu lebih lama, salah seorang pelayan bergegas masuk ke dalam rumah untuk memberitahukan kedatangan tamu yang sama sekali tidak mereka duga.

Sementara itu, Adam berdiri di samping mobil dengan kedua tangan dimasukkan ke saku celana. Ia sama sekali tidak memedulikan tatapan ketakutan para pelayan yang diam-diam mengamatinya dari kejauhan.

Marco turun dari sisi pengemudi, lalu berjalan menghampiri tuannya.

“Tuan, kami sudah tiba.”

Adam mengangguk tipis.

“Suruh dua orang tetap berada di luar. Sisanya menunggu sampai aku memberikan perintah.”

“Baik, Tuan.”

Marco segera menyampaikan instruksi kepada para pengawal. Dua orang tetap berjaga di dekat mobil, sementara yang lain berdiri di sepanjang halaman dengan sikap siaga.

Pemandangan itu membuat para pelayan semakin gelisah. Kedatangan seorang tamu biasa tidak pernah disambut dengan penjagaan seperti ini. Bahkan, beberapa rekan bisnis Sadam yang datang berkunjung pun tidak membawa pengawalan sebanyak itu. Namun, yang membuat mereka paling ketakutan bukanlah jumlah pengawalnya.

Melainkan sosok Adam sendiri. Ada sesuatu pada tatapan pria itu yang membuat siapa pun berpikir dua kali sebelum berani mendekatinya.

“Cepat panggil Tuan Sadam!” bisik seorang pelayan kepada rekannya. “Jangan sampai kita membuatnya menunggu.”

Pelayan itu segera berlari menuju ruang tengah. Adam kemudian menoleh ke arah pintu mobil yang masih terbuka. Dari dalam kendaraan, Gia terlihat duduk dengan wajah pucat. Perempuan itu sedang menunggu salah satu pengawal membantunya turun. Tatapan Adam tertuju padanya selama beberapa detik.

“Bisa turun sendiri?” tanyanya singkat.

Gia mengangkat wajah, “Aku bisa mencobanya, Tuan.”

Ia bergerak perlahan, tetapi rasa sakit di punggungnya membuat gerakannya terhenti. Sebelum ia sempat memaksakan diri, Marco sudah mendekat dan menawarkan bantuan.

“Biar saya bantu, Nona.”

Gia ragu sesaat, kemudian mengangguk kecil. Dengan hati-hati, Marco membantu Gia keluar dari mobil tanpa menekan bagian punggungnya yang terluka. Begitu kedua kakinya menyentuh tanah, Gia berdiri diam sejenak untuk menyeimbangkan tubuhnya. Ia menatap rumah besar di hadapannya. Rumah yang begitu dikenalnya. Rumah tempat ia dibesarkan, tempat ia menghabiskan masa kecil, dan tempat ia pernah berharap akan selalu diterima sebagai bagian dari keluarga. Tetapi, kini rumah itu terasa asing.

Gia tidak tahu apakah ibunya akan menyambutnya dengan pelukan atau membencinya karena masalah yang dihadapi keluarganya. Ia juga tidak tahu bagaimana ayahnya akan bereaksi ketika melihatnya datang bersama Adam, ia tidak pernah membayangkan akan kembali ke rumah itu dalam keadaan seperti ini.

“Jangan memaksakan diri,” ujar Adam ketika melihat Gia sedikit kesulitan berdiri. Nada suaranya tetap datar, tanpa kelembutan yang berarti. “Kalau tidak kuat berjalan, katakan.”

Gia menoleh kepadanya, “Baik, Tuan.”

Di saat waktu yang sama, pintu utama kediaman Conti terbuka lebar. Seorang pelayan muncul dengan napas terengah-engah, diikuti dua orang lainnya. Mereka tampak berusaha menyembunyikan kepanikan, tetapi wajah mereka tidak mampu berbohong.

“Se-selamat datang, Tuan Adam,” ucap pelayan itu terbata-bata sambil menundukkan kepala.

Adam berhenti tepat di depan pintu. Ia menatap pelayan tersebut tanpa ekspresi.

“Di mana Sadam Conti?”

"T-Tuan Besar sedang berada di ruang tengah. Saya akan segera memanggil beliau.”

“Tidak perlu.” Suara Adam terdengar rendah, tetapi tegas. “Tunjukkan jalannya.”

“Baik, Tuan. Silakan.” Pelayan itu segera menyingkir dan mempersilakan mereka masuk.

Saat Adam melangkah melewati ambang pintu, suasana rumah yang semula tenang berubah menjadi penuh kegelisahan. Para pelayan saling bertukar pandang, beberapa bahkan buru-buru menundukkan kepala ketika Adam melewati mereka. Mereka tahu keluarga Conti bukan keluarga sembarangan. Namun, Adam Lorenzo Maxnore adalah pria yang berbeda. Kekayaannya, pengaruhnya, dan reputasinya membuat banyak orang memilih menjaga jarak daripada mengambil risiko berurusan dengannya.

Ketika Gia melangkah masuk, beberapa pelayan langsung mengenalinya. Mata mereka membesar, lalu beralih kepada Adam yang berjalan beberapa langkah di depannya. Bisikan mulai terdengar di antara mereka.

“Nona Gia ….”

"Bukankah Nona Gia katanya pergi bersama dengan pria lain, saat hari pernikahannya?"

“Lalu mengapa dia datang bersama Tuan Adam?”

Tidak ada yang berani bertanya secara langsung. Gia mendengar bisikan-bisikan itu, tetapi ia tidak menoleh. Ia hanya terus berjalan dengan kepala tegak meskipun dadanya terasa sesak. Kali ini, ia tidak ingin kembali menjadi perempuan yang ketakutan menghadapi keluarganya sendiri.

Di ujung lorong, Adam berhenti di depan pintu ruang tengah. Marco berdiri di sampingnya, sementara Gia berada sedikit di belakang mereka. Adam melirik pelayan yang mengantar mereka.

"Beritahu tuan rumah bahwa aku sudah tiba.”

Pelayan itu langsung mengangguk dan bergegas masuk. Adam merapikan ujung lengan jasnya, kemudian menatap pintu yang masih tertutup.

Senyum tipis yang nyaris tak terlihat muncul di sudut bibirnya.

“Sudah waktunya keluarga ini bertanggung jawab pada kecelakaan itu," gumamnya.

1
aimelllaaaaa
lanjut thorr
Aditya hp/ bunda Lia
kayaknya si Sagara emang gak tau kalo Adam punya saham di perusahaannya 35% lagi gede kan ....
Aisyah Alfatih: emang nggak tau 🤭 karena selama ini yang ngurusnya orang lain.
total 1 replies
Al Fatih
Mas Adam kalo sudah mode kayak gini,, AQ mulai padamu deh 🤭🤭🤭.
Yaaa,, artinya jahatlah sama orang yang jahat...,, jangan jahat sama Gia...,, ntar tanduknya emak online keluar lagi nih😅.

Sebenarnya sih mas Adam nih kejam dan jahat karna keadaan,, trauma d masa lalu juga...,, semoga sih bisa menemukan kedamaian dan kebahagiaan d dalam hidupnya.
Karna,, biasanya orang yang punya masa lalu ga menyenangkan itu,, kayak ga tenang hidupnya,, Khawatir kejadian itu bisa terulang lagi.
Syakirah Dzaky
Karna Gia
Dini Anggraini
Di tunggu sadam 100 ℅ hartamu di ambil amerda dan kamu di usir dari rumahmu sedangkan amerda kekayaannya di berikan ke suaminya kalian berdua jadi gelandangan gak punya apapun karena harta perusahaan yang kalian ambil gantian di ambil orang lain. Gia kamu bangkitlah mulai buka usaha dari 0 semangat gia. 💪💪🥰
Muft Smoker
Sadam licik ,, trnyta anak ny lebih licik ,, 😏😏😏 siap2 km d tendang ank mu sndrii sadam🤭🤭🤣🤣🤣
Al Fatih: Betul bngt kak...,, pengen tau bngt ekspresi dan reaksinya Sadam pas d usir anak kebanggaan nya itu🤭
total 1 replies
erviana erastus
nggak lama kamu jd gembel sadam karena yg ksu sayang ank ular 🤣
Eva Karmita
di tunggu penyesalan mu Sadam ... tegangnya membuang anak yg sah di mata agama dan negara demi anak haram mu ...
Asriani Rini
Lisat sja nanti sadam kamu akan menjagi gebel dan gila nanti
Mutia
Knp di CCTV gak keliatan ketika kakaknya Gia keluar dr mobil & melarikan diri
Muft Smoker
konflik udh di mulai nih ,,
Al Fatih
mas Adam...,, jangan tegang2 gitu deh suasananya,, takut jantung emak online ga kuat kalo tiba2 dar der dor🤣🤣🤣
Aisyah Alfatih: 🤭🤭🤭 udah masuk ke konflik kak 😩
total 1 replies
Syakirah Dzaky
Yah ampun , ternyata Sadam hanya lelaki kere yg menikah dgn maudi , pantas dia begitu membela Amerda , sakitnya jdi Bu maudi 😭😭
Jelita S
Adam kamu harus lebih hat2 y karna Gia dan mamanya ada dalam lindungan mu takutnya ada musuh yg mencoba memanfaatkan mereka
Syakirah Dzaky
benar2 nenek sihir , tdk tau malu , entalah apa yg pantas untuk menyebut dirimu. Licik skali
Syakirah Dzaky
Dasar perempuan tidak tau malu , benar2 rendahan . org jahat begitu sudah tdk akan ada yg mau menyukai mu
Syakirah Dzaky
Aku koq curiga dgn tuan Sadam , apa Amerda itu anak kandung nya jgn2 , dan kenapa dia tdk memberi tahu istri nya klo Gia pernah menelepon? 🤔penuh misteri
Syakirah Dzaky
Dasar egois g mau mengakui klo perasaan suka dan takut kehilangan ada padamu Adam
Syakirah Dzaky
Iya nikmati aja dulu semuax , bersenag2lah sblm kehancuran itu dtng kepada mu anak angkat yg tdk tau diri
Syakirah Dzaky
Smoga nanti saat kamu mencintai Gia , Gia tdk akan pernah melupakan kejadian hari ini dan tidak akan memaafkanmu
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!